
"Kamu kenal aku? Aku Dito Zeto..Apa.kiya pernah bertemu? Siapa nama kamu?"
Cantika menggeleng, "Aku kira kamu adalah kakakku yang sudah lama hilang. Tapi, kakakku berpipi tembem dan namanya Dito Sembodo. Namaku Cantika"
Lalu pintu lift terbuka dan Cantika langsung melangkah keluar meninggalkan Dito yang masih menggantungkan tangan di udara.
Dito kemudian bergegas keluar sebelum pintu lift menutup rapat. Dia mengikuti Cantika secara diam-diam dari belakang dan duduk di meja yang tidak jauh dari meja Cantika.
Cantika duduk sendirian dan dia memesan es jeruk.
Dito tersenyum dan bergumam, "Dia gadis polos ternyata. Dia tidak minum alkohol dan aku lihat dia beda dengan makhluk yang bernama wanita lainnya. Dia tidak merokok dan tidak pakai narkoba. Bajunya juga lumayan sopan"
Tiba-tiba ada seorang pria datang dan duduk di depan Cantika. "Halo, apa kabar cantik? Kenapa wanita secantik kamu duduk sendirian di tempat seperti ini? Kau tidak bosan?"
Cantika tersenyum tipis dan berkata, "Tinggalkan meja ini atau kau akan menyesal"
"Aku tidak akan pergi sebelum kau berdansa denganku, lalu kita berlanjut berdansa di rumahku"
Cantika menggeram kesal. Saat ia bangkit berdiri dan hendak memberikan pria itu pelajaran, Dito berdiri di belakang Cantika, memeluk pinggang Cantika sambil berkata, "Ada masalah apa Sayangku?"
Cantika menoleh untuk.menatap Dito dan pria asing yang duduk di meja Cantika langsung bangkit berdiri dan bertanya, "Dia siapa kamu?"
Cantika menoleh ke pria asing itu dan berkata dengan senyum penuh arti, "Pria ini pacarku"
"Sial! Aku salah pilih gadis malam ini" Pria asing itu langsung pergi meninggalkan Cantika.
Dito lalu melepaskan pinggang Cantika dan duduk di depan Cantika sembari berkata, "Aku rasa akting kita harus berlanjut. Pria itu masih mengawasi kita. Jadi, aku harus duduk di sini menemani kamu"
__ADS_1
Cantika kembali duduk dan dengan senyum geli ia berucap "Yeeeaahh, kau benar. Makasih untuk bantuannya, tapi sebenarnya aku bisa menghadapi pria itu"
"Kau yakin? Dia bawa banyak sekali anak buah"
Cantika menyesap es jeruknya, lalu berkata, "Kalau gitu, untuk keamanan dan kenyamanan bersama, aku balik saja ke kamar" Cantika lalu bangkit berdiri dan setelah menganggukkan kepala, ia melangkah pergi meninggalkan pria yang bernama Dito Zeto begitu saja.
Cantika bangun dan dia langsung duduk di tengah ranjang. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang tampak sangat asing baginya. Cantika lalu menunduk dan melihat dia mengenakan baju tidur yang beda dengan yang dia pakai sebelumnya.
Cantika langsung melompat turun dari atas ranjang dan berlari ke pintu. Dia menggedor pintu saat ia menemukan pintunya terkunci. Cantika berteriak, "Siapa kalian?! Buka pintu dan tunjukkan wajah kalian! berani benar kalian menculik aku!!!!!"
Cekrek, terdengar suara kunci dan pintu terbuka. Cantika mendorong daun pintu dan tidak menemukan siapa pun di balik pintu. Cantika belok ke kanan karena di sebelah kiri ternyata jalan buntu. Cantika menemukan anak tangga dan dia memutuskan untuk menuruni anak tangga itu. Anak tangga itu cukup curam dan memiliki belokan yang cukup banyak. "Apa aku ada di sebuah menara?"
Sewaktu Cantika mendaratkan kaki telanjangnya di lantai bawah, ia kembali mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. Cantika menemukan sebuah pintu besar. Dia berlari ke pintu itu dan tersenyum lebar saat ia menemukan pintu itu tidak terkunci.
Ia segera melesat keluar dan berlari ke lorong dengan pencahayaan redup. Di sisi kanan dan kiri lorong tersebut ada pohon Cemara tupai yang indah. Cantika terus berlari dengan kaki telanjangnya dan berharap dia menemukan jalan raya di depannya.
Namun, bukan jalan raya yang ia jumpai. Ia berjumpa dengan sosok pria tinggi besar dan memakai setelan kemeja dan celana kain hitam. Cantika mengerem laju larinya untuk meneriakkan, "Siapa kamu?! Kenapa kamu berdiri di sana?"
"Kau?! Kenapa kau bisa ada di sini? Pu...... pulau kamu? Emangnya kita berada di mana saat ini?"
""Kita ada di New Orleans. Di pulau pribadiku"
Sewaktu Cantika ingin berlari ke arah pria itu untuk melabrak dan menampar pria itu, tiba-tiba pandangannya gelap dan dia jatuh pingsan.
"Kenapa Anda membawanya ke sini, Bos? Apa tidak merepotkan Anda, nanti? Kita di sini tengah berbisnis dan Anda tahu kalau bisnis kita bukan bisnis dengan gaya obrolan santai. Bisnis kita bisa menimbulkan perang dan baku tembak"
Pria itu berjalan sambil membopong Cantika. Lalu, ia berucap, "Aku bukan orang lemah. Aku juga tahu apa yang aku lakukan dan aku juga sudah tahu cara menangani konsekuensinya nanti. Sekarang pergilah ke klab! Aku akan susul kamu setelah aku merebahkan wanita ini di kasur"
__ADS_1
"Baik, Bos"
Beberapa menit kemudian, pria itu merebahkan Cantika di kasur. Merapikan rambut yang menutupi wajah cantiknya Cantika. Lalu ia bergumam, "Aku akan belajar bagaimana bersikap lembut pada dirimu saat kamu bangun nanti" Lalu, pria itu bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Cantika.
Keesokan hari, Cantika terbangun dan dia langsung duduk bersandar di ranjang dengan sikap waspada sewaktu ia melihat ada pria duduk di sebuah kursi tengah menatapnya.
Cantika spontan menunduk dan langsung mengangkat wajahnya dengan kesal.
"Bukan aku yang memakaikan baju tidur seksi itu ke kamu. Pelayan yang melakukannya" Pria itu menopangkan dagunya di atas punggung tangan yang bertautan.
"Kenapa kau membawaku ke sini? Kenapa kau menculikku?"
Alih-alih menjawab pertanyaannya Cantika, pria itu berucap, "Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau kamu alergi dengan obat bius. Jantung kamu jadi berdegup kencang dan kamu pingsan"
"Kenapa kau menculikku?!" Cantika berteriak dengan wajah penuh dengan amarah.
"Karena, aku belum pernah bertemu dengan makhluk yang namanya wanita dan saat aku bertemu denganmu, aku langsung menyukaimu dan ingin belajar memperlakukan seorang wanita dengan lembut dan baik"
"Dengan cara menculikku? Itu bukan suatu kelembutan dan kebaikan. Itu barbar, kau tahu?!" Napas Cantika menderu dan wajahnya memerah karena amarah.
"Waktu aku menaklukkan Zimba dan Tina, aku juga membawa mereka tinggal bersamaku selama tiga bulan dan........"
"Cih! Kau bilang belum pernah bertemu dengan makhluk yang namanya wanita, lalu siapa Zimba dan Tina?" Cantika menyeringai kesal.
"Zimba itu seekor singa dan Tina itu seekor gajah. Mereka betina yang cantik dan seksi. Mereka juga......."
Cantika melemparkan bantal dan tepat mengenai wajah tampan pria itu sambil berteriak kencang, "Kau Psikopat atau apa, hah?! Berani benar kau samakan aku dengan gajah dan singa!!!!!!!"
__ADS_1
Pria tampan itu membuang bantal ke lantai sambil bangkit berdiri. Lalu, dengan cepat ia melesat dan saat ia berada di atas tubuh Cantika, ia mencengkeram pipinya Cantika, mengendus lehernya Cantika dan berkata di sana, "Kau sama liarnya dengan mereka dan aku suka aroma tubuh kamu"
Cantika melihat ada pistol di punggung pria itu lalu dia mengambil pistol itu dan langsung mengarahkan moncong pistol itu ke pelipis pria yang telah berani menculiknya sambil berteriak, "Dito Zeto, kau salah menculik orang"