
Barnes menarik wajahnya lalu merebahkan diri sambil menarik bahunya Amanda sampai mereka berdua tidur dengan posisi miring saling berhadapan. Barnes mengelus pipinya Amanda lalu berucap, "Aku akan menyelesaikan kewajibanku di luar sana maka untuk sementara waktu, kita akan berpisah dan tidak bisa bertemu lagi setiap detik, waktu, hari bahkan bisa bulan dan tahun"
"Kenapa begitu?"
"Aku tidak ingin kau berada di dalam bahaya jika ada di dekatku dan besok aku akan menggelar konferensi pers, menyatakan kalau kita sudah bercerai tapi, itu hanya untuk mengelabui publik dan Jendral Teguh karena beliau sudah terlanjur tahu kalau kau adalah Amanda Igor dan kau adalah Istriku" Barnes lalu mengecup keningnya Amanda.
"Aku tidak boleh membantumu? Aku punya kekuatan spesial, kan?" Amanda.mengetuk pelan pelipisnya dengan ujung jari telunjuknya.
"Nggak! Nggak boleh! Kau harus tetap berada di sini dan jangan pernah keluar sebelum semua urusan selesai dan aku datang menjemputmu untuk pulang" Barnes langsung mendekap kepala Amanda untuk ia peluk.
Amanda menghela napas panjang lalu menarik kepalanya untuk menatap Barnes sebelum berucap, "Aku juga ingin menghukum Teguh. Maaf jika aku memanggilnya seperti itu dan tidak bisa.menyebut namanya secara sopan seperti kamu tadi karena ia udah sangat jahat dan kejam merenggut nyawa kedua orang tua dan Papa angkatku"
Barnes menatap sendu kedua bola mata jernihnya Amanda. Lalu ia berucap, "Biarkan suami kamu yang melakukannya. Aku berjanji padamu akan menjebloskan Jendral Teguh ke penjara dan memberikan tuntutan hukuman yang setimpal dengan kejahatannya"
"Hanya dipenjara? Tidak dibunuh?" tanya Amanda dengan kepolosannya.
"Sayang, membunuh itu tidak asal membunuh. Ada hukumnya karena kita tidak tinggal di hutan rimba" Barnes mengelus punggungnya Amanda dengan penuh kasih sayang.
"Tapi Teguh sudah seenaknya membunuh kedua orang tuaku dan Papa asuhku dan sampai sekarang hukum tidak bisa.mencekalnya" Amanda langsung menyemburkan protes lalu mengerucutkan bibirnya.
Barnes mengecup bibir mengerucutnya Amanda lalu berucap masih dengan sorot mata sendu, "Aku berjanji,, Jendral Teguh akan.menerima ganjarannya"
__ADS_1
Amanda.menatap Barnes dengan sorot mata ambigu dan Barnes langsung berucap, "Jangan nekat berbuat sendiri dan main hukum sendiri! Jangan pernah keluar tanpa ijin dari kakak laki-laki kamu! Oke?"
Amanda memandangi wajah suaminya dalam kebisuan. Dan Barnes langsung mendelik, "Sayang, berjanjilah! Jangan bertindak sendiri! Jika kau tidak berjanji maka aku tidak akan tenang nanti dan apa kau mau kalau sesuatu terjadi padaku kalau aku tidak tenang dan terus mengkhawatirkanmu?"
"Aku janji, aku janji!" pekik Amanda dengan tegas. Lalu Amanda segera melanjutkan ucapannya, "Tapi Mas, apa Mas bisa berjanji saat aku kirim pesan text ke Mas dengan password, aku merindukanmu, Mas akan segera datang?"
Barnes langsung mencium bibirnya Amanda dan mereka kembali berguling-guling di atas ranjang. Amanda menarik bibirnya dan mendelik ke Barnes, "Janji dulu!"
"Iya aku janji. Aku akan berusaha datang saat kau merindukan aku" Barnes kembali mengajak Amanda berguling-guling di atas ranjang dengan bibir saling bertaut.
Jemari Barnes mulai bergerak dan Amanda bisa melihat sebelah tangan Barnes mulai menangkup dadanya Amanda yang kenyal.
Amanda menatap Barnes dan bertanya, "Apa Mas menginginkanku saat ini karena Mas berada di bawah pengaruh anggur? Napas Mas berbau anggur dan mulut Mas manis seperti anggur"
"Entahlah mungkin otakku kacau Mas karena aku ikutan mereguk anggur dari mulutmu. Kita sudah bertukar ludah, kan? saat kita berciuman barusan?"
Barnes langsung menggemakan tawanya lalu berucap, "Istriku benar-benar polos ternyata" Barnes merengkuh wajah Amanda dan menciumi wajah cantik istrinya itu dengan penuh gairah. Lalu ia kembali mencium bibirnya Amanda dengan ciuman yang lama, dalam dan mulai melibatkan lidah.
Kedua mata Amanda berkilat dan dia tersipu malu. Barnes menarik ciumannya lalu menatap Amanda, "Kenapa kau tersipu? Kita sudah sering melakukannya, kan? Kenapa kau masih tersipu?"
Amanda semakin memerah wajahnya dan berucap, "Kenapa.......? kenapa aku tersipu?"
__ADS_1
Barnes menggeram lalu berucap, "Kau sadar tidak, saat kau tersipu, kau telah menyiksa suamimu ini"
"Ke....kenapa begitu, Mas?"
"Karena kau terlihat sangat cantik dan semakin menggemaskan saat kau tersipu" Barnes kembali mencium Amanda dengan ciuman yang semakin lembut, namun menggoda
Saat Barnes menyusupkan tangannya ke punggung Amanda untuk membuka kait di pakaian dalamnya Amanda lalu menurunkannya,, Barnes mengumpat, "Sial! Aku rasa aku tidak bisa menahannya lagi untuk mulai menyerangmu karena kau sangat sempurna malam ini" Barnes langsung membenamkan wajahnya di dada Amanda cukup lama dan membuat Amanda terus melenguh dan menjambak rambutnya Barnes.
Amanda bergelinjang tidak beraturan dan melenguh semakin keras saat Barnes menurunkan wajahnya ke perutnya Amanda dan semakin ke bawah untuk berhenti di titik paling sensitifnya Amanda dan ia bermain. cukup lama di sana sampai Amanda menjerit, "Sekarang Mas! Lakukan sekarang!"
Barnes tersenyum puas lalu ia membuka celananya dengan cepat Dan di saat mereka akhirnya menyatukan raga mereka, Barnes bergerak dan terus bergerak di atas tubuh Amanda sambil terus memandangi wajah istri cantiknya dan tiada henti mengucapkan kata, "Astaga, kau sangat cantik Sayang. Kau sungguh luar biasa..........ah! ah! kau sempurna.......sayangku, Manda!"" Barnes bertekad malam itu ia akan mengalah demi kepuasannya Amanda agar Amanda terus mengingat dirinya saat ia tidak bisa berada.di sampingnya Amanda nanti, namun dia menyerah kalah pada pesonanya Amanda.
Rasanya begitu menakjubkan dan dahsyat. Barnes tersentak kaget saat Amanda mendorong tubuh Barnes ke samping dan Amanda menindihnya dengan kata, "Aku ingin lagi, Mas. Dan biarkan kali ini aku yang memimpin"
Barnes mengerutkan alisnya, "Siapa yang mengajarimu seperti ini?"
"Aku lihat film. Di sini aku nggak ada kerjaan jadi, tiap hari bisa menonton TV kabel dan aku menemukan film keren banget dan ingin mempraktekannya denganmu"
Barnes terkekeh geli lalu berkata, "Aku akan nikmati permainanmu, Sayang"
Amanda mencoba menggoda dengan malu-malu dan itu membuat Barnes semakin gemas. Ia lalu membanting Amanda di atas kasur, menindihnya dan menyatu kembali dengan Amanda dengan lebih hebat. Amanda mengikuti gerakan Barnes dengan lebih cepat, membelai dan menekan membuat Barnes semakin gila.
__ADS_1
Akhirnya teriakan kepuasan mereka terdengar secara bersamaan di udara bebas. Barnes kemudian merebahkan diri ke kasur sambil menarik Amanda untuk dia peluk. Dia lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh polos dia dan istrinya lalu ia mengecup keningnya Amanda, "Tidurlah! Kau sudah bekerja keras malam ini. Terima kasih untuk permainan kamu yang malu-malu tadi"
Amanda terkekeh malu dan menepuk dadanya Barnes dan Barnes langsung menggemakan tawanya.