Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Pengakuan Cinta Dari Amanda


__ADS_3

Barnes, Jake dan Duscha menikmati masa istirahat mereka di rumah sakit di kamar VVIP mereka masing-masing. Ketiga laki-laki tampan itu, tidur panjang selama tiga dan di hari keempat mereka belum juga membuka kedua mata mereka.


Alhasil, The Four Jays dan Bryna harus bolak-balik ke rumah sakit, kantor polisi, kantor kejaksaan dan ke pengadilan untuk mendampingi Amanda Dirgantara Igor di dalam memberikan kesaksian dan akhirnya duduk di pengadilan menjadi saksi dan korban kejahatannya Jendral Teguh.


Keluarga Teguh kalang kabut sejak Teguh tertangkap dan kehidupan glamor keluarga itu berangsur berubah karena banyak aset pribadinya Jendral Teguh yang disita oleh negara.


Barnes membuka kedua matanya dan menemukan kamar tempat ia masih berbaring di bed rumah sakit kosong. Barnes lalu meraih remote televisi dan menghidupkan TV LED yang terpasang di tembok rumah sakit. Di sana, dia melihat berita terbaru dan ia melihat Amanda berada di pengadilan tengah memberikan kesaksiannya sebagai korban.


Barnes tercengang mendengar kesaksiannya Amanda dan ia bergumam, "Apa Amanda sudah memperoleh kembali semua ingatannya di masa lalu? Dan.....sial! Sudah berapa lama aku tidur di sini? Lalu ........apa sebelum aku tertidur, Amanda sudah mengatakan cinta ke aku? Ssshhhh!" Barnes langsung mendesis kala pening hebat menyerangnya. Komandan tampan itu lalu menghentikan otaknya untuk bekerja lebih keras lagi.


Barnes lalu mencopot jarum infus yang terpasang di punggung tangannya dan berganti baju dengan baju yang sepertinya bersih yang ada di atas sofa. Barnes lalu menelepon Leon, "Yon, kamu di mana?"


"Tuan! Akhirnya anda bangun juga. Saya ada di pengadilan menemani Nyonya" Sahut Leon.


"Hanya kamu yang menemani Manda?"


"Nggak Tuan. Non Bryna dan Joy ada di sini juga" Sahut Leon.


"Jemput aku sekarang!"


"Baik, Tuan" Sahut Leon.


Di perjalanan dari rumah sakit, Barnes menoleh ke Leon dan berkata, "Telepon Manda untuk langsung ke vila pribadiku. Suruh Manda menunggu di sana!"


Leon langsung menuruti perintah tuan besarnya itu. Amanda langsung diantar oleh anak buahnya Leon ke vila pribadi miliknya Barnes sedangkan Bryna dan Joy berada di dalam satu mobil menuju ke rumah sakit untuk menjaga Arjuna mereka masing-masing karena Jake dan Duscha belum sadarkan diri.

__ADS_1


Amanda menunggu kedatangan suami tercintanya sembari duduk di tepi kolam renang dengan ditemani oleh Matt, sahabat masa kecilnya Barnes yang mengurus vila miliknya Barnes itu.


Matt menyambut Amanda dengan senang dan ia menikmati obrolannya dengan Nyonya Barnes Adiwilaga Darmawan dengan senang karena, Amanda memang pribadi yang enak untuk diajak mengobrol.


"Apa kau mencintai Barnes? Kau bilang Barnes sudah menyatakan cintanya padamu, tapi kau tidak bilang kalau kau juga sudah menyatakan cintamu untuk Barnes" tanya Matt.


"Aku belum menyatakannya karena, kau menunggu momen yang tepat" sahut Amanda.


"Aku rasa, hari ini adalah waktu yang tepat untuk bicara. Katakan pada Barnes sedalam apa perasaanmu padanya!" Matt menatap Amanda dengan senyum tulusnya.


"Aku rasa juga seperti itu. Aku berencana akan mengatakannya hari ini" sahut Amanda.


"Barnes layak mendapatkan wanita sebaik kamu. Kau tahu, aku senang berkenalan denganmu dan berteman denganmu. Kita baru saja bertemu hari ini, tapi aku merasa sudah mengenalmu selama bertahun-tahun" sahut Matt dengan senyuman manis di wajah bulat telurnya.


Amanda menatap Matt dan berkata dengan senyuman terbaiknya, "Sama. Aku juga menyukaimu. Kamu teman bicara yang menyenangkan dan aku bersyukur bisa mengenalmu"


Dan Amanda langsung tersentak kala ia melihat di belakang pundaknya Matt. Dia melihat Barnes tampak gagah terkena Kilauan sinar matahari. Matt ikutan menoleh ke belakang dan dia tersenyum mendapati sahabatnya yang mengenakan celana jins yang dipadukan dengan kaos putih seputih salju berjalan menuruni bukit.


Amanda berdiri sembari menudungi mata agar bisa melihat Barnes lebih jelas. Saat itu, Barnes mengenakan kacamata hitam berlensa reflektif, jadi Amanda tidak bisa melihat kedua bola mata indahnya Barnes. Tetapi, dari tingkahnya Barnes, langkah pelan yang terlihat berat, pundak tegak yang terlihat kaku, rahang berkedut mengeras, mengungkapkan kecemburuan.


Matt langsung menepuk pundaknya Barnes dan berkata, "Aku tidak menyentuh Istri kamu. Aku hanya menemaninya mengobrol"


"Enyahlah!" Barnes menggeram kesal.


"Oke! Nikmatilah kebersamaan kalian. Aku juga nggak mau jadi nyamuk di sini, cih!" Matt mengumpat kesal dan melangkah lebar meninggalkan Barnes dan Amanda yang tengah berdiri saling berhadapan.

__ADS_1


"Ada apa Barnes? Kenapa kamu sekasar itu sama Matt? Dia baik, dia menemaniku ........"


"Siapa menyuruhmu pakai baju renang seseksi itu di depan pria lain?" Barnes menarik pinggangnya Amanda dengan lengan kanannya dan telapak tangan kirinya mengelus punggungnya Amanda dan sambil menggeram kesal ia berkata, "Punggung kamu terbuka dan aku merasakan ada lotiion di sini. Siapa yang mengoleskannya? Matt?"


Amanda terkekeh geli, "Bukan Matt. Yang mengoleskan lotion tabir surya ke punggungku adalah kedua tangan ini" Amanda memperlihatkan kedua telapak tangannya di depan kedua matanya Barnes yang masih dibingkai kacamata hitam berlensa reflektif. "Kalau kau juga cemburu pada kedua tangan ini, hukumlah kedua tangan ini!" Amanda berucap lalu merengut di depannya Barnes.


Barnes lalu mencium kedua telapak tangannya Amanda itu. Ia melepaskan pinggang Amanda dan mengangkat tangannya untuk melepaskan kacamatanya dan melempar kacamata mahal itu ke sembarang arah. Barnes menatap Amanda, sekujur tubuh Amanda, dari rambut, tubuh, dan terus turun hingga ke jari jemari kaki Amanda yang tidak memakai alas kaki.


Dan dengan rahang yang berkedut beberapa detik, dia berkata, "Lain kali, jika kau membutuhkan olesan lotion tabir surya, mintalah padaku!"


"Sungguh menyebalkan!" Amanda membeliakkan kedua matanya ke Barnes sambil berkacak pinggang, "Kau meninggalkan aku ke alam mimpi selama empat hari dan menemuiku sekarang ini hanya untuk membahas soal lotion tabir surya? Emangnya kau tidak merindukanku?"


Barnes kembali menggaet pinggang rampingnya Amanda dengan lengan kanannya dan bertanya dengan suara serak karena gairah sudah mulai menggerogoti akal sehatnya secara perlahan, "Dan kau? Apa kau merindukanku?"


"Tentu saja" Amanda mendongakkan wajahnya untuk menatap kedua bola matanya Barnes yang tengah memayunginya dari terik sinar matahari.


"Kenapa kau merindukanku?" tanya Barnes dengan sorot mata menggelap.


"Karena aku.........aku ........aku mencintaimu. Sangat mencintaimu" Amanda berucap sembari menaikkan kaosnya Barnes sampai melewati kepalanya Barnes lalu ia melempar asal kaosnya Barnes. Kemudian Nyonya Barnes itu, menyentuh dada polos dan seksi milik suaminya dengan berkata, "Kau terasa panas, Mas. Aku rasa berendam sebentar akan mendinginkan tubuhmu"


Tanpa Barnes duga, Amanda mendorong tubuhnya hingga ia tercebur ke kolam renang dengan air alami dari pegunungan yang ada di sekitar vila pribadi milik Barnes.


Dengan menyemburkan air, rambut basah, dan bulu merinding karena kejutan air dingin, Barnes menarik tangan Amanda dan Amanda tercebur ke dalam air.


Mereka berdua terendam sedalam pinggang, saling memeluk dan saling memandang dengan mata yang menggelap menahan gairah...............

__ADS_1


__ADS_2