Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Aku Memaafkanmu


__ADS_3

Silvia bangun dengan linglung karena Noah memberikan pil hilang ingatan pemberiannya Amanda. Alhasil, setelah meminum pil itu, Silvia bangun dengan linglung dan lupa akan kejadian yang dia alami beberapa jam sebelumnya.


Putri tunggal bos mafia yang berada di dalam daftar pencarian orang kelas atas itu, duduk di tepi ranjang, memegang kepalanya dan bergumam, "Kenapa kepala dan badanku sakit semua? Apa yang terjadi?"


Lopez yang duduk di bangku langsung menyahut, "Anda pasti habis bermimpi main futsal, Bos"


Silvia langsung mendelik ke Lopez dan bertanya, "Kenapa kau yang ada di sini? Seharusnya Reeds, kan yang menemaniku di sini? Mana Reeds sekarang?"


"Bos Reeds sedang menyiapkan teman-teman untuk menyambut kedatangan bos besar. Besok pagi bos besar sampai di bandara dan menuju ke dermaga untuk bisa segera meluncur ke sini" Sahut Lopez.


"Oke. Baiklah. Sekarang tinggalkan aku! Aku ingin sendirian" Sahut Silvia.


"Baik, Bos" Lopez bangkit berdiri dan saat ia membuka pintu kamar, Silvia berteriak, "Tunggu! Kalau kamu ketemu Reeds, suruh Reeds segera ke kamarku kalau ia sudah selesaikan pekerjaannya"


"Oke, Bos" Sahut Lopez.


Barnes, Amanda, Jake, Bryna, Duscha, dan Joy menyambut kedatangan the three Jays di vila megah peninggalannya Moses Elruno, untuk memulai misi mereka menghadang Michael Posh, nama asli dari Michael Kors.


Barnes memerintahkan Noah Baron dan timnya untuk menyita semua barang ilegal dan haram yang ada di pulau pribadinya Michael Kors. Sedangkan Barnes, walaupun sudah pensiun, tetap bekerja keras bersama timnya untuk menemukan Bening.


Amanda, Bryna dan Barnes menunggu di bandara sedangkan Duscha dan the five Jays, menunggu di dermaga.


Amanda mencoba masuk ke dalam pikirannya Michael Posh saat ia melihat pria itu berjalan ke ruang tunggu VVIP dengan pengawalan cukup ketat.


Amanda lalu mendelik dan bergumam, "Bening ada bersama dia. Tapi, Bening dibawa langsung ke dermaga. Untuk mengecoh kita dan pihak berwajib, Michael menyusul belakangan"


Barnes dan Bryna menghela napas lega dan berucap secara bersamaan, "Syukurlah Bening masih hidup"


Amanda tersenyum lebar saat ia menatap Barnes dan Bryna.

__ADS_1


"Kenapa kau menatap aku dan Barnes dengan senyum itu?" Tanya Bryna sembari ikutan mengulas senyum di wajah cantiknya.


"Kalian memang selalu kompak. Tidak ada yang bisa mengalahkan kedekatan saudara kembar sekalipun itu istri ataupun suami mereka. Aku tersenyum karena, aku selalu salur dengan kedekatan dan kekompakan kalian" Sahut Amanda.


"Kompak apa, cih! Aku dan Barnes itu beda jauh. Dia dingin dan aku ramah" Sahut Bryna


Barnes langsung bangkit berdiri lalu berlari dan dia mengabaikan percakapan yang terjadi di antara Bryna dan Amanda. Bryna dan Amanda sontak bangkit berdiri dan mengikuti laju larinya Barnes.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Bareng langsung melajukan mobilnya untuk mengikuti mobil yang membawa orang yang mirip dengan Michael Posh. Barnes mengendarai mobilnya dan berucap, "Orang yang ada di ruang tunggu VVIP bukan Michael Posh"


"Hah?! Bagaimana mungkin? Aku bisa membaca pikirannya dan dia Michael Posh" Sahut Amanda.


"Apa mungkin kalau Michale Posh mengetahui bakar spesial kamu dan dia mengecoh kita? Jangan-jangan Bening......." Bryna langsung termangu dengan mata berkaca-kaca.


"Nggak! Putri angkatku masih hidup. Aku bisa merasakannya" Sahur Amanda.


Sementara itu, Batari sudah mulai bekerja di rumah sakit sebagai dokter umum. Anak remaja yang bernama Alex, dia daftarkan ke sekolah swasta terbaik dan dia menyuruh asisten pribadi papanya untuk mengantar jemput Alex.


Batari mengenakan sepatu pemberian dari Noah Baron waktu dia keseleo pas mencari jejak di acara kemah Pramuka. Sepatu kesayangannya Batari lepas dan jatuh ke bawah saat ia terpeleset lalu keseleo. Noah mengganti sepatunya di keesokan harinya, namun bukannya berterima kasih, Batari justru semakin kesal.


"Noah! Sepatu yang kau beli ini sebenarnya bekas atau baru, sih?" Batari melotot ke Noah kala itu.


"Baru dong. Masak aku kasih kamu sepatu bekas. Ini Sepatu mahal dan masih ada label harganya biar kamu tahu berapa harganya dan bisa menghargai pemberianku" Noah mendelik ke Batari.


"Tapi kenapa kegedean? Ukuran sepatuku, tuh tiga puluh enam, kenapa kamu beli ukuran tiga puluh tujuh?" Batari melepas sepatu itu dan langsung bersedekap sambil merengut.


Noah berucap dengan santai, "Kita masih remaja. Masih di dalam masa tumbuh kembang. Jadi, aku memang sengaja beli ukuran tiga puluh tujuh, biar bisa kamu pakai terus sampai ukuran kaki kamu berhenti di tiga puluh tujuh"


"Noah Baron! Kau........" Batari langsung memukulkan tutup kardus sepatu pemberiannya Noah ke bahunya Noah beberapa kali.

__ADS_1


Noah mengaduh lalu berkata sambil bangkit berdiri dan menahan tangannya Batari, "Dari kecil kau selalu ngoceh ingin jadi Istriku, tapi kok selalu kasar dan marah sama aku kayak gini. Hiiihhh! Belum jadi suami kamu aja, aku udah merinding ketakutan"


Batari langsung menendang pantatnya Noah sambil mendelik dan Noah langsung berlari menjauh sambil tertawa dan berteriak, "Kejar aku kalau bisa!"


Batari hanya bisa menatap Noah dengan wajah kesal karena, kakinya keseleo dan belum bisa dipakai berlari untuk mengejar Noah kala itu.


Dan saat Batari sudah pas di sepatu pemberiannya Noah itu, Noah menembaknya untuk menjadi pacarnya, di hari sweet seventeen-nya.


"Dok, pasien Anda menunggu resepnya" Suara seorang perawat membuyarkan lamunannya Batari dan Batari sontak berdeham dan menuliskan resep untuk pasien pertamanya di hari itu.


Terjadi baku tembak di pulau pribadinya Michael Posh dan Silvia mati tertembak karena, Noah lebih memilih menyelamatkan Lopez yang sudah banyak berjasa di kehidupannya Noah, selama Noah tinggal di pulau itu.


Dan di saat Michael Posh meradang penuh amarah, putrinya tertembak mati dan dia mengetahui kenyataan bahwa Reeds, orang kepercayaannya, ternyata seorang polisi, agen rahasia, sontak mengarahkan moncong pistolnya ke Noah dan membidik Noah.


Bening yang mengetahui niat dari Michael Posh, berlari untuk menghadang peluru dan melindungi Noah. Bening tertembak dan Barnes langsung menendang Michael Posh.


Noah tersentak kaget dan langsung berputar badan untuk berlari cepat menangkap tubuhnya Bening yang mengeluarkan banyak darah di bagian dada. Noah langsung berkata, "Kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu sangat bodoh!" Noah berteriak frustasi sembari mencoba menghentikan pendarahan di dadanya Bening dengan cara menutup dada itu dengan telapak tangannya.


Bening terbatuk-batuk dan berkata dengan lemah, "Iya. Cinta itu memang bodoh"


"Jangan banyak bicara! Kamu akan selamat Bening. Jangan banyak bicara!" Noah mulai panik dan berteriak, "Tolong bawa Bening segera ke kapal dan bawa ke rumah sakit"


Bening mengangkat tangannya untuk mengusap pipinya Noah dan berkata, "Aku sudah hina dan kotor. A......aku....uhuk-uhuk!"


"Jangan bicara lagi! Kamu harus segera dibawa ke........."


"Sudah.......uhuk-uhuk..... nggak ada waktu lagi. Uhuk-uhuk, Aku ini hina dan kotor.........a.....aku....tidak layak untuk hidup. Maafkan aku. Uhuk-uhuk, aku udah merusak hubungan kamu dengan Batari. Batari tidak pernah selingkuh. Aku yang membuat foto Batari dengan teman sekelasku kala itu, aku yang mengirimkan foto-foto itu ke email kamu. Dan......dan....a......aku juga yang......yang......membuang ponselnya Tari. I.....itu aku lakukan karena, a.....aku ingin kalian pisah dan........" Bening mulai terengah-engah dan mata Bening mulai meredup. Noah langsung berkata, "Aku memaafkanmu. Bening, dengar! Aku memaafkanmu!"


Bening tersenyum dan terkulai lemas, lalu Bening menghembuskan napas terakhirnya di dalam dekapannya Noah Baron, laki-laki yang selalu ia cintai sampai ajal menjemputnya.

__ADS_1


__ADS_2