
"Aku pengen ke taman bermain anak. Aku belum pernah ke taman bermain anak sejak Papa dan Mamaku meninggal. Aku juga ingin ke tempat yang ada akuariumnya. Aku ingin melihat ikan setiap kali aku merasa bahagia" ucap Amanda dengan tersipu malu.
Barnes menoleh sekilas ke Amanda dan berucap, "Jangan pasang wajah imut seperti itu istriku, aku jadi ingat semalam, nih"
Jude langsung memasang headset dan bergumam di dalam hatinya, kok Komandan jadi lebay kayak gitu ya? hadeeehhh cinta, cinta! Semoga aku nanti kalau udah punya pacar, nggak akan selebay Komandan.
Amanda menepuk bahunya Barnes sambil menoleh ke jok belakang dan berbisik ke Barnes, "Untung Jude tidur dan pasang headset di telinga"
Aku udah terlanjur mendengar semuanya tadi, Nyonya. Batin Jude yang ternyata belum menghidupkan satu musik pun untuk ia dengarkan karena ia dikejutkan sisi lain dari Komandannya.
"Jude emang suka tidur kalau ada di dalam perjalanan jadi, tenang aja, dia nggak akan mendengar percakapan kita. Emm, tadi kau bilang kalau kau bahagia. Apa yang membuatmu bahagia?" sahut Barnes sambil menoleh sekilas ke Amanda.
Saya dengar semuanya, Komandan. Hiks, hiks, hiks. Batin Jude.
"Aku bahagia karena, Om menerima kamu dengan tangan terbuka dan kalian berpelukkan tadi"
"Kalau kau bahagia, kau lihat ikan, apa kau punya akuarium di kamarmu? Aku nanya karena tadi di ruang tamu aku lihat nggak ada akuarium" sahut Barnes.
"Mana boleh aku punya akuarium dan uang darimana aku bisa beli akuarium dan ikan" sahut Amanda.
"Terus? Kamu lihat ikan di akuariumnya siapa?"
"Di rumahnya Mikha" sahut Amanda dengan nada santai tanpa dosa.
Barnes mulai merapatkan bibir, menghela napas kecemburuannya dan langsung terdiam seribu bahasa.
Amanda menoleh ke Barnes, "Kenapa kok terus diam? Kamu marah? tapi kenapa?"
"Aku nggak marah" Barnes menggeleng cepat lalu melanjutkan ucapannya, "Aku akan belikan kamu akuarium yang sangat besar nanti pas kita pulang ke rumah dan aku akan beli banyak ikan. Ikan mejikuhibiniu untukmu" Ucap Barnes dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Apa tuh ikan mejikuhibiniu?" Amanda menoleh ke Barnes dengan alis mengerut.
Jude tanpa sepengetahuannya Amanda dan Barnes, memijit pucuk hidungnya dan berucap di dalam hatinya, apaan ikan mejikuhibiniu, Huuuffttt! Komandan please jangan hilangkan kewibawaan Anda!
Barnes menoleh sekilas ke Amanda lalu berucap dengan mulut yang mengerucut karena kecemburuan masih mewarnai hatinya, "Ikan warna-warni, mejikuhibiniu, merah, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu"
Amanda langsung tertawa lepas dan berkata, "Kamu bisa melucu juga ya"
Barnes menoleh ke Amanda dan melempar senyum. Amanda langsung berucap, "Kamu seribu kali lebih tampan jika tersenyum"
Sedangkan tanpa sepengetahuannya Amanda dan Barnes, lagi-lagi Jude memijit pucuk hidungnya mendengar arti ikan mejikuhibiniu yang diucapkan oleh Barnes.
Barnes tersipu malu mendengar pujiannya Amanda lalu ia melongok ke rear-mirror vision mobil Jeep mewahnya dan ia lihat Jude masih memejamkan mata maka ia memberanikan diri untuk bertanya, "Apa masih perih?" dengan setengah berbisik sambil menoleh sekilas ke Amanda.
Amanda menggelengkan kepalanya dan menunduk malu lalu Barnes mengalihkan perhatiannya ke depan, kembali fokus menyetir namun, tangannya bergerak perlahan mencari tangannya Amanda lalu menggenggamnya.
Apa artinya genggaman tangan ini? Apa dia mencintaiku? atau ini hanyalah naluri sesaat seorang laki-laki yang ingin menggenggam tangan seorang wanita tanpa ada arti apapun? gumam Amanda di dalam benaknya.
Kok mendadak sepi? Batin Jude. Jude lalu mengintip dari balik kedua kelopak matanya yang ia buka sedikit dan langsung merapatkan kembali lekat-lekat kelopak matanya ketika ia melihat tangan Komandannya menggenggam tangan Nyonyanya. Ternyata pegangan tangan, pantesan tiba-tiba berubah sunyi, senyap dan sepi. Batin Jude terkikik geli.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah mall dan mereka langsung menuju ke wahana permainan yang berada di lantai teratas mall besar tersebut. Amanda tampak berbinar-binar dan tanpa ia sadari ia menggandeng tangannya Barnes dan menariknya masuk ke dalam. Jude ikutan berlari kecil menyusul Nyonyanya yang terlalu bersemangat untuk segera bermain sepuasnya di dalam wahana permainan yang sangat luas itu.
Barnes terharu melihat Amanda begitu bersemangat ingin segera memuaskan diri bermain. Andai saja aku menemukanmu lebih cepat, aku akan sering-sering mengajakmu ke sini. Batin Barnes.
Barnes mengerem langkahnya ketika Amanda berhenti dan menatapnya. Barnes terkejut dan membuatnya bertanya, "Kenapa tiba-tiba berhenti dan menatapku?"
Amanda mengerjapkan matanya, "Kita mainkan permainan ambil boneka dulu ya?"
Barnes mengelus rambutnya Amanda dan menganggukkan kepalanya, Tapi, kita tunggu Jude dulu. Dia baru beli kartu untuk bermain di wahana ini"
__ADS_1
Jude lalu berlari mendekati Barnes dan menyerahkan dua buah kartu ke Barnes, "Ini Komandan"
"Yang satu untuk kamu" Barnes mengembalikan satu kartu ke Jude, "Bermainlah sepuasnya di sini tapi, jangan ganggu aku dan istriku!"
"Siap Komandan!" Jude memberi hormat ke komandannya lalu ia berbalik badan dan melipir tidak jauh dari keberadaannya Komandannya karena, tugas dia memang mengawal komandannya jadi, ia memutuskan untuk tidak berada jauh dari komandannya.
"Ini kartunya. Mainlah sepuasnya dengan kartu ini!" Barnes menunjukkan kartu itu ke Amanda.
Amanda memekik kegirangan dan langsung menarik tangannya Barnes menuju ke kotak permainan yang dipenuhi boneka. Barnes menautkan alisnya, "Kok malah menatapku terus?"
"Hehehehe, kamu yang main ya!? Aku pernah memainkannya waktu kecil dulu dan nggak pernah bisa mengambil satu boneka pun. Coba kamu yang mainkan, oke?"
"Oooo, bilang dong dari tadi" Barnes mulai menyingsingkan lengan bajunya dan segera memegang kedua stick yang ada di depan kaca yang mengelilingi ratusan boneka kecil dengan banyak karakter hewan. "Kau mau yang mana? kelinci, kura-kura, beruang, panda, kucing, anjing, apa hamster?"
"Coba aja dulu! terserah kamu" sahut Amanda.
Tanpa menunggu lama, mesin berbunyi nguiing! dan pluk! Barnes berhasil membuat capit besar di dalam kaca untuk mencapit sebuah boneka berbentuk kucing dan menjatuhkannya di kotak pengambilan boneka.
Amanda bertepuk tangan dan melompat kegirangan sambil memekikkan kata, "Kau hebat sekali!" lalu ia bergegas mengambil boneka kucing yang berhasil Barnes dapatkan untuknya.
Barnes tersenyum bangga lalu menoleh ke Amanda, "Mau yang mana lagi?"
"Aku suka kupu-kupu sama seperti liontin kalung yang kamu pakaikan kemarin tapi, sayangnya nggak ada. Emm, apa ya? Panda aja deh, lucu. Eh! tapi kura-kuranya juga menggemaskan"
Nguinnngggg! Pluk! Pluk. Barnes berhasil mencapit dua boneka kura-kura dan panda sekaligus. Membuat Amanda ternganga, "Sepertinya gampang ya? Boleh aku mencobanya?"
Barnes memberikan tempat untuk Amanda bermain dan ia membungkuk untuk mengambil boneka kura-kura dan panda yang masih ada di tempat pengambilan boneka.
Tiba-tiba Barnes memeluk Amanda dengan wajah panik.................
__ADS_1