
Pangeran Abiyu berpapasan dengan putri Amina. Di saat putri Amina hendak berbalik badan untuk menghindar, pangeran Abiyu langsung mencekal lengannya putri Amina lalu pangeran Abiyu menarik lengan putri Amina sampai tubuh ramping putri Amina masuk ke dalam dekapannya.
Putri Amina tersentak kaget dan sontak menggeram, "Lepaskan saya! Ratu bisa keluar dan melihat kita"
"Aku merindukanmu" Pangeran Abiyu yang sedang mengalami stres dan emosi di ujung tanduk, nekat mencium bibir putri Amina.
Putri Amina terkejut dan refleks mendorong keras tubuh pangeran Abiyu. Punggung pangeran Abiyu membentur tembok dan dengan kilatan hitam di matanya, pangeran Abiyu langsung melangkah maju dan mengangkat tubuh putri Amina untuk ia sampirkan di atas pundaknya, lalu ia berlari kencang ke arah halaman belakang.
Putri Amina terkejut setengah mati, namun ia tidak berani berteriak.
Pangeran Abiyu memasukkan putri Amina ke dalam mobilnya dan dia langsung masuk sembari berkata ke asisten pribadinya, "Jalan!"
"Lepaskan saya!!!!!!" Putri Amina refleks menoleh ke pangeran Abiyu dan berteriak kencang.
Asisten pribadinya Pangeran Abiyu langsung melajukan mobil junjungannya menuju ke kediamannya pangeran Abiyu.
Putri Amina semakin panik. Wanita cantik berpenampilan anggun itu memukul-mukul jok kemudi sambil berteriak, "Hentikan mobilnya! Hentikan!!!!!!"
Pangeran Abiyu menoleh ke putri Amina dan berkata, "Kalau kamu berteriak lagi, aku akan membunuhmu sekarang juga dan membuang jasad kamu di pinggir jalan"
Putri Amina langsung memangku kedua tangannya dan tertegun menatap pangeran Abiyu. Dia kemudian bertanya dengan ragu, "A......apakah Anda serius ingin membunuh sa......saya?"
"Aku bisa melakukan apa saja kalau aku marah" Ucap Pangeran Abiyu dengan wajah serius dan putri Amina langsung diam membisu.
Setibanya di kediamannya, pangeran Abiyu mengabaikan panggilan mamanya. Dia terus memanggul tubuh istri kakak tirinya ke arah kamarnya. Setelah masuk ke dalam kamarnya dan mengunci rapat pintunya, pangeran Abiyu membanting kasar tubuh putri Amina di atas kasur mewahnya yang sangat empuk dan nyaman.
Putri Amina langsung bangun, duduk di atas kasur dan terus mundur sampai punggungnya membentur sandaran ranjang. Putri Amina menatap pangeran Abiyu yang tengah melepas satu per satu kancing kemejanya dengan bertanya, "An......anda mau apa?"
__ADS_1
"Aku menginginkanmu sekarang juga!" Pangeran Abiyu melempar kemejanya dengan asal lalu melompat ke atas ranjang untuk mendekap tubuh putri Amina. Dia berucap, "Apakah kau ijinkan jika aku mencium kamu?" Pangeran Abiyu lalu mencium bibirnya putri Amina.
Putri Amina tersentak kaget dan dia terus mendorong tubuh pangeran Abiyu sambil berkata, "Lepaskan saya!"
Pangeran Abiyu mengabaikan ucapannya putri Amina dan berkata, "Apakah kamu juga akan mengijinkan aku menyentuh tubuh kamu?" Pangeran Abiyu langsung menggerayangi tubuh putri Amina.
Putri Amina menepis tangan Abiyu dan dengan napas menderu dia berucap, "Jangan sepeti ini! Kita tidak boleh melakukannya"
Pangeran Abiyu langsung membungkam bibir putri Amina dengan bibirnya dan tangannya terus bergerilya di setiap sudut seksi tubuh putri Amina.
Putri Amina akhirnya kalah. Wanita anggun itu akhirnya mengikuti permainan pangeran Abiyu. Bahkan dia yang justru menguasai permainan di menit berikutnya dan membuat pangeran Abiyu terkejut sekaligus tersenyum senang. Mereka berdua sangat menikmati permainan cinta mereka berulangkali seperti sepasang pengantin baru yang tengah berbulan madu.
Pangeran Abiyu dan putri Amina saling memeluk di jam dua dinihari dan masih terjaga. Pangeran Abiyu mengelus punggung polos istri kakak tirinya dengan berkata, "Aku ingin memilikimu untukku sendiri"
Putri Amina memainkan jari jemarinya di dada pangeran Abiyu dan berkata dengan nada lelah, "Tapi, itu tidak mungkin Pangeran"
"Baik, Bos" sahut Lopez.
"Aku akan masuk ke dalam untuk membawa keluar Istriku. Tidak akan lama, kok" Sahut Noah.
"Oke" Lopez mengacungkan ibu jari tangan kanannya.
Ceklek! Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Noah membuka pintu kamar. Batari yang tengah duduk di tepi ranjang langsung bangkit dan berlari untuk memeluk suaminya.
Noah langsung menggemakan tawanya dan bertanya, "Kamu rindu banget ya sama aku?"
Batari melompat untuk minta gendong, lalu ia mengaitkan kedua kakinya di pinggang suaminya dan menggelungkan kedua lengannya di leher kokoh suaminya bak seekor koala yang tengah memeluk batang pohon bambu.
__ADS_1
Noah terkejut lalu tersenyum dan berkata, "Kalau kamu nempel kayak gini, gimana aku bisa jalan?"
"Jawab dulu! Apa benar kamu udah ingat semuanya?" Tanya Batari sambil menatap wajah Noah dari jarak yang sangat dekat.
"Hmm" Sahut Noah dengan mengulas senyum bahagia.
"Buktikan!" Batari tersenyum ke suami tampannya.
"Kamu tergila-gila padaku sejak kamu berumur lima tahun dan sejak itu, kamu terus memanggilku, Noah suamiku dan.........."
Batari langsung membungkam mulut suaminya sambil merosot turun dari tubuh suaminya, lalu dengan cepat ia menyemburkan protes, "Kenapa kamu hanya ingat bagian itu saja? Aku bahkan lupa kalau aku dulu seperti itu" Batari langsung memerah wajahnya karena, malu.
Noah mencium telapak tangannya Batari lalu ia menarik pelan tangan Batari dari bibirnya sambil berucap, "Aku juga ingat kalau aku belum membuka kado pernikahanku" Tangan Noah menyentuh kancing dressnya Batari yang paling atas dan membuka kancing dressnya Batari dengan senyum penuh arti.
Batari mengerjapkan kelopak matanya sekali dan sambil terus menatap kedua bola mata biru suami tampannya, ia berkata, "Kamu udah buka kado pernikahan bahkan sebelum kita menikah, dasar mesum!" Batari laku melotot ke suami tampannya.
Tangan Noah terus bergerak lincah membuka kancing dressnya Batari yang berikutnya sambil berkata, "Tapi, aku melakukan itu tidak sebagai Noah Baron secara mutlak. Aku masih hilang ingatan, kan, saat itu? Sekarang, aku ingin membuka kado pernikahan aku sebagai Noah Baron secara mutlak. Aku mau melahap kamu secara sadar sepenuhnya dan memanggil nama kamu dalam gairah liarku sebagai Noah Baron"
Batari spontan tertawa renyah mendengar ucapan polos suaminya itu.
Noah melihat tawa cantik istrinya dengan kagum dan secara refleks ia membungkam bibir Batari dengan bibirnya, Kemudian dengan langkah hati-hati, dia mendorong Batari ke belakang sampai kaki Batari terantuk kaki ranjang. Noah menarik bibirnya dari bibir Batari sejenak untuk membaringkan tubuh istri tercintanya di atas ranjang mewahnya pangeran Arka Bhadrika Wahyatma. Ranjang mewah nan megah berwarna merah menyala itu, seolah mengerti akan semangat empat lima yang ada di dirinya Noah Baron yang ingin segera membuka kado pernikahannya sebagai Noah Baron secara mutlak.
Noah membenamkan wajahnya di leher cantik istrinya sambil berucap di sana, "Sayang, aku ingin melihat wajah cantik kamu di setiap detik napas hidupku. Aku ingin membenamkan wajahku di rambut indah kamu setiap pagi tiba, dan aku ingin mencekik diriku sendiri dengan keharuman tubuhmu di atas ranjangku di setiap malam-malamku" kata-kata parau penuh hasrat yang meluncur dari bibir seksinya Noah itu, membuat Batari menggila dan dengan liarnya, dia justru yang menguasai permainan.
Noah tersentak kaget dan tersenyum senang saat ia melihat Batari bergerak lincah di atasnya dengan wajah penuh peluh dan terlihat sangat seksi.
Kata sebentar yang Noah ucapkan ke Lopez tidaklah berwujud nyata. Lopez sampai ketiduran setelah dua jam lamanya dia menunggu di dalam mobil, Bos dan istri bosnya tidak kunjung keluar dari dalam rumah megah itu.
__ADS_1