Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Tidak Sesuai Kriteria


__ADS_3

Batari langsung mencubit pipi kanan Nehemia sambil berucap, "Berani benar kau jatuh cinta sama Kakak perempuan kamu, hah?!"


"Ouch! Aduh! Sakit, Kak! Ampun!" Nehemia meringis kesakitan.


Batari melepaskan pipi Nehemia lalu bersedekap.


"Oke, Kakak lebih menakutkan dibandingkan Mama kalau sedang marah"


"Aku nggak marah"


"Lalu, kenapa Kakak bersedekap dan cemberut kayak gitu?"


"Aku nggak marah"


"Tapi, kenapa Kakak nggak marah? Aku yang anak ingusan ini berani menyimpan perasaan ke Kakak"


"Apa kamu pengen aku marah?"


"Ten....tentu saja tidak. Tapi, rasanya aneh juga kalau Kakak nggak marah"


"Aku paham kalau cinta itu datang tiba-tiba dan nggak bisa kita tolak. Cinta itu wajar. Aku hargai kamu bisa menahan diri untuk tidak berniat nekat ke aku. Tapi,........."


"Tapi, apa?"


Batari memajukan sedikit wajahnya, "Maafkan aku, aku nggak bisa membalas cinta kamu karena kamu udah aku anggap sebagai adik kandungku sendiri. Untuk itulah aku beranikan diri untuk minta tolong sama kamu. Kamu masih mau menolongku, kan?"


"Tentu saja. Aku akan selalu ada untuk Kak Tari. Mau minta tolong apa, Kak?"


"Aku punya adik tingkat. Dia kuliah di kedokteran di bawahku dua semester. Namanya Jelita Pramesti. Dia mengundangku makan malam besok. Kalau aku datang sama Noah, kan, kasihan dia jadi obat nyamuk. Maukah kamu datang untuk menemaninya ngobrol?" Mata Batari mengerjap penuh harap dan senyum cantiknya membuat Nehemia kelu.


"Gimana? Mau,kan?"


"Apa Kakak ingin jadi Mak Comblang sekarang ini?"


"Hahahahahaha, kamu emang cerdas. Dengar! Aku nggak ingin kamu terus hanyut dengan perasaan cinta kamu untukku. Yeeaahh, terdengar aneh saat aku mengucapkannya, kesannya aku agak sombong, ya?"


Nehemia tersenyum geli dan menggelengkan kepala.


"Oke. Kalau gitu aku teruskan. Untuk bisa lepas dari perasaan cinta yang tak mungkin terwujud, kamu harus merasakan berjuang menaklukkan seorang gadis. Selama ini wanita yang mengejar kamu, kan? Kamu semakin dalam punya rasa ke aku, karena aku nggak pernah ngejar kamu dan aku sulit kamu raih. Maka dari itu, aku kenalkan kami ke Jelita Pramesti. Dia gadis lugu, yang manis, dan belum pernah berpacaran. Kalau kamu berhasil menaklukkan dia, maka aku jamin kamu bisa bebas dari perasaan cinta kamu ke aku"


"Begitu, ya? Apa Kakak punya fotonya Jelita?"

__ADS_1


"Ada" Batari menunjukan foto dia bersama dengan Jelita yang dia simpan di telepon genggamnya.


Nehemia melihat gadis yang benar-benar lugu dan polos. Jauh berbeda dengan penampilannya Batari. Jelita berkacamata dengan rambut berombak dan pendek sebahu.


Nehemia mengembalikan telepon genggamnya Batari sambil berucap, "Dia jauh dari kriteria cewek yang aku suka. Aku suka cewek berambut panjang, indah dan lurus kayak Kakak. Lha dia, berambut pendek dan berombak rambutnya. Dia juga berkacamata dan........"


"Rambut bisa dipermak, kacamata.juga bisa diganti dengan kontak lensa. Yang penting pribadinya"


Nehemia menghela napas panjang dan akhirnya mengalah dan berkata, "Baiklah"


Batari langsung menepuk pelan puncak kepalanya Nehemia sambil berkata dengan wajah serius, "Kalau kamu menolak, aku udah jitak kepala kamu ini alih-alih menepuknya pelan"


Nehemia terkejut geli dan bertanya, "Oke. Besok ketemuannya di mana dan jam berapa?"


Batari menarik tangannya dari atas kepalanya Nehemia sambil berkata, "Jam enam sore di Dapur Yummy"


"Baiklah. Tapi, kalau aku menyerah akan cewek ini, jangan jitak kepalaku"


"Hei! Kamu nggak boleh menyerah! Emangnya kamu mau jadi perjaka tua? Mencintaiku selamanya?"


"Kalau itu memang harus, aku nggak keberatan"


Batari langsung tersenyum lebar dan berkata, "Aku bukan ibu tiri yang kejam. Aku kasih kamu waktu satu tahun kalau kamu belum jatuh cinta juga sama Jelita bilang ke aku. Lalu, aku akan segera cari gantinya"


Nehemia menghela napas panjang dan berkata lemas, "Oke, terserah Kak Tari saja"


Nehemia mengantarkan Batari sampai di depan pintu mobil dan menunggu mobil Batari berlalu dari hadapannya barulah ia masuk ke mobilnya dan meluncur kembali ke kantor.


Sesampainya di rumah, Batari langsung menelepon Noah.


Noah yang tengah meeting besar di markas bosnya, langsung menolak panggilan itu dan bergegas mengirim pesan text, jangan telpon, kirim pesan text aja! Aku lagi meeting besar, nih.


Batari langsung mengirim pesan text yang panjang dan luasnya melebihi kebun tetangga. Begini pesan textnya Batari; Mas, aku lihat Hemi baru aja shock tahu tunangannya ternyata The Rat. Makanya aku ingin kenalin Hemi ke adik tingkatku. Anaknya manis, baik dan kuliah kedokterannya udah hampir lulus. Dia polos dan lugu, namanya Jelita Pramesti. Hemi setuju. Nanti sore jam enam kita double date di Dapur Yummy, ya?! Jangan bilang nggak bisa. Pokoknya harus bisa. Kalau nggak bisa, aku akan cemberut terus selama satu Minggu penuh dan nggak akan ajak kamu ngobrol selama berhari-hari. Aku yang selalu mencintaimu, mmuuaaahhh😘😘😘😘😘.


Lopez yang duduk di sebelahnya Noah melirik layar telepon genggamnya Noah lalu berbisik di telinganya Noah, "Itu pesan text apa cerpen?"


Noah menoleh ke Lopez dengan mengulum senyum menahan geli.


Noah segera membalas pesan text yang sangat panjang itu dengan singkat, "Oke😘"


Batari tersenyum lebar dan dia langsung mandi dan bersiap-siap. Setelah itu, dia turun ke bawah untuk menemui Dito dan langsung berkata ke Dito saat ia berhasil menemukan Dito tengah makan es krim di ruang makan, "Nanti ikut Tante, ya?"

__ADS_1


"Ke mana?"


"Ke Dapur Yummy"


"Oke!"


"Mama, kok, nggak diajak?" Amanda duduk di sebelahnya Batari dengan cemberut.


Batari mengelus pipi mama tercintanya dan berkata, "Mamaku sayang, ini misi penting. Aku menjodohkan Hemi dengan adik tingkatku. Kasihan Hemi"


"Kau sudah tahu soal perasaan dia, ya?"


"Udah. Aku nggak mau dia terus memelihara rasa itu. Untuk itu aku membuat misi ini"


"Mama setuju!" Amanda langsung mengacungkan ibu jarinya.


Noah terus melirik arlojinya karena ternyata meetingnya lebih lama dari yang dia duga. Padahal ia sudah terlanjur bilang oke ke Batari.


"Kenapa?" Tanya Barnes saat ia merasakan Noah gelisah dan terus melirik arloji.


"Udah jam empat. Saya harus segera pulang. Kalau nggak, Tari akan cemberut terus selama berhari-hari dan nggak ajak saya ngomong, Pa" Bisik Noah.


Barnes mengulum senyum geli, lalu berkata, "Pulang aja!"


"Tapi, meeting belum selesai"


"Aku akan bilang ke Bos kamu kalau kamu ada acara dengan Istri kamu. Tari lebih menakutkan kalau ngamuk dibandingkan dengan Bos kamu"


Noah mengangguk tanda setuju.


Barnes langsung tekekeh geli lalu berkata, "Ya, udah. Sana pulang!"


Noah langsung menepuk pundak papanya sambil berkata, "Terima kasih, Pa" Lalu ia berlari keluar dari dalam markas.


Jam lima tepat, Noah ada di depannya Batari dan langsung tersenyum lebar sambil berkata, "Aku belum telat, kan?"


"Hmm. Cepat mandi terus berangkat. Dito juga masih mandi" Sahut Batari.


Noah mencium pipi Batari lalu perutnya Batari dan berlari ke kamarnya untuk segera mandi.


Beberapa jam berikutnya, Noah, Batari dan Dito, telah duduk berhadapan dengan Jelita dan Nehemia.

__ADS_1


__ADS_2