Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Aman Terkendali


__ADS_3

Amanda, Jake dan Bryna menuju ke kamar di mana sinyal Barnes menunjukkan keberadaannya Barnes. Sementara Joy, Jude, Jorge dan Jordy, berpencar mencari keberadaannya Duscha Igor.


Keadaan Duscha dan Barnes sama terdesaknya oleh keinginan liar di luar pikiran sehat mereka dan oleh godaan mengerikan dari wanita cantik dan seksi. Bedanya, Barnes memejamkan kedua kelopak matanya dengan rapat sedangkan Duscha membeliakkan matanya sambil terus berteriak lemas, "Hentikan!"


Wanita asing itu tersenyum, ia menggenggam bagian tubuh Barnes yang tegang dengan sebelah tangan lalu menyapukan kuku-kukunya yang berkutek ke dada Barnes yang tidak terbalut satu helai kain pun, "Aku menggemari dada berotot seperti ini dan aku menyukai titik sensitif kamu yang tegang dan tampak luar biasa ini"


"Hentikan! dengarkan aku.....siapapun kamu, aku akan bayar kamu lebih mahal jadi, kumohon hentikan! Jangan menyentuhku lagi!" Barnes berucap dengan nada bergetar karena ia bisa merasakan, dirinya bisa meledak kapan saja dan dia tidak mau meledak dengan wanita lain. Ia hanya ingin meledak dengan istrinya.


"Aku tak sabar ingin mencicipimu, Tuan tampan. Setiap inci tubuh kamu yang sempurna ini. Aku ingin kau memekik puas di dalam mulutku"


Barnes berusaha bergerak untuk menahan mulut wanita itu tapi, gagal. Barnes mengerang frustasi karena seumur hidupnya, Barnes belum pernah tak berdaya seperti ini.


Brak! Jake menendang pintu kamar yang diyakini ada Barnes di balik pintu itu.


Mereka bertiga, Amanda, Bryna dan Jake,langsung dipertontonkan adegan film dewasa yang sangat panas. "Oke, canggung nih"


Bryna tercekat napasnya dan mematung melihat saudara kembarnya mengerang pasrah dengan kedua mata tertutup dan terus bergumam, "Tolong hentikan!" di bawah kendali mulut wanita asing yang tidak terbalut satu helai kain pun.


Dan brak! Amanda membenturkan kursi kayu ke tubuh wanita yang tengah berjongkok dan asyik bermain di titik sensitif suaminya.


Wanita itu langsung pingsan dan Amanda langsung menarik ke atas ritsleting celana panjang kain yang dipakai oleh suaminya lalu ia peluk suaminya, "Sayang, ini aku"


Jake menoleh ke Bryna, "Tubuhnya polos. Tolong ambilkan selimut untuk membungkus tubuhnya"


Bryna langsung berlari ke ranjang dan kembali ke Jake dengan menyodorkan selimut.


"Boleh aku menyentuh dan membungkus tubuh polosnya dengan selimut ini?" Jake menatap Bryna.

__ADS_1


Bryna mendengus kesal lalu ia berjongkok dan membungkus tubuh polos wanita yang tadi asyik bermain di tubuhnya Barnes dengan selimut besar. Lalu ia menyeret tubuh wanita itu sampai keluar dari dalam kamar sambil berkata, "Kita tinggalkan Barnes dan Manda dulu, ayok kita keluar!"


Jake bergegas mengikuti Bryna dan menutup pintu kamar itu.


Barnes bergetar tubuhnya dan ia bergumam lirih, "Aku tidak berhalusinasi, kan? Aku bener-bener mendengar suara istriku?"


"Iya ini aku, suamiku. Buka mata kamu"


Barnes membuka pelan kedua kelopak matanya, ia tersenyum lega dan bertanya, "Ini beneran Manda?"


Amanda berucap, "Iya" sambil melepaskan ikatan di tangan suaminya.


Setelah ikatannya lepas, Barnes langsung menarik tengkuknya Amanda untuk mencium bibir istrinya itu.


Joy berhasil menemukan Duscha dan ia langsung menendang wajah wanita yang tengah mencumbu Duscha sampai wanita asing itu terjungkal ke belakang dan jatuh pingsan.


Duscha langsung ambruk dan bersimpuh di atas lantai. Joy langsung memeluk Duscha, membantu Duscha berdiri lalu memapah Duscha menuju ke kasur. Joy membantu Duscha merebahkan diri di kasur dan Duscha menarik tangan Joy sampai Joy jatuh di atas dadanya Duscha yang polos.


Joy segera menghubungi timnya.


"Aku membutuhkanmu saat ini juga, Sayang" Barnes berkata dengan napas menderu. Dan dengan terengah-engah ia berkata, "Aku rasa aku sudah tidak sanggup lagi menahannya. Wanita itu menyuntikku dengan cairan aneh dan cairan itu membuatku menjadi seperti ini"


Amanda menarik napas dalam-dalam, kemudian menerjang tubuh suaminya, memeluknya erat. Tubuh Amanda terasa empuk di tubuh Barnes. Amanda mulai menyentuh,bergerak dan Barnes kehilangan kendali diri yang memang sudah lemah sejak tadi.


Barnes mengaitkan tangan di rambutnya anda saat Amanda bergerak ke bawah, membuka kembali ritsleting celana panjang kain yang dipakai oleh suaminya kala itu lalu ia bermain di bagian tubuh suaminya yang tegang sedari tadi.


Barnes mendesis, "Manda......Sayang, ini benar-benar gila! Tapi, apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


"Aku baik-baik saja suamiku, sungguh"


Meskipun Barnes merasakan kenikmatan yang luar biasa, namun ia tetap merasa bersalah pada Amanda dan merasa kalau apa yang dilakukan Amanda salah.


Lima menit kemudian, Barnes mengerangkan kepuasan ke udara bebas lalu ia menarik Amanda untuk ia peluk dengan erat sembari berucap, "Terima kasih, Sayang. Aku akan membalasmu ribuan kali kenikmatan nanti"


Amanda terkekeh geli lalu ia membantu suaminya untuk berpakaian dan memapah suaminya yang masih lemas, keluar dari dalam kamar itu.


"Kok cepat?" tanya Jake secara spontan dan Bryna langsung menepuk keras bahunya Jake. Jake terkekeh geli lalu mereka berempat keluar dari dalam hotel tersebut bertepatan dengan datangnya pasukan khusus yang dikirim oleh Jendral wanita saingannya Jendral Teguh.


Semua orang yang ada di dalam hotel tersebut ditangkap dan semua barang terlarang yang ada di dalam hotel tersebut disita lalu hotel yang memiliki aura gelap itu disegel oleh pihak berwajib.


Joy masih merah wajahnya saat ia teringat pernyataan cintanya Duscha dan saat ia teringat rasa dari ciuman pertamanya. Joy lalu tersenyum.


Ketiga Jays lainnya, menatap Joy dengan heran. Mereka bertiga saling pandang dan Jorge langsung bertanya, "Kau berpikiran mesum ya Joy? Wajah kamu merah dan kamu senyum-senyum nggak jelas kayak gitu"


Joy langsung mendaratkan tendangannya ke tulang keringnya Jorge dengan wajah kesal, Jorge mengaduh kencang, Jude dan Jordy langsung terkekeh geli.


Duscha dan Barnes langsung ditangani oleh petugas medis begitu mereka sampai di ruang Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit terdekat.


Amanda, the five Jays dan Bryna menunggu di ruang tunggu.


Beberapa menit kemudian, dokter jaga menemui mereka, "Untung mereka segera dibawa kemari dan mendapatkan penanganan kalau tidak, syaraf mereka bisa putus karena pengaruh cairan terlarang yang masuk ke tubuh mereka dan mereka bisa mengalami kelumpuhan atau bisa jadi meninggal seketika"


Amanda bergidik ngeri, "Aku harus mencari Teguh dan bikin perhitungan karena dia sudah berani mencelakai semua orang yang aku cintai"


Bryna langsung memeluk Amanda dan menenangkan Amanda sambil terus berucap, "Biarkan pihak berwajib yang menangkap Teguh dan biarkan hukum yang bikin perhitungan sama Teguh. Kalau kau pergi, gimana dengan Barnes dan Kakak kamu?"

__ADS_1


Amanda lalu menangis dan memeluk erat tubuh Bryna.


Jake dan the five Jays langsung pergi untuk melanjutkan misi mereka setelah tahu, Komandan mereka dan Duscha Igor berada dalam kondisi aman terkendali.


__ADS_2