Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Dibuntuti


__ADS_3

"Oke. Kita segera masuk ke mobil masing-masing, ayok!" Teriak Noah sembari menarik tangannya Batari yang masih memeluk erat Dito Sembodo.


Danny ikut masuk ke jeepnya Noah. Sedangkan Santo dan Lopez masuk ke mobil Van miliknya Jake. Bryna langsung memasang sabuk pengaman dan menoleh ke suaminya, "Jalan, Mas!"


"Siap!" Jake langsung menekan pedal gas mobilnya.


Mobil Van miliknya Jake sampai di depan goa lebih cepat dari mobil jeepnya Noah. Jake langsung memerintahkan Istrinya untuk masuk ke dalam goa yang tidak begitu dalam lorongnya dan goa itu bersih juga aman dari segala hewan berbahaya seperti ular dan kalajengking.


Bryna berkata, "Jaga diri kamu baik-baik, Mas!" Jake mencium keningnya Bryna tanpa berkata-kata, lalu ia menganggukkan kepalanya. Bryna langsung berlari masuk ke dalam goa dengan memegang sebuah pistol.


Jake, Lopez, dan Santo, segera berpencar dan berlari ke titik persembunyian yang mereka pilih sendiri-sendiri. Jake tengkurap di atas rumput di balik pohon besar di sisi timur goa. Lopez bersembunyi dan bersandar di balik pohon besar di sisi barat goa. Sedangkan Santo memilih bersembunyi di sisi selatan goa dan dia naik di atas pohon besar yang cukup tinggi dengan ranting yang berjauhan dan kokoh.


Noah berputar-putar tanpa arah dan Danny langsung menyemburkan protes, "Kata Pak Jake, jarak rumah ke goa cuma sepuluh menit. Ini sudah lima belas menit lebih kenapa kita belum sampai?"


Noah tidak menjawab pertanyaannya Danny karena ia masih fokus melirik kaca spion mobil jeepnya.


Batari menoleh ke Noah dan segera membuka mulut, "Ada apa? Ada masalah apa?"


Noah melirik pangkuannya Batari dan berkata, "Kita dibuntuti dari tadi"


Danny refleks menoleh ke belakang dan berkata, "Yeah. Kita dibuntuti. Sial!"


Batari langsung menutup kedua telinganya Dito dan berkata, "Jangan mengumpat di depan anak kecil!


"Sori, Bu Dokter" Sahut Danny dari jok belakang.


Batari tidak berani menoleh ke belakang dan dia semakin erat memeluk Dito saat terdengar bunyi Dooorrr! Dan Noah sontak berkata, "Pegangan kalian semua!"


Sambil mendekap erat Dito, perlahan tanpa kentara, Batari bersandar ke jendela mobil jeepnya Noah untuk memandang ke belakang dari kaca spion samping kirinya. Batari kemudian bergumam lirih, "Menurutmu, siapa itu?"


"Pasti anak buahnya John Murray" Sahut Danny dari jok belakang.


"Entahlah, tapi cobalah jangan ganggu aku selama beberapa menit" Sahut Noah sambil menekan lebih dalam pedal gas mobil jeepnya.


Noah lalu mengeluarkan telepon genggamnya dari saku kaosnya dengan menggunakan tangan kirinya dan menghubungi Jake.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kamu dan rombongan kami belum sampai sini?" Jake langsung menyemburkan protes.


"Maaf Om. Sepertinya kita akan sedikit terlambat untuk sampai ke goa. Aku dibuntuti" Sahut Noah.


"Oke. Aku tahu kamu bisa lepas dari orang itu dengan sangat mudah. Aku tunggu kamu di sini dan jika kau ingin membunuh orang itu, aku restui" Sahut Jake dan klik! Jake memutuskan sambungan telepon itu.


Noah memasukkan kembali telepon genggamnya ke dalam saku kaosnya dan ada keheningan sesaat di dalam mobil.


Batari terus menatap suami tampan dan gagahnya dari arah samping, namun ia tidak berani mengusik Noah dengan kata yang ingin ia lontarkan.


Sadar bahwa istri cantiknya tengah mengamatinya, Noah Baron berbelok di tikungan tajam dan sepetinya tidak menuju ke suatu tempat tertentu, lalu ia bertanya ke Batari, "Apa yang ingin kau katakan?"


"Apa sudah boleh mengganggumu saat ini?" Tanya Batari sambil terus mengelus punggungnya Dito. Anak laki-laki kecil berambut gondrong itu, tengah asyik memakan Lollipopnya.


"Hmm" Sahut Noah.


"Aku cuma ingin katakan, kalau kamu lebih jago mengebut dan lepas dari orang yang tengah membuntuti kamu, daripada orang yang ada di jok belakang mobil Jeep kamu saat ini" Ucap Batari.


"What?! Kau mengusik konsentrasinya Bos Noah hanya ingin mengejek aku?" Sahut Danny dari jok belakang.


Batari berucap tanpa berani menoleh ke belakang, "Itu bukan ejekan kalau kenyataannya emang seperti itu"


"Aku dan Danny pas menjemur baju tadi, tiba-tiba ada Speedboat datang. Danny berhasil mengajakku berlari dan masuk ke dalam mobil Van. Lalu, kami terdesak dan hampir mati lemas karena ketakutan. Itu karena, Danny nggak isi bensin di mobil Van dan isi peluru di pistol dengan baik dan benar. Untungnya Om Duscha, The Five Jays, Om Jake dan Tante Bryna datang tepat waktu" Ucap Batari panjang lebar.


Danny mendengus kesal dan berkata, "Ya, ya, ya, terus aja jelek-jelekin aku di depan Bos Noah" Sahut Danny.


"Aku nggak marah Kok. Yang penting kalian selamat dan nggak ada pertumpahan darah" Sahut Noah.


"Nggak ada pertumpahan darah apa? Istri Bos yang comel itu, nekat membuka mobil, menaruh kedua kakinya di atas pahaku, membuka pintu mobil untuk menembakkan peluru dari pistol kamu, Bos. Dia penembak jitu, sih. Tapi, kalau tidak ada pertumpahan darah itu nggak benar. Lagipula the Five Jays juga sangat brutal, mereka menembaki semua pengendara motor yang membuntuti kami tadi dari atas helikopter" Sahut Danny.


Noah langsung menoleh ke Batari dan mendelik tajam. Batari menatap Noah dan sontak kesulitan menelan air liurnya sendiri. Noah lalu menatap ke arah depan kembali sembari berucap, "Oke, aku marah kali ini. Tapi, aku akan membuat perhitungan denganmu, nanti, Tari. Sekarang pegangan" Saat bunyi Dooooorrrr!!!!! kembali terdengar.


"Terima kasih udah jelek-jelekin aku di depan Noah" Batari berucap tanpa menoleh ke Danny dan Danny menyahut dari jok belakang, "Oke. Sama-sama, Nyonya"


Batari sontak menoleh ke belakang dengan mendelik dan Danny langsung menjulurkan lidahnya dan mengeluarkan bunyi, "Weeeekkkk!!!!!"

__ADS_1


Batari langsung menghadap ke depan saat Noah berbelok tajam dan menambah kecepatan. Saat laju mobil jeepnya Noah mencapai seratus sepuluh kilometer per jam, Batari berkata lirih, "Oke, ini nggak main-main lagi. Ini bukan........."


"Pegangan!" Pekik Noah sambil berbelok lagi memasuki jalan bebas hambatan.


Danny bertanya, "Bos tahu jalan di sekitar sini?" Saat Noah telah membawa keluar mobil Jeepnya ke sembilan belas kilometer melebihi jarak rumahnya Bryna ke goa


"Nggak" Sahut Noah.


"Oke. Kita akan........"


"Akan apa?" Batari spontan menoleh ke belakang untuk menatap Danny.


"Akan sport jantung" Danny meringis di depan Batari. Dan Batari langsung menatap kembali ke depan dan menahan napas.


Noah melajukan pelan mobilnya di lapangan terbuka. Ada layar besar di tengah lapangan dan Noah langsung mengarahkan mobil jeepnya ke belakang layar itu.


"Sepertinya di lapangan ini baru aja digelar layar tancep" Sahut Danny.


Noah memarkirkan mobil jeepnya di belakang layar besar itu dan menunggu.


Noah menoleh ke Batari dan dia melihat Batari duduk tak bergerak sambil memeluk erat tubuh mungilnya Dito dengan napas tertahan.


Dengan memegang pistol di atas lutut, Noah berkata, "Bernapaslah!" Noah mengusap kepala mungilnya Dito yang masih asyik memainkan Lollipopnya.


Batari menarik napas tajam di saat ia nyaris tercekat napasnya sendiri, lalu menoleh ke Noah untuk bertanya, "Apa kita sudah tidak dibuntuti lagi?"


"Kelihatannya begitu" Sahut Danny sambil menoleh ke belakang dan mulai menarik lepas pistolnya dari selipan celana panjangnya.


"Tapi, kita akan menunggu di sini sebentar untuk meyakinkan" Sahut Noah.


Sementara itu, Barnes Adiwilaga Darmawan dan timnya sudah mulai bergerak untuk menyerbu markasnya John Murray.


...Promo novel baru...


Sambil menunggu kisah Noah Baron selanjutnya, silakan mampir ke cerita baru saya, yang sedikit hot dan unik.

__ADS_1


Terima kasih banyak 🙏 Peluk cium online untuk kalian semua yang selalu mendukung karya saya. GBU all readers 😘❤️🤗❤️



__ADS_2