
Noah ingin makan pancake durian dan ia berjalan ke kasir setelah mendapatkan konfirmasi tiket studio VVIP.
"Biar aku yang bayar" Sahut Batari sambil berlari menyusul Noah
"Mana boleh begitu" Noah langsung menoleh ke Batari.
"Aku, kan, udah habisin uang kamu sebanyak tiga ratus ribu pas di pulau, dan aku janji kalau aku akan kembalikan ke kamu. Aku yang bayar makan kita di restoran tadi. Jadi, hutangku udah lunas, ya dan pancake durian ini bonus dari aku, karena aku pacar yang baik hati dan tidak sombong"
Noah menatap Batari dengan senyum geli dan saat itu juga dia berkata di dalam hatinya, bener kata Tante Amanda kalau Batari itu perhitungan orangnya. Kalau hutang ya harus dibayar. Dasar Tari.
"Lho kok cuma satu? Lha kamu?" Noah menautkan alisnya sembari menerima pancake durian yang disodorkan oleh Batari.
"Aku, kan, nggak suka durian. Rasanya kayak obat batuk anak kecil" Sahut Batari.
"Sial. Maafkan aku, aku lupa kalau kamu nggak suka sama durian" Sahut Noah.
"Nggak papa. Santai saja. Kalau pengen ya makan aja" Sahut Batari.
"Tapi, aku makan sendirian dong" Sahut Noah.
"Ya nggak papa" Batari mengusap pipinya Noah dengan senyum penuh cinta. Noah lalu mencium telapak tangannya Batari dan berucap, "Makasih, ya. Aku makin cinta sama kamu"
Batari terkekeh geli dan langsung berlari kecil masuk ke studio VViP karena, ia sudah sangat penasaran dengan isi di dalam studio VVIP tersebut.
"Wah, beneran luas, kursinya juga bisa disetel dan untuk rebahan bisa, ada selimutnya, ada makanan dan minuman juga. Keren, nih. Berasa di rumah sendiri, ya" Ucap Batari sembari memainkan tombol di kursi.
Noah tersenyum bahagia kala ia melihat kekasih hatinya tertawa renyah dan sontak berkata, "Kamu cantik kalau tertawa lepas seperti itu"
Batari menoleh ke Noah dan tersenyum lebar lalu berkata, "Kamu juga tampan kalau senyum kayak gitu"
__ADS_1
Noah langsung mengusap rambutnya Batari dan beruap, "Aku beruntung bisa mengenal kamu dan memiliki kamu"
"Aku juga beruntung bisa melelehkan hati cowok sedingin es" Batari menatap Noah dengan senyum jahilnya. Noah menggeram dan langsung mendekap erat tubuhnya Batari sambil berucap, "Aku akan dekap kamu terus kalau gitu biar aku bisa lebih meleleh lagi"
Batari langsung menggemakan tawa renyahnya dan Noah pun ikutan tertawa lepas dengan rasa cinta yang membuncah.
Mereka kemudian fokus ke layar bioskop untuk menikmati film drama romantis pilihannya Noah.
Noah melirik Batari dan sambil tersenyum geli ia bergumam di dalam hatinya, sebenernya terbuat dari apa sih hati pacarku ini? Lihat film horor nggak takut sama sekali dan sekarang lihat film romantis juga nggak ada ekspresi sama sekali. Dan perutnya itu terbuat dari apa? Habis makan berat di restoran tadi, eh, masih muat nyemil terus sekarang ini. Noah terkejut lirih lalu ia menatap Kembali layar bioskop di depannya.
Sementara itu, Batari masih terus asyik menikmati kue lemonnya sembari terus mengarahkan pandangannya ke layar bioskop.
Noah memilih tidak menikmati pancake duriannya di dalam studio VVIP itu dan ia memasukkan pancake duriannya ke dalam tas selempangnya karena, dia nggak ingin Batari yang sangat asyik menonton, terganggu dengan bau duriannya.
Film pilihannya Noah menceritakan kisah hidup seorang polisi yang menjalankan misi dan akhirnya menghilang dan berpisah lama dengan kekasihnya.
Batari beralih ke popcorn dan ia kemudian asyik memakan popcornnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar bioskop.
Namun akhirnya, Noah tidak kuat juga untuk terus berusaha menahan Isak tangisnya karena, film pilihannya benar-benar mengharukan. Batari tersentak kaget dan refleks menoleh ke Noah saat ia mendengar suara Isak tangis.
Batari langsung meletakkan camilan yang dia pegang untuk memeluk Noah dan bertanya, "Kok kamu bisa menangis sehebat ini? Kenapa? Ada apa?"
Noah menghela napas panjang dan berucap di dalam pelukannya Batari, "Tari, aku juga akan menjalankan misi empat hari ke depan dan kita akan berpisah selama setahun"
Batari langsung mendorong tubuhnya Noah dan menatap Noah dengan sorot mata tidak percaya.
Noah mengusap rambutnya Batari dan berucap, "Itu benar. Maaf kalau aku baru bisa katakan soal misi terakhirku ini ke kamu karena, aku mencari momen yang pas"
"Ke mana misi kamu kali ini?" Tanya Batari.
__ADS_1
"Ke Jepang. Tapi, setelah misi ini selesai, aku bisa bekerja di kantor. Aku tidak akan pergi ke mana-mana lagi dan aku akan melamar kamu saat itu tiba" Noah terus mengusap rambutnya Batari.
Batari mengusap air mata yang hampir mengering di kedua pipinya Noah dan berucap dengan lesu, "Lalu, bagaimana dengan daftar berpacarannya kita yang aku tulis di ponsel kamu. Nggak akan bisa terwujud semuanya, ya?"
"Aku usahakan akan terwujud. Kita, kan, udah nonton, udah makan bareng, besok kita pergi ke pantai dan kita lakukan yang ada di daftar kamu selanjutnya. Tapi, aku akan menyisakan yang paling seru dan yang paling indah sepertinya. Agar aku punya semangat untuk tetap hidup dan kembali padamu tanpa luka" Sahut Noah.
Batari menitikkan air mata mendengar ucapannya Noah dan Noah terkejut dan langsung berkata sembari mengusap titik air mata itu, "Jangan menangis. Aku akan ikut menangis kalau kamu menangis. Maafkan aku kalau aku bikin kamu kecewa"
Batari menggelengkan kepalanya dan berucap, "Kamu menjalankan tugas negara Aku tidak berhak melarang kamu walaupun aku sangat ingin melarang kamu. Aku sangat ingin berkata, jangan pergi Noah! Tapi, aku tidak boleh melakukannya"
Noah langsung menarik Batari ke dalam pelukannya dan berkata, "Maafkan aku"
Batari lalu berucap, "Daftar pacaran untuk kita yang aku buat, yang mana yang akan kamu sisakan?" Tanya Batari dengan wajah lesu.
Noah menangkup wajah mungilnya Batari dan berucap, "Aku akan sisakan, melihat kembang api. Kita akan melihat kembang api bersama setelah aku pulang dari menjalankan misi, gimana?" Noah mendorong pelan tubuhnya Batari untuk ia tatap kedua bola matanya Batari.
"Terserah kamu" Batari menatap Noah dengan sorot mata tak bersemangat.
"Terima kasih untuk pengertian kamu" Noah kembali memeluk Batari.
Batari kemudian berucap di dalam pelukannya Noah, "Tapi, kamu harus menepati janji kamu. Kamu harus kembali padaku tanpa luka"
Noah masih memeluk Batari dan sembari mengelus rambutnya Batari ia berucap, "Iya. Aku janji"
"Bahkan air hujan pun jangan kau biarkan membuatmu terkena flu. Kamu kalau kena flu kan, terus demam dan demam kamu tuh turunnya lama banget. Kamu harus janji juga soal itu, jangan pernah kena flu selama di sana!" Pekik Batari di dalam pelukannya Noah.
Noah tersenyum dan sambil terus mengelus rambutnya Batari ia berucap, "Iya, Sayang, aku janji. Aku nggak akan hujan-hujanan di sana dan aku janji nggak akan pernah terkena flu"
"Dan kamu harus janji setahun tepat kamu udah kembali padaku kalau tidak ........."
__ADS_1
Noah langsung mendorong pelan tubuhnya Batari untuk bertanya, "Kalau tidak, apa?"
"Kalau kamu pulang lebih dari setahun, aku akan coba berpacaran dengan orang lain dulu sebelum aku kembali lagi padamu" Batari menatap Noah dengan serius dan Noah langsung memekik kaget, "Whaaatttt??!!!!!"