
Barnes pulang ke rumah dan disambut cinta kasih dari anak dan istrinya. Barnes mencium kedua pipi Amanda dan Batari, lalu bertanya, "Bening mana?"
"Bening sering mengurung diri di kamarnya. Dia takut keluar kamar karena trauma" Sahut Amanda.
Barnes menghela napas panjang dan berkata sambil menggamit pinggang istrinya, "Kita biarkan saja dia untuk menenangkan diri. Nanti kita bicara di meja makan" Lalu Barnes berbisik di telinganya Amanda, "Karena, aku ingin melahap kamu saat ini juga"
"Hei, Pa, Ma! Kok anak kalian yang cantik ini kalian cuekin?!" Batari melengkingkan suara cemprengnya.
Barnes dan Amanda menoleh ke Batari secara bersamaan, lalu mereka menggemakan tawa mereka.
Setelah puas menertawakan wajah cemberutnya Batari, Barnes merogoh saku celana kainnya. Komandan yang masih tampak gagah dan tampan itu, mengeluarkan kotak kecil, lalu berkata, "Nih! Titipan dari Noah"
Batari langsung merebut kotak itu dan berlari kecil ke kamarnya dengan teriakan, "Makasih, Ma, Pa"
Barnes lalu membopong tubuh ramping istri cantiknya sambil berkata, "Mudah kan mengusir anak itu"
Amanda menepuk dada bidangnya Barnes sambil berkata, "Ih! Anak sendiri kok diusir"
"Dia harus diusir kalau aku ingin makan kamu" Barnes berucap di telinganya anda lalu ia menggigit cuping telinganya Amanda dengan gemas.
Amanda mengaduh manja lalu ia menepuk kembali dada bidang suaminya dengan kata, "Aku akan membalas menggigit kamu dua kali lebih banyak"
Barnes langsung menggemakan tawanya dan berlari kencang agar ia bisa segera membawa masuk Amanda ke dalam kamarnya untuk ia rebahkan di atas kasur dan untuk melampiaskan kerinduan yang sudah berada di pucuk ubun-ubun dengan istrinya yang semakin hari semakin terlihat seksi dan cantik.
Batari membuka kotak kecil berbentuk love (cinta) dan terkejut melihat isi dari kotak itu. Dia mengeluarkan cincin berwarna putih dan saat ia melihat ke lingkaran dalam cincin itu, ada ukiran huruf N❤️B. Batari memakai cincin itu di jari manis kanannya dan pas. Batari kemudian memandangi cincin yang sudah melingkar cantik di jari manis kanannya sambil bergumam, "Kenapa Noah bisa tahu ukuran jariku? Ah, Noah! Kamu itu ternyata perhatian juga, ya"
Tepat jam dua belas siang, ponsel Batari berbunyi dan Batari langsung memekik senang saat ia melihat ada panggilan VC (Video Call) dari Noah. Batari langsung mengangkat panggilan VC itu dan langsung memamerkan jari manis kanannya di depan layar ponselnya.
Noah bertanya dari sebrang sana, "Kau suka?"
Batari mengarahkan layar ponsel ke wajahnya dan saat ia bersitatap dengan wajah tampan kekasih hatinya, ia menganggukkan kepalanya dengan senyum semringah.
Noah tersenyum senang, lalu berkata, "Cincin itu emas putih asli. Jangan sampai hilang! Kamu, kan, orangnya ceroboh banget. Jangan dilepas-lepas dan......."
"Iya, Noah! Aku sudah tahu! Kenapa kamu itu kayak bapak-bapak tua yang bawel?" Batari melancipkan bibirnya.
Noah mengecup layar ponselnya dan setelah ia terkejut geli, ia berucap, "Udah aku kecup bibir kamu. Udah nggak usah cemberut kayak gitu! Bikin aku tambah kangen, tahu"
__ADS_1
"Salah sendiri kamu tuh selalu ceriwis nggak jelas" Batari mencebikkan bibirnya.
"Eh, yang sering ceriwis nggak jelas itu kamu" Noah langsung menyemburkan protesnya. Dan Batari langsung melepas tawa renyahnya.
"Jam dua belas malam,kan di situ?" tanya Batari kemudian.
Noah menganggukkan kepalanya.
"Kamu nggak capek? Kok masih melek di jam dua belas malam?" tanya Batari.
"Karena, aku sangat merindukan kamu. Aku ingin lihat wajah kamu dulu sebelum tidur" Sahut Noah.
"Dasar lebay" Batari mencebikkan bibirnya.
"Pacar kangen kok dikatain lebay" Giliran Noah yang melancipkan bibirnya dan Batari langsung mengecup layar ponselnya dan berkata, "Udah aku kecup bibir kamu. Udah jangan cemberut lagi. Kamu jelek banget, sumpah, kalau cemberut kayak gitu" Batari kembali melepas tawa renyahnya
Noah pun ikutan melepas tawa renyahnya lalu berkata, "Tutup ponsel kamu. Aku mau tidur. Besok pagi jam empat, aku ada apel pagi"
"Ih! Nggak mau. Kamu, kan, yang nelpon. Kamu yang harus duluan nutup ponselnya" Amanda mencebikkan bibirnya kembali dan Noah mengecup layar ponselnya lalu berkata,"Selamat beraktivitas. Besok aku telpon lagi di jam yang sama" Batari tersenyum penuh cinta lalu menganggukkan kepalanya.
Tanpa terasa satu tahun berlalu dengan cepat Hubungan LDR (Long Distance Relationship) yang harus dijalani oleh Noah dan Batari berjalan dengan lancar karena, cinta mereka sangat besar. Bening pun aman. Bening selalu dilindungi oleh Barnes dan The Five Jays, jadi Michael Kors tidak pernah bisa membawa pergi Bening.
Barnes melompat turun dari jeepnya dan melangkah mendekati mobil sedan mewah berwarna hitam yang ia yakini di dalam mobil tersebut, Michael Kors tengah duduk dengan nyaman di dalamnya.
Michael Kors mengetahui siapa yang menghadangnya karena, ia mengawasi Barnes Adiwilaga Darmawan selama ini. Michael Kors tersenyum lalu turun dari dalam zona nyamannya.
Kedua laki-laki gagah dan tampan itu saling berhadapan dan beradu pandang.
"Kau cukup berani juga menghadang jalanku Barnes Adiwilaga Darmawan" Michael Kors menyeringai.
Bareng terkekeh kecil, lalu berucap, "Tidak ada yang aku takuti di dunia ini"
Michael Kors tergelak geli, lalu bertanya, "Ada perlu apa kau mencariku?"
"Jangan berpura-pura tidak tahu! Jauhi keluargaku! Lupakan niat kamu untuk membawa pergi Bening dari kami. Bening adalah anak angkatku dan aku tidak kan bairkqn siapapun membawanya pergi"
Barnes berkacak pinggang di depannya Michael Kors.
__ADS_1
"Kalau aku menolak?" Michael menaikkan kedua alisnya.
"Aku akan mengusik semua bisnis ilegal kamu dan kamu akan berakhir di penjara dalam hitungan hari" Sahut Barnes.
"Kenapa seorang Ayah tidak boleh membawa putrinya sendiri?" Michael Korea berucap sembari menyalakan cerutunya yang ia ambil dari dalam saku jasnya.
"Apa kau bilang?" Barnes maju satu langkah ke depan dengan kerutan di keningnya.
"Mamanya Bening adalah kekasihku. Dia hamil muda saat ia dinikahkan dengan hakim brengsek itu. Jadi, Bening adalah putriku. Aku sudah menyuruh seseorang melakukan tes DNA dan hasilnya positif. Bening adalah putri kandungku"
"Lalu kemana aja kamu selama ini? Kenapa kau baru muncul sekarang?" Barnes mendelik ke Michael Kors.
"Kau tahu sendiri, kan, kehidupanku dan Bisnisku tidak aman. Aku baru muncul setelah kehidupanku udah mulai stabil dan aman. Aku ingin merawat putriku setelah ini" Michael Kors berusaha sembari menyodorkan cerutu ke Barnes.
Barnes menggelengkan kepalanya dan berucap, "Aku tidak merokok"
Michael Korea memasukkan kembali kotak cerutunya ke dalam saku jasnya dan berucap, "Aku akan ke rumah kamu bersilaturahmi bulan depan secara damai dan aku akan bawa hasil tes DNA. Tolong bilang ke Bening soal aku. Bukankah lebih baik kalau anak diasuh dan dibesarkan oleh ayah kandungnya sendiri?"
Barnes menghela napas panjang lalu berkata, "Tiga bulan. Aku minta waktu tiga bulan karena, aku masih perlu memastikan seperti apa kamu sebelum aku menyerahkan Bening ke kamu"
"Oke deal" Sahut Michael Kors.
Dua bulan berlalu sejak hari itu
Batari masuk sekolah seperti biasanya dan tanpa Batari ketahui, teman sekelasnya Batari yang menaruh hati pada Bening, mau diajak Bening bekerja sama untuk menjatuhkan nama Batari di depan Noah. Bening yang sudah mengetahui password emailnya Batari karena, kecerobohannya Batari, berniat mengirimkan foto Batari degan seorang pria dan akan mengirimkannya ke Noah.
Teman sekelasnya Batari itu bersedia menjalankan misi dari Bening karena Bening menjanjikan kencan satu Minggu dengannya ke pemuda itu.
Pemuda itu menjalankan misi pertamanya yakni, meletakkan kecoa mainan yang terbuat dari plastik ke dalam laci mejanya Batari sesuai dengan instruksinya Bening. Saat Batari merogoh laci mejanya untuk mengambil buku paketnya, ia merasakan tangannya menyentuh benda yang aneh lalu ia menunduk untuk melihat isi laci mejanya dan dia melihat kecoa mainan itu yang tampak seperti kecoa sungguhan di kegelapan laci meja. Batari yang takut sama kecoa, langsung bangkit berdiri dan secara refleks mundur ke belakang. Karena panik, kakinya Batari terantuk kaki meja dan di saat ia hampir jatuh, pemuda suruhannya Bening dengan sigap menangkap tubuh Batari dan Bening langsung mengambil gambar itu dengan ponselnya secara sembunyi-sembunyi.
Misi kedua, saat olahraga lari. Bening sengaja menyenggol Batari dan berkata, "Maaf tidak sengaja saat Batari terjungkal ke depan dan terluka cukup parah. Bening langsung menoleh ke pemuda suruhannya untuk segera menggendong Batari ke ruang UKS dan Bening dengan diam-diam mengambil foto itu dan secara diam-diam, ia mengambil foto kebersamaannya Batari dengan pemuda suruhannya itu di dalam UKS. Di dalam foto, Batari tampak mesra menundukkan kepala saat pemuda suruhannya Bening itu mengobati luka di lututnya Batari. Padahal kenyataannya, Batari terus berkata, "Aku bisa obati sendiri lukaku, pergilah kamu!"
Bening menunggu saat malam tiba dan secara diam-diam, dia membuka laptop yang ada di kamarnya Batari saat Batari tertidur lelap dan mengirimkan semua foto hasil jepretannya yang terlahir dari skenario jahatnya, dengan kata-kata, maafkan aku Noah, aku ingin kita putus. Aku capek menjalani LDR dengan kamu. Aku akhirnya menemukan cowok yang selalu ada buat aku. Aku nggak ingin kamu menyimpan harapan akan kita. Kita putus saat ini juga.
Setelah pesan yang dia kirim ke Noah lewat email mendapatkan jawaban dari Noah, Aku telpon kamu sekarang. Angkat telponnya! Aku ingin melihat kamu mengatakan semua Ini secara langsung.
Bening melompat untuk mengambil ponselnya Batari, mematikannya dan melemparkan ponselnya Batari sekuat-kuatnya dari atas balkon kamarnya Batari yang ada di lantai dua.
__ADS_1
Lalu Bening menghapus jejak email yang dia kirim ke Noah dan menghapus jejak email dari Noah. Dan langkah terakhirnya, ia merubah password emailnya Batari. Setelah semuanya dirasa beres, Bening keluar dari dalam kamarnya Batari dengan senyum penuh kemenangan.
Noah terduduk lemas di tepi ranjangnya setelah ia menerima email mengejutkan dari Batari dan ia lemas karena kecewa berat Batari tidak mau mengangkat panggilan VC (Video Call) darinya.