Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Maskulin


__ADS_3

Dito merogoh saku jasnya untuk mengambil telepon genggam mahalnya. Lalu, ia menjepret beberapa pose wanita berambut kecokelatan, berbola mata biru, dan memiliki tawa yang sangat cantik.


Angga menautkan alisnya dan bertanya, "Apakah dia tipe wanita idaman Anda, Bos? Saya bisa ke sana untuk mengundang wanita itu makan malam dengan Anda"


Dito menggeleng sembari memasukkan kembali telepon genggam mahalnya ke dalam saku jas.


"Tapi, kenapa? Saya lihat, Anda sangat menyukai wanita itu"


"Aku tidak mengenalnya. Akan sangat canggung kalau aku makan malam dengannya tanpa mengenalnya terlebih dahulu"


"Anda ingin berkenalan dengannya?"


"Hmm. Tapi, nani aja. Untuk saat ini, aku hanya ingin mengagumi tawa cantiknya"


Tawa Batari terhenti dan ia tiba-tiba berkata, "Andai Dito ada bersama kita saat ini. Dia pasti sudah tumbuh jadi pria yang sangat tampan dan hebat. Andai dia masih ada di tengah-tengah kita"


Dito refleks melangkah maju dan Angga sontak menahan lengan atasnya Dito sembari bertanya, "Anda mau ke mana, Bos?"


"Wanita itu mengucapkan nama Dito. Entah kenapa aku ingin melangkah ke sana dan menyapa mereka"


Cantika langsung merangkul bahu mamanya dan berucap, "Kita ke kamar aja. Mama butuh istirahat" Lalu putri kesayangannya Noah Baron itu memapah mamanya masuk ke dalam.


Dito langsung mencengkeram dadanya dan bergumam, "Kenapa dadaku terasa sakit saat ini. Kenapa wajah sedih mereka berdua membuat dadaku terasa sakit?"


"Anda mungkin masih jetlag, Bos. Anda, kan habis melakukan perjalanan jauh naik helikopter" Sahut Angga.


"Mungkin saja" Sahut Dito sembari mengelus-elus dadanya.

__ADS_1


Dito lalu menoleh ke Angga, "Setelah ini, acaranya apalagi?"


"Pesta di klub masih berlangsung Bos. Nanti tengah malam akan ditutup dengan pesta barbeque dan pesta kembang api"


"Oke. Aku akan ke kamar dulu untuk memenangkan diri Aku akan ke klub lagi kalau sudah baikan"


"Siap, Bos"


Noah Baron masuk ke kamar istri dan anaknya dan langsung memeluk Batari, "Sayang, kau tidak apa-apa?"


Batari tersenyum ke Noah dan sambil mengelus pipi. Noah, ia berkata, "Aku baik-baik saja. Aku hanya sangat merindukan Dito"


Noah mencium kening Batari dan berucap di sana, "Dito pasi masih hidup dan baik-baik saja di luar sana. Dia anak baik, untuk itulah aku sangat yakin dia selamat, masih hidup dan baik-baik saja saat ini. Kita tinggal tunggu waktu mempertemukan kita kembali dengan Dito"


"Amin" Sahut Batari dan Cantika secara bersamaan.


Cantika lalu berkata ke papanya, "Pa, apa aku boleh ikut pesta di klub hotel ini? ada pesta pembukaan perdana hotel ini di klub itu"


Cantika langsung mencium pipi papa dan mamanya dan sambil berucap, "Aku akan jaga diri dengan baik" ia melesat keluar dari dalam kamar VVIP.


Cantika kemudian berdiri di depan lift. Dia melihat ada seorang pria berdiri di depan lift. Mau tidak mau Cantika melemparkan pandangannya ke arah pria itu. Entah kenapa, jantungnya tiba-tiba berdebar keras sehingga seolah menghantam dadanya dan ada desir gairah sensual yang ia rasakan begitu ia memandang pria itu.


Cantika mengagumi pria itu. Namun, otaknya mengirim situasi nyata yang ada di depan matanya, bahwa ia berada di luar lingkungannya sendiri, ia berada di kota berbeda, dan itu yang membuat otaknya memerintahkan dia untuk tidak gampang terpesona dengan pria asing yang sama sekali tidak ia kenal. Jangan sembrono! Batin Cantika ke dirinya sendiri.


Cantika lalu mengalihkan pandangnya ke depan, namun dia kembali dibuat bingung akan tingkah lakunya sendiri. Dia mengusapkan ujung lidah ke bibirnya sembari melirik pria itu. Pandangannya seolah tidak rela melepaskan wajah tampan pria itu.


__ADS_1


Cantika mengumpat kesal di dalam hati, ia mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri untuk terus melirik pria itu.


Pintu lift terbuka dan Cantika masuk ke dalam setelah pria itu masuk. Pria itu menahan pintu lift untuk Cantika.


Berduaan saja di dalam lift bersama pria tampan, membuat Cantika kembali melirik pria itu. Lirikan itu mengarah ke tubuh pria itu. Tubuh maskulin pria itu membuat pikiran Cantika dipenuhi sekelumit hasrat sensual yang samar tetapi berbahaya.


"Kau menyukai apa yang kau lihat, Manis?" Tanya pria itu sambil tangannya memencet tombol hold. Lift berhenti di angka 10 yang menyala kuning.


Cantika tersentak kaget dan spontan melangkah mundur sampai punggungnya membentur dinding lift.


Pria tampan berbadan maskulin itu, langsung memerangkap Cantika di dalam ruangan lift yang sempit, terkesan intim.


Kesadaran menggelitik sepanjang punggungnya. Cantika sadar bahwa ia belum pernah seaneh ini sebelumnya. Semua hal yang terpancar dari dirinya saat ini benar-benar jauh di luar kebiasannya. Namun, ada sesuatu di diri pria itu yang membuatnya merasakan kerinduan mendalam. Kerinduan yang diam-diam bersemayam jauh di dalam lubuk hatinya menajam saat ini dan dia tidak bisa mengabaikannya.


Dito mengamati wajah cantik wanita yang berada di dalam kungkungannya. Jantungnya berdebar kencang dan saat ia bertanya, "Apa kau menyukaiku?" suaranya terdengar parau.


Cantika yang menolak untuk ditaklukkan, balas menatap lekat-lekat sorot mata tajam pria itu, lalu seraya menelengkan kepala ia berkata dengan suara parau juga, "Mungkin saja" Dia kemudian mengutuk mulutnya yang bodoh. Dia sadar kalau dia berada di kota di mana kota ini adalah sarang para pria tampan dan berbahaya. Kota ini penuh dengan tipe pria yang menyukai tantangan.


"Sepertinya aku juga menyukaimu, Manis. Kau sangar cantik dan kau memiliki bola mata uang sangat indah" Pria itu menatap kedua bola mata Cantika dengan penuh arti.


Cantika sontak menahan napas. Ia hampir mati karena sesak napas sewaktu jantungnya berdebar semakin kencang. Pesona pria itu sungguh berbahaya dan mematikan. Cantika menurunkan tatapannya melihat kearah kemeja pria itu tidak dikancingkan, memamerkan pangkal leher yang maskulin. Secara naluriah Cantika maju selangkah dan meraih lalu mencengkeram kerah kemeja pria itu.


Pria itu refleks menggelungkan kedua lengan kekarnya di pinggang rampingnya Cantika dan sambil tersenyum penuh arti, ia bertanya, "Apakah kau mengingnkan aku saat ini?"


Cantika mematung, namun ia bisa merasakan seluruh tubuhnya seolah meleleh karena gairah. Pesona pria itu, segalanya tentang pria itu menyiksa seluruh indranya dengan cara yang selama ini tidak pernah ia rasakan dan tidak pernah ia bayangkan. Cantika masih bertanya-tanya, kenapa hanya memandang pria itu, kerinduannya menajam dan langsung mendambakannya. Kenapa dia bisa merasakan kerinduan pada pria itu, padahal ia belum pernah bertemu dan mengenal pria itu sebelumnya. Pikirannya yang sangat gamblang akan pesona pria itu, membuat Cantika syok dengan sendirinya.


Pria itu melonggarkan dekapannya sewaktu ia melihat wanita di depannya tampak syok.

__ADS_1


Cantika langsung mendorong dada pria itu dan langsung menekan tombol on. Saat lift kembali bergerak turun, pria itu mengulurkan tangannya dan berkata dengan senyum ramah, "Aku Dito Zeto. Kamu?"


Mendengar nama Dito, Cantika sontak mematung. Apa dia Kak Dito?


__ADS_2