
"Kenapa kau tidak ijinkan aku menelepon Bos Noah?" Danny menoleh sekilas ke Batari dengan wajah kesal.
Batari menoleh ke Danny untuk bertanya, "Kalau kau menelepon Noah, apa yang akan kau katakan? Kita dikejar lima sepeda motor dan ditembaki?" Batari langsung memukuli keras bahunya Danny dengan wajah kesal.
Danny mengaduh keras, "Aduh! Kenapa kau malah memukulku?"
"Kalau kau katakan sepeti itu, Noah akan panik dan dia justru akan celaka karena menjadi tidak fokus di dalam mengerjakan tugasnya hari ini. Kau mau Bos Noah kamu celaka, hah?!" Batari memekik kesal ke Danny.
Danny kembali mengumpat kesal, "Sial! Tentu saja aku nggak ingin Bos Noah celaka"
" Kalau gitu, kita selesaikan masalah di depan kita ini sendiri Jangan libatkan Noah!"
Danny kembali mengumpat kesal saat peluru kembali mengenai kaca mobil Van yang ia kemudikan dalam kecepatan tinggi.
Batari bergumam dengan wajah berpikir keras, "Kaca mobil ini anti peluru. Jadi, untuk sementara kita aman karena baru ada tiga tembakan yang mengenai kaca mobil ini. Kacanya bisa tahan sampai sepuluh peluru, kan?"
"Tepatnya delapan peluru!" Danny mulai berteriak dengan panik.
"Apa ada pistol di dalam mobil ini? Apa kau bawa pistol?"" Tanya Batari sambil menoleh ke Danny.
Danny yang masih fokus menyetir dengan kecepatan tinggi, berteriak karena, panik, "Untuk apa kau butuh pistol?! Kalau pengen bunuh diri karena panik, jangan di sini! Dasar gila!"
Batari melotot ke Danny dan berteriak penuh amarah, "Siapa yang mau bunuh diri!? Kamu yang gila! Dasar brengsek! Aku ingin menembak ban motor yang mengikuti kita"
"Sial! Emangnya kamu bisa menembak, hah?!" Danny yang masih fokus menyetir dalam kecepatan tinggi berteriak panik.
"Bisa. Aku cicitnya Moses Elruno yang mewarisi keberanian Kakek buyutku itu dan Papaku adalah Barnes Adiwilaga Darmawan, aku mewarisi keahlian menembaknya" Sahut Batari dengan menepuk dadanya sembari mengulas senyum bangga.
"Oke! Aku akan lihat seberapa hebat kesombongan kamu itu. Ada pistol di laci dashboard. Kamu pakai aja! Pistol itu baru aja aku isi kemarin untuk berjaga-jaga" Sahut Danny sambil terus fokus menyetir dalam kecepatan tinggi.
Batari membuka laci dashboard dan mengambil pistol yang ada di dalamnya. Lalu ia bersandar ke pintu mobil, meletakkan kedua kakinya di atas pahanya Danny dan langsung berkata, "Pegangi kedua kakiku dengan erat!" Sebelum Danny menyemburkan protes.
__ADS_1
"Sial! Untuk apa kau pegangi kaki kamu?" Danny menoleh ke Batari dengan kesal.
"Aku akan rebahan saat aku membuka pintu mobil biar aku bisa menembak ban motor yang mengikuti kita dengan tepat dan tidak kena peluru mereka kalau-kalau mereka menembak lagi" Batari mendelik ke Danny dan ia segera berucap kembali, "Dalam hitungan tiga, kau pegang erat kedua kakiku, ya!? Tiga!"
"Sial! Kalau berhitung tuh yang bener! Kenapa langsung tiga?!" Danny sontak mendekap erat kedua kakinya Batari dengan tangan kirinya di saat Batari membuka pintu mobil, merebahkan kepala yang menjulur keluar dari dalam mobil dan doooor!!!!!! peluru yang Batari muntahan berhasil mengenai salah satu ban motor yang mengejarnya, namun sayangnya peluru itu memantul dan jatuh di atas jalan. Batari segera mengarahkan pistolnya ke pengendara motor, doooor!!!!! Dan berhasil, pengendara motor melepas motornya saat pelurunya Batari mengenai dada sebelah kirinya dan satu motor berhasil dilumpuhkan. Batari lalu membidik satu motor lagi doooor!!!! dia berhasil menjatuhkan dua motor beserta pengendaranya. Batari lalu bangun dan menutup kembali pintu mobil sembari menarik Kembali kakinya dari atas pahanya Danny dan segera duduk tegak kembali ke arah depan.
Danny menoleh sekilas ke Batari dan tersenyum lebar, "Wah, lumayan juga. Tapi, masih ada tiga motor yang mengejar kita"
"Dan pelurunya sudah habis. Kau bilang kau sudah isi penuh pistolnya, kenapa cuma ada tiga peluru di dalamnya?" Batari mendelik ke Danny.
"Hehehehehe, apa iya? Wah, apa aku lupa cek ulang, ya?" Danny meringis tanpa menoleh ke Batari.
Batari mendengus kesal dan berkata, "Kalau gitu, kau harus tambah kecepatan mobil ini agar kita bisa lepas dari kejaran tiga motor yang masih mengejar kita saat ini!"
"Iya kau tahu!" Pekik Danny kesal.
"Setelah kita berhasil lolos dari kejaran penjahat-penjahat itu, kamu jangan naksir aku, ya?!" Batari yang memang suka bicara blak-blakan, menoleh ke Danny dengan wajah garang
"Hah?! Kamu sudah menikah? Beneran?"
"Iya dan kami selalu bersama-sama sejak kami menikah. Kami tidak pernah berpisah" Sahut Danny.
"Selalu bersama-sama? Tapi, di mana Istri kamu? Aku nggak melihat ada wanita lain selain aku di sekitar kalian?" Batari langsung menautkan alisnya.
"Santo. Aku dan Santo menikah di Thailand. Bos Noah dan Lopez yang menjadi wali dan saksi pernikahan kita" Sahut Danny dengan bangga.
Batari sontak menarik kedua alisnya ke atas dan menarik rahang bawahnya.
Danny menoleh sekilas ke Batari untuk berkata, "Biasa aja reaksinya! Jangan berlebihan kayak gitu!"
Batari mengatupkan bibirnya kembali dan berucap, "Oke, aku cukup shock mendengar kamu menikah dengan Santo. Tapi, aku turut bahagia untuk kalian. Semoga pernikahan kalian awet sampai maut memisahkan"
__ADS_1
"Amin dan thank you untuk ucapan selamatnya" Sahut Danny sembari terus fokus menyetir untuk bisa lepas dari kejaran tiga sepeda motor yang masih gigih mengejar dia dan Batari.
Noah membopong turun wanita pembawa bom yang masih pingsan dan merebahkan wanita pembawa bom itu ke dalam mobil ambulans. Saat tubuhnya menyentuh bed yang ada di dalam mobil ambulans, wanita pembawa bom itu tersadar dari pingsannya dan dia langsung menangis sambil berucap, "Terima kasih sudah menyelamatkan hidup saya" Wanita pembawa bom itu laku merogoh saku dressnya dan menyerahkan sebuah foto ke Noah, "Ini foto anak saya. Namanya Dito Sembodo. Tolong temui dia dan tolong jaga dia sementara saya menjalani proses hukum. Ada alamat rumah di belakang foto itu"
Noah tersenyum dan berkata, "Baik, Bu. Saya janji saya akan menemui putra Ibu dan akan menjaganya dengan baik. Saya juga akan menelepon Papa saya untuk menjadi pengacaranya Ibu. Papa saya seorang pengacara yang handal. Dan saya mohon, setelah ini, jangan menjadi pembawa bom lagi, ya, Bu?!"
Wanita pembawa bom itu menganggukkan kepalanya dan sambil tersenyum di sela isak tangisnya, ia berkata, "Iya, saya janji"
"Kalau Ibu butuh pekerjaan, temui saya! Setelah Ibu bebas dari penjara, saya akan carikan Ibu pekerjaan" Sahut Noah dengan wajah serius dan penuh simpati.
Wanita pembawa bom itu menganggukkan kepalanya dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.
Noah tersenyum lebar dan berkata, "Saya juga berterima kasih pada Ibu karena Ibu, tidak memakai parfum di hari ini. Jadi, saya bisa menjalankan tugas saya melindungi Ibu dan melindungi semua penumpang di kereta api C dengan fokus tadi"
"Maafkan saya kalau saya bau. Sa....saya tidak mampu beli parfum dan hanya pakai bedak, Saya......"
Noah langsung berucap, "Justru itu keberuntungan bagi saya karena saya, alergi parfum wanita, Bu"
Wanita pembawa bom itu akhirnya bisa mengulas senyum di wajah lelahnya. Dia tersenyum ke Noah dengan penuh rasa terima kasih dan ucapan syukur.
Saat Noah turun dari dalam mobil ambulans sambil memakai masker yang selalu ia bawa di dalam saku celana kainnya untuk berjaga-jaga dari wangi parfum wanta.
Begitu kedua kakinya Noah menginjak tanah, ia langsung mendapat ucapan terima kasih dari semua penumpang kereta api dan mendapat sambutan meriah dari rekan-rekan sesama polisinya.
Model berparas cantik dan bertubuh molek yang terakhir memberikan ucapan selamat dan terima kasih ke Noah Baron. Noah langsung memakai masker yang selalu ia bawa di dalam saku celana kainnya untuk berjaga-jaga dari wangi parfum wanta.
Model itu berkata, "Apa boleh saya berterima kasih dengan baik dan benar kepada Anda?"
Noah mengerutkan keningnya dan balik bertanya dari balik maskernya, "Bukankah saat ini Anda sudah berterima kasih dengan baik dan benar?"
"Bukan itu maksud saya. Saya ingin mengajak Anda makan malam dan........"
__ADS_1
"Maaf saya sudah menikah dan saya sama sekali tidak tertarik dengan wanita lain karena saya, sangat mencintai Istri saya" Noah lalu berputar balik untuk melangkah lebar, pergi meninggalkan model berparas cantik dan bertubuh molek itu begitu saja.