Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Semringah


__ADS_3

Mona menarik wajahnya dari lehernya Noah dan Noah menatap Mona, kebenciannya terpancar jelas, Noah mendesiskan kata, "Apa yang kau lakukan brengsek?"


Batari yang ingin segera menendang wanita asing yang lancang duduk di atas paha suaminya, terpaksa berlari saat ada dua orang memergokinya.


Noah terkesiap saat wanita itu menunduk untuk menyentuh bagian dirinya yang tegang. Punggung Noah sontak melengkung ke belakang dan secara refleks berdesis. Noah berteriak kencang, "Hentikan!" Saat wanita seksi itu bergerak liar di bagian tubuh Noah yang tegang.


Wanita itu menghentikan gerakannya untuk berkata di atas bagian dirinya Noah yang tegang, "Katakan di mana Dito! Aku akan segera suntikkan penawarnya"


"Nggak akan! Kau dengar aku? Aku nggak akan pernah katakan di mana Dito berada, dasar brengsek!!!!!!"


Mona menyusupkan wajahnya Kembali ke lehernya Noah dan memberikan beberapa gigitan kecil di sana yang membuat Noah berteriak kencang, "Hentikan dasar brengsek!!!!"


Dengan keahlian beladiri di atas rata-rata, Batari akhirnya berhasil melumpuhkan dua orang pria yang mengejarnya hanya di dalam hitungan detik dengan menggunakan teknik beladiri Systema yang mematikan. Batari melihat sejenak dua orang yang sudah berhasil ia lumpuhkan lalu, ia bergegas kembali ke ruangan di mana Noah dan Danny masih disekap. Dan dengan menyipitkan kedua kelopak matanya, ia melongokkan sedikit wajahnya ke dalam dan sontak kedua bola matanya bertabrakan dengan kedua bola matanya Danny.


Danny yang memang sengaja masih tersungkur di atas lantai untuk menghimpun kembali tenaganya, sontak menegakkan kepalanya saat kedua bola matanya bertabrakan dengan Batari.


Batari langsung memberikan kode ke Danny untuk melumpuhkan dua orang yang masih berada di dalam ruangan yang tengah berdiri membelakangi pintu masuk.


Danny mengumpat tanpa bersuara. Lalu, dengan malas dia bangkit berdiri. Dan dari arah belakang, dia segera membenturkan kepala kedua orang yang berdiri di depannya dengan sangat keras sehingga membuat kedua orang itu jatuh pingsan di atas lantai.


Sementara itu, dengan mengerang frustasi Noah menarik mundur wajahnya untuk melepaskan lehernya dari lidah liar wanita seksi yang masih bertengger di atas pahanya. Lalu dengan sisa tenaga yang masih ada, Noah membenturkan keningnya ke kening wanita liar itu.


Mona menjerit kesakitan sambil mengelus keningnya. Mona berteriak kesal, "Berani sekali kau membenturkan kening kamu ke keningku!!!??!!!!"


"Dan berani sekali kau melecehkan suamiku, dasar brengsek!!!!!!!" Batari langsung menjambak rambut Mona dan menariknya mundur sampai Mona tidak lagi bertengger di atas pahanya Noah.


Noah menjerit kesakitan dan di saat Mona hendak mencakar Batari, Batari dengan sigap melepaskan rambutnya Mona dan melompat mundur.

__ADS_1


Danny segera menolong Noah saat ia berhasil menemukan kunci borgol dari dalam celana salah satu pria yang berhasil ia lumpuhkan.


Mona bangkit berdiri dan melotot ke Batari dengan kuda-kuda.


Batari menggeram kesal, "Aku belum pernah membunuh orang, tapi jika harus membunuh kamu, aku tidak keberatan! Ciaaaattttt!!!!" Batari berlari maju sebelum Mona menyerangnya. Batari mengarahkan tendangannya ke arah samping dengan memutar telapak pada kaki 45 derajat. Dengan begitu pinggangnya ikut memutar, kemudian dengan kecepatan kilat ia menendang ke arah kepala. Mona jatuh ke samping kanan dan kepalanya membentur lantai dengan sangat keras.


Batari kembali ke sikap sempurna. Wanita cantik istrinya Noah itu kemudian menoleh ke Noah dan Danny yang tengah melongo menatap Batari.


Noah yang masih bersandar di tubuhnya Danny karena merasakan sakit yang luar biasa dan tubuhnya lemas, berkata dengan nada lirih, "Kau luar biasa, Sayang"


Danny menyahut, "Itu kode untukmu Bos. Jangan pernah kau selingkuh. Kau akan berakhir seperti itu kalau kau selingkuh. Karena, kau punya Istri yang sangat ganas" Danny lalu meringis sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat ke Batari saat Batari mengangkat bogem mentahnya ke Danny sambil berkata, "Kau mau mencobanya?"


Noah terkekeh geli dan Batari langsung memborgol tangan wanita liar yang berani melecehkan suaminya, lalu ia menoleh tajam ke Danny sambil berkata ke Danny, "Biar aku yang memapah Noah. Kau ikat semuanya dan bawa keluar. Aku udah lumpuhkan pilot helikopternya dan udah nelpon Om Jake. Kawan-kawan kita menuju ke sini"


"Siap Bu dokter" Sahut Danny sambil menyerahkan Noah ke Batari. Noah langsung memeluk erat tubuh Batari.


Batari menyentuh keningnya Noah dengan mengerutkan keningnya dan bertanya, "Kenapa badan kamu panas banget?" Batari lalu menunduk, "Noah! Kenapa kamu tegang? Ritsleting celana kamu masih terbuka, apa wanita itu telah.......... hhhmmmppttt!"


Noah langsung membungkam bibirnya Batari dan di saat ia melepaskan bibirnya Batari, Noah terengah-engah sambil berkata, "Sakit sekali Tari. Bagian yang menegang terasa sakit sekali. Tubuhku juga menggigil nggak karuan saat ini dan aku menginginkanmu saat ini. Sangat menginginkan kamu, Sayangku"


Batari berucap, "Apa wanita tadi memberimu sesuatu?"


Noah mengangguk dan dengan masih terengah-engah ia berucap, "Dia menyuntikkan sesuatu ke leherku"


"Sial! Dia sepertinya menyuntikkan......hhhmmppt!"


Noah kembali membungkam bibirnya Batari tepat di saat Danny masuk kembali ke dalam ruangan untuk menyeret wanita liar yang masih tergelepar di atas lantai. Danny langsung berucap, "Oke! Canggung nih situasinya. Lanjutkan dulu Bos! Aku akan tunggu kalian di depan!" Brak! Danny langsung menutup pintu ruang itu dan melangkah keluar dari dalam pondok bertepatan dengan masuknya Jake, Bryna yang tengah menggendong Dito, Lopez dan Santo.

__ADS_1


"Mana Noah dan Tari?" Tanya Jake dan Bryna secara bersamaan.


Danny menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan sambi meringis, ia berucap, "Jangan ganggu mereka. Bu Dokter sedang mengobati pasien dan tidak ingin diganggu"


Semuanya akhirnya berbalik badan mengikuti langkah Danny keluar dari dalam pondok.


Jake melompat ke atas helikopter untuk memborgol supir helikopter yang masih pingsan dan setelah turun dari atas helikopter, ia menoleh ke Danny untuk bertanya "Kenapa wajah kamu bisa bonyok kayak gitu?"


"Inilah resiko jadi orang jelek, Pak" Sahut Danny.


"Kok bisa?" Tanya Jake sambil menautkan alisnya.


"Yang ganteng selalu dapat yang enak-enak dan yang jelek selalu dapat yang bonyok" Sahut Danny sambil ngeloyor pergi dari hadapannya Jake dan Jake menatap punggung Danny dengan menarik alisnya ke dalam sedalam-dalamnya.


Batari menarik bibirnya dan langsung berjongkok.


Noah menunduk dan berkata, "Jangan Tari! Jangan lakukan itu! Kita harus menyatu dan........."


"Nggak ada waktu. Cara ini cara yang lebih efektif" Batari lalu bergerak di bagian tubuh Noah yang tegang. Noah sontak melengkungkan pungungnya ke belakang dan kedua tangannya mencengkeram kepalanya Batari dengan erangan frustasi.


"Tari! Ini nggak benar. Kau hanya memikirkan aku kalau begini. Aaarrghhh! Kenapa rasanya sangat nikmat dan........Aaahhhhh!!!!! Tariiiii!!!!!! Bagaimana denganmu? Arrrgghhh!!!!"


Batari terus bergerak dan mengabaikan teriakannya Noah. Lima menit berikutnya, Batari bangkit berdiri dan sambil merapikan celana suaminya, ia berkata, "Untung luka kamu nggak kebuka lagi jahitannya"


Noah mencium keningnya Batari dan berucap di sana, "Makasih, Sayangku. Aku akan berterima kasih dengan benar nanti"


Batari berkata, "Aku menunggu itu. Sangat menunggu ucapan terima kasih dari kamu" sambil mengambil ikat pinggangnya Noah yang ada di atas meja lalu ia menoleh ke Noah di saat ia mendengar Noah terkekeh geli untuk berkata, "Aku mencintaimu"

__ADS_1


Noah langsung mengucapkan kata, "Aku sangat mencintaimu" Lalu ia melangkah lebar untuk memeluk pinggang rampingnya Batari sambil mengambil ikat pinggangnya dari tangan Batari. Kemudian, pasangan suami istri yang penuh cinta itu melangkah keluar dari dalam pondok dengan senyum semringah.


__ADS_2