Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Terungkap


__ADS_3

Nehemia pergi ke rumahnya Silvia. Dia dipercaya masuk karena penjaga di rumahnya Silvia tahu kalau Nehemia adalah calon suaminya Silvia.


"Silvia menyuruh aku mengambil berkas di kamarnya"


kepala pengurus rumahnya Silvia menyahut, "Boleh saja. Tapi, kamar Nona Silvia dipasangi pintu yang pakai pin. Saya nggak tahu pin-nya"


"Saya tahu. Silvia kasih tahu saya tadi. Boleh saya ke sana?" Nehemia terpaksa berbohong demi kebalikan bersama.


"Silakan"


Nehemia mencoba memasukkan pin berupa deretan angka tanggal jadian dia dan Silvia dulu dan dia berhasil membuka kamar Silvia dengan pin itu. Nehemia masuk ke dalam kamarnya Silvia sambil bergumam, "Sial! Dia pakai tanggal jadianku dulu dengannya sebagai pin untuk masuk ke dalam kamarnya. Dasar wanita gila. Tapi, aku juga masih ingat tanggal jadian kami. Berarti, aku juga gila, dong, hehehehe"


Nehemia seketika mematung saat ia melihat ada banyak peralatan elektronik di dalam kamar itu. Nehemia sontak bergumam, "Ini kamar atau toko elektronik, sih? Lalu, untuk apa Silvia memasang banyak alat eletronik di dalam kamarnya?"


Nehemia melangkah masuk lebih dalam dan saat ia meraba-raba buku di rak buku, tanpa sengaja dia menyentuh sebuah buku dan rak buku itu terbuka lebar. Nehemia langsung mematung. Di dalam ruangan itu terdapat foto besar yang tergantung di dinding. Foto seseorang denganku ah hitam kedodoran dan topeng bermoncong yang menutupi seluruh bagian kepala. Lalu, di dalam ruangan itu juga terdapat banyak sekali beraneka jenis senjata api dan senjata tajam.


Hal yang membuat Nehemia yakin kalau Silvia adalah The Rat adalah papan tulis putih yang penuh dengan tempelan foto dirinya, foto Barnes Adiwilaga Darmawan bersama timnya, foto Batari, foto Dito, dan Nehemia refleks membaca tulisan besar yang ada di bagian bawah papan tulis putih itu, "Target The Rat selanjutnya adalah menculik Dito setelah The Rat berhasil menikah dengan Nehemia Baron"


"ih! Jijik banget kalau aku harus nikah sama tikus, hih!" Nehemia langsung bergidik ngeri. Lalu, pria tampan yang lebih mirip dengan mamanya ketimbang papanya itu, langsung mengambil rekaman ruang rahasia itu dengan kamera yang ada di telepon genggamnya sambil bergumam, "Sial! Silvia ternyata beneran The Rat yang selama ini dicari oleh semua kepolisian di seluruh dunia. Kalau aku serahkan rekaman ini ke polisi, aku bisa terkenal karena bisa mengungkap siapa The Rat yang sebenarnya dan aku bisa membuka kantor detektif bareng Kak Noah saat kita pensiun nanti, hehehehe"


Noah masih berputar-putar di sekitar area hotel The Baron.


"Om, aku bisa merasakan keberadaannya Kak Tari. Om belok kanan, gih!"


Saat Noah membanting setirnya ke kanan, Lopez tiba-tiba meneleponnya.


"Halo ada apa?" Ucap Noah setelah ia memasang headset nirkabelnya.


"Aku ada di sebuah rumah besar. Aku berhasil mengikuti Silvia. Dia memakai jubah hitam kedodoran pakai masker bermoncong dan masuk ke dalam rumah. Aku semakin penasaran, tapi aku nggak berani masuk sendiri. Aku butuh bantuan"


"Oke. Bagikan lokasi kamu ke aku sekarang juga!"

__ADS_1


Noah melihat lokasinya Lopez dan menoleh ke Dito, "Lokasinya Om Lopez juga ada di jalan ini. Apa itu berarti, Tante Tari ada di rumah yang tengah diintai oleh Om Lopez?"


"Bisa jadi".Sahut Amanda. "Wah, Dito memang hebat. Terima kasih udah menemukan lokasinya Tante Tari" Amanda mengusap kepalanya Dito dan Dito langsung menyahut, "Sama-sama Oma"


"Aku udah bisa.merasakan kalau Silvia itu nggak beres" Sahut Amanda.


"Iya, Tante benar. Semoga Tari dan janinnya baik-baik saja" Noah berucap sembari menekan dalam-dalam pedal gas mobilnya.


Orang berjubah hitam kedodoran dengan masker bermoncong yang menutupi semua bagian kepalanya itu, duduk di depan Batari.


Batari yang ditutup kedua matanya tidak bisa melihat, namun dia bisa merasakan kalau ada orang yang duduk di depannya. Batari sontak bertanya, "Apakah kamu The Rat?"


Suara bas yang dalam menyusup masuk ke dalam pendengarannya Batari, "Iya"


Ternyata The Rat itu cowok. Hemi salah dong kalau ia menduga The Rat itu Silvia. Batin Batari.


"Berani benar kamu memakai bahasa informal denganku?" Suara bas yang sangat berat kembali terdengar di telinganya Batari.


"Untuk apa aku menghormati penjahat seperti kamu. Kamu udah menculik anak-anak di bawah umur, mengeksploitasi mereka sesuai hati kamu dan kamu berbisnis narkoba. Kamu penghancur masa depan bangsa. Untuk apa aku menghormatimu, cih!"


Cephas sontak menyemburkan protes, "Jangan tampar sandera! Dia hamil"


"Cih! Aku tidak peduli kalau dia keguguran" Sahut The Rat.


Cephas langsung merinding dan secara spontan menoleh ke Alex. Alex mengangguk pelan sebagai tanda kalau Batari terancam keselamatannya, mereka akan bergerak nekat melindungi Batari walaupun nyawa taruhannya.


Batari menyemburkan darah asin yang masuk ke mulutnya ke arah depan dan semburan itu terciprat ke topeng yang dipakai oleh The Rat.


The Rat langsung menggeram dan saat ia hendak bangkit berdiri, Batari berucap, "Maaf kalau semburanku mengenai kamu. Aku, kan, tidak bisa melihat saat ini. Kedua mataku ditutup pakai kain"


The Rat mengurungkan niatnya untuk bangkit berdiri. Lalu, ia berucap, "Aku akan tinggalkan kamu. Kita akan ketemu lagi setelah pernikahannya Noah Baron digelar"

__ADS_1


"Walaupun kamu itu seorang penjahat, tapi aku yakin kalau kamu itu tuan rumah yang baik" Sahut Batari.


"Apa maksud kamu?" Sahut The Rat.


"Aku haus. Bolehkah aku meminta kamu memberikan air ke aku?"


The Rat terkekeh geli lalu ia menoleh ke Cephas dan berkata, "Ambilkan satu botol air mineral"


"Dingin, please" Sahut Batari.


"As you wish" Sahut The Rat sembari mengangguk ke Cephas.


Cephas bergegas berlari untuk mengambilkan air mineral dingin.


The Rat menyerahkan botol air mineral dingin ke Batari sambil berkata, "Ini minumlah!"


"Kau bodoh atau buta?!" Pekik Batari kesal.


"Kau! Kau berani mengataiku? Kau......"


"Aku diikat dan mataku ditutup mana bisa aku minum sendiri"


"Lalu?" Suara bas dan dalamnya The Rat terdengar kesal.


"Bantu aku minum dengan kedua tangan kamu. Atau kamu mau lepaskan ikatan aku dan buka penutup mataku?"


"Cih! Dasar perempuan menyebalkan" The Rat bangkit berdiri untuk membantu Batari minum.


Cephas dan Alex semakin meninggikan level tingkat kewaspadaan mereka. Mereka berdua takut kalau The Rat nekat mencekik Batari. Cephas dan Alex tidak mengetahui kalau Batari sudah berhasil melepas ikatan tali di pergelangan tangannya karena Cephas memang tidak mengikatnya terlalu kencang.


The Rat mendekat dan dia membantu Batari minum. Saat itulah kesempatan yang dirasa Batari sangat bagus untuk melakukan serangan dan menarik topengnya The Rat.

__ADS_1


Bret! Ikatan di tubuh Tari terbuka dan dengan sigap, Batari berhasil menarik topengnya The Rat dan semua orang yang berada di dalan ruangan itu, seketika mematung, termasuk The Rat. Batari langsung mengangkat kaki kanannya untuk menahan tubuhnya The Rat sambil melepas kain yang menutup matanya.


The Rat dan Batari bersitatap dalam kebekuan mereka.


__ADS_2