Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Terikat


__ADS_3

Barnes yang memiliki refleks yang sangat bagus, sontak mendaratkan tendangan Dollyo Chagi andalannya di saat tangan kanannya John Murray menyerangnya dari arah samping. Tendangan mematikan yang bernama Dollyo Chagi merupakan jurus tendangan kuat pada bela diri taekwondo.


Barnes mengarahkan tendangannya ke arah samping dengan memutar telapak pada kaki 45 derajat. Dengan begitu pinggangnya ikut memutar, kemudian dengan kecepatan kilat ia menendang ke arah perut lalu ke arah kepala. Jurus andalannya Barnes yang sangat mematikan itu berhasil membuat tangan kanannya John Murray terhempas ke lantai dan langsung menggelepar tak berdaya.


Jake, Santo, dan Lopez berlari masuk ke dalam goa. Bryna langsung bangun dari posisi tengkurapnya dengan sikap siaga dan mengarahkan pistol ke mulut goa. Bryna lega saat ia melihat suaminya dan yang lainnya dalam keadaan selamat dan Bryna langsung mengunci pistol yang ia pegang lalu ia berlari untuk memeluk suaminya dan berkata, "Syukurlah kalian semua selamat"


Jake mengelus punggung istrinya dan berkata, "Itu karena Barnes dan teman-teman kita, telah berhasil menangkap John Murray dan untuk itulah anak buahnya John Murray mundur. Tapi, aku rasa bom yang aku tanam telah berhasil memakan beberapa anak buahnya Murray.


Bryna melepaskan diri dari pelukannya Jake untuk bertanya, "Lalu, di mana Noah, Batari, Dito, dan Danny?"


"Mereka dibuntuti. Aku rasa mereka saat ini udah menuju ke sini dan..........."


Ckkiittttt! Suara ban mobil yang berdecit memutus ucapannya Jake. Jake dan yang lainnya segera tengkurap, membuka kembali pengaman pistol mereka dan mengarahkan moncong pistol mereka, ke mulut goa.


Mereka bernapas lega saat mereka melihat Batari berlari masuk sambil mendekap erat tubuh mungilnya Dito dan Noah ada di belakangnya. Jake dan yang lainnya langsung bangun dan kembali mengunci pistol mereka masing-masing.


"Tolong jaga Dito!" Batari menyerahkan Dito ke Jake lalu dengan cepat ia berputar badan. Noah ikutan berputar badan sambil menoleh ke belakang dan berteriak, "Aku akan kecoh helikopter yang udah mulai dekat di area sini, Om!"


Jake memeluk erat Dito dan berteriak, "Hati-hati!"


Batari dengan polosnya melompat naik ke jok belakang mobil jeepnya Noah saat ia melihat Danny sudah duduk di belakang kemudi dengan mesin mobil yang masih menyala.


Noah sontak menyemburkan protes, "Tari! Kenapa naik lagi?"


"Aku akan ikut. Daripada aku mati kaku menunggu kamu di goa, lebih baik aku ikut! Cepat naik!" Batari berkata dengan napas menderu dan Noah hanya bisa menghela napas kesal lalu ia bergegas berlari mengitari mobil jeepnya untuk melompat naik di jok sebelahnya Danny. Danny langsung melajukan mobil jeepnya Noah setelah ia mendengar suara, bam! suara keras pintu mobil yang ditutup dengan tergesa-gesa.


Batari menyodorkan dua pil ke depan sambil berkata ke Noah, "Minum dulu obat antibiotik dan pereda nyeri. Kamu harus minum antibiotik dua kali sehari sampai habis!"


Noah menerima pil dari Batari dan langsung memasukkan semuanya ke dalam mulutnya. Batari lalu menyodorkan botol kecil air mineral, "Minum air ini biar obatnya nggak berhenti di tenggorokan, kalau tercekik bisa bahaya"

__ADS_1


Noah menerima botol air mineral itu dan langsung menenggaknya habis tanpa protes.


Batari tersenyum senang lalu bergumam sendiri, "Sekarang aku harus ngapain?"


Noah yang mendengar gumaman istri cantiknya sontak menoleh ke jok belakang untuk berkata, "Kau harus terus menunduk. Helikopternya sudah mulai mendekat"


Danny melihat ada gubuk bekas kandang ternak yang terbengkalai dan ia menoleh ke Noah, "Kita masuk ke sana gimana Bos?"


"Oke" Sahut Noah.


Mobil Jeep cantik miliknya Noah, berhasil masuk ke dalam kandang ternak tersebut sebelum helikopter tampak di sekitar mereka.


Helikopter yang memuat Mona dan empat orang anak buahnya John Murray beserta sang pilot, tengah berputar-putar di atas goa.


Jake menyuruh Dito jongkok di pojok goa dan ia menyusul yang lainnya untuk tengkurap dengan sikap waspada dan mengarahkan moncong pistol yang sudah terbuka pengamannya, ke mulut goa.


Jake dan yang lainnya kemudian menghela napas lega saat mereka mendengar helikopter akhirnya menjauh. Mereka kemudian bangun dan mengunci kembali pistol mereka masing-masing.


"Amin" Sahut Bryna, Jake, dan Lopez secara berbarengan.


Noah dan Danny segera melepas sabuk pengaman mereka. Danny segera melompat turun dari dalam mobil dan Noah menoleh ke belakang, "Dengarkan aku, Sayang! Dan jangan ngeyel!"


Batari menatap Noah dengan wajah serius dan berkata, "Katakan!"


"Kamu tunggu di sini sampai aku dan Danny ke sini lagi! Jangan keluar dari dalam mobil sebelum aku dan Danny datang ke sini dan memanggil nama kamu, oke?!" Noah mengelus pipinya Batari dan Batari menganggukkan kepalanya dengan cepat sambil berkata, "Oke!"


Noah lalu melompat turun dari dalam mobil dan berkata ke Danny, "Kita ke pondok di timur kandang ini!"


Danny dan Noah berlari ke pondok kecil yang ada di sisi timur kandang ternak tersebut tepat di saat helikopter mendarat.

__ADS_1


Mona melihat Danny dan Noah masuk ke dalam pondok dan ia langsung mengajak keempat anak buahnya Johny Murray untuk menyusul dua orang pria yang ia kenal yang masuk ke dalam pondok.


"Apa anak Bos ada di dalam kandang itu?" Tanya salah satu dari anak buahnya John Murray sambil berlari di sisi kanannya Mona. Mona menyahut, "Mungkin" Sambil terus berlari menuju ke pondok itu.


Dan lima belas menit kemudian, Noah terbangun dari pingsannya dan dia tidak bisa mengingat dengan jelas kenapa dia bisa terikat dengan kedua lengan di belakang punggung. Dia terikat sangat kencang dan ia mengumpat kesal saat ia hanya bisa menggerakkan kepalanya.


Noah mengernyit dan melihat ikat pinggangnya ada di atas meja dan dia mengumpat kesal saat ia melihat celana panjangnya telah turun hingga ke lutut dan kedua kakinya terikat tali nylon dengan posisi terbuka lebar. Noah melihat Danny tengah dipegangi oleh dua orang pria dan seroang wanita seksi berambut panjang menendang lutut Danny dan sepatu berhak tinggi dan Danny sontak mengerang kesakitan.


Noah langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dengan wajah panik dan napas tercekat. Pria tampan itu segera menghela napas lega saat ia tidak menemukan Batari ada di sekitarnya. Noah sontak bergumam di dalam hatinya, Syukurlah Tari tidak ikutan terikat di sini dan semoga Tari baik-baik saja di luar sana.


"Hei! Jangan sakiti temanku!!!!!" Noah berteriak kencang.


Kedua pria yang memegangi Danny langsung melepaskan Danny dan Danny jatuh tersungkur di atas lantai pondok yang terbuat dari kayu, dengan wajah bonyok.


Batari memutuskan mengambil pistol dari dalam laci dashboard mobil jeepnya Noah saat ia merasa kalau Noah dan Danny sudah cukup lama meninggalkannya dan dengan mengendap-endap, akhirnya dia berhasil melumpuhkan pilot helikopter. Batari lalu berlari pelan ke pondok.


Wanita berpakaian minim dan memakai high heels itu melangkah mendekati Noah dan ia langsung naik ke atas pangkuannya Noah. Dia menyuntikkan cairan ke lehernya Noah dan Noah sontak meronta dan berteriak kencang, "Apa yang kau suntikkan ke tubuhku?!"


Wanita itu meringis saat ia menarik jarum suntik dari lehernya Noah dan dia berbisik di telinganya Noah, "Teman kamu tidak mau mengatakan di mana Dito berada dan dia terpaksa kami hajar. Dan karena kamu tampan, aku memakai cara lain untuk membuatmu bicara"


Noah mengerang kesakitan dan dengan napas menderu ia berusaha untuk bertanya, "Kenapa kau menginginkan Dito?"


Wanita itu membuka satu persatu kancing dressnya untuk memperlihatkan dadanya, lalu ia mendaratkan wajah Noah ke dadanya sembari berucap, "Dito anak kandungnya John Murray. Maka aku perlu untuk membawanya pergi bersamaku. Katakan di mana Dito atau kita akan memainkan permainan satu ronde kita, Tampan?"


Batari yang bersandar di tembok luar, langsung ternganga tanpa mengeluarkan suara saat ia mendengar fakta bahwa Dito adalah anak kandungnya John Murray dan mendengar fakta bahwa wanita itu ingin bermain satu ronde dengan suaminya.


Noah menarik keras wajahnya dari dada wanita itu. Dia menunduk sebentar untuk melihat dirinya sendiri dan menengadah kembali dengan penuh kebencian.


Noah bergumam di dalam hatinya, ya Tuhan, ini sungguh sakit. Arrrgghhh! rasa sakit apa yang aku rasakan saat ini? Tuhan, kenapa rasanya sangat aneh dan sakit sekali.

__ADS_1


Noah semakin mengerang frustasi saat ia melihat wanita seksi yang masih duduk di atas pangkuannya menaikkan dress ketatnya hingga ke pangkal paha dan wanita yang tidak mengenakan pakaian dalam itu menciumi lehernya Noah.


__ADS_2