Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Yes, I Do!


__ADS_3

Noah menarik bibirnya dari bibir Batari untuk bertanya, "Apa jawabanmu atas pertanyaanku tadi, Sayang?"


"Mister Polisi?" Batari menatap Noah dengan senyum penuh cinta.


"Hmm?" Noah menatap Batari dengan sorot mata penuh cinta.


"Jika aku bilang yes, I do! Apa kamu akan selalu ada buatku di dalam suka dan duka?" Batari menatap Noah dengan sangat serius kali ini.


Noah sontak berkata, "Aku selalu panik kalau kamu menatapku seperti itu, Sayang. Tapi, aku harus tetap jawab pertanyaan kamu. Emm, aku tahu pekerjaanku mungkin tidak akan bisa membuatku terus berada di samping kamu, adakalanya kita akan berjauhan selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Tapi, aku akan usahakan aku akan selalu ada jika kamu membutuhkan aku" Noah mengelus pipinya Batari dengan penuh kelembutan.


"Janji?" Batari masih menatap Noah dengan sorot mata serius.


"Aku janji. Aku akan berusaha selalu ada untuk kamu di saat kamu membutuhkan aku dalam suka maupun duka" Sahut Noah.


"Kalau begitu, aku akan menjawab Mister Polisi. Aku jawab dengan tegas, Yes, I do!" Batari tersenyum sangat cantik di depan Noah dan Noah langsung mengajak Batari keluar dari dalam kolam renang. Dan di saat mereka berdua telah berdiri di tepi kolam renang, Noah langsung membopong tubuhnya Batari dan ia berlari naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.


Noah sebenarnya ingin menyatu dengan Batari di kolam renang, namun kolam renangnya berada di tempat terbuka dan banyak orang yang bekerja di rumahnya, berkeliaran di sekitar kolam renang.


Pria tampan dan gagah itu, langsung membawa Batari masuk ke kamar mandi dan memandikan Batari di dalam bath-tub.


Noah menggosok punggungnya Batari dengan tangannya, namun bibirnya terus bermain di lehernya Batari. Kemudian bibir itu mencari bibir manis Istrinya. Noah langsung mengajak Batari berciuman dari arah belakang.

__ADS_1


Noah dan Batari saling meluapkan rasa cinta mereka yang sudah dibalut gairah membara. Mereka saling berciuman, saling menghisap, dan saling menjamah area yang terasa sangat familier bagi mereka berdua dan yang sudah menjadi candu bagi mereka berdua. Noah kemudian menempelkan dahinya ke dahinya Batari yang masih terengah-engah karena, otak, jiwa, dan raganya Batari telah dikuasi oleh hasrat yang menggelenyar indah di sekujur tubuhnya.


"Aku nggak tahan lagi kalau harus berpindah tempat ke tempat tidur, Sayang" Ucap Noah dengan kening yang masih menempel dengan keningnya Batari.


Batari sontak berucap, "Kalau gitu, kenapa nggak kamu lakukan saja d sini"


Mendengar istrinya berkata seperti itu, Noah langsung memutar tubuh Batari, untuk dia pangku dan dia menyatukan raga dia dan istri cantiknya di dalam bath-tub.


Setelah menyelesaikan ronde pertama permainan cintanya yang sangat luar biasa, Noah mengangkat tubuh Batari dari dalam air, lalu membopong Batari dan melangkah lebar keluar dari dalam kamar mandi dan saat ia merebahkan Batari di atas ranjang, tanpa menunggu waktu lebih lama, Noah memagut bibirnya Batari dan mereka melanjutkan permainan cinta mereka di atas ranjang beberapa ronde dan dengan beberapa gaya.


Beberapa jam kemudian, Batari jatuh tertidur lemas di dalam pelukannya Noah dan Noah menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya Batari, lalu pria berparas tampan dan bertubuh atletis itu, mencium kening istrinya sembari bergumam, "Semoga kamu cepat hamil. Aku juga ingin punya anak yang lucu kayak Dito" Lalu Noah bangun, mengambil kaos dan celana kolor dari dalam lemari pakaiannya untuk dia pakai dan setelah itu, dia melangkah keluar dari dalam kamarnya.


Noah bertanya ke asisten rumah tangganya, "Di mana Dito?"


"Oke. Biarkan dia tidur dan tolong masak makanan kesukaannya Tari, ya?!"


"Apa itu, Pak? Saya, kan, baru bertemu dengan Ibu kemarin. Jadi, saya belum tahu apa makanan kesukaannya Ibu" Sahut asisten rumah tangganya Noah.


"Oh, iya, kamu benar. Emm, tolong kamu catat baik-baik!" Noah memandang serius asisten rumah tangganya dan wanita yang berdiri di depannya Noah langsung mengambil kertas dan pensil.


"Batari suka ikan nila bakar madu, bebek goreng kremes, udang goreng mentega, nasi goreng seafood, telur mata sapi dan jangan pernah kamu bikin omelet atau telur dadar untuk Batari, dia nggak bakalan suka. Lalu, emm, Istriku yang sangat cantik dan imut itu suka ayam bakar yang gurih dan yang tidak terlalu manis. Sudah kau catat semuanya?" Ucap Noah.

__ADS_1


"Sudah, Pak" Sahut asisten rumah tangganya Noah sembari menganggukkan kepalanya, lalu asisten rumah tangganya Noah bertanya, "Kalau sayur? Ibu suka sayur apa?"


"Tari sejak kecil susah makan sayur, tapi dia suka ca kangkung, ca brokoli, ca sawi sendok dan dia hanya suka sawi sendok. Tari nggak suka sawi yang lainnya, kalau makan bakso aja, dia nggak makan sawi yang ada di mangkok baksonya dan dia suka salad. Sudah kau catat semuanya?" Ucap Noah.


Asisten rumah tangganya Noah menganggukan kepalanya, lalu bertanya, "Itu aja, Pak"


"Satu lagi, Tari nggak suka makan manis dan nggak suka makanan yang terlalu pedas. Udah itu aja. Makasih" Tambah Noah.


"Lalu, Bapak? Apa Bapak ada perubahan menu? Bapak kan suka makanan manis dan peda? Jadi, saya harus bagaimana nih?" Asisten rumah tangganya Noah menautkan alisnya di depan Noah.


"Masak aja sesuai seleranya Tari! Aku akan ngikut. Yang penting Tari suka maka aku pun akan suka" Sahut Noah.


"Baik, Pak. Saya permisi ke dapur kalau gitu" Saat asisten rumah tangganya ngeloyor pergi ke dapur, Noah pergi ke ruang kerjanya.


Noah menenggelamkan diri di ruang kerja sampai petang tiba dan dia tersentak kaget saat Batari memeluk lehernya dari belakang dan berkata, "Aku lapar banget, Sayang. Kita makan, yuk! Dito juga udah nunggu di meja makan"


Noah menarik Batari dan di saat Batari terjatuh manis di atas pangkuannya, Noah bertanya, "Apa kamu ingin kita adakan resepsi pernikahan?"


Batari berkata, "Kalau aku sih nggak ingin. Tapi, aku rasa kamu perlu adakan resepsi pernikahan kita untuk mengumumkan pernikahan kita ke kolega-kolega kamu dan ke publik supaya publik tahu kalau Noah Baron. sudah memiliki Istri sehingga tidak akan timbul rumor. Entar aku dikira simpanan kamu kan blaik!"


Noah menyentil pucuk hidungnya Batari sambil berkata, "Wah! Tariku ternyata udah makin bijak sekarang. Oke, aku akan adakan resepsi pernikahan kita bulan depan" Lalu Noah mengajak Batari bangkit berdiri dan mereka bergandengan tangan berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


Ada sepasang mata berbinar dan ada sepotong senyum terulas tersembunyi, saat Noah berkata akan menyelenggarakan resepsi pernikahan.


__ADS_2