
"Ah! Terima kasih udah mau menunjukkan street food semacam ini"
"Jangan berlarian ke sana kemari! Jalannya sempit dan ramai. Aku nggak ingin kehilangan kamu" Dito langsung menggaet lengan atas Cantika lalu menguncinya.
Cantika menoleh tajam ke Dito dan dengan merengut ia melemparkan protes, "Aku kayak anak balita kalau kamu gandeng kayak gini! Lepaskan!"
"Akan aku lepaskan kalau kamu janji nggak akan berlarian ke sana kemari"
"Iya. Aku janji. Aku juga takut sampai terpisah darimu"
Dito melepaskan Cantika sambil bertanya, "Apa kau beneran sudah ada rasa sama aku?"
Cantika mengulurkan lidahnya, lalu berkata, "Kau nggak percaya waktu aku hilang aku jatuh cinta sama kamu tadi pas kita makan di dalam restoran. Jadi, tetap aja nggak percaya. Lagian aku takut terpisah darimu karena aku takut kelaparan dan kehujanan. Aku, kan, nggak pegang uang"
"Kalau kamu mau menyerahkan diri dengan rela hati untuk menjadi wanitaku, aku akan kasih apapun yang kamu minta"
"Aku punya keluarga yang bisa memberiku uang lebih banyak dari kamu. Pulangkan saja aku! Aku tidak butuh uangmu"
"Benarkah kau tidak butuh uangku? Kalau gitu bayar sendiri burger dan kentang goreng itu" Dito bersedekap dan menatap Cantika dengan wajah dingin.
Cantika sontak meringis dan berkata sembari menarik-narik pelan ujung kemejanya Dito, "Ini lain perkara. Kau udah janji ajak aku jalan-jalan, kan, tadi. Kalau yang namanya jalan-jalan itu pasti butuh jajan. Nah, ini perkara janji. Seorang Pria gentleman kayak kamu, nggak akan pernah ingkar janji, kan, hehehehehe"
"Pintar ngomong juga, ya, kamu, tzk!" Dito akhirnya mengeluarkan beberapa lembar uang euro untuk membayar burger dan kentang goreng yang ada di dalam dekapannya Cantika.
"Bos nggak pernah jalan-jalan di tempat seramai ini?" Tanya salah satu dari anak buahnya Angga yang mengawal Dito dan Cantika malam itu.
"Semua demi wanita menyebalkan itu" Sahut Angga dengan nada ketus.
"Sepertinya Bos sangat peduli dengan wanita itu"
"Bukan hanya peduli. Tapi, Bos sudah cinta mati sama wanita itu" Sahut Angga dengan wajah kesal.
"Kau sudah makan banyak kue, sepiring steak iga sapi bakar, dua gelas jus mangga, dan puding, tadi. Tapi, masih bisa menghabiskan burger dan kentang goreng?"
"Aku kalau stres selera makanku bertambah"
"Lalu, ke mana perginya semua makanan yang masuk ke tubuh kamu? Kenapa tubuh kamu nggak gendut kayak Tina Gajahku"
"Sial! Kau samakan aku dengan Gajah kamu lagi"
Dito sontak terkekeh geli melihat Cantika menggembungkan pipi di depannya.
Lalu, Cantika berkata, "Wanita itu memiliki dua kantung makanan. Yang satu kantung makanan untuk camilan dan yang satu kantung makanan untuk makanan berat. Jadi, itulah kenapa wanita lebih suka nyemil daripada pria" Sahut Cantika sembari bangkit berdiri dan mengajak Dito kembali berjalan-jalan.
"Emang seperti itu, ya?"
"Hmm" Sahut Cantika sambil terus melenggang santai.
Tiba-tiba, Angga berteriak, "Bos! Lari! Ada geng Black Shadow di jalan!"
__ADS_1
Mendengar kata lari dan Black Shadow, Dito sontak menarik tangan orang di sampingnya yang dia pikir pastilah itu Cantika dan saat ia hendak berlari sambil menoleh ke kanan, dia tersentak kaget, "Siapa kamu?! eh, Who are you?!"
Wanita yang tangannya digandeng oleh Dito langsung mendelik, menarik lepas tangannya dan berbalik badan meninggalkan Dito.
Dito sontak mengedarkan pandangannya ke segala arah dan saat ia berhasil menemukan sosok Cantika, ia segera berlari dan berhasil memanggul tubuh Cantika. Dito melesat berlari ke dalam taman sambil terus memukul pantat Cantika.
"Aduh! Kenapa kau terus memukul pantatku? Aku bisa menuntutmu!"
"Ada mobil musuh di jalan dan mereka mengintai aku. Mereka tidak berani menembak karena kita ada di keramaian. Kamu malah berlari nggak jelas. Tentu saja aku harua memberimu pelajaran. Nih! Rasakan!" Dito kembali memukul pantat Cantika untuk yang ketiga kalinya.
"Turunkan aku!" Cantika meronta dengan sangat kuat dan Dito akhirnya menurunkan Cantika di atas rumput.
"Kau mau lari ke mana tadi?" Dito mendelik ke Cantika.
"Aku mau ke toilet" Cantika menjawab dengan acuh tak acuh sambil mengelus-elus pantatnya.
"Dasar pembohong cilik! Sekarang kita berdiam diri di sini menunggu Angga menjemput kita. Aku nggak bisa ngapa-ngapain karena ada kamu"
"Kalau kamu kasih aku pistol, aku bisa bantu kamu. Aku juara menembak di kelasku"
"Cih! Aku nggak sebodoh itu untuk kasih kamu pistol"
"Ya, udah" Cantika mengangkat kedua bahunya dengan wajah santai.
Dito langsung menarik Cantika masuk saat anak buahnya membuka pintu mobil sambil berteriak, "Bos! Cepat Masuk!"
"Wah! Kucing liar Anda sangat membahayakan bagi kita semua, Bos" Ucap Angga begitu Dito menutup pintu mobil.
Angga menekan laju gas mobil seraya menyahut, "Kamu lah! Siapa lagi"
"Kau! Mau aku bikin babak belur lagi, ya?!" Cantika langsung memukul cukup keras bahu Angga.
"Nah, kan! Tindakan impulsif kamu yang kayak gini, nih, bisa membahayakan nyawa orang lain" Ucap Angga dengan nada ketus.
Cantika menoleh tajam ke Dito untuk meminta dukungan, tapi Dito malah berucap, "Angga benar. Jangan bertindak ceroboh lagi!"
"Cih!" Cantika langsung menyandarkan punggungnya di jok dengan mendengus kesal.
Beberapa jam kemudian, Cantika dan Dito sampai di kamar. Dito langsung berucap, "Kamu tunggu aku di sini! Aku ada rapat dengan Angga dan anak buahku"
"Baiklah! Pergilah yang lama!" Sahut Cantika sembari berlari ke toilet.
Dito menutup pintu kamar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Belum sempat Dito meletakkan pantatnya dengan sempurna di sofa, Angga sudah menyemburkan, "Bos! Pulangkan gadis itu secepatnya! Dia sungguh merepotkan"
"Dia tanggung jawabku. Jangan urusi dia! Sekarang kita bahas soal Black Shadow saja"
"Sepetinya Papa Anda telah mengusik bos Black Shadow dan sengaja melakukan itu untuk mengadu domba Anda dengan Bos Black Shadow. Papa Anda pasti marah karena Anda, mendekap Putri dari pria yang sudah membunuh Mama Anda. Anda tidak membunuh putri Noah Baron. Anda malah memeliharanya"
__ADS_1
"Aku akan lakukan apapun untuk melindungi Cantika. Aku juga akan melawan siapa pun yang menghalangiku memiliki Cantika. Termasuk kamu kalau kamu........."
"Nggak Bos. Saya nggak berani melawan Anda. Saya akan selamanya setia pada Anda"
"Aku akan temui Bos Black Shadow besok untuk mengkonfirmasi kesalahpahaman yang ditimbulkan oleh Papaku. Buat janji jam enam sore besok di taman tadi saja. Kita butuh tempat yang netral dan ramai"
"Baik, Bos" Sahut Angga.
"Oke. Aku mau masuk ke kamar lagi. Aku capek"
Sepuluh menit kemudian, Dito membuka pintu kamar dan dia dikejutkan dengan keadaannya Cantika.
"Kau kenapa?" Dito langsung memeluk Cantika dengan panik saat ia melihat Cantika rebahan di sofa dengan lemas, wajah memerah dan terus berteriak, "Panas! Panas! Kenapa panas sekali! Hei! Benahi AC-nya! Dasar brengsek!"
""Kau minum apa barusan?"
"Air biasa. Air yang ada di teko itu"
"Sial! Ada yang berniat membuatku teler dan menjebakku. Tapi, apa mereka tidak tahu kalau aku tidak sendirian di kamar ini?"
Tiba-tiba masuk seorang gadis yang berpura-pura kaget, "Ah! Kok ada orang? Aku rasa aku salah kamar dan ........sial! Kenapa Anda baik-baik saja dan siapa wanita itu?!"
Dito langsung memukul tengkuk wanita itu sampai wanita itu jatuh pingsan di atas lantai dan pria tampan itu kemudian bergegas menelepon Angga.
Saat Angga membuka pintu kamar Bosnya, Dito langung berkata, "Bawa keluar wanita itu dan interogasi di sampai dia mengaku siapa yang menyuruhnya!"
Begitu Angga membawa keluar wanita tak dikenal itu, Dito langsung menutup pintu dan menguncinya.
Dan ketika ia berbalik badan, ia dikejutkan dengan pelukannya Cantika, "Panas! Tolong bantu kau lepaskan baju ini!"
Dito langsung membopong tubuh Cantika dan berlari untuk segera merebahkan Cantika ke ranjang.
Sewaktu Dito hendak bangun, Cantika menarik kerah kemeja Dito dan mencium bibir Dito.
Dito menikmati ciuman itu dan saat Cantika mendorong dada Dito untuk mengambil napas, Dito berucap, "Kau yakin dengan ini, Babe?"
Alih-alih menjawab pertanyaannya Dito, Cantika mendorong Dito sampai Dito rebah di kasur dan dia langsung melompat duduk di atas tubuh Dito.
Dito menopang kepalanya dengan kedua telapak tangan sambil berkata, "Oh! Kau sedang berada di atas ternyata"
Cantika bergulir ke samping, lalu turun ke lantai untuk melepas kaos dan celana pendek jinsnya. Wanita itu kemudian melompat kembali di atas tubuh Dito untuk bertanya, "Emangnya kau nggak kepanasan? Kenapa kau belum melepas kaos kamu?"
Dito berucap dengan suara parau menahan gairah, "Aku menunggu kau yang melepaskan kaosku"
"Oke aku akan lepaskan" Tapi, alih-alih melepas kaos Dito, Cantika justru menyusupkan wajahnya ke leher Dito dan menggigit leher Dito dan berteriak di sana, "Aku akan menggigit semua tubuhmu karena kau sungguh menyebalkan, Dito Zeto!"
Dito menyeringai penuh arti dan dia berucap, "Lakukan saja apa yang kau inginkan!"
Hanya dengan mengenakan pakaian dalam yang seksi dan berenda, Cantika menegakkan kembali kepalanya dan dengan masih bertengger di atas tubuh kekarnya Dito, dia berucap, "Kau jangan menangis besok pagi! Aku akan menghajarmu malam ini, Dito Zeto!"
__ADS_1
Dito tertawa terbahak-bahak dan hmmmppppt! Dito sontak menghentikan tawanya saat bibir Cantika membungkam bibirnya. Kemudian dengan liar, Cantika mengajak Dito berciuman.............