Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Peraturan Ala Amanda


__ADS_3

Barnes lalu mengangkat kedua tangannya yang terkulai lemas di kedua sisi tubuhnya untuk memegang kedua bahunya Amanda dan mendorongnya pelan lalu segera mengeluarkan kata, "Jangan dibiasakan main peluk sembarangan!"


Amanda mengangkat wajah polosnya untuk menatap Barnes lalu bertanya, "Kenapa? Aku terbiasa mengekspresikan rasa terima kasihku dengan pelukan. Memangnya kenapa?"


"Dengarkan aku! oke, sebenarnya aku pengen tahu siapa saja yang sudah kau peluk tapi, lupakan! Emm, ke depannya, kalau mau berterima kasih cukup ucapkan kata terima kasih nggak usah pakai pelukan. Itu bisa berbahaya buat kamu kalau orang yang kamu peluk, tidak kamu kenal dengan baik. Apalagi kalau dia cowok" Barnes masih memegang kedua bahunya Amanda sambil menunduk untuk menatap kedua bola matanya Amanda.


Amanda mengerjap dua kali lalu berkata, "Aku aman-aman saja sampai sekarang ini. Karena, aku hanya memeluk Om aku, sepupuku, ya walaupun Tanteku jahat sama aku, kalau aku berterima kasih, aku juga memeluk Tanteku. Emm, dan satu lagi sahabatku, Mikha. Aku hanya memeluk mereka selama ini karena aku kenal dan percaya sama mereka"


"Benarkah hanya mereka yang pernah kau peluk?" tanya Barnes.dengan perasaan lega karena di detik-detik sebelumnya ia membayangkan Amanda pernah memeluk banyak pria asing dan itu mengusik kecemburuannya.


Amanda menganggukkan kepalanya dengan wajah polos.


"Lalu kenapa kau tidak ragu memelukku?" tanya Barnes.


"Karena, entahlah. Jauh di lubuk hatiku mengatakan kalau kamu, aku kenal dengan baik dan aku memercayai kamu"


Tanpa Barnes sadari pipinya memerah mendengar pujian dari Amanda lalu ia berdeham, melepaskan bahunya Amanda dan langsung berbalik badan. Kemudian Barnes berucap dengan memunggungi Amanda, "Baliklah ke meja makan!" lalu pria tampan nan gagah itu berlari meninggalkan Amanda tanpa menutup pintu kamarnya Amanda.


Amanda tertegun melihat Barnes yang berlari begitu saja meninggalkannya lalu ia bergumam, "Tuh kan, berlari lagi. Emang berarti benar,. nggak bisa berjalan pelan tuh orang" Amanda lalu duduk di tepi ranjang alih-alih menyusul Barnes ke meja makan. Amanda memegang dadanya lalu bergumam, "Dadaku baik-baik saja. Emm, lalu degup jantung siapa yang terdengar berdegup sangat kencang tadi? apa bunyi degup jantungnya Komandan Barnes? Ah! nggak mungkin, aku pasti salah dengar tadi"


Amanda lalu merebahkan diri di atas kasur. Dia merasa malas untuk kembali ke meja makan karena, ia tahu kalau salah satu dari anak buahnya Barnes yang bernama Joy, tidak menyukainya. Amanda menghela napas panjang di atas kasur dan sambil menatap langit-langit kamar, ia kembali bergumam, "Kenapa jika berada di dekat Komandan Barnes, mataku jadi manja dan gampang banget mengeluarkan air mata?, hatiku pun menjadi lemah dan aku mudah menjadi cengeng? Ada rasa aneh setiap kali aku ada di dekatnya, aku merasa........nyaman......what!? aku udah gila ya? kenapa aku bisa merasa nyaman dan........Aaarrrggghhh! Bodo amat!" Amanda lalu meraih bantal untuk menutup wajahnya yang tiba-tiba terasa panas tanpa.sebab.


Barnes sampai di ruang makan lalu duduk kembali di tempat.duduknya dan saat ia.menatap piringnya, piringnya telah kosong dan di saat ia hendak mengambil lagi ca kangkung, piring bundar besar yang semula berisi penuh ca kangkung pun, telah kosong Barnes lalu menatap satu per satu anak buahnya kecuali Jake karena,.dia tahu kalau Jake tidak menyukai sayuran. Barnes menghela napas panjang lalu bertanya, "Ke mana ca kangkungnya?"


"Mereka menghabiskannya, Tuan" sahut Leon.

__ADS_1


"Kenapa kalian habiskan? Bahkan ca kangkung yang ada di piringku pun, kalian ambil?" Barnes mulai menyatukan gerahamnya dan menghunus tatapan tajam ke semua anak buahnya.


"Fiuuhhh! untung aku nggak suka sayuran. Ada bagusnya juga ternyata ya tidak suka sayuran, hehehehe"" sahut Jake dan Barnes langsung mendelik ke Jake. Jake meringis dan langsung terdiam.


Jude bangkit berdiri dan dengan menundukkan wajahnya, ia menyemburkan kata, "Maafkan kami, Komandan! Kami hanya ingin menyelamatkan Anda dari amukan Nyonya dan......"


"Memangnya istriku mengamuk tadi?" tanya Barnes masih dengan tatapan tajam dan wajah datar penuh kesal.


"Maafkan saya! Maksud saya........."


"Sudahlah duduklah kembali!"


Jude segera duduk kembali dengan masih menundukkan wajahnya.


"Aku maafkan kalian kali ini. Tapi lain kali, kalian tidak boleh menyentuh masakan istriku. Hanya aku yang boleh menyentuh dan menghabiskannya. Kalau kalian melanggarnya, maka.kalian harus push up sebanyak serarus kali, mengerti?"


"Oke! Kalian sudah sarapan, kan? sekarang pergilah dahulu ke.markas kita! Aku akan menyusul dua jam lagi, Masih ada yang harus aku kerjakan terlebih dahulu"


"Siap Komandan!" Sahut keempat anak buahnya Barnes dengan kompak.


"Jake, tolong pimpin mereka dulu ya, aku menyusul nanti" Barnes menatap Jake dan Jake segera mengacungkan ibu jarinya lalu beranjak pergi menyusul keempat anak buahnya Barnes.


Barnes mengajak Leon ke.kamarmya Amanda. Leon mengekor langkahnya Barnes sambil membawa berkas kontrak kerja sama pernikahan Bosnya dengan Amamda selama satu tahun Mereka langsung masuk ke dalam.kamarmya Amanda karena pintu kamar itu, masih terbuka sangat lebar.


Amanda langsung bangun dan duduk di tepi ranjang saat ia mendengar ada suara langkah kaki memasuki kamarnya.

__ADS_1


Barnes duduk di bangku lalu yang menghadap ke ranjangnya Amanda dan Leon menyerahkan berkas kontrak kerja sama pernikahan Barnes dan Amanda. Barnes langsung berkata, "Tandatangani itu secepatnya! aku harus segera berangkat ke markas dan kau harus segera berangkat kursus, kan?"


"Apa saya boleh berbahasa informal dengan Anda mulai detik ini?" Amanda menatap Barnes dan Barnes langsung menganggukkan kepalanya


Amanda hampir saja memekik girang tapi oa tahan lalu ia segera berkata, "Aku sudah baca dan lihat isinya kemarin tapi, ada yang mau aku tambahkan"


"Menambahkan apa?" Barnes langsung menautkan alisnya.


"Kalau kamu menyentuhku, maka harus bayar denda. Pegang bahu bayar seratus ribu rupiah, pegang pinggang bayar dua ratus ribu rupiah, mencium........"


"Ehem! siapa yang mau mencium kamu?" Barnes menatap tajam Amamda untuk menutupi rasa canggungnya mendengar kata cium.


"Siapa tahu, kan? dengarkan dulu! kalau mencium pipi dan kening harus bayar tiga ratus ribu rupiah, cium bibir lima ratus ribu rupiah dan memeluk harus bayar lima ratus ribu rupiah. Boleh aku menulisnya di sini, sebelum aku menandatanganinya?"


"Terserah kamu lah!" sahut Barnes dengan wajah menahan rasa kesal.


Amanda menuliskan semua peraturan yang ia buat sendiri dengan seenaknya lalu ia menandatangani surat kontrak pernikahan dia dengan Barnes Adiwilaga Darmawan. Amanda kemudian tersenyum lebar dan menyerahkan berkas tersebut ke Leon.


Barnes lalu berkata, "Bagaimana kalau sebaliknya? kalau kau yang menyentuh, memeluk dan menciumku, kau juga harus bayar denda, kan?"


Amanda langsung memekik kesal, "Aku bukan wanita seperti itu! Aku nggak mungkin menyentuhmu dan......."


"Benarkah? lalu apa tadi? kau memelukku, kan?" Barnes melempar senyum tipis ke Amanda dan Amanda langsung berkacak pinggang kemudian berdeham, "Ehem! Oke! kalau aku menyentuh, memeluk dan mencium kamu, aku juga akan membayar denda!" Amanda mengangkat wajahnya ke Barnes dengan angkuh.


"Bagus!" Barnes lalu berbalik badan dan bergegas meninggalkan Amanda karena, kesal.

__ADS_1


Leon masih tinggal di kamar itu dan segera berkata, "Anda harus berangkat kursus, Non"


"Oke!" Amanda meraih tas selempangnya lalu melangkah mendahului Leon dengan kesal.


__ADS_2