Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Melotot


__ADS_3

Di deret kursi yang Noah pilih hanya ada tiga orang. Di bangku paling pojok ada Batari, lalu Noah, dan pria asing yang mencurigakan. Noah terus melirik gerak-gerik pria asing itu di sela-sela ia memegang tangannya Batari dan sebelum ia mencium pipinya Batari


Noah sengaja mengarahkan kantong belakang celananya yang berisi dompetnya ke pria yang duduk di sebelahnya karena, instingnya kuat kalau pria itu bukanlah orang baik. Jika bukan pencopet, maka dia tukang melecehkan wanita di dalam gedung bioskop. Dan dugaannya Noah benar. Dia merasakan dompetnya diambil oleh pria itu.


Noah langsung menjegal kaki pria itu saat pria itu bangkit berdiri dan dengan sigap ia memutar badan untuk mendaratkan bogem mentah mematikannya di wajah pria itu tanpa mengeluarkan suara dan pria itu langsung jatuh pingsan, Noah langsung menangkup belakang kepala pria itu dan ia rebahkan pria itu ke lantai studio lima yang berkarpet merah. Setelah itu, Noah langsung mengambil kembali dompetnya yang ada di kantong bagian dalam jaket kulit yang dipakai pria itu.


Begitu dompetnya ia genggam, Noah kembali duduk di bangkunya dan langsung mengirimkan pesan text ke koleganya yang bertugas di bidang kriminal untuk datang ke gedung bioskop yang ada di mall terbesar di kota tempat kelahirannya karena, ada pencopet di dalam studio lima.


Batari tersentak kaget dan langsung bertanya lirih, "Siapa dia? Kenapa kau buat dia pingsan?" Bisik menatap Noah dari arah samping.


Noah menoleh dan langsung berkata lirih, "Kau tidak lihat, dia mengambil dompetku" Noah menggoyangkan dompetnya di depan Batari sebelum ia jejalkan dompetnya ke saku belakang celana jins yang dia pakai kala itu.


Batari Kembali menempelkan bibirnya di daun telinganya Noah untuk berbisik, "Apa tidak apa-apa, kita biarkan dia pingsan di bawah kayak gitu?"


Noah langsung menoleh untuk berkata, "Daripada kamu terus memikirkan pria lain, mending kamu pikirkan pacar kamu ini"


Batari menatap Noah, mengerjapkan matanya sebanyak dua kali, lalu melepas tanya, "Kenapa? Emangnya kamu kenapa? Kamu terluka?"


"Iya. Aku terluka di hatiku. Aku cemburu kamu mengkhawatirkan pria lain" Noah menggeram kesal.


"Dasar gila! Aku tidak mengkhawatirkan pria lain, tapi mengkhawatirkan kita. Kalau dia ditemukan pingsan di dekat kita, kita nggak akan dituntut?" Batari berkata lirih dengan wajah kesal ke Noah.


"Aku tidak fokus nonton saat ini. Lebih baik berikan hukuman kamu sekarang!" Noah masih berkata dengan nada lirih dan mendelik ke Batari.


"Mana da seperti itu" Batari menempelkan keningnya ke keningnya Noah dan kembali berkata, "Aku belum memikirkan hukumannya, jadi lihat aja filmnya. Masih ada waktu empat puluh lima menit untuk tahu ceritanya"


Noah menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum nakal, kemudian berucap, "Aku bantu kamu menemukan hukuman untukku"


"A.....apa?!" Batari sontak menarik keningnya dan Noah langsung menarik tengkuknya Batari untuk menempelkan bibirnya ke bibir Batari, lalu bergumam di atas bibirnya Batari, "Aku memilih sendiri hukumanku dan aku menyukai hukuman ini" Noah kemudian menggigit pelan bibir atas Batari dan menariknya pelan-pelan.


Batari merekahkan bibir, memejamkan mata, dan di saat Batari napas, Noah langsung memagut bibirnya Batari dan terus mencium bibir Batari dengan intens dan penuh kelembutan.


Jantung Batari berdetak kencang, hatinya berdesir hangat dan tanpa ia sadari, ia bangkit berdiri tanpa.melepaskan bibirnya dari pagutan bibirnya Noah dan ia duduk di atas pangkuannya Noah, lalu menarik bibirnya sejenak untuk berucap, "Hukuman tuh nggak boleh setengah-setengah"


Noah tersenyum geli lalu ia mendekap punggungnya Batari dengan tangan kanan sementara tangan kirinya menangkup tengkuknya Batari dan bibirnya kembali memagut mesra bibirnya Batari.

__ADS_1


Brak!!!!!! tiba-tiba pintu studio lima terbuka lebar dan seorang petugas dengan memakai seragam kepolisian berteriak, "Tolong keluar bertahap! Ada pencopet dan kami harus mengecek semua pengunjung satu per satu!"


Semua penonton di studio lima berteriak kaget da. Noah pun sontak melepaskan ciumannya. Dia membopong Batari karena, Batari melemas di dalam dekapannya. Lalu Noah berdiri dan sambil membopong Batari, dia berteriak, "Pram! Sebelah sini!"


Temannya Noah yang dipanggil Pram, langsung berlari naik ke kursi pojok paling belakang mendekati Noah. Noah berbisik ke Batari, "Kau sudah bisa berdiri?"


Batari tersentak kaget dan langsung merosot dari gendongannya Noah dan menapakkan kakinya di atas karpet merah dengan canggung.


Pram, temannya Noah langsung menepuk bahunya Noah, "Dia pacar kamu?"


"Iya" Sahut Noah sambil menatap Batari dengan senyum bangga.


Pramono pun menatap Batari dan tanpa sada ia bergumam, "Cantik dan elegan"


Batari menunduk malu dan berdiri dengan canggung.


Noah tersentak kaget dan langsung mendelik ke temannya yang bernama Pramono, "Jangan memuji pacar orang! Dasar kau! Urus nih, pencopet brengsek yang udah berani mencopet dompetku" Noah menunjuk ke pria yang masih pingsan di atas karpet merah.


"Hahahaha. Dasar cemburuan" Pramono tergelak geli lalu ia memerintahkan anak buahnya untuk meringkus pria yang sudah berani mencopet dompetnya Noah Baron.


Pramono lalu berkata ke Batari, "Noah itu lugu dan polos. Dia sepeti pertapa turun dari gunung, jadi Anda harus bersabar mengajarinya cara berkencan, Nona cantik" Dan sebelum Noah berhasil mendaratkan tendangan di pantatnya, Pramono langaung melompat menjauh dan bergegas berlari meninggalkan Noah dengan tawa menggelegar.


"Entahlah" Sahut Noah.


Batari langsung menepuk bahunya Noah dengan cukup keras dan berkata, "Kamu sih, usil!"


"Siapa yang duduk di pangkuanku, tadi? Kalau begitu, coba kau jawab Nona cantik, siapa yang usil?" Noah mengedipkan matanya dan Batari langsung berputar badan untuk berlari kecil meninggalkan Noah karena, malu. Noah menyusul Batari dengan langkah lebar sambil tersenyum geli.


Pihak manajemen dan direksi dari gedung bioskop yang ada di mall mengucapkan terima kasih atas keberhasilannya Noah menangkap pencopet yang sudah sering meresahkan para pengunjung yang menonton di bioskop tersebut.


Noah berucap, "Sama-sama, Pak. Tapi, saya merasa bersalah karena, menangkap pencopet di saat yang tidak tepat dan teman saya ini juga datang di saat film masih belum selesai. Saya akan memberikan kompensasi kepada semua penonton di studio lima tadi, tiket nonton gratis untuk besok"


"Maafkan kami, Pak" Sahut Pramono sambil membungkukkan badannya.


"Tidak apa-apa, Letnan Pram, Anda, kan hanya menjalankan tugas. Dan Anda, Pak Noah Baron, ah, Anda murah hati sekali Pak Noah Baron. Tapi, saya rasa itu adalah tanggung jawab kami" sahut pihak direksi dari gedung bioskop tersebut.

__ADS_1


"Tapi, ijinkan saya untuk bertanggung jawab juga atas keonaran yang saya bikin. Emm, bagaimana kalau kita patungan? Biar beban saya hilang" sahut Noah.


"Hahahahaha. Baiklah. Saya setuju ide Anda, Pak Noah Baron. Dan sebagai tanda terima kasih dari kami, kami berikan tiket nonton di studio VVIP kami, besok"


"Ada studio VVIP?" Tanya Batari.


"Ada Nona" sahut pihak manajemen dari gedung bioskop tersebut.


"Dan apa yang ada di dalam studio VVIP? Apakah ada bedanya dengan studio reguler?" tanya Batari.


"Di studio VVIP tidak ada penonton lain, hanya ada Anda berdua nanti, dan ada sajian makanan dan minuman seusai dengan pesanan Anda" Sahut pihak manajemen gedung bioskop tersebut.


"Saya mau!" Batari langsung menjabat tangan pihak manajemen tersebut dan Noah langsung menarik tangannya Batari sambil berucap, "Maafkan pacar saya yang terlalu norak"


"Kamu juga nggak tahu soal studio VVIP, kan? Wong kita nggak pernah pergi ke bioskop"


Noah langsung. menutup mulutnya Batari dengan telapak tangannya dan tersenyum canggung ke semuanya.


Pihak manajemen dan pihak direksi langsung menggemakan tawa mereka dan salah satu dari mereka berkata, "Saya tunggu kedatangan kalian kapan pun kalian longgar untuk menikmati fasilitas di studio VVIP kami"


Setelah beberapa jam memberikan keterangan di kantor polisi, Noah mengajak Batari makan malam, "Kamu pengen makan apa?"


Terserah. Aku nggak pernah pilih-pilih makanan" Sahut Batari.


"Emm, kalau gitu, gimana kalau steak?" Noah bertanya sembari melajukan mobil jeepnya.


"Nggak mau. Steak bikin perutku terasa aneh kalau makan di atas jam delapan malam" Sahut Batari.


"Kalau gitu Mie ayam. Kamu suka Mie ayam, kan?" Tanya Noah kemudian.


"Mie ayam bikin gemuk kalau makannya di atas jam delapan malam" Batari menyahut dengan nada santai.


Noah melirik Batari laku bertanya kembali, "Kamu kalau malam nggak suka makan makanan yang ada nasinya. Kalau begitu apa dong? Pizza?"


"Pizza kurang kenyang dan aku lagi bosan makan pizza. Temanku sering nraktir makan pizza kalau makan siang" Sahut Batari.

__ADS_1


Noah mulai menghela napas panjang dan sambil meminggirkan. mobilnya dia berkata, "Kau pikirkan dulu aja pengen makan apa. Aku akan tidur sebentar dan kalau sudah tahu pengen makan apa, bangunkan aku!" Noah laku melepas sabuk pengamannya, merebahkan kok mobilnya dan memejamkan matanya sembari bersedekap.


Batari menoleh ke Noah dengan kesal dan langsung melotot..............


__ADS_2