Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Tertembak


__ADS_3

"Aku harus menyelesaikan masalah di klub. Pimpinan The Black Shadow mengobrak-abrik klub malam yang baru aku resmikan kemarin malam. Kamu harus tetap di kamar dan jangan coba-coba kabur!"


"Hmm" Sahut Cantika dengan acuh tak acuh.


"Aku serius. Kalau kamu kabur dari sini, kamu akan berakhir di jalanan menjadi wanita nggak jelas"


"Hmm" Cantika kembali menyahut singkat dengan acuh tak acuh.


Dito langsung berbalik badan dan melesat meninggalkan Cantika. Namun, di saat Dito sampai di luar dan mengunci pintu kamar kemudian berbalik badan, pria tampan itu tersentak kaget, "Kau! Kenapa kau ikut keluar?!"


"Aku takut ditinggal sendirian di kamar hotel. Kata orang-orang di luar sana, kamar hotel itu kalau petang tiba, hantu-hantu akan bermunculan untuk menggoda penghuni kamar yang tengah sendirian. Hiihhhhh!" Cantika bergidik ngeri kemudian mengerucutkan bibir selancip-lancipnya di depan Dito.


"Hantu?!" Duto mendelik ke Cantika.


"Hmm" Dengan masih melancipkan bibir, Cantika manggut-manggut.


"Mana ada hantu? Lagian kalau ada hantu, yang ada justru hantu itu takut melihat kamu"


Cantika dengan masih mengerucutkan bibir langsung bersedekap dan mendelik ke Dito.


Dito terkekeh geli kemudian berkata, "Kamu nggak bisa ikut, titik. Masalah kali ini sangat gawat dan......."


"Ayo kita buruan pergi kalau gitu!" Cantika berlari meninggalkan Dito dan Dito langsung melesat menyusul Cantika sembari berteriak, "Lho, hei! Berhenti! Sial! Kenapa dia keras kepala banget. Hei! Cantika! Berhenti!"


Alih-alih berhenti, Cantika justru semakin mempercepat laju larinya.


Dito pun mempercepat laju larinya sambil terus mengumpat kesal.


Sesampainya di dalam mobil, Cantika menoleh ke Dito dan sambil meringis ia berucap di sela deru napasnya, "Aku bisa duluan sampai di mobil, yes!"


Angga terkejut dan langsung menoleh ke jok belakang saat ia mendengar suaranya Cantika, "Kenapa kau ikut? Turun!" Angga mendelik ke Cantika.


Dito yang masih mengatur napasnya setelah berlari lumayan kencang, akhirnya bisa mengeluarkan kata, "Biarkan dia ikut. Biar dia tahu bahaya yang sebenarnya di lapangan itu sepeti apa? Selama ini dia, kan, hanya ikut pelatihan di asrama kepolisian. Dia belum ngerti apa itu bahaya yang sesungguhnya"

__ADS_1


"Baik, Bos" Sahut Angga sambil menatap ke


arah depan kembali dan melajukan mobil.


Cantika bersedekap dan membuang muka sambil bergumam, "Cih! Sok keren. Aku tahu apa itu bahaya"


Dito memilih menyandarkan kepalanya di jok mobil dan memejamkan mata daripada meladeni omongannya Cantika.


"Bos, pemimpin The Black Shadow mana mungkin muncul. Dia selalu sembunyi selama ini"


"Kalau beneran muncul, berarti Papaku seorang provokator sejati. Dia berhasil mengadu domba aku dengan Stephen Chan" Sahut Dito tanpa.merubah posisinya.


"Hei! Aku pernah dengan nama Stephen Chan" Cantika menoleh ke Dito yang masih menyandarkan kepala di dan memejamkan mata.


Dito diam membisu dan Angga yang tergelitik untuk bertanya, "Di mana kau pernah dengar nama Stephen Chan?"


"Di drama.yang pernah aku lihat. Dia cowok yang keren. Dia tampan, gagah, dan selalu memperlakukan kekasihnya dengan lembut. Judul dramanya.........."


"Sial! Aku pikir kau serius. Diam aja kali gitu! Jangan nyahut kayak jemuran" Teriak Angga dari arah depan.


"Kalau nggak ingin aku turunkan paksa di sini, maka diamlah! Sial! Bos! Dia selalu bikin aku kesal"


"Maka abaikan saja dia".Sahut Dito dengan santainya.


"Iya abaikan aku, tapi jangan lupa kasih aku makan di jam makan" Cantika mencebikkan bibirnya ke Dito.


Dito dan Angga hanya bisa menghela napas secara bersamaan.


Empat puluh lima menit kemudian, mereka sampai di klub malam milik Grup Zeto. Angga langsung melesat turun dan Dito menoleh ke Cantika, "Anak buahku akan menjaga kamu di sekitar mobil. Jangan turun dan tetap di dalam mobil! Apapun yang terjadi, jangan turun!"


"Hmm" Sahut Cantika dengan acuh tak acuh.


"Hmm terus, tuh, beneran hmm, jangan hgeyel kayak tadi!" Dito mendelik ke Cantika.

__ADS_1


"Iyaaaaa!!!!" Cantika berteriak kesal ke Dito dan Dito langsung membungkam bibir Cantika dengan bibirnya, kemudian melepaskan bibir ranum wanita itu dengan kesal dan melesat turun dari dalam mobil.


Cantika sontak berteriak, "Dasar gila!!!!" Dengan sangat kencang. Kemudian, gadis cantik itu menyandarkan tubuhnya yang melemas di jok mobil.


Sepuluh menit Dito turun dari dalam mobil, Cantika mendengar suara baku tembak. Beberapa anak buah Dito yang berjaga di sekitar mobil berlari masuk ke dalam klub dan hanya tersisa satu orang yang menjaga Cantika. Gadis cantik itu kemudian memajukan badannya ke jok depan untuk membuka laci dashboard. Putri tunggalnya Noah Baron itu menyeringai senang saat ia menemukan sebuah pistol dan semakin melebarkan senyumannya saat ia mendapati pistol itu berisi peluru yang masih utuh.


Setelah mengunci kembali pengaman pistol itu, Cantika membuka pintu mobil dan melangkah turun. Saat Cantika menutup pintu mobil, anak buahnya Dito yang berjaga di depan mobil sontak menoleh ke belakang dan dia langsung berbalik badan sambil berteriak, "Nona! Masuk kembali ke dalam mobil! Di luar sangat berbahaya"


"Jangan cerewet! Apa kamu akan biarkan Tuan kamu dalam bahaya. Ada baju tembak di dalam. Ayo kita masuk dan bantu dia!" Cantika berteriak sembari melangkah lebar meninggalkan mobil menuju ke pintu masuk klub mewah milik Dito Zeto. Anak buahnya Dito tersentak kaget dan langsung mengejar wanita kesayangan Si Bos.


Saat sampai di dalam klub, dari balik tembok, Cantika melihat Dito tengah dikepung lima orang dan sewaktu Cantika membidikkan pistol untuk menembak orang-orang yang mengelilingi Dito, orang-orang tersebut sudah tergeletak di lantai karena tendangan mautnya Dito.


Cantika mengumpat kesal, "Sial! Dia benar-benar pandai beladiri. Siapa gurunya, ya?"


Anak buahnya Dito ikutan bersembunyi di balik tembok dan langsung berkata, "Terus gimana, nih? Kalau Bos Dito lihat kita ada di sini, dia bisa marah besar dan kehilangan konsentrasi"


"Kenapa dia kehilangan Konsentrasi? Aku, kan,membantu dia. Aku jago menembak" Cantika langsung menunjukkan kepiawaiannya menembak dengan memuntahkan tiga peluru dari pistol yang dia tembakan dari balik tembok dan berhasil melumpuhkan tiga orang bersenapan laras panjang yang hendak menembak Dito.


Dito tersentak kaget dan menoleh ke arah pintu masuk. Dia melihat ada moncong pistol berkilat dari balik tembok dan langsung mengumpat kesal, "Sial! Apa itu Cantika?"


Dan pria tampan itu seketika berlari ke Cantika saat ia melihat wanita itu nekat keluar dari balik tembok dan dengan santainya memuntahkan peluru. Cantika tersenyum bangga saat ia berhasil melumpuhkan tiga orang lagi.


Saat peluru di pistol habis, Cantika seketika mematung di tempat ia berdiri dan Dito langsung menangkap tubuh Cantika saat ia melihat ada senapan mengarah ke Cantika.


Doooor! Bunyi tersebut terdengar bertepatan dengan jatuhnya Dito dan Cantika di atas lantai. Tubuh Dito menindih tubuh Cantika dan kepala Dito langsung rebah lemas di atas dada wanita itu.


"Hei! Kau kenapa?" Cantika perlahan menyentuh punggung Dito dan saat ia mengangkat tangan, Cantika langsung berteriak, "Tolong! Dito kena tembak!"


Angga berhasil melumpuhkan pria yang menembak Dito.


Di saat anak buahnya The Black Shadow hanya tersisa tiga orang dan peluru di senjata mereka telah kosong, ketiga orangnya The Black Shadow itu berlari tunggang langgang meninggalkan klubnya Dito Zeto.


Angga berlari mendekati bosnya sambil menelepon ambulans. Angga sontak berteriak dan melotot ke Embun, "Kenapa kau bikin ulah lagi, hah?! Kenapa kau keluar dari mobil dan masuk ke sini, hah?!"

__ADS_1


"Angkat dulu tubuh Bos kamu! Berat, nih, dan......"


"Pertahankan posisi itu! Kamu tahan dulu tubuh Bos dan jangan banyak gerak! Aku nggak berani angkat tubuh Bos. Aku takut melakukan kesalahan dan memperparah kondisinya Bos. Kita tunggu ambulans datang dan tetaplah seperti itu. Bos terluka karena melindungi kamu. Bos belum pernah seceroboh ini. Ini semua karena kesalahan kamu. Kau harus bertanggung jawab untuk kesalahan besar ini" Angga berucap dengan wajah penuh amarah dan Cantika hanya bisa diam membisu dengan ekspresi wajah bersalah.


__ADS_2