Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Yes, I Do! Mister Polisi


__ADS_3

Teguh tersentak kaget saat ia berbalik badan hendak berlari tapi terhadang oleh Barnes dan Jake Teguh melotot dan ternganga melihat Barnes dan Jake berdiri dengan sangat gagah di depannya. Teguh menoleh ke belakang lalu kembali menoleh ke depan, "Ka...kalian bukan hantu, kan?"


"Cih! Bandot tua dan kejam kayak kamu, takut sama hantu?" Jake tersenyum sinis ke Teguh.


"Kau boleh lebih senior dari kami dan mengatakan kalau kami ini anak-anak kemarin sore yang tidak tahu apa-apa. Tapi, kau lupa! teknologi semakin berkembang dan dikuasai oleh anak-anak kemarin sore seperti aku dan Jake ini" Barnes berucap dengan sorot mata tajam.


Teguh kembali menoleh ke belakang lalu ia kembali menoleh ke depan, "Ba...bagaimana kalian bisa keluar dari sana?"


"Kau boleh licik dan kejam seperti ular Beludak, tapi kau rajawali lebih jeli dan cermat" sahut Barnes.


Teguh mengumpat kesal dan langsung menyerang Barnes dan Jake dengan tendangan dan tinju andalannya. Teguh menguasai tinju dan Teguh memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi bahwa ia bisa mengalahkan Jake dan Barnes dengan keahlian tinjunya itu.


Barnes terus mengajak Teguh untuk berlari menjauhi gudang tua itu karena sepertinya Teguh lupa bawah bom yang terpasang di pintu masuk gudang tua itu beberapa menit kemudian akan meledak dan jika gudang itu meledak, mereka akan terkena serpihannya dan terluka cukup parah jika tidak menjauh sejauh-jauhnya dari area sekitar gudang tua itu.


Setelah dirasa berada di jarak yang aman dari ledakan gudang tua itu nantinya, Barnes mulai meladeni keahlian tinjunya Teguh.


Jake menelepon Leon dan mengatakan ke Leon kalau ia dan Barnes sudah keluar dari gudang tua dan berada di sayap kanan dari gudang tua itu. Jake juga melarang Leon ke gudang tua itu karena gudang tua itu akan meledak.


Leon mengiyakan semua ucapannya Jake sambil terus berlari bersama dengan Amanda, Bryna, the four Jays, dan kesepuluh tim pasukan khususnya jendral wanita saingannya Teguh.


Jake dan Barnes terkapar di atas rumput saat gudang tua itu akhirnya meledak dan Teguh berhasil melarikan diri dari mereka berdua.


Jake membantu Barnes untuk berdiri dan mereka berdua segera berlari ke arah larinya Teguh dengan sesekali memegangi telinga mereka. Jake berkata ke Barnes sambil terus berlari, "Teguh itu bukan saja licik seperti ular tapi juga licin seperti belut. Susah banget dirangkapnya"


Barnes menoleh ke Jake dan sambil terus berlari ia menyahut, "Kalau dia tidak licik seperti ular dan licin seperti belut, dia pasti jadi seorang pustakawan"


"Hahahaha! Garing Bro! Guyonan kamu, garing" sahut Jake sambil terus berlari.


Barnes menyahut, "Garing, tapi kau tetap tertawa, kan?"


Jake menoleh ke Barnes, "Hahahaha, yeeeaahhh! Sebahagia kamu aja, Bro!"


Teguh mengumpat kesal saat ia kembali dihadang oleh Barnes dan Jake. Teguh langsung berjongkok, meraup tanah dan melemparkannya persis di kedua matanya Barnes dan Jake. Saat Barnes dan Jake menutup mata karena kelilipan, Teguh menendang perut Jake lalu menendang perut Barnes sampai keduanya jatuh di atas rumput.


Teguh lalu melayangkan tinju ke wajah Jake dan Barnes yang masih belum siap menerima serangannya Teguh.


Teguh terus menghujani wajah Barnes dan Jake di saat kedua anak buah paling tangguhnya itu masih berada di posisi lemah tidak berdaya.


Tiba-tiba tendangan maut dari seseorang bersarang di perutnya Teguh dan Teguh terjengkang ke belakang.


Amanda berdiri di depannya Teguh dengan wajah penuh amarah. Amanda berteriak lantang, "Kau seharusnya berurusan denganku Teguh! Kau seharusnya berurusan dengan putri dari Igor dan Dirgantara!"


Barnes tersentak kaget mendengar suaranya Amanda. Barnes mengucek matanya dan di saat ia membuka kedua kelopak matanya, ia melihat punggung istrinya. Barnes hendak bangkit untuk menolong Amanda, tapi luka di badannya membuatnya tidak sanggup untuk bangkit tanpa bantuan dari seseorang.

__ADS_1


Nasib yang sama juga dialami oleh Jake. Jake lalu menoleh ke Barnes dan mereka saling pandang di dalam ketidakberdayaan mereka. Jake lalu berucap, "Kita harus berangkulan untuk bisa berdiri, Barnes"


"Oke! Rangkul aku!" Barnes berucap setelah ia merangkul Jake dan mereka akhirnya bisa berdiri dengan tegak saling merangkul.


"Manda!" Barnes mencoba berteriak dan langsung mendesis kesakitan.


"Manda! Kau bukan lawannya!" teriak Jake dan Jake langsung mengumpat kesal saat ia merasakan wajahnya berdenyut nyeri setelah ia pakai untuk berteriak.


"Jangan khawatir! Amanda berteriak tanpa menoleh ke belakang. "Aku bisa melawannya dan sebelum aku kalah, bantuan akan tiba!"


"Sial! Istri kamu itu memang sangat keras kepala" Jake menoleh ke Barnes.


Barnes menoleh ke Jake dengan kesal, "Lalu, apa kabarnya dengan Bryna?"


Jake terkekeh geli lalu mengaduh dan berucap, "Sial! kita sama-sama sial! hahahaha" Jake kembali mengaduh setelah melepas tawanya.


Barnes tersenyum tipis mendengar guyonannya Jake karena jika dipakai untuk tersenyum lebar, bibirnya berdenyut nyeri.


Amanda berhasil mendaratkan satu tendangan lagi di perutnya Teguh.


Barnes bersitatap dengan Jake dan Jake berucap, "Gila! Hebat juga Istri kamu, Bro!"


"Itu taekwondo dasar yang aku ajarkan. Tapi, dia baru sampai dasar. Apa yang terjadi jika ........"


Barnes dan Jake yang masih berangkulan mengalihkan pandangan mereka ke depan dan mereka berucap secara bersamaan, "Teknik Systema"


Dan Teguh pingsan tidak bisa bangun lagi tepat di saat bala bantuan datang.


Amanda langsung mendekati Barnes. Barnes melepas rangkulannya di bahu Jake dan ambruk di dalam pelukannya Amanda. Jake mengumpat kesal karena ia jatuh tersungkur di atas rumput dengan wajah mencium rumput setelah Barnes melepas rangkulannya. Jake bergumam lirih, "Dasar brengsek kau Barnes!"


Amanda terkekeh geli dan Barnes menoleh ke Jake dengan senyum tipisnya. Leon segera menolong Amanda untuk memapah Barnes.


Sementara itu Bryna segera menolong Jake untuk bangun dengan bantuannya Jude.


Jendral wanita saingannya Teguh langsung memerintahkan anak buahnya untuk memborgol Teguh dan membawa Teguh ke Hotel Rodeo.


Duscha, Jake dan Barnes masuk ke dalam mobil ambulans yang berlainan dan ditemani oleh bidadari-bidadari mereka masing-masing.


Duscha meraih tangan Joy yang menemaninya masuk ke dalam mobil ambulans dan bertanya, "Apa kau mau jadi pacarku?"


Joy tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


Jake yang berada di dalam mobil ambulans yang lainnya, menggenggam tangan Bryna dan bertanya, "Apa kau mau menjadi kekasih abadiku? Istriku?"

__ADS_1


"Yes, I do! Mister Jake!" sahut Bryna dengan mengulas senyum di wajah meronanya.


Dan pasangan kita yang satunya lagi, yang berada di mobil ambulans yang berbeda lagi, yakni Barnes, menggenggam tangan Amanda dan berucap, "Terima kasih. Sejak kecil, kau terus menyelamatkan aku dari bahaya"


"Justru kamu yang sudah menyelamatkan aku dan aku yang harus berterima kasih" sahut Amanda.


"Siapa yang mengajarimu teknik Systema yang sangat mematikan tadi?"


"Kak Duscha. Kak Duscha juga mengajariku cara menembak dan membelikan sebuah pistol mini berlisensi. Nih!" Amanda memperlihatkan pistol mininya di depan Barnes.


Barnes langsung tersentak kaget dan berkata, "Sayang, bahaya jika mengacungkan pistol di depan orang lain kayak gini" Barnes menepis Laras pistol mini itu dari wajahnya.


"Maaf!" Amanda lalu memasukkan kembali pistolnya ke dalam kantong belakang celananya.


"Kau sudah kunci pistol itu?" Barnes mengernyit melihat Amanda dengan santainya meletakkan pistol itu di kantong belakang.


Amanda tersenyum lebar, "Sudah dong. Lagian pistolnya udah kosong kok"


"Kosong?" Barnes mengerutkan keningnya.


"Iya! Sudah aku kosongkan untuk menyelamatkan Kak Duscha, tadi" Amanda berucap dengan santainya.


Barnes langsung mengumpat kesal dan berucap, "Aku akan bikin perhitungan dengan Duscha soal ini"


Amanda terkekeh geli.


Barnes lalu berkata, "Sayang, tolong rogoh kantong celanaku!"


Amanda menepuk dadanya Barnes dan melotot, "Ini di dalam ambulans. Apa yang kau pikirkan, kok menyuruhku merogoh kantong celana kamu?" bisik Amanda kemudian.


Barnes menyentil pelan kepalanya Amanda lalu berkata, "Siapa yang berpikiran kotor kalau gini nih?"


Amanda melotot ke Barnes, "Lalu apa?! Kenapa menyuruhku merogoh kantong celana kamu?"


"Rogoh aja dan ambil benda yang ada di dalamnya!"


Amanda merogoh kantong celananya Barnes dan mengeluarkan dua pasang cincin pernikahan di sana.


Barnes tersenyum melihat wajah bingungnya Amanda lalu ia berkata, "Pasangkan cincin yang lebih besar ke jari manis kananku!" perintah Barnes sambil mengangkat tangan kanannya di depan Amanda.


Amanda menuruti perintahnya Barnes. Lalu Barnes mengambil cincin berukuran lebih kecil dari tangan Amanda dan berkata, "Aku belum melamarmu secara pantas dulu. Maukah Nona Amanda Dirgantara Igor menerima Barnes Adiwilaga Darmawan menjadi suami kamu dalam suka dan duka?"


Amanda merona malu dan berkata, "Yes, I Do! Mister Polisi"

__ADS_1


Barnes tersenyum senang dan menyematkan cincin itu di jari manis tangan kanannya Amanda lalu ia genggam terus tangan istrinya itu. Suami dan istri itu terus bersitatap penuh cinta di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


__ADS_2