
Batari terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya dan dia bergumam sambil memijit pelipisnya, "Kenapa kepalaku sakit banget dan badanku remuk redam seperti ini?" Cicitnya Moses Elruno itu tersentak kaget saat dia menunduk dan melihat dibalik selimutnya dan menemukan tubuhnya polos tanpa dibalut sehelai kain pun."Sial! Di mana semua bajuku" Batari sontak duduk di tepi ranjang dan dengan segera ia menyibak selimut, berjalan tertatih disertai desisan akibat dari rasa nyeri di pangkal paha yang ia rasakan, dan memunguti semua bajunya. Dia memakai semu bajunya dengan tanpa bersuara.
Kemudian, wanita cantik itu, mengedarkan pandangannya dan bergumam, "Di mana tasku?" Dan di saat ia tidak menemukan tasnya, ia melihat ada ponsel di atas nakas, dia bergegas mengambil ponsel itu dan mengirim pesan ke papanya, "Pa, aku baik-baik saja. Aku sedang menenangkan diri dan akan pulang kalau sudah mendingan. Tolong mintakan ijin ke rumah sakit juga, ya, Pa?! Katakan saja kalau aku masih kurang fit untuk bekerja"
Batari lalu meletakkan kembali ponsel itu di atas nakas dan dia langsung mendobrak kamar mandi saat ia mendengar ada suara orang sedang mandi di dalamnya dan tanpa memedulikan keadaan pria yang tengah mandi di mana pria itu masih berdiri polos di bawah shower dan masih polos, Batari menarik pundak pria itu sampai pria itu menghadap dirinya dan dia langsung mendorong pria itu sampai punggungnya membentuk dinding masker kamar mandi, lalu ia mencekik leher pria itu dan berteriak, "Noah Baron!!!!!!!! Aku memang pacar kamu, tapi tega benar kamu mengambil keuntungan atas aku.......saat aku mabuk!!!!!!!! Dasar pria mesum, pria brengsek!!!!!!!"
Arka mencengkeram kencang kedua pergelangan tangannya Batari dan menariknya dengan wajah dingin lalu ia hempaskan kedua tangan ramping miliknya Batari itu ke udara bebas dengan menyipitkan kedua kelopak matanya.
Batari menatap pria di depannya yang dia yakini sebagai Noah dengan menautkan kedua alisnya. Dia yakin itu Noah, tapi Noah terasa berbeda.
Arka menggeram lalu berteriak, "Keluar!"
Batari bergeming dan di saat ia mulai menurunkan pandangannya ke bawah secara perlahan, Batari langsung berteriak, "Kyaaaaaa!!!!!" sontak dia menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya, lalu berputar badan keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah memerah karena malu dan hati berdebar-debar karena, ia telah melihat pusakanya Noah Baron.
Batari hendak melangkah keluar dari dalam kamar, tapi meragu. Dia masih ingin berbicara dengan Noah walaupun dia merasa canggung dan malu setelah melihat tubuh polosnya Noah yang sangat memesona. Akhirnya putri tunggalnya Barnes Adiwilaga Darmawan itu, memutuskan untuk duduk di tepi ranjang dan sambil bersedekap dia menunggu Noah keluar dari dalam kamar mandi
Sementara itu, Noah Baron yang masih hilang ingatan dan mendapatkan identitas baru sebagai Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma itu, menengadahkan wajahnya sembari memejamkan mata di bawah guyuran air shower dengan bergumam, "Wanita itu ternyata kelinci liar yang manis" Arka mengulas senyum tipis.
"Kenapa kepalaku pusing sekali dan pangkal pahaku masih berdenyut seperti ini?" Gumam Batari.
Tiba-tiba masuklah dua orang wanita berseragam pelayan rumah tangga dan berkata ke Batari, "Ini baju ganti Anda. Silakan Anda mandi dan setelah mandi silakan ke ruang makan. Pangeran Arka menunggu Anda di ruang makan"
__ADS_1
"Siapa Pangeran Arka?" Tanya Batari.
"Pangeran Arka yang membawa Anda ke kamar ini dan tidur bersama dengan Anda dan........"
"Cukup!" Batari langsung memutus ucapan pelayan itu dan bertanya, "Apakah pria yang ada di dalam kamar mandi adalah Pangeran Arka yang kalian sebut?"
"Iya" Sahut kedua pelayan wanita itu secara serempak.
"Dia masih di kamar mandi aku akan mandi setelah ia keluar" Sahut Batari.
"Tapi, Pangeran Arka sudah keluar dari kamar mandi lewat pintu luar sejak tadi" Sahut salah satu dari pelayan wanita itu"
Kedua pelayan itu langsung kasak-kusuk saat mereka melihat bercak darah di seprei dan berbisik satu sama lain, "Dia bukan Istrinya Pangeran, kan? Kok bisa tidur dengan Pangeran dan mengeluarkan darah sebanyak ini?"
"Sssttt! Jangan keras-keras ngomongnya. Pangeran memang terkenal playboy, pasti wanita ini simpanannya Pangeran"
Batari melihat pantulan dirinya di depan cermin besar dan mengusap beberapa bekas kemerahan yang sudah tampak keunguan sambil bergumam, "Noah memang brengsek! Dia bisa seganas ini melahap aku semalam. Banyak banget bekas kemerahan di badanku ini, sial! Awas saja kalau dia tidak menikahiku setelah ini"
Satu jam kemudian Batari keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menuju ke pintu untuk segera menuju ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan, Bayar langsung mencengkeram lengan atasnya Noah dan ia langsung mendapatkan todongan senjata dari pengawalnya Pangeran Arka.
Batari mendelik dan berkata, "Aku butuh bicara berdua dengan kamu Noah"
__ADS_1
Pangeran Arka yang juga adalah Noah Baron, bangkit berdiri dan berkata ke anak buahnya yang menodongkan pistol di kepalanya Batari, "Turunkan pistol kamu! Mulai hari ini kalian harus menghormati dan melindungi wanita ini, karena dia adalah wanitaku"
Pengawalnya Pangeran Arka langsung menurunkan moncong pistolnya dari pelipisnya Batari dan menyahut, "Baik, Pangeran"
Batari menggeram, "Aku butuh bicara dengan kamu, sekarang!"
Arka menatap Batari dan tersenyum tipis, lalu berucap, "Baiklah. Kita bicara di halaman belakang saja" Noah meraih tangannya Batari untuk ia genggam dan ia mengajak Batari melangkah ke halaman belakang.
Batari langsung menghempaskan tangannya dari genggamannya pria yang dia yakini adalah Noah, lalu bersedekap dan mendelik untuk berucap, "Kenapa kamu tega menyatukan raga, mencicipi tubuhku, melahap aku semalam sebelum kita disatukan di alam pernikahan yang suci, Noah Baron?"
"Aku Arka Bhadrika Wahyatma. Aku bukan Noah Baron"
Batari langsung merangkul lehernya Noah dan berbisik di telinganya Noah, "Kamu sedang menyamar, ya? Kamu jadi seorang Pangeran sekarang ini?"
"Aku memang Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma. Untuk apa aku menyamar? Dan siapa itu Noah Baron?"
Batari melepaskan rangkulannya, lalu melompat mundur dan sambil menautkan alisnya dia berkata, "Noah Baron adalah tunanganku. Kamu adalah Noah Baron. Aku melihat tanda luka di punggung kamu dan tanda lahir di pinggang kanan kamu. Aku yakin kalau kamu itu Noah Baron"
Giliran Arka yang menautkan alisnya dan bertanya, "Kamu pernah melihat punggungnya Noah Baron? Apa kau dan Noah Baron pernah..........."
Plak! Batari menampar pipinya Noah Baron dengan sangat keras dan langsung menyemburkan protes, "Noah bukan orang yang seperti itu! Kamu yang sudah membuka segelku! Dasar brengsek! Tapi, kamu adalah Noah........Sial! Kepalaku bertambah pusing saat ini dan.........Bruk! Batari jatuh pingsan di dalam pelukannya Pangeran Arka.
__ADS_1