
Amanda duduk di kursi di balkon kamar barunya yang sangat luas dan mewah. Dia kelelahan setelah diajak berkeliling di lahan luas peninggalan dari Andrei Igor, Papa kandungnya.
Seharusnya Amanda merasa senang bisa merasakan menjadi orang kaya atau lebih tepatnya konglomerat baru tapi, dia justru merasa hambar karena tidak adanya Barnes di sisinya Keramahtamahan dan candaan dari kakak laki-laki yang baru ia temui dan kenal, tidak mampu membuat hatinya merasa bahagia sepenuhnya. Dia memang merasa nyaman dan aman berada di sisi kakaknya namun, hatinya terus terasa sesak karena kerinduannya pada Barnes Adiwilaga Darmawan. Tujuh jam terpisah dengan suaminya berasa seperti tujuh tahun lamanya.
Sementara itu Barnes bergerak berdasarkan insting semata, akal sehatnya sudah tidak ia ijinkan untuk bekerja. Dan parahnya, insting Barnes bekerja secara membabi-buta untuk segera menemukan segala celah sekecil apapun untuk menemukan keberadaannya Amanda. Barnes tersenyumlah lebar ketika instingnya berhasil membuat dia menemukan nomer plat mobil Van yang membawa Amanda pergi dari sisinya, lewat kamera CCTV mobil jeepnya yang parkir di belakang mobil Van yang menculik Amanda waktu itu namun, akal sehatnya kemudian menggeliat muncul untuk menyadarkan Barnes bahwa itu bisa membahayakan nyawanya dan keselamatan timnya.
Itulah sebabnya Komandan tampan itu mendekam di kamar hotel selama berjam-jam tanpa mau diganggu oleh siapa pun. Dia terus mencari keberadaan mobil Van yang membawa pergi Amanda dari nomer plat mobil Van tersebut yang sudah berhasil ia kantongi sembari terus berperang dengan akal sehatnya.
Di satu sisi dia ingin mengabaikan semua tanggung jawabnya dan hanya ingin menyelamatkan wanitanya, wanita yang sangat ia cinta namun, di sisi yang lain, dia sebenarnya juga tidak tega mengabaikan anak buahnya yang sudah ia anggap seperti adik-adiknya sendiri.
"Apa Komandan akan baik-baik saja? dia belum makan dari tujuh jam yang lalu" ucap Joy.
"Biarkan saja! Jika dia pingsan, kita tinggal bawa dia ke rumah sakit" Sahut Jake dengan santainya karena ia sedang kesal, Bryna tidak menghubunginya lagi dan di saat ia mencoba menghubungi pujaan hatinya itu, sang pujaan hati ponselnya tidak aktif
"Kok bilang gitu sih?" sahut Joy.
__ADS_1
"Iya. Kalau Tuan saya pingsan maka, saya akan menuntut kalian semua" Sembur Leon dengan wajah kesal.
"Lha mau gimana lagi? Kalian berani menginterupsi kegilaannya Barnes di dalam sana? Ada yang berani masuk?" tanya Jake sambil bersedekap.
Semuanya secara serempak menggelengkan kepala mereka dan Jake langsung mengulas senyum tipis dan berucap, "Barnes tahu yang ia lakukan dan aku paham kondisi hati dia saat ini. Istrinya diculik dan dia tidak tahu di mana Istrinya dan bagaimana keadaan Istrinya saat ini jadi, kita biarkan saja dia seperti itu" sahut Jake.
Leon mengalihkan pandangannya ke pintu kamarnya Barnes dengan sorot mata penuh keprihatianan dan kekhawatiran
Amanda menatap bulan sabit dia memainkan liontin kalung pemberiannya Barnes dan berkata, "Bulan, tolong sampaikan ke Suamiku kalau aku baik-baik saja dan sampaikan juga ke Suamiku kalau aku sangat merindukannya"
Dan Duscha Igor kembali ke kamarnya dengan wajah berseri-seri. Dia merasakan ada yang menggelitik hatinya di setiap detik kebersamaannya dengan Amanda. Duscha memegang dadanya, meremasnya dan sambil menatap dirinya sendiri di depan cermin, dia berucap, "Dulu aku sangat menyukainya sebagai adikku yang imut, cantik suka nangis tapi, menggemaskan. Dan sekarang..........." Duscha bisa melihat sendiri wajahnya di depan cermin tampak memerah. Duscha terkekh geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya di depan cermin, dia berucap, "Aku semakin menyukainya. Tidak, tidak! sepertinya aku jatuh hati pada Amanda"
Sementara itu, Tantenya Amanda dan Laura mendekam di penjara selama tujuh hari untuk memberikan efek jera. Barnes membebaskan Tantenya Amanda dan Laura di hari ketujuh setelah kedua wanita berhati iblis itu memiliki pengalaman buruk dan merasakan dinginnya hotel Rodeo, demi rasa terima kasih dan hormatnya kepada Omnya Amanda semata.
Tantenya Amanda dan Laura kembali ke rumah mereka dengan hati membara penuh dendam.
__ADS_1
Dan akhirnya kerja kerasnya Barnes membuahkan hasil. Barnes berhasil menemukan keberadaannya Amanda tapi, justru temuannya itu membuat dia semakin panik karena Amanda berada di kediamannya Duscha Igor.
Kediaman Duscha Igor sangat luas dan mewah. Model bangunan rumah yang dibangun di atas tanah seluas 5 hektare dihiasi dengan warna yang khas yaitu krem dan kuning keemasan itu sangat megah dan mencolok. Rumah mewah milik keluarga Igor, dibangun pada tahun 1980 dan memiliki luas 594 meter persegi. Rumah milik Andrei Igor, mempunyai empat kamar tidur utama yang berukuran sangat luas, di halaman belakang agak jauh beberapa puluh meter dari bangunan utama terdapat istal kuda dan di dalam rumah utama terdapat sejumlah fasilitas lain juga berada di rumah ini seperti perpustakaan, ruang media yang juga menjadi ruang kerjanya Duscha Igor untuk memantau seluruh dunia, pusat kebugaran, tempat untuk yoga, kolam renang, spa, serta tempat penyimpanan 1.400 botol wine.
Duscha Igor juga membangun guest house untuk tamu seluas 120 meter persegi di lahan super luas itu dan sebuah apartemen mini untuk para stafnya seluas 139 meter persegi. Kediaman mewah di atas lahan super luas itu dikelilingi benteng kokoh dari besi baja dan dijaga ketat.
Barnes dan the five Jays memutuskan untuk mendatangi kediamannya Duscha Igor saat mereka tahu, Amanda ada di sana dan setelah atasan mereka, Jendral Teguh yang terhormat mengijinkan mereka untuk pergi ke sana menyelamatkan Istrinya Barnes dengan perintah syarat, mereka harus bisa membekuk Duscha Igor yang akhirnya menampakkan batang hidungnya secara ceroboh.
Jake menepuk-nepuk pundaknya Barnes saat ia berhasil menghentikan langkah Barnes untuk menerobos masuk ke kediamannya Duscha Igor dengan gegabah. Jake terus menepuk-nepuk pundak Barnes dengan kata, "Sabar! Jangan ceroboh! demi keselamatan Amanda dan kita semua"
"Persetan dengan semuanya! Aku ingin segera menemukan Istriku!" Barnes menepis kasar tangannya Jake dan melompat ke pagar besi yang dengan kokohnya melingkari halaman belakang kediaman Duscha Igor.
Jake menarik Barnes lalu menghempaskan badan Barnes ke atas trotoar, "Kau mau mati ya?!" Jake mulai menggeram kesal.
Barnes menatap Jake dengan napas menderu lalu ia mendorong Jake, bangkit dan kembali berdiri, "Aku sepertinya akan gila karena aku ingin segera menemukanmu, berlari, memeluk dan menciumi wajahmu sampai puas" gumam Barnes sambil terus mengamati kelemahan dari bentengnya Duscha Igor.
__ADS_1
Sementara itu, Jake terus menatap Barnes dengan sikap waspada dan kesabaran tingkat dewa.