Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kenapa Aku?


__ADS_3

Cantika spontan mendorong Dito sampai pria itu terlentang dan langsung berteriak kesakitan, "Ouch!"


Cantika langsung menarik Dito kembali untuk tidur miring dan berkata, "Maaf"


Dokter dan asistennya hanya bisa menghela napas panjang. Dokter muda nan tampan itu langsung berkata sambil berjalan mendekati bed-nya Dito, "Tzk! Dasar anak muda. Kalau sampai jahitannya kebuka lagi, aku jitak kamu Dito"


Dito meringis dan berkata spontan, "Resiko punya cewek cantik, Sam"


Dokter yang dipanggil Sam oleh Dito hanya bisa terkekeh geli sembari memeriksa luka di punggung atas Dito.


"Lho, Dokter ini teman kamu?"


Dito yang tidur miring, menatap Cantika dan berkata, "Iya. Dia adalah dokter kepercayaanku. Dia sudah seperti Kakak bagiku"


Dokter dengan nametag Sammy Johnson itu langsung menyahut, "Dito pernah menyelamatkan aku dari perampok dan aku berhutang nyawa padanya untuk itulah aku langsung menawarkan diri untuk menjadi dokter pribadinya. Aku selalu ikut ke mana pun Dito pergi"


"Kok, aku nggak pernah lihat kamu selama ini?"


"Kamu nggak boleh lihat dia! Lihat aku saja" Dito meraih wajah Cantika dan mengarahkan wajah itu ke wajahnya.


Cantika langsung mendengus kesal dan menepis tangan Dito.


Dokter tampan yang dipanggil Sam itu, kembali terkekeh geli dan berkata, "Iya, Bro! Aku nggak akan pernah berani melirik wanita kamu"


"Emangnya ada berapa wanita yang ia punya?"


"Hanya kamu. Dito nggak pernah dekat dengan wanita. Kamu yang pertama" Sahut Dokter muda nan tampan itu.


Dito sontak mengulas senyum lebar sewaktu Cantika menoleh ke dia.


Sial! Kenapa harus aku? Batin Cantika dengan wajah kesal.


Dito meraih tangan Cantika dan ia ayun-ayunkan sambil berkata, "Harusnya kamu bangga, karena wanitaku hanya kamu. Tapi, kenapa kau malah tampak kesal gitu?"


Cantika menarik kesal tangannya sambil berucap, "Bangga gundulmu! Mana ada orang diculik merasa bangga. Dasar gila!"


Dokter tampan, perawat pendamping, dan Dito sontak terkekeh geli. Sedangkan Cantika hanya bisa bersedekap dengan bibir monyong.


"Dia boleh makan apa saja, kan?"


"Boleh. Tapi, belum boleh makan kamu" Sahut Dokter yang bernama Sammy Johnson itu dengan seringai usil.


"Wooooo! Dokter sama pasiennya satu server ternyata. Sama-sama gila!" Cantika menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali memonyongkan bibirnya.


"Oke! Sekarang beristirahatlah sambil menunggu makanan dari rumah sakit datang"

__ADS_1


Dokter Sam langsung menarik Cantika dan Dito langsung berteriak, "Hei! Mau kau bawa ke mana wanitaku?"


"Pinjam bentar! Aku akan kembalikan utuh nanti, tenang aja!" Dokter Sam berteriak sambil terus menarik pelan pergelangan tangan Cantika menjauhi bed-nya Dito. Lalu, Dokter Sam melepas pergelangan tangan Cantika untuk bertanya, "Kenapa dia bisa kena tembak. Dia tidak pernah seceroboh ini?"


Cantika kembali merasa bersalah dan sambil menunduk ia berkata, "Dia terluka karena melindungiku"


"Yeeeeahhh! Aku rasa Dito Zeto tidak pernah punya kelemahan. Sekarang dia punya"


Cantika langsung mengangkat wajahnya untuk menatap Dokter Sam dan bertanya, "Apa kelemahannya? Apa luka di punggung atasnya itu sekarang menjadi kelemahannya? Dia nggak akan lumpuh, kan?"


"Bukan luka itu kelemahannya. Dia beruntung lukanya tidak serius. Tapi, kelemahannya Dito Zeto itu kamu"


"Aku?" Cantika sontak menunjuk wajahnya dengan jari telunjuk tangan kanan.


"Iya, itu seratus persen benar. Maka dari itu, aku menarik kamu ke sini untuk bilang ke kamu, mulai detik ini, jangan melakukan tindakan yang membahayakan dirimu sendiri. Karena, jika kamu melakukan itu, otomatis Dito akan mengorbankan dirinya tanpa ragu demi menyelamatkan kamu"


Seketika itu, Cantika tertegun. Lalu, wanita cantik berbola.mata biru itu bergumam lirih, "Kenapa harus aku lagi?"


"Aku tinggal dulu. Aku serahkan Dito ke kamu dan jaga dia dengan baik. Dito Zeto terlihat garang dan seram di luar, tapi sesungguhnya dia berhati lembut"


Cantika spontan mengangguk penuh semangat dan berkata, "Oke! Mulai detik ini aku akan menjaga Dito Zeto dengan baik. Itu karena, aku berhutang nyawa padanya"


"Oke. Aku pamit dulu"


Cantika lalu melangkah ke bed-nya Dito dengan terus mengulas senyum lebar.


"Nggak papa. Apa senyum aja nggak boleh"


"Tentu saja boleh. Aku justru senang kalau kamu tersenyum kayak gitu. Kamu seribu kali tampak lebih cantik"


Cantika duduk di tepi ranjang Dito, lalu berkata, "Aku tahu aku cantik. Udah banyak yang bilang. Jadi, berhentilah bilang ku cantik"


"Sombong amat!" Dito mendelik ke Cantika dan Cantika langsung menggelegarkan tawa renyahnya.


"Makanan datang" Seorang pramusaji membawa masuk troli berisi makanan, minuman, dan snack yang diperbolehkan oleh dokter untuk dinikmati pasiennya.


Cantika langsung bangkit berdiri dan berkata ke pramusaji tersebut, "Terima kasih"


"Sama-sama" Sahut pramusaji itu sebelum ia melangkah keluar dari dalam kamar VVIP itu.


Gadis cantik itu kembali duduk di tepi ranjang dan berkata, "Oke, aku akan bantu kamu duduk bersandar di bantal dengan nyaman dulu"


"Udah cukup! Oke! Aman" Sahut Dito.


"Nggak sakit?"

__ADS_1


"Nggak"


"Oke, aku akan menyuapi kamu sekarang"


"Sepetinya aku butuh isi batere saat ini" Dito mengerucutkan bibirnya sambil mengunyah pelan makanan yang masuk di mulutnya.


"Lha iya, ini kan lagi ngisi batere. Makan yang banyak maka batere kamu akan cepat terisi penuh dan kamu bisa cepat keluar dari rumah sakit ini"


Dito menggeleng dan berkata, "Bukan ini yang aku maksud"


"Lalu?"


Dito merentangkan kedua tangannya sambil berkata, "Peluk! Batereku akan terisi penuh kalau meluk kamu"


"Aish! Jangan ngadi-adi!"


"Lho, itu benar. Coba dulu kalau kamu tidak percaya" Dito masih merentangkan kedua tangannya.


Cantika bergeming dan menatap Dito dengan kesal.


"Kamu katanya akan lakukan apapun demi membalas budi. Meluk aja, kok, nggak mau"


"Meluk aja, lho!"


"Hmm" Dito berucap dengan tampang serius dan tanpa dosa. Lalu, pria tampan itu berucap, "Buruan! Aku capek, nih, merentangkan tangan terus kayak gini"


Cantika lalu meletakkan piring di atas nakas, lalu masuk ke dalam pelukannya Dito sambil berkata, "Kalau tangan kamu macam-macam, aku akan getok kepala kamu dengan sendok ini" Cantika menunjukkan sendok yang ia genggam ke Dito.


Dito langsung menyahut, "Hmm"


Setelah memeluk Cantika selama lima menit, pria tampan itu mendorong pelan tubuh Cantika dan langsung berkata, "Bantu aku ganti baju"


"Hah?! Kau gila atau apa? Aku ini cewek dan kamu cowok. Aku akan keluar manggil suster cowok dan........"


"Kamu mau kita mati di sini?"


"A....apa maksud kamu?"


"Steven Chan dalam perjalanan ke sini. Dia tertarik padamu dan ingin merebut kamu dariku"


"Hah?! Kenapa aku lagi?"


"Karena kamu Putrinya Noah Baron dan cucunya Barnes. Buruan bantu aku ganti baju"


Cantika langsung membantu Dito berganti baju dengan memejamkan kedua matanya, lalu dia ditarik Dito untuk keluar dari dalam kamar. Angga dan keenam anak buahnya yang sudah bersiap di depan pintu kamar, langsung mengekor langkah bos mereka menuju ke parkiran mobil

__ADS_1


Steven Chan berkata ke anak buahnya, "Sial! Gara-gara Putrinya Noah Baron ada di sini, aku terpaksa muncul. Percepat laju mobilnya!"


.


__ADS_2