Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Berhadapan Dengan Ular Beludak


__ADS_3

Duscha Igor dimasukkan ke sebuah trailer kosong dan kedua tangannya diikat ke atas dengan posisi berdiri dan masih belum sadarkan diri.


Barnes menggeram kesal dan saat ia hendak turun dari mobil, dia melihat sosoknya Jendral Teguh tengah berbincang dengan dua orang di pinggir dermaga. Barnes ditarik masuk kembali ke dalam mobil oleh Jake, "Jangan gegabah!"


"Apa yang akan Teguh lakukan kali ini?" tanya Jorge.


"Andai ada Nyonya Manda di sini, kita akan tahu apa yang Jendral Teguh pikirkan" sahut Jude.


Barnes mendelik ke Jude, "Kau ingin menempatkan istriku ke dalam bahaya?"


"Maaf Komandan, bukan itu maksud saya" sahut Jude.


Barnes memang gampang tersulut emosinya kalau dia sedang panik.


Jordy tiba-tiba berteriak, "Joy, mana?!"


Semua melihat ke jok di mana Joy duduk dan Joy menghilang di sana.


"Sial! Dia pasti sangat mengkhawatirkan Duscha Igor jadi, gegabah kayak gini" sahut Jake sambil meraup wajahnya sambil membuka pintu mobil dan saat kaki kanannya Jake terjulur keluar dari mobil, Barnes menarik Jake, menutup pintu dengan cepat sembari memekik lirih, "Menunduk semuanya, Jendral melangkah ke sini"


Amanda memakan burger dan meminum colanya dengan sangat cepat karena tingkat kelaparannya sudah berada di level akut, namun ia menyisakan kentang goreng jumbonya. Bryna yang masih menikmati burgernya dengan santai menoleh ke jok belakang, "Lho! Udah habis burger kamu?"


Amanda menganggukkan kepalanya.


Leon menggeleng-gelengkan kepalanya, "Anda berbadan kecil dan kurus tapi, makannya banyak bener ya?"


Amanda terkekeh geli, "Iya. Beruntungnya aku, suka makan tapi, nggak bisa gemuk"


"Wah! Beda banget sama aku. Kalau malam aku makan berat kayak gini, alhasil berat badanku langsung naik dan perutku jadi buncit"


"Tapi, kamu nggak gemuk kok. Badan kamu pas, berisi, padar dan seksi. Kamu juga sangat cantik dan elegan. Nanti kalau semua ini sudah selesai, ajari aku cara memilih baju dengan tepat, ya?" Manda menyentuh pundaknya Bryna


Bryna tersenyum dan berkata, "Oke dong! Pasti akan aku ajari. Setelah ini semua selesai, kita akan habiskan waktu kita untuk berbelanja"


"Saya nggak diajak?" Leon mengerucutkan bibirnya.


"Untuk apa ajak kamu? Kita mau beli pernak-pernik cewek. Emangnya kau mau berubah jadi cewek?" Bryna mengulum bibir menahan tawa.

__ADS_1


"Wah! Kok terus mikirnya ke situ sih? Saya kan juga pengen punya pacar. Saya akan beli beberapa pernak-pernik wanita untuk menggaet gebetan saya, Non" sahut Leon.


Amanda terkekeh geli dan langsung berkata, "Oke! Kamu boleh ikut. Kita akan borong semua baju cewek yang imut untuk gebetan kamu, hihihi"


"Lho kok imut? Saya nggak begitu suka cewek imut" sahut Leon.


"Terus, kamu sukanya sama cowok, gitu?" Bryna terkikik.


"Lho! sukanya cari jawaban sendiri to? Ya tentu saja saya suka cewek tapi, cewek yang mandiri, tangguh dan perkasa, bukan yang imut-imut" Leon mengerucutkan bibirnya ke Bryna.


"Wah! Aku yakin kalau cewek gebetan kamu itu sangat hebat dan pasti cantik" sahut Amanda.


"Makasih Nyonya" Sahut Leon.


Bryna lalu bertanya sambil mencomot kentang gorengnya di kala burgernya telah masuk semua ke dalam perutnya, "Kok kentang goreng kamu nggak kamu sentuh? Kamu nggak doyan kentang goreng? katanya tadi laper tingkat dewa?"


"Untuk Barnes nanti. Siapa tahu Barnes laper"


"Wah! Istri yang teladan kayak gini nih" sahut Leon.


"Dan, saya belum bisa makan apa-apa karena masih nyetir. Hiks, hiks, hiks" sahut Leon dengan bibir yang kembali mengerucut sangat lancip


"Mau aku suapi kentang goreng? Karena kalau burger kan susah pasti belepotan" sahut Bryna


"Saya sangat senang kalau bisa disuapi oleh seorang konglomerat muda nan cantik yang bernama Bryna Asmarani Darmawan tapi, entar Kolonel Jake tahu, bisa mampus saya. Jadi, terima kasih, Non, nggak usah aja"


Amanda kembali terkekeh geli


"Mana punya kamu tadi?" Jake nggak akan tahu. Lagian Jake nggak cemburuan kayak Barnes"


Amanda memberikan kentang goreng miliknya Leon ke Bryna sambil berucap, "Ini kentang gorengnya Leon"


Bryna menerima kantong kertas jumbo dari jok belakang dan membukanya, "Nih! Buka mulut kamu! Kalau kamu kelaparan, penumpang kamu bisa berada dalam bahaya, kan?"


Leon tersenyum lebar dan membuka mulutnya menerima suapan kentang goreng dari si cantik Bryna. Leon sebenarnya sudah jatuh cinta pada Bryna sejak pertama.kali dia bekerja dengan Barnes, namun Bryna hanya menganggapnya sebagai teman dekat, tidak lebih. Alhasil, Leon harus menyimpan rapat-rapat perasaan cintanya untuk Bryna. Dan di momen Bryna pertama kali menyuapinya makan, Leon merasa sangat gembira seperti mendapatkan durian runtuh, terasa sakit terkena durinya tapi di dalamnya terasa sangat manis, membuat Leon terus mengulas senyum lebar di wajah tampannya.


"Kenapa Anda memilih Kolonel Jake, Non?" tanya Leon dengan tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku menyukai tantangan. Hidup akan monoton tanpa tantangan. Awalnya aku hanya mencari tantangan untuk menaklukkan Jake karena, Jake pernah bilang, dia nggak akan pernah berkencan dengan wanita rumahan yang bekerja kantoran. Jake orangnya liar, bisa dikatakan seorang bad boy, tengil, hidupnya penuh bahaya, tidak suka dengan aturan. Dan memang aku lihat, dia seringnya berkencan dengan cewek-cewek tak beraturan pula"


Leon dan Amanda terkekeh geli mendengarkan kata cewek tak beraturan.


Bryna ikutan terkekeh geli dan kembali berkata, "Tapi, lambat laun aku justru semakin menyukainya dan akhirnya kita pun jadian. Aku berhasil menaklukkan si bad boy yang bernama Jake tapi, aku juga menjadi takluk padanya, hehehehehe"


Hati Leon sedikit teriris perih karena cemburu. Walaupun ia telah merelakan Bryna tapi, hati kecilnya masih belum bisa berbohong kalau dia masih sedikit mengharapkan Bryna Asmarani Darmawan.


Akhirnya Leon, Amanda dan Bryna sampai di dermaga. Leon memarkirkan mobilnya agak jauh dari dermaga karena, Leon memang orang yang super berhati-hati di dalam segala hal.


"Kenapa jauh banget parkirnya? Kita nggak bisa lihat apa-apa dari sini" Bryna menepuk keras bahunya Leon.


"Saya nggak ingin kita ketahuan kalau kita terlalu dekat, Non" Leon menoleh ke Bryna dengan mendelik kesal.


Dan saat Leon dan Bryna menoleh ke jok belakang, mereka saling pandang dan memekik secara bersamaan dengan wajah panik, "Manda mana?!"


"Sial!" Leon meraup kasar wajahnya dan melepas sabuk pengamannya dan bergegas turun dari dalam mobilnya sambil celingukkan mencari sosok Nyonya besarnya.


Bryna menyusul Leon dan ia menghela napas panjang, "Manda ternyata masih gegabah seperti dulu. Dia nggak pernah berpikir panjang kalau ingin menolong orang. Kenapa aku bisa lupakan hal sepenting ini?"" Sahur Bryna sambil berkacak pinggang berdiri di sebelahnya Leon.


"Dan saya yang akan mampus kalau sampai Nyonya kenapa-kenapa. Tuan Barnes akan mencincang saya dan itu pasti"


Bryna menepuk bahunya Leon, "Tenang! Kita berpencar mencari Manda, kau ke sana dan aku ke sini!"


"Tidak Non! Kita cari bersama-sama saja. Saya juga nggak ingin kehilangan Anda" Leon menahan lengannya Bryna.


Bryna menghela napas panjang dan berucap, "Oke! Kita cari sama-sama"


Teguh mengetuk kaca mobilnya Barnes. Barnes dan timnya saling pandang lalu mengernyit. Jake berbisik, "Sial! Si tua itu hapal dengan mobilmu. Kenapa kita pakai mobilmu tadi, sial!"


Barnes mendengus kesal lalu ia menegakkan dirinya, membuka pintu dan keluar dari dalam mobilnya.


Barnes mendapatkan sorot mata dan senyuman ambigu dari Jendral Teguh.


*Kau berhadapan dengan Ular Beludak, Barnes, bersiaplah untuk mati. Batin Jendral Teguh.


Kau berhadapan dengan Rajawali, Teguh. Waspadalah! Batin Barnes*.

__ADS_1


__ADS_2