Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Apa Yang Kau Lakukan?!


__ADS_3

Dito meletakkan sop ayam hasil karyanya di atas meja makan, lalu duduk di kursi dan menatap Cantika dalam diam.


"Apa lihat-lihat?" Cantika mendelik ke Dito dengan bersedekap.


"Kenapa duduk aja? Mana nasinya?" Dito berucap sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Cantika sontak mendelik dan dengan kesal dia berkata, "Kamu buta atau apa, hah?! Nasinya ada di situ" Cantika menjulurkan kepalanya ke sebuah panci yang biasa dipakai untuk memasak sayur berkuah.


Dito menjulurkan kepalanya untuk melihat apa isi panci itu dan sontak berteriak kaget, "Kok, nasinya kamu letakkan di situ? Itu tempat untuk masak sayur. Namanya panci"


"Aku tahu! Tapi, yang terlihat itu. Ya, udah aku pakai itu"


Dito hanya bisa menghela napas kesal. Lalu, pria tampan itu meluruskan tangan, mengangkat dadanya menjauhi meja.


"Kau selalu galak sama aku. Apa yang akan dikatakan oleh Papaku jika kuberitahu bagaimana perlakuanmu padaku?"


"Jangan banyak bicara! Makanlah!" Dito berucap sambil menyesap sop ayam hasil dari membenahi masakannya Cantika yang asal main cemplungin saja.


Cantika mencicipi sop ayam itu dan langsung membeliak kaget.


"Gimana? Enak?" Dito sontak bertanya dengan wajah was-was.


Cantika mengacungkan jari jempolnya ke udara sambil meneruskan makan sop ayam itu.


"Ternyata kau tipe wanita yang jauh banget dari yang aku baca di internet. Aku kira semua wanita bisa memasak dan anggun. Tapi, kau tidak. Kau wanita yang ........entahlah. Aku tidak bisa menggambarkannya"


Cantika sontak mengangkat wajahnya, mengerucutkan bibir dan mendelik ke Dito dengan mengepalkan tangan.


"Kau ingin menyerang aku, Babe? Aku bisa melihatnya" Dito berucap dengan memandangi mulut wanita itu. "Coba saja!"


Gigi-gigi Cantika mulai gemeretak. Dia memang memikirkan ingin menyerang Dito.


"Tapi, ketahuilah" Dito menatap dalam kedua mata Cantika, lalu kembali berucap sambil memajukan wajahnya, "Kau tidak bisa mengalahkan aku. Apa pun yang menurutmu kau kuasai, apa pun kemampuan yang menurutmu kau miliki, itu tidak cukup. Bahkan kemampuanku itu sama sekali tidak bisa mendekati kemampuanku, Babe"


Waktu berjalan lambat saat mereka saling menatap. Napas Cantika makin dalam, cuping hidungnya kembang kempis, matanya menyipit.

__ADS_1


Dito menyusuri wajah Cantika dengan sorot matanya, dan ia tahu, karena alasan yang tidak bisa diterima sekalipun, ia ingin Cantika bereaksi. Karena, setiap perubahan kecil, setiap kedipan bulu mata Cantika yang hitam dan tebal, selalu membuatnya terpesona.


Cantika kemudian menunduk dan memilih untuk melanjutkan makan sop ayam dan mengabaikan Dito.


Sementara itu, Dito terus mengamati wajah Cantika, melihat bibirnya terbuka saat ia makan dan bernapas lebih dalam.


Dito kemudian mencengkeram tangan Cantika yang ada di atas meja.


Cantika tersentak kaget dan sontak menjilat bibir dengan lidahnya.


Dito memperhatikan itu dan jantungnya seketika itu berdebar kencang.


Cantika mengigit bibir lalu berucap, "Apa ini mengusik kamu Tuan Dito Zeto?"


"Jangan mencoba menggodaku! Jangan main-main denganku!" Dito berucap sembari mengusap punggung tangan Cantika dan menatap dalam wanita Cantik itu.


Cantika langsung menarik tangannya dan bangkit berdiri.


Dito sontak ikutan bangkit berdiri dan berteriak, "Kau mau ke mana?"


"Hei! Enak aja tidur. Cuci dulu semua perabot makan yang kamu pakai! Di sini nggak ada pembantu"


Cantika sontak berbalik badan untuk mendelik ke Dito dan berteriak, "Kau anggap aku pembantu sekarang ini, hah?!"


"Siapa yang mengganggapmu pembantu di sini? Aku cuma menyuruh kamu mencuci perabot makan yang kamu pakai. Aku sudah memasak. Aku capek banget saat ini. Lagian, kondisiku juga lagi sakit, kan. Katanya kau akan membalas budi dan merawatku. Tapi, kenapa kau malah........."


"Iya! Baiklah! Aku akan cuci piring, gelas, dan semuanya! Puas?!" Cantika mendengus kesal sembari membawa semua perabot makan yang kotor ke wastafel dan meletakkan semua perabot makan kotor itu ke dalam wastafel dengan setengah melemparkannya.


Wanita cantik itu kemudian berdiri cukup lama di depan wastafel dan bergumam, "Sial! Aku bahkan belum pernah mencuci piring dan gelas. Kenapa ini ada panci besar, penggorengan, dan talenan. Dasar pria nggak peka. Katanya dia mencintaiku. Kalau cinta, Bisa-bisanya dia menyuruhku mencuci semua ini. Huffftttt! Memang cowok peka itu hanya ada di drama Korea"


Tanpa Cantika ketahui, Dito mengikuti Cantika sampai ke dapur dan berdiri agak jauh di belakang Cantika. Dari jarak itu, Dito bisa mendengar semua gumamannya Cantika.


Cantika kembali berucap, "Dia sangat menyebalkan!" Sembari menuangkan sabun cuci piring ke dalam wastafel lalu dengan santainya, ia menyalakan keran air.


Pria tampan itu sontak kaget dan langsung berteriak, "Astaga! Kenapa kau masukkan banyak sabun cuci ke dalam wastafel yang kau sumbat kayak gitu?! Lantai dapur ini bisa banjir air sabun nanti dan kau bisa jatuh terpeleset. Itu berbahaya!"

__ADS_1


Cantika mengangkat kedua bahunya ke atas karena kaget, saat ia mendapati Dito telah berdiri di sebelahnya, lalu wanita cantik itu berucap dengan wajah santai bercampur kesal, "Biar kayak mesin cuci, Kan, harus direndam dulu" Cantika meringis ke Dito.


Dito langsung membuka penyumbat wastafel sambil berkata, "Kamu nggak pernah nyuci perabot makan?"


Cantika menggelengkan kepala dengan wajah polos.


Dito sontak menutup wajahnya dan setelah menghela napas panjang, ia berucap, "Huuufttt! Oke! Aku kasih contoh sekali dan setelah itu kau selesaikan sisanya sendiri!


Cantika langsung berkacak pinggang dan berteriak kesal, "Kenapa kau suka main perintah dan kenapa tidak kau selesaikan sendiri semua cucian ini kalau kau bisa ........"


"Perhatikan dengan baik tutorial yang aku berikan! Atau aku akan mencium kamu saat ini juga" Dito mendelik ke Cantika.


"Iya! Baiklah!" Cantika berkacak pinggang dan masih dengan wajah penuh kekesalan, ia terpaksa memperhatikan Dito cara yang benar mencuci perabot makan.


"Sudah ngerti?" Dito menoleh ke Cantika.


"Iya!" Cantika menjawab dengan wajah dan nada kesal.


"Selesaikan sisanya!"Lalu, pria tampan itu berbalik badan untuk bergegas masuk ke dalam kamarnya. Selain untuk segera meminum obatnya, Dito ingin membuka laptopnya dan mencari tahu seperti apa pria peka yang ada di drama Korea.


Dito memencet asal judul drama Korea yang muncul di pencariannya. Pria tampan itu asyik mengamati tokoh pria utama di drama itu. Lalu, pria tampan itu bergumam, "Ooooo, pria peka itu harus memasak untuk ceweknya. Hei! Aku memasak, kan, barusan, kok, masih dikatakan tidak peka. Hmm! Emang Cantika yang aneh bukan akunya yang tidak peka" Dito lalu menutup kesal layar laptopnya dan tidur.


Setelah semua perabot makan tercuci bersih secara sempurna, Cantika melangkah ke kamar dan mendapati Dito telah tidur dengan sangat pulas.


Cantika duduk di tepi ranjang dan sambil terus mengamati wajah Dito, ia bergumam lirih, "Kalau tidur pulas seperti ini, dia manis banget kayak anak kucing. Tapi, kalau bangun berubah jadi singa jelek"


Cantika kemudian mengambil baju kotornya Dito, lap yang dia pakai untuk mengompres Dito tadi, lalu ia keluar kamar untuk mencuci semuanya. Dia berdiri cukup lama di depan mesin cuci, "Kenapa mesin cucinya ada dua tabung? Di rumah Papa dan Mama, mesin cucinya satu tabung dan mudah digunakan. Lalu, ini apa? Banyak sekali tombol dan tulisannya pakai huruf Mandarin. Arrrghhhh! Lelucon apalagi ini? Kenapa semua yang ada di dunianya Dito Zeto, nggak ada yang normal?"


Kemudian dengan ilmu sok tahu, Cantika memasukkan semua kain dan baju kotor ke dalam salah satu tabung mesin cuci itu, memasukkan sabun, dan memencet asal tombol yang ada. Lalu, wanita cantik itu pergi meninggalkan mesin cuci itu untuk duduk di ruang keluarga untuk selonjor sambil nonton TV.


Tanpa Cantika sadari, ia ketiduran di ruang keluarga.


Dua jam berlalu sejak Cantika ketiduran. Lalu, tiba-tiba terdengar teriakannya Dito, "Cantika!!!!!!! Apa yang sudah kau lakukan?!!!!!!!!"


Cantika sontak terbangun dan duduk di tepi sofa dengan wajah kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2