Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Pergi Dinas


__ADS_3

"Kita jalan-jalan aja kalau gitu, yuk! Aku pengen ambil foto berdua dengan kamu di setiap momen kita"


"Oke. Aku mau mandi dulu. Gerah lagi habis kerja online" Sahut Dito.


"Aku udah mandi belum, sih? Kok, lupa" Cantika mengerling manja.


"Oh! Mau mandi bareng, nih?"


Cantika langung manggut-manggut dengan senyum manja.


Dito langsung membopong Cantika dan langsung berlari menuju ke kamar mandi dengan tawa riang.


Dua jam kemudian, dua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah penuh tawa. Mereka asyik bermain air di bathtub sampai lupa waktu.


"Kita mau ke mana dulu?"


"Makan"


"Oke. Mau makan di hotel ini atau keluar?"


"Keluar dong. Namanya aja jalan-jalan, ya, mestinya keluar, Dito Sayang" Cantika mengecup bibir Dito dengan gemas.


"Lho, sekarang aku nanya. Dari kamar ke restoran yang ada di hotel ini kita jalan nggak?" Ucap Dito sambil menutup pintu kamar lalu memasukkan kunci chip kamar tersebut ke saku celana jinsnya.


"Iya" Sahut Cantika sambil menggelungkan kedua tangannya ke lengan Dito.


"Berarti ini udah termasuk jalan-jalan, kan" Dito mengulum bibir menahan tawa dan Cantika langung mencubit pinggang Dito dengan gemas.


Dito mengaduh lalu tertawa lepas sambil berkata, "Kamu makin cantik kalau manyun kayak gitu" Dito langung menunduk untuk mengecup bibir Cantika.


Cantika langsung tersenyum lebar dan mengajak Dito melangkah lagi.


Setengah jam kemudian, Cantika berteriak, "Berhenti Dito!"


Ckiiiitttt! Dito mengerem dadakan mobilnya dan sontak menoleh ke Cantika dengan wajah panik "Ada apa?" Dito kemudian dengan pelan meminggirkan mobilnya di area bebas parkir.


"Aku pengen makan mie ayam di pinggir jalan itu" Cantika meringis ke Dito.


"Astaga! Bikin kaget aja. Kalau mau mie ayam itu bilang dari tadi. Aku nggak berhenti dadakan di tengah jalan. Untung aja jalannya sepi"


"Lha aku nggak tahu kalau ada mie ayam di pinggir jalan itu. Maaf"


Dito mengusap pelan rambut Cantika dan berkata, "Udah lupakan aja! Cuma lain kali jangan diulangi lagi"


"Hmm"


"Ya, udah ayo kita turun dan nyebrang ke sana"

__ADS_1


"Hmm"


"Berarti kamu belum pernah makan mie ayam di pinggir jalan itu?"


"Belum" Cantika menggelengkan kepalanya.


"Enak nggak? Nanti nggak enak"


"Kalau ramai kayak gitu pasti enak"


"Belum tentu. Bisa jadi nggak enak, tapi murah, jadinya rame karena murah bukan karena enak" Sahut Dito.


"Udah kita coba aja dulu. Kalau nggak enak besok nggak usah ke sini lagi kalau enak besok kita ke sini lagi" Cantika berbisik di telinganya Dito kemudian ia menarik tangan Dito untuk buruan duduk di bangku yang telah kosong.


"Hmm" Sahut Dito sambil mengusap kepalanya Cantika dengan penuh cinta.


"Gimana? Enak?" Tanya Dito sebelum ia menyendok mie ayam yang sudah tersaji di depannya.


"Hmm" Cantika mengacungkan ibu jarinya.


Dito membuka mulutnya, "Aaaaaaa"


"Kamu, kan, punya sendiri, tuh. Kenapa minta punyaku. Aku kurang nanti"


Dito langsung merapatkan bibirnya dan berkata, "Sejak kapan kamu pelit kayak gini?"


Dito langsung membuka mulutnya dengan wajah semringah.


"Pengantin baru, ya, Mas, Mbak?" Tanya seorang Ibu yang duduk satu meja dengan Dito dan Cantika.


Dito cuma menganggukkan kepala dan tersenyum ke Ibu itu.


"Iya, Bu" Sahut Cantika. "Tampan, kan, Suami saya?"


"Iya. Sangat tampan"


Dito sontak berbisik ke telinga Cantika, "Kamu nggak cemburu suami kamu dibilang tampam sama wanita lain?"


Cantika berbisik ke telinga Dito, "Nggak"


"Kenapa" Bisik Dito.


"Kan, yang bilang ibu-ibu. Kalau yang bilang mbak-mbak cantik dan seksi barulah aku menyingsingkan lengan bajuku" Bisik Cantika.


Dito langsung menoel pucuk hidungnya Cantika sambil berkata, "Dasar"


Di kedai mie ayam, Cantika tidak lupa berselfie-ria dengan Dito, lalu mengajak Dito ke mall. Dia ingin bermain ice skating di sana. Dia ingin mengajari Dito bermain ice skating karena Dito tidak bisa bermain ice skating.

__ADS_1


Beberapa kali Dito terjatuh dan Cantika langung berkata, "Udah ah! Capek ngajarin kamu, nggak bisa-bisa"


"Aku lebih suka diajarin kamu aktivitas yang lainnya daripada ini"


Setelah mengajak Dito berselfie-ria, Cantika langsung berkata, "Kita balik ke hotel aja. Aku akan ajari kamu aktivitas lain yang lebih menantang"


"Apa itu?"


"Aktivitas ranjang" Bisik Cantika dengan mengedipkan matanya.


Dito langsung semringah. Namun, sesampainya di kamar hotel, Dito langsung manyun dan berkata, "Kok gini aktivitas di ranjangnya?"


"Lha main kartu ini dilakukan di mana?" Tanya Cantika sambil membagikan kartu ke Dito.


"Di ranjang"


"Berarti bermain kartu juga termasuk aktivitas di ranjang, kan?"


"Wah! Kamu mau membalas kata-kataku soal jalan-jalan tadi, ya, Babe?"


"Apa? Mana ada? Aku bukan tipe pendendam"


"Tapi, perhitungan iya" Sahut Dito.


Cantika sontak tertawa terbahak-bahak dan Dito manyun selancip-lancipnya.


"Aku berangkat ya" Ucap Dito yang kelima kalinya ke Cantika, namun Cantika masih saja nempel di badannya seperti seekor koala yang nempel di pohon.


"Hmm" Sahut Cantika yang kemudian mengajak Dito berciuman lagi.


Cantika tidak menghiraukan banyak pasang mata di bandara yang melihat tingkahnya.


Dito menarik bibirnya dari bibir Cantika dengan sangat terpaksa dan menurunkan Cantika dengan pelan di atas lantai bandara sambil berucap, "Sayang, aku harus buruan berangkat. Sekarang juga. Jaga diri baik-baik. Aku akan nelpon kamu tiap hari Sabtu" Dito mengecup kening Cantika dan berputar badan kemudian berlari meninggalkan Cantika sambil sesekali menoleh ke belakang untuk melambaikan tangannya.


Cantika kemudian merengut dan berputar badan untuk melangkah keluar dari bandara. Wanita cantik itu melangkah dengan malas-malasan karena di hari ketiga ia menikah, suaminya harus pergi berdinas ke luar negeri. Ke hutan yang kemungkinan besar sudah sinyal dan susah untuk dihubungi.


Cantika memegang kemudi mobilnya dan sebelum ia melakukan mobilnya ia bergumam, "Derita cewek yang bilang, Mister Polisi, yes I Do, ya begini ini. Selalu saja ditinggal berdinas. Kalau nggak ke luar kota, ya, ke luar negeri. Hufftttt!"


"Aku ke mana selanjutnya, nih? Ah! Sudahlah aku melaju saja ke mana mood menuntunku. Lagian nggak ada Dito mau ke mana aja males aku. Pulang juga males, sepi. Mana aku mulai kerja masih Minggu depan lagi. Aish! Kenapa juga Om Jorge dan Om Santo kasih Dito misi secepat ini. Apa mereka udah lupa rasanya jadi pengantin baru itu kayak gimana"


Di tengah jalan yang sepi di tengah hutan karet, tiba-tiba ada seorang wanita berambut pendek bergelombang menghadang mobilnya.


Ckiiiitttt! Cantika mengerem mendadak mobilnya dan langsung menautkan kedua alisnya sambil berkata, "Aku tidak menabraknya, kan?"


...Promosi novel baru...


__ADS_1


Cantika akan hadir di novel ini 😍


__ADS_2