Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Siap Siaga


__ADS_3

Batari keluar kamar dan mendapati Dito tengah bermain bola bersama dengan Om Jake dan Tante Bryna-nya. Batari melangkah mendekat dan Dito langsung berlari ketakutan masuk ke dalam pelukannya Jake yang tengah berjongkok. Jake terjengkang ke belakang dan segera bangkit berdiri sambil menggendong Dito.


Batari menatap Om jake-nya dengan wajah menyesal. Bryna langsung berkata, "Anak ini gampang akrab dengan orang kok. Coba kamu sentuh pungungnya lalu kamu usap dengan kata-kata lembut, dia akan luluh"


"Kayak Noah dong. Dia kenapa mirip sekali dengan Noah" Batari langsung mengerucutkan bibirnya.


"Jangan berpikiran. macam-macam kamu! Om kenal betul karakternya Noah, Noah nggak mungkin punya anak di luar nikah" Sahut Jake dan Bryna langsung berkata, "Betul kata Om kamu. Tante lihat berita tadi dan Noah hebat banget saat Noah berhasil menyelamatkan semua penumpang kereta api tanpa membuat wanita si pembawa bom ditembak mati dan di berita memang diberitakan kalau wanita pembawa bom itu memiliki seorang putra yang masih kecil"


Batari berkata, "Iya, Tante dan Om benar. Aku terlalu berlebihan jika aku sampai menaruh curiga sama Noah"


"Maka sayangi anak ini! Kasihan anak ini, dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini di saat Mamanya harus pergi meninggalkan dia untuk sementara waktu" Sahut Bryna.


Batari menghela napas panjang lalu ia mencoba mengusap punggungnya Dito dan berkata, "Maafkan Tante, ya, Dito! Tante tadi teriak dan bikin kamu ketakutan sampai sekarang. Tante punya permen Lollipop, kamu mau?"


Tanpa Batari duga, Dito menoleh ke belakang dan menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Mau"


"Kalau ambil permen lollipopnya, Tante harus gendong Dito. Dito mau Tante gendong?" Tanya Batari.


Dito langsung melompat masuk ke dalam gendongannya Batari tanpa pikir panjang dan Batari tergelak senang. Jake dan Bryna ikutan tergelak geli. Batari lalu membawa Dito masuk ke dalam kamarnya saat Noah masih asyik mandi di dalam kamar mandi.


Noah keluar dari dalam kamar mandi dan terkejut saat ia melihat Batari bercanda tawa dengan Dito di atas kasur. Noah ikutan melompat naik di atas kasur dan dia memeluk Batari dari arah belakang dan sambil menciumi kepalanya Batari, Noah berkata, "Makasih udah mau menerima Dito"


Batari mengusap pipinya Noah dan menoleh ke belakang, "Aku juga nggak akan melakukan tes DNA. Aku salah telah curiga sama kamu. Maafkan aku, Noah"


Noah mencium lehernya Batari dan berkata di sana, "Kamu nggak salah. Wajar jika kamu bersikap seperti itu. Kalau kamu tetap ingin lakukan tes DNA nggak papa kok, aku ngerti"


Batari menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku percaya sama kamu"

__ADS_1


Noah dan Batari meluangkan waktu sebentar untuk bermain dengan Dito sebelum Noah berangkat untuk menyusul Barnes Adiwilaga Darmawan.


Anak buahnya John Murray menembak mati Ana sahabtnya Data, suaminya Ana dan anak-anak mereka yang masih kecil-kecil dengan sangat sadis. Keluarga malang yang selama ini dititipi Dara untuk mengasuh Dito Sembodo. ditumpas habis oleh anak buahnya John Murray karena mereka telah lancang menyerahkan anaknya John Murray ke Noah Baron. Anak buahnya John Murray segera menelepon bos mereka dan berkata, "Dito Sembodo dibawa oleh Noah Baron"


John Murray langsung memanggil Mona, "Kau susul anak buahku yang tengah menuju ke perkebunannya Bryna! Kau ambil anakku. Anakku dibawa Noah Baron ke sana!"


"Anakmu?! Kau punya anak dengan wanita lain?" Pekik Mona dengan wajah penuh kecemburuan.


"Aku melakukannya pas belum ketemu sama kamu dan aku nggak nyangka kalau wanita itu hamil dan itu adalah anakku" Sahut John Murray dengan santainya.


"Apa imbalan untukku jika aku berhasil mengambil anakmu?" Tanya Mona.


"Aku akan kasih apapun yang kau kamu" Sahut John Murray dengan santainya.


"Oke. Aku berangkat sekarang. Aku pakai helikopter yang Arka pinjamkan padamu sebelum Arka mengambilnya lagi" Sahut Mona.l dan John Murray langsung berkata, "Oke"


"Mama kamu mendapatkan kabar dari Arka kalau John Murray menyuruh anak buahnya ke perkebunannya Bryna. Aku udah bilang ke Bos kamu, agar kamu menangani anak buahnya John Murray saja. Jadi, kamu dan tim kamu nggak usah ke sini"


"Baik, Pa. Kira-kira anak buahnya John Murray akan tiba di sini kapan?" Tanya Noah.


"John Murray mengirim anak buahnya yang berada di area di dekat kalian. Papa nggak bisa perkirakan kapan mereka akan sampai. Kalian bersiap diri saja mulai sekarang!" Perintah Barnes.


"Oke, Pa. Makasih infonya. Papa dan semuanya jaga diri baik-baik di sana" Sahut Noah.


"Siap Komandan!" Sahut Barnes dan Noah langsung tergelak geli. Klik! Setelah Barnes mematikan sambungan teleponnya dengan Noah, Noah langsung berbalik badan dan berkata, "Kita harus bersiap diri sekarang juga! Anak buahnya John Murray menuju ke sini!"


"Sial!" Jake langsung mengumpat kesal dan dia berlari masuk ke dalam rumah sembari menelepon temannya yang menjadi polisi lokal di sana untuk meminta bantuan armada karena, mereka kekurangan orang. Hanya ada lima orang pria, dua orang wanita dan seorang anak kecil dengan persenjataan yang seadanya juga.

__ADS_1


Setelah menelepon temannya, Jake langsung mengajak Lopez untuk menanam bom TNT hasil rakitannya pas dia menganggur dan bom itu memiliki High explosive. Bom tersebut bisa meledak dengan kecepatan berkisar antara 3 kilometer per detik saat ban mobil atau ban sepeda motor menginjaknya.


Jake menanam bom berjenis TNT hasil rakitannya sendiri itu yang berjumlah tiga, di tiga titik yang berbeda. Lalu Jake mengajak Lopez kembali ke rumah sambil berkata, "Cukuplah untuk membuat mereka berpikir ulang untuk masuk lebih dalam lagi"


"Untungnya perkebunan ini letaknya sangat jauh dari pemukiman penduduk, jadi kalau pasang bom dengan daya ledak sembilan kilometer, maka aman-aman saja" Sahut Lopez.


"Cuma kita harus keluar dari rumah karena, jarak rumah ke ujung jalan ini cuma tiga kilometer. Kalau tetap di dalam rumah, kita akan ikutan hangus" Sahut Jake dengan santainya sambil terus berjalan ke rumahnya.


Lopez langsung menoleh ke Jake dengan panik, "Hah?! Kenapa nggak bilang dari tadi? Lalu kita akan pergi ke mana? Sial!"


"Kita akan pergi ke goa. Ada goa di dekat sini. Jarak goa dengan ujung jalan yang kita pasangi bom tadi sekitar sepuluh kilometer, jadi aman. Naik mobil sepuluh menit udah sampai" Sahut Jake.


"Sial!" Lopez kembali mengumpat kesal dan Jake langsung menyahut sambil terus berjalan, "Kosa kata umpatan kamu kurang banyak, tuh. Kamu harus belajar sama Jorge soal umpatan" Dan Jake kembali tergelak geli saat Lopez kembali mengumpat, "Sial!"


Noah mengecek seluruh isi peluru di semua senjata apinya dan menyantholkan lima bom molotov di ikat pinggang khususnya dan menyelipkan pistol juga pisau lipat di sana.


Noah yang hanya memiliki dua buah jaket anti peluru, memakaikan jaket itu ke Batari dan ke Bryna. Batari menatap Noah sembari menggendong Dito, "Kamu gimana? Kamu yang pakai aja jaket ini!"


Noah mengelus pipinya Batari, "Kamu yang harus pakai jaket anti peluru ini! kamu nurut ya!? Kalau nggak nurut aku nggak bisa konsen melindungi kalian semua"


Bryna menoleh ke Batari, "Iya Tari, Istri itu harus nurut kata suaminya"


"Baiklah" Sahut Batari, "Tapi, kamu harus hati-hati" Imbuh Batari dan Noah berkata, "Iya" Lalu ia mencium keningnya Batari.


Danny dan Santo kembali dari memasang jebakan apa kadarnya berupa panah dari kayu karya mereka berdua di saat mereka sedang menganggur.


Jake masuk ke dalam rumah dan langsung berkata, "Kita masuk ke dalam mobil semuanya dan kita harus pindah ke goa karena, aku tanya bim TNT yang berdaya ledak tiga kilometer per detik di ujung jalan. Kalau kita tetap di sini, kita akan ikutan terpanggang"

__ADS_1


__ADS_2