Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Boy tertangkap


__ADS_3

"Boy siapa namanya?" Tanya Barnes sambil menempelkan ponselnya di telinga.


"Boy Bimasakti. Dia anggota geng Kuda Terbang. Suka berjudi dan main perempuan" sahut Amanda.


"Jake cari profil Boy Bimasakti dan bawa surat perintah untuk menangkap Boy Bimasakti ke sini secepatnya!" pekik Barnes dengan wajah garang menahan amarah.


Jake mengumpat kesal, "Sial! Untung aku pas santai nih" Jake langsung membuka laptop dan segera mencari profil Bimasakti. "Oke! Pelanggarannya sangat banyak. Dia narapidana kambuhan. Anggota geng Ku............."


"Da Terbang" Barnes langsung memotong ucapannya Jake, "Jangan dibaca panjang kali lebar! Segera bawa surat perintah ke sini dan tangkap sampah masyarakat itu"


"Kenapa kau ingin menangkapnya? Apa yang sudah ia perbuat sampai membuatmu semarah ini?"


"Dia hampir memerkosa Amanda" Barnes mencengkeram ponselnya.


"Sial! Oke aku berangkat sekarang juga mengambil surat perintah. Ulur waktu selama setengah jam" Klik! Jake mematikan sambungan ponselnya dengan Barnes.


Barnes memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya lalu ia menggenggam tangannya Amanda, "Jangan takut! Ada aku di sini. Ayok kita temui si sampah masyarakat itu! Aku pengen lihat sehebat apa dia" Barnes menatap Amanda dan Amanda akhirnya menganggukkan kepalanya.


Amanda berbisik di dalam perjalanan menuju ke ruang keluarga, "Tante memerintahkan Boy untuk menyingkirkanmu" seketika itu juga Amanda menahan langkahnya dan tubuhnya kembali bergetar


Barnes memeluk Amanda, mengecup kening Amanda lalu berkata, "Selama ini belum ada yang berhasil menyingkirkan Mayjend Barnes Adiwilaga Darmawan. Jangan takut! Suami kamu ini bukanlah orang sembarangan"


Amanda berbisik lagi, "Tapi, bagaimana kalau dia membunuhmu dengan racun atau menusukmu dari belakang atau membekapmu pas kamu tidur dan........."


Cup, cup, cup, Barnes mengecup bibir Amanda sebanyak tiga kali dan berucap, "Tiga kali kecupanku itu untuk menutup tiga hal yang membuatmu khawatir barusan. Dan tiga kali kecupanku tadi, juga merupakan stempel janjiku, kalau aku tidak akan pernah kenapa-kenapa" Barnes mengusap bibir Amanda dengan ibu jarinya.


Amanda wajahnya memerah lalu ia menarik ibu jarinya Barnes dan berkata dengan senyum manisnya, "Baiklah kita temui Boy"


Barnes mengecup keningnya Amanda lalu kembali melangkah ke ruang keluarga dengan tangan saling bertautan.


Boy dan Barnes bersitatap saat Barnes sudah berdiri di depan pintu ruang keluarga. Omnya Amanda bangkit dan mempersilakan Barnes dan Amanda untuk duduk.


"Dia suaminya Amanda. Putra dari bosnya Kakak kamu" Tantenya Amanda memberikan penjelasan ke Boy yang masih bersitatap dengan Barnes yang kemudian duduk persis di depannya.

__ADS_1


Boy yang pandai menjilat orang segera tertawa lepas, bangkit dan mengulurkan tangan ke Barnes, "Selamat datang di keluarga kami. Aku tidak menyangka kalau si buruk rupa, bisa mendapatkan suami seganteng kamu, hahahahaha"


Barnes tetap duduk dan tidak menyambut uluran tangan Boy. Dia mendongak dan menatap Boy dengan wajah garang dan dingin.


Boy bisa merasakan kalau suaminya Amanda bukanlah orang sembarangan karena tatapan tajamnya Barnes mampu membuat bulu kuduknya berdiri. Boy lalu menarik tangannya dan mundur ke belakang untuk kembali duduk di kursinya semula. Lalu Boy mengalihkan pandangannya. Dia tidak kuat berlama-lama menatap Barnes.


"Kenapa Anda tidak menyambut uluran tangan adik saya? Anda ternyata orang yang tidak sopan ya" Tantenya Amanda langsung menyemburkan protes ke Barnes.


"Bukannya saya tidak sopan. Saya cuma tidak pernah menyukai orang dengan senyum dan tawa palsu Jadi, untuk apa saya menyambut uluran tangan yang tidak tulus?" Barnes menatap tajam kedua bola mata Tantenya Amanda.


Boy langsung menoleh ke Kakak perempuannya, "Udah Kak, jangan diperpanjang! Aku nggak papa kok dicuekin"


"Aku memandangmu, kan tadi? Aku tidak cuek lho" Sahut Barnes dengan nada datar dan wajah dingin.


"Anda bahkan tidak memakai bahasa formal pada adik saya. Dia adik saya berarti dia Omnya Amanda dan Om Anda juga" pekik Tantenya Amanda dengan wajah kesal.


Omnya Amanda langsung berkata ke istrinya, "Jaga bicara kamu, Ma!"


Barnes tersenyum lalu ia berkata, "Saya sudah bilang kan tadi, saya tidak pernah bisa berbasa-basi dengan orang yang tidak tulus seperti adik Anda itu"


"Yeeeaahhh, terserah kamu saja" sahut Boy.


"Berapa umur Anda?" Tanya Tantenya Amanda.


"Saya seumuran dengan Amanda tapi, bulan depan saya berumur dua puluh enam tahun. Saya lebih tua dari Amanda dua bulan. Benar kan, sayang?" Barnes menoleh ke Amanda lalu mengusap rambutnya Amanda. Amanda tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kau jauh lebih muda dariku. Umurku tiga puluh tahun" Sahut Boy.


"Apa aku bertanya berapa umurmu?" Barnes kembali menatap Boy dengan wajah garang.


"Ke....kenapa kau terus menatapku seperti itu?" Boy mulai protes karena tatapan Barnes entah kenapa membuatnya bergidik ngeri.


Barnes tersenyum sinis ke Boy dan terus menatap tajam ke Boy. Tatapan tajam dari Barnes lama kelamaan membuat Boy merasa jengah. Boy lalu bangkit dan tanpa pamit, ia melangkah keluar dari ruang keluarga.

__ADS_1


Sial! Boy aja takut sama suaminya Amanda. Batin Tantenya Amanda.


Amanda yang bisa mendengar segala apa yang ada di dalam batin dan benak Tantenya, tersenyum geli menahan tawa.


Boy merokok di teras depan sambi sesekali menyugar kasar rambut gondrong sebahunya. Boy lalu bergumam kesal, "Siapa suaminya Amanda itu ya? Kenapa aku bergidik terus berada di dekatnya. Aku bergidik begitu kalau aku berada di dekatnya polisi. Sial! Apa dia seorang polisi?" Boy langsung melempar rokoknya ke rumput dan menginjak puntung rokok itu dengan wajah panik. "Aku sebaiknya pergi saja untuk berjaga-jaga kalau beneran suaminya Amanda itu polisi, aku bisa mampus" Boy langsung bergegas keluar dari halaman rumah dinas kakak iparnya dan ia menubruk Jake.


Jake langsung mengetahui kalau orang yang menabraknya adalah Boy Bimasakti karena ia telah melihat profil Boy sebelumnya. Jake lalu tersenyum lebar, mendorong tubuh Boy sampai masuk kembali ke dalam halaman rumah dinas Omnya Amanda, lalu Jake berkata, "Kenapa buru-buru pengen keluar? Apa kau habis melihat hantu, Tuan Boy Bimasakti, si tangan kanan Bos Kuda Terbang?"


Boy melotot dan kembali bergidik ngeri, "Si ...siapa kau? Ke.....kenapa kau tahu semuanya tentang aku?"


Jake mengulurkan tangannya dan secara refleks ia membalas ukuran tangannya Jake. Jake langsung menarik tangannya Boy dan memborgol tangan itu lalu ia menarik tangan yang satu lagi dan memborgolnya juga. Jake lalu berkata, "Aku Letkol Jake. Ke sini dengan membawa surat perintah untuk menangkapmu"


Boy langsung berteriak, "Kak! keluarlah! Ada orang gila yang menangkapmu nih! Kak!!!!!"


Semua orang langsung berlari keluar dari dalam rumah. Tantenya Amanda langsung kaget dan memeluk adik kesayangannya, "Lepaskan adikku! kenapa dia diborgol? Lepaskan!"


"Ini surat perintah dari atasan saya. Adik Anda ditangkap karena dia suka merampok, berjudi dan memerkosa wanita. Dia juga anggota geng Kuda Terbang yang sering meresahkan masyarakat"


"Apa?! Apa itu benar Boy? Bu.....bukankah kau karyawan dari perusahaan swasta ternama dan........"


"Kak, maafkan aku" Boy menatap sendu kedua bola mata kakak perempuan kesayangannya.


Jake langsung menarik keluar Boy dan memasukkan Boy ke dalam mobilnya. Barnes melangkah ke mobilnya Jake lalu membuka pintu mobil. Dia memasangkan sabuk pengamannya Boy lalu bersitatap dengan Boy dan berkata, "Kali ini kau akan lama menginap di Hotel Prodeo. Ini hukumanmu karena kau pernah melecehkan Amanda" Barnes lalu membanting pintu mobil itu dan Boy langsung mengumpat kesal.


Jake langsung melajukan mobilnya dan menoleh ke Boy, "Setelah ini aku sarankan, jangan pernah mengusik orang tadi"


"Memangnya siapa dia? Siapa suaminya Amanda itu?" tanya Boy.


"Dia Mayjend Barnes Adiwilaga Darmawan. Komandan khusus pasukan elit yang bertugas di unit Narkoba dan terorisme" sahut Jake dengan senyum lebar.


"Sial! Pantas saja aku bergidik negri tadi waktu dia menatapku" sahut Boy.


"Hahahahaha, tatapan tajam sahabatku itu memang selalu membuat siapa pun bergidik ngeri" sahut Jake

__ADS_1


__ADS_2