Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Impian


__ADS_3

Noah menunduk dan saat ia melihat Batari tidur lelap dengan kepala rebah di atas pahanya, Noah berkata ke semua orang yang ada di depannya, "Lusa, aku harus sudah berangkat. Bos hanya memberikan ijin sampai lusa" Noah kembali menunduk untuk mencium pipi istri tercintanya.


"Jangan khawatirkan Istri kamu dan janin yang ada di dalam perutnya. Tari punya dua mama yang hebat dan Tante yang mumpuni" Sahut Bryna sambil menepuk bangga dadanya.


"Iya, benar" Sahut Amanda dan Alba secara bersamaan.


"Walupun Papa nggak sehebat Komandan Barnes Adiwilaga Darmawan, namun Papa juga bisa diandalkan untuk menjaga Tari dan calon cucu Papa" Sahut Adam.


"Lega dan tenang saya sekarang. Dan soal makan? Tari, kan, nggak bisa makan kalau nggak ada aku di sampingnya" Noah menautkan alisnya dan memasang wajah khawatir yang berlebihan.


"Kan, bisa kayak Mama. Pakai kaos kamu. Kalau pas makan, Batari bisa memeluk dan menciumi kaos kamu" Sahut Alba.


"Baiklah. Besok aku akan ngomong ke Tari kalau lusa aku akan pergi ke misi berikutnya dan terpaksa meninggalkan dia untuk waktu yang belum pasti dan semoga aku bisa cepat kembali"


"Amin" Sahut semuanya.


"Dan, aku juga akan bilang soal kaosku untuk mengantikan diriku menemani Tari pas makan" Sahut Noah.


"Iya, kamu harus kasih tahu ke Tari secepatnya" Sahut Alba.


Noah lalu bangkit berdiri untuk membopong Batari ke kamar. Dan sebelum melangkah ke kamar, ia pamit dan mengucapkan terima kasih ke semuanya.


Keesokan harinya, Batari tersenyum lebar, dia bangun dan bisa menatap wajah tampan suaminya. Ia mengelus kening Noah, rambut, kedua alis suaminya yang tebal, lalu menyusuri hidung Noah sampai ke bibir Noah. Batari tersenyum senang saat ia menyusuri bibir Noah dengan jari telunjuknya.


Batari tersentak kaget saat Noah menggigit pelan jari telunjuknya Batari sambil bertanya, "Udah puas liatin wajah tampan suami kamu, Nyonya Noah Baron?"

__ADS_1


Batari langsung menyusupkan wajahnya ke dada suaminya dan membeku di sana.


Noah sontak tergelak geli dan sambil mengusap punggung Batari yang memakai baju tidur tertutup Noah berkata, "Kok terus malu-malu meong kayak gini? Kamu, tuh, udah hamil anakku, kok masih malu-malu meong sama aku? Hahahahahaha, Tari! Kau memang wanita yang paling menggemaskan di dunia ini" Noah mendekap erat tubuh Batari dengan gemas.


Batari terkekeh geli lalu berkata sambil memainkan ujung kari telunjuk di atas dada bidang suaminya, "Aku bahagia akhirnya impianku tercapai. Aku bisa bangun di pagi hari dan langsung bisa menatap wajah tampan kamu"


"Aku tahu kalau ketampananku ini di atas rata-rata, tapi ya nggak usah berlebihan gitu dong, Sayang. Biasa aja" Sahut Noah sembari mencium pucuk kepalanya Batari.


Batari langsung menepuk dada bidangnya Noah yang polos karena Noah memang selaku tidur tanpa memakai kaos Lalu, wanita cantik kesayangannya Noah Baron itu berkata, "Aku belum selesai ngomong"


"Iya, Maaf" Sahut Noah sambil menyusupkan tangan ke baju tidurnya Batari untuk terus mengelus punggungnya Batari.


"Aku senang akhirnya aku bisa mengelus wajah kamu dan mencium bau badan kamu di pagi hari" Sahut Batari.


Noah terkejut geli dan bertanya, "Emangnya aku nggak bau asem di pagi hari?"


"Aku cuma ingin mencium singanya" Lalu Batari bangun dan melenggang santai ke kamar mandi.


Noah langsung mengerang frustasi saat ia merasakan singanya mulai bangun. Noah semakin mengerang frustasi saat Batari muncul di depannya dengan tubuh polos dan berkata, "Noah Sayangku, Mas Bojo tercintaku, aku pengen mandi sama kamu"


Noah langsung bangun dan duduk di tepi ranjang untuk berucap, "Bukannya aku nggak mau mandiin kamu. Tapi, lihatlah! Singanya udah mulai bangun gara-gara kamu cium tadi"


"Aku punya cara untuk buat singanya tidur lagi, tapi kamu harus mandikan aku dulu" Batari menarik tangan Noah dan dengan mengerang frustasi, Noah mengikuti kemauannya Batari.


Sesampainya di kamar mandi, Noah bertanya, "Kenapa emangnya kalau mandi sendiri? Mual juga? Pengen muntah juga?"

__ADS_1


Batari terkekeh geli dan sambil menggeleng manja, ia berkata, "Kalau mandi sendiri, males. Maunya dimandiin"


Noah menyentil pucuk hidungnya Batari dan sambil tersenyum geli ia berucap, "Kenapa kau terlahir begitu cantik dan menggemaskan seperti ini?" Noah lalu melepas baju tidurnya Batari dan mulai menggosok tubuh Batari dengan sabun"


Beberapa menit kemudian, Noah mengerang lirih dan menempelkan dahinya ke dahi istri cantiknya dengan desir dan detak jantung yang mulai abnormal. Karena otak, jiwa, dan raganya telah dikuasi gairah yang begitu membara,.


Noah lalu berkata di atas keningnya Batari, "Sayang, Mas Bojo kamu, ingin sekali menyatu denganmu saat ini. Namun, seperti yang aku bilang di ranjang tadi, singanya belum boleh beraktivitas karena kandunganmu, belum genap berumur empat bulan, Sayangku, Cantikku"


Batari mengecup keningnya Noah dan dengan masih berjinjit ia berbisik di telinganya Noah dengan senyum penuh arti "Aku akan membantumu, Mas. Sebagai balas budiku ke kamu karena kamu udah memandikanku"


Noah bisa merasakan senyumannya Batari di pelipisnya dan ia sontak mengerang di saat tubuhnya semakin menegang dikuasai hasrat.


Batari menyentuh kedua pundaknya Noah, lalu tangannya perlahan turun di sisi tubuhnya Noah dan mulai bergerak menarik turun celana boxernya Noah Baron.


Tangan Batari menyentuh bagian tubuh suami tampannya yang menegang. Nyonya Noah Baron lalu mengusap dan mengelusnya membuat Noah terus mengerang frustasi dan sontak mendongakkan kepalanya ke atas.


Batari kemudian menurunkan tubuhnya sampai kedua lututnya menyentuh lantai.


Noah memegang puncak kepalanya Batari dengan kedua tangannya, "Tunggu! sayang.......aaahhhh! Ini nggak adil untukmu. Kamu akan memuaskanku tapi bagaimana dengan dirimu?" Noah menunduk untuk melihat wajah ayu istrinya yang tengah mendongak ke arahnya.


"Aku akan baik baik saja, Noah Baron" Tangan Batari mulai menyentuh bagian tubuhnya Noah yang menegang dan terus menggerakkan tangannya di sana sambil sesekali menyesap dan mengulum singa yang tegang dan sudah dikuasai oleh gairah yang panas membara.


Noah menggeram, terengah-engah, mendesis, dan mengerang sambil terus memegang kepalanya Batari yang bergerak maju dan mundur, "Aaaaaah.....sayang.....ini salah....tapi...........Aahhhhhh! Mas Bojo kamu....aaahhh.....tidak kuasa lagi menahannya. Sayaaanngggg!!!!"


Batari menyeringai senang melihat Noah sangat menikmati permainannya dan untum itu, ia terus menggerakkan kepalanya maju dan mundur sambil tersenyum. Wanita cantik yang tomboi itu, terus membantu suaminya untuk melakukan pelepasan dan memperoleh kepuasan sampai si singa kembali tertidur.

__ADS_1


Noah mendesis, "Batari Putri Darmawan! Sayang!.......Aahhhhhh!"


Noah kemudian menarik ke atas tubuh istri cantiknya untuk dia dekap dengan penuh rasa terima kasih dan cinta yang sangat besar. Noah kemudian berkata sambil terus mengelus punggungnya Batari, "Terima kasih sayang, terima kasih" Noah kemudian membopong Batari keluar dari dalam kamar mandi sambil terus mencium bibir manis istri imutnya dengan penuh kelembutan. Noah terus mencium bibir Batari yang terasa sangat manis dan bibir Batari sudah membuat seorang Noah Baron kecanduan. Untuk itulah Noah merasa enggan untuk melepaskan bibir itu.


__ADS_2