Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Menuju ke Bahaya Besar


__ADS_3

"Kita nggak jadi ke rooftop untuk naik helikopter. Lalu helikopternya gimana?" tanya Amanda.


"Teman saya sudah saya hubungi untuk membawa helikopternya Elruno grup kembali ke kandangnya" Sahut Leon.


"Kita harus cepat menyusul Barnes. Aku dan Jake juga dapat serangan waktu pulang tadi. Jake bahkan terluka. Bahunya kena serempetan peluru" ucap Bryna.


Ting! Pintu lift terbuka di area parkir dan saat mereka berlari menuju ke mobil sedan miliknya Leon pribadi, Amanda tiba-tiba memekik, "Tunggu!" Sambil mengerem laju larinya.


Leon dan Bryna yang sudah membuka pintu mobil menoleh ke Amanda dan berteriak secara kompak, "Ada apa?!"


Amanda berlari dan mengajak semuanya masuk ke dalam mobil. Ia lalu berkata, "Kejar orang yang barusan meluncur! Mobil sedan merah itu! Dia anak buahnya Teguh"


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Bryna sambil menoleh ke jok belakang tempat Amanda tengah duduk sambil terengah-engah.


Leon langsung menekan gas dan mengikuti mobil sedan merah yang ditunjuk oleh Amanda sambil berucap, "Nyonya Barnes Adiwilaga Darmawan, memiliki bakat spesial. Dia bisa mendengar apa yang ada di benak semua orang"


"Kecuali Barnes" Sahut Amanda.


"Wah! Keren banget! Aku baru tahu nih. Emm, coba aku tes kalau gitu" Bryna berdiam diri sejenak dan memikirkan sesuatu di benaknya. Lalu ia menoleh ke jok belakang, "Coba kau kasih tahu ke aku, aku sedang memikirkan apa?"


"Wah! Selamat ya! Jake akan segera melamarmu" Amanda tertawa lebar dan menepuk pundaknya Bryna.


"Wah! Benar-benar hebat kamu Manda! Wah! Keren!" Bryna tertawa senang.


"Anda yakin akan menikah dengan Tuan Jake?x sahut Leon.


"Aku dan Jake udah kena lama banget. Jadi, aku rasa aku yakin kalau aku akan menerima lamarannya" sahut Bryna.


"Tuan Raja Darmawan, Papa Anda, mengantongi banyak kartu As-nya Kolonel Jake. Saya rasa perjuangan Kolonel Jake bakalan berat di saat ia harus menghadap Papa Anda, nanti" sahut Leon.


"Iya kamu benar. Jake memang anak badung dan kurang serius anaknya, tapi dia sudah banyak berubah kok. Jadi, aku yakin kalau dia akan berjuang mati-matian di depan Papa demi aku" Bryna bertepuk tangan dengan wajah riang penuh semangat.

__ADS_1


"Aku doakan, perjalanan kisah kasih kamu dan Jake bisa lancar sampai ke pernikahan" sahut Amanda.


"Amin!" pekik Bryna senang lalu ia menoleh ke jok belakang dengan senyum lebar ia berkata, "Terima kasih, Manda"


"Kenapa Tuan Barnes tidak bisa dihubungi?" sahut Leon tiba-tiba.


"Kenapa kau mengubungi Barnes? Biarkan Barnes fokus ke penggerebekan gudang produksi narkobanya Teguh" Sahut Amanda.


"Iya, Manda benar" Sahut Bryna.


"Tapi, kita saat ini tengah mengejar anak buahnya Teguh. Apa kita tidak perlu menelepon Tuan Barnes dulu?"


"Tidak perlu!" pekik Amanda dan Bryna secara bersamaan dan Leon hanya bisa menghela napas panjang dan bergumam, "Pria memang selalu kalah melawan wanita yang keras kepala seperti kalian ini"


Amanda dan Bryna terkekeh geli mendengar gumamannya Leon.


"Anda tadi membaca pikiran orang itu seperti apa, Nyonya?" tanya Leon sambil melirik rear-mirror visionnya.


"What?!" Leon langsung mengerem laju mobilnya secara dadakan.


Bryna langsung menepuk bahunya Leon dengan mendelik kesal karena kening dia hampir saja terantuk dashboard mobil.


"Aduh!" Amanda memekik kesal karena keningnya terantuk jok depan.


"Kenapa berhenti dadakan?" Kita akan kehilangan jejak mobil merah itu" Bryna langsung menyemburkan protesnya Ke Leon.


"Iya Yon! Cepat tancap gas lagi!" pekik Amanda sambi menepuk bahunya Leon beberapa kali.


Leon mendengus kesal dan berteriak, "Diam!"


"Kau berani membentakku?" Bryna dan Amanda melemparkan tanya yang sama ke Leon.

__ADS_1


Leon langsung tersenyum lebar tapi hatinya menahan kesal dan ia berucap, "Maafkan saya Nona-nona cantik, saya nggak sengaja membentak Anda berdua, hehehehe.Tapi, kalau saya nekat mengikuti mobil merah tadi, kita akan berada dalam bahaya besar. Mendingan kita telpon pihak berwajib saja" Leon langsung menelepon nomer ponsel jendral wanita saingannya Teguh dan mengatakan semua yang Amanda katakan.


Jendral wanita tersebut segera menutup sambungan teleponnya dengan Leon dan dia memutuskan untuk berangkat sendiri memimpin anak buahnya menuju ke Dermaga Pearl untuk menangkap basah Teguh dan memenjarakan Teguh untuk selama-lamanya.


Leon menoleh ke kiri dan tersentak kaget saat kedua manik hitamnya menangkap dua pasang mata yang tengah mendelik ke arahnya. "Aish! Anda berdua mengagetkan saya. Kenapa Anda berdua melotot seperti itu?"


"Susul mobil merah tadi ke Dermaga Pearl sekarang juga! Ada banyak anak-anak gadis di bawah umur yang tak berdosa di sana yang akan dijual ke lua negeri oleh Teguh bersama dengan beberapa organ dalam manusia yang berhasil Teguh kumpulkan secara ilegal" pekik Amanda.


"What?! Kenapa Anda baru bilang sekarang Nyonya?"


"Karena aku laper. Dari tadi siang aku kan belum makan dan kalau aku laper, aku memang lemot" Amanda meringis ke Leon dan Bryna.


"Biarkan Ibu Jendra dan timnya yang bergerak" Sahut Leon.


"Aish! Bisa telat nanti!" pekik Amanda kesal.


"Kita mampir ke makanan cepat saji untuk Eli burger dan cola dulu kalau gitu. Setelah itu kita ke Dermaga Pearl" sahut Bryna dengan santainya.


Leon masih menatap kedua wanita cantik di depannya dengan bengong dan Bryna langsung memekik kesal, "Ayo tekan gasnya lagi! Kok malah bengong. Kau mau aku batalkan impianmu memiliki speed boat mewah?"


Leon langsung menekan gas secara otomatis begitu ia mendengar kata speed boat mewah impiannya.


Setelah mendapatkan tiga burger, tiga kentang goreng jumbo, dan tiga cup jumbo cola, lewat layanan drive-thru, Leon langsung melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke Danau Pearl.


Barnes, Jake, the five Jays, tiga sniper dan sepuluh tim SWAT yang dikirim oleh Jendral wanita saingannya Teguh berhasil menyita, menangkap semuanya yang ada di gudang produksi narkobanya Teguh dan menyegel gudang produksi narkoba yang sangat besar.itu dengan tanpa terluka.


Namun, satu orang tangan kanannya Jendral Teguh yang Jendral Teguh percaya untuk mengelola dan menjadi manajer di gudang produksi narkoba itu, berhasil melarikan diri.


Duscha berhasil disandera oleh orang kepercayaannya Teguh itu. Oleh sebab itulah, tanpa berpikir panjang dan tanpa menaruh curiga sedikit pun, Barnes, Jake dan the five Jays, mengejar orang tersebut. Padahal sesungguhnya itu adalah skenarionya Teguh untuk menjebak Barnes, Jake dan The five Jays, masuk ke dalam perangkapnya dan Teguh berniat akan meledakkan Barnes dan timnya dalam sebuah kapal.


Orang kepercayaannya Teguh melongok ke jok belakang lewat rear-mirror visionnya ke rekannya yang menjaga Duscha yang masih pingsan setelah terkena pukulan keras di tengkuknya. "Kau sudah kirim pesan text ke Bos kita?"

__ADS_1


"Sudah. Aku juga sudah katakan kalau orang yang kita tangkap ini adalah Duscha Igor yang sebenarnya dan yang kemarin kita bunuh itu bukanlah Duscha Igor"


__ADS_2