Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kenapa?


__ADS_3

Barnes mengajak Jake dan Duscha untuk berbulan madu di usia senja mereka dengan pergi bersama ke Jepang. Mereka menginap di vila mewah nan megah peninggalannya Moses Elruno.


Barnes dan timnya memutuskan untuk pensiun di umur lima puluh lima tahun dan mereka akhirnya tersebar untuk menikmati minat dan bakat mereka masing-masing bersama dengan keluarga mereka masing-masing.


Vila peninggalannya Moses Elruno itu terbagi menjadi tiga bangunan yang sama besar dan sama pentingnya. Dan memiliki penataan ruang yang sama pula karena, vila itu dulunya sering Moses pakai untuk berbulan madu bersama dengan Alfa dan Adijaya.


Barnes memilih menempati bangunan tengah. Jake di sisi timur dan Duscha di sisi barat.


Barnes mengajak Amanda bercinta di atas meja makan di pagi-pagi buta saat ia melihat istrinya tengah memasak di dapur dengan bergoyang dan dengan masih mengenakan lingerie seksi favoritnya Barnes


Barnes langsung mematikan kompor, membuka cepol rambutnya Amanda, mendekap Amanda dari belakang dan menciumi lehernya Amanda.


Amanda melenguh dan saat Amanda berbalik badan, Barnes langsung melahap bibir istrinya dengan rakus, menggendong Amanda dan meletakkan pantat Amanda di atas meja makan yang masih kosong. Tanpa membuang waktu, Barnes menurunkan ritsleting celana kainnya untuk menyatu dengan Amanda. Barnes yang masih sangat gagah, tinggi besar, dan perkasa, membuat meja makan itu tidak kuasa menahan lonjakan gairahnya Barnes. Dan alhasil, di ronde kedua penyatuan raganya dengan Amanda, salah satu kaki meja makan itu patah.


Amanda dan Barnes tertawa lepas secara bersamaan setelah mereka melepas pekik kepuasan mereka di udara bebas.


"Mas! Kaki mejanya patah!" Amanda merosot turun dari atas meja, merapikan lingerie yang membalut tubuh rampingnya sambil menunduk untuk melihat kaki meja patah.


Barnes langsung membopong Amanda dan berkata, "Kita lebih butuh mandi daripada meja makan" Lalu dengan berlari cepat ia membawa Amanda ke kamar mandi yang ada di dalam kamar utama untuk saling menggosok badan di dalam bathtub. Kegiatan saling menggosok badan adalah kegiatan favoritnya Barnes dan dia bisa berlama-lama dengan istri tercintanya di sana.


Dua jam kemudian, Barnes berjalan ke halaman utama sambil menggandeng tangannya Amanda karena, ia melihat Jake dan Duscha memanggang sesuatu di sana dan bau harumnya menggoda Barnes dan Amanda untuk mendekat.


"Aku harap Noah dan Batari bisa akur selama mereka bersama di pulau itu" Sahut Barnes.

__ADS_1


"Iya, aku harap juga begitu" Sahut Amanda.


"Tapi, aku lihat, Tari sangat membenci Noah sejak Noah menghilang tanpa jejak" Sahut Bryna.


"Dia sama kayak kamu. Persis. Kalau ngambek lama" Sahut Jake.


Semua langsung tertawa mendengar protesnya Jake dan Bryna langsung menepuk bahunya Jake dengan mendelik.


"Dan aku harap, Noah berhasil menemukan keberadaannya Bening" Sahut Duscha"


"Iya. Aku telah ditipu habis-habisan oleh Mikhael Kors dengan surat palsu hasil tes DNA itu" Sahut Barnes.


"Dan kita doakan bersama semoga Bening masih hidup saat ini" Sahut Joy.


"Aku shock saat mendengar kabar dari badan intelejen bahwa Bening ada di dalam daftar anak-anak di bawah umur yang dikirim oleh Mikhael Kors untuk dijadikan PSK di luar negeri" Amanda langsung menundukkan wajahnya untuk menahan tangis dan Bareng langsung memeluk Amanda dan berkata, "Kita akan terus berdoa semoga Bening baik-baik saja selama ini dan kita bisa bertemu kembali dengan Bening" Barnes mengelus punggungnya Amanda.


"Amin" Sahut semuanya.


Batari terus mencium bibirnya Ijah sambil memperhatikan dada Noah dan gerak geriknya Noah. Di saat ia tidak menemukan bukti yang ia cari, seperti debaran jantungnya Noah atau balasan ciuman dari Noah, Batari mengumpat kesal di dalam hatinya dan ia menggigit bibirnya Noah dengan sangat geram.


Noah menangkup wajah Batari dan dengan cepat ia menjauhkan wajah Batari dari wajahnya untuk menyemburkan protes, "Kenapa kau menciumku lalu menggigitku?!" Noah melotot.


Batari memegang kedua lengannya Noah untuk menghempaskan lengan itu ke bawah dengan wajah kesal. Batari kemudian berputar badan, melompat ke ranjang untuk meringkuk memunggungi Noah dan berkata di sana, "Karena kamu brengsek"

__ADS_1


Batari merasa kecewa. Ia mengharapkan Noah berdebar dan membalas ciumannya saat ia mencium Noah, namun ia hanya mendapatkan rasa kesal dan kecewa.


Noah sontak berteriak, "Kamu yang menciumku dan kau katakan aku yang brengsek di sini? Yang benar saja Tari! Kau sudah gila, ya?!"


Batari mematung dan tanpa Noah ketahui, Batari meneteskan air mata. Batari kecewa mendapatkan kenyataan bahwa Noah tidak lagi mencintainya. Itu ia buktikan dari ciumannya. Ia tidak mendapatkan balasan ciuman dari Noah dan ia tidak merasakan debaran jantungnya Noah, untuk itulah ia meneteskan air mata.


Noah melihat punggungnya Batari bergetar dan itu membuatnya bertanya, "Apa kau menangis, Tari?"


Dan dengan masih memunggungi Noah, ia berteriak, "Aku nggak menangis, cih! Untuk apa aku menangis?! Dan jangan pedulikan aku! Dasar brengsek!"


Noah menghela napas panjang dan sambil terus menatap punggungnya Batari, ia mengusap sudut bibirnya yang masih terasa perih akibat dari gigitan tajamnya Batari.


Dia masih sama. Suka menggigit. Tapi, kali ini, gila bener! Dia sungguh-sungguh menggigitku sampai berdarah. Tapi, apa salahku sampai dia menggigitku dengan sangat kesal tadi? Kenapa dia kesal? Padahal dia, kan, yang menciumku? Noah bergumam di dalam hatinya.


"Kalau kamu nggak menangis, kenapa punggung kamu bergetar dan kamu tidak berani menoleh ke sini waktu aku tanya?" Noah kembali bertanya sambil menekan sudut bibirnya yang masih berdenyut nyeri


"Aku ngantuk berat saat ini. Aku terus menguap makanya punggungku bergetar dan aku malas menoleh karena aku malas melihat wajah kamu. Sekarang diam dan jangan banyak tanya lagi!" Batari menyahut dengan nada yang cukup tinggi dan terdengar ketus.


Noah menghela napa panjang laku meraup kasar wajahnya lalu ia memutar badan untuk meletakkan kepalanya di atas meja dan di dalam hitungan detik, Noah sudah jatuh ke alam mimpi.


Noah sontak terbangun saat ia mendengar suara orang menangis. Noah menegakkan wajahnya untuk mencermati keadaan di sekitarnya dan akhirnya ia menemukan isak tangis itu berasal dari Batari.


Noah mendekati ranjang dengan pelan dan duduk di tepi ranjang untuk melihat kondisinya Batari. Saat Noah melongok untuk melihat wajahnya Batari, Batari sudah menghentikan isak tangisnya dan menggantinya dengan suara mengigau, "Noah, kenapa kau pergi dan menghilang? Aku sangat merindukanmu, tapi kenapa kau dingin padaku saat ini? Aku mencium kamu tadi, itu karena, aku ingin tahu apa kamu masih mencintaiku, tapi kamu dingin sama aku, hiks, hiks, zzzzzzzzzzzzzzz" Batari kembali tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Noah menatap Batari dengan perasaan campur aduk. Lalu, ia bergumam lirih sambil merapikan selimutnya Batari, "Kalau kau masih mencintaiku, kenapa kau memutuskan hubungan kita waktu itu dan kau berselingkuh Tari? Kenapa?"


__ADS_2