
Angan Nehemia Baron kemudian menerawang jauh ke masa lampau. Ke masa di mana dia untuk pertama kalinya mengagumi sosok Batari.
Nehemia pulang sekolah dan dia adalah anak kutu buku yang pendiam. Badannya yang kurus tinggi dan berkacamata tebal, membuatnya menjadi sosok introvert. Nehemia kecil suka dihadang teman-temannya yang nakal untuk dimintai uang. Nehemia yang tidak suka berkelahi memilih untuk selalu memberikan uang saku ke teman-temannya yang nakal itu.
Hingga di suatu hari, Nehemia lupa tidak membawa dompetnya. Teman-temannya yang nakal langsung menendang perut Nehemia sampai Nehemia terjengkang ke belakang dan terduduk di atas trotoar dengan meringis kesakitan. Anak-anak nakal itu marah dan mengira Nehemia berbohong saat Nehemia mengatakan ke anak-anak nakal itu kalau ia lupa membawa dompetnya.
Di saat anak yang bertubuh paling besar melompat dan hendak mendaratkan bogem mentahnya Ke Nehemia, Nehemia sontak memejamkan kedua kelopak matanya dan berteriak, "Jangaaannnnn!"
Bug! Batari menahan bogem mentah anak nakal itu dengan tendangan kakinya dan dengan cepat kakinya melintir menendang wajah anak nakal itu sampai anak nakal itu terpelanting ke samping dan terdengar bunyi bug!
Nehemia perlahan-lahan membuka kedua kelopak matanya dan dia sontak bangkit berdiri dengan memegangi perutnya saat ia melihat Batari berdiri tegap di depannya.
Batari menoleh ke belakang untuk bertanya, "Kau baik-baik saja, Hemi?"
Nehemia berlari pelan untuk berdiri di sisi kirinya Batari dan berucap, "Aku baik-baik saja, Kak"
Batari melotot ke anak-anak nakal yang masih berdiri tegak di depannya sambil berteriak, "Maju semuanya kalau berani! Biar aku hempaskan kalian secara bersamaan di atas trotoar kayak teman kalian itu!"
Keempat anak yang masih berdiri di depannya Batari langsung menyerang Batari secara bersamaan dan hanya dalam hitungan detik, keempat anak nakal itu, jatuh tersungkur di atas trotoar satu per satu.
Batari lalu berjongkok dan berkata, "Aku kakaknya Hemi. Kalau kalian masih berani menghadang Hemi besok dan besoknya lagi dan besoknya lagi, aku pastikan kalian akan berakhir di IGD"
Kelima anak nakal itu bangkit berdiri dengan wajah meringis kesakitan lalu mereka berlari kabur dengan berteriak, "Kami nggak akan hadang Hemi lagi, Kak!"
Nehemia yang masih berumur sepuluh tahun saat itu, menatap kagum Batari. Dan di sore harinya, di acara ulang tahunnya Batari, Nehemia melihat dan mendengar Batari jadian dengan kakak laki-lakinya. Entah kenapa, Saat itu, Nehemia merasa aneh. Dia merasa kecewa Batari jadian dengan kakak laki-lakinya.
Dan perasaan kagum yang bersarang di hati Nehemia untuk Batari semakin berkembang dengan sangat pesat saat Batari kehilangan kontak dengan kakak laki-lakinya. Karena, saat itu, Batari menjadi semakin dekat dengan dirinya. Nehemia yang sudah beranjak remaja, mengalami jatuh cinta yang pertama kalinya kepada seorang gadis dan gadis itu adalah Batari.
Rasa di hati Nehemia mulai berkembang di saat Batari dengan tidak sengaja melintas di depan tempat lesnya Nehemia. Batari sontak memarkirkan mobilnya dan turun dari dalam mobilnya sembari memakai payung. Lalu, gadis cantik itu berlari mendekati Nehemia untuk memayungi Nehemia saat hujan turun semakin deras.
__ADS_1
Batari menoleh ke Nehemia dan bertanya, "Kenapa belum pulang?"
Nehemia meringis ke Batari, lalu berucap, "Aku lupa bawa payung dan Mama sepertinya telat menjemputku, Kak"
"Untung Kak Tari lewat di sekitar sini jadi bisa memberikan payung ini ke kamu. Pakailah!" Batari meletakkan gagang payung ke dalam genggaman tangannya Nehemia, lalu ia berlari kencang masuk ke dalam mobilnya kembali.
Nehemia langsung berlari cepat menyusul Batari. Dia kemudian mengetuk kaca mobilnya Batari sambil berteriak, "Aku boleh ikut Kakak!?" Batari menganggukkan kepalanya dan Nehemia langsung mengitari mobilnya Batari dengan wajah ceria.
Saat Nehemia masuk ke dalam mobilnya Batari, Batari langsung menelepon mamanya Nehemia,."Tante, Hemi bersama saya. Saya akan antarkan Hemi pulang, tapi sepertinya saya laper banget dan akan mengajak Hemi makan dulu, boleh?"
"Boleh saja" Sahut Alba.
Jantung Nehemia berdegup kencang saat Batari menoleh ke dia dengan wajah yang tersenyum sangat cantik dan berkata, "Yes! Kakak nggak akan makan sendirian sore ini, hehehehe"
Dan di depannya Nehemia, tanpa malu-malu Batari bercerita tentang Noah dan menangis di depan Nehemia. Nehemia Refleks merangkul bahunya Batari dan dengan polosnya Batari memeluk Nehemia dengan erat dan berkata, "Aku nggak tahu apa salahku. Kenapa Noah menghilang dan menjauhiku, huaaaaaaa!!!!!"
Dan puncaknya, rasa di dalam hati Nehemia untuk Batari semakin merekah indah saat Batari bersedia menyediakan waktu mengajari Nehemia matematika untuk menyambut ujian nasional. Dan di saat Nehemia memberikan hasil nilai ujian nasionalnya. Adik laki-laki tampannya Noah itu berkata, "Nilai Matematikaku tertinggi, Kak. Dapat seratus. Terima kasih Kakak udah bersedia meluangkan waktu mengajariku sampai ujian Nasional tiba"
Batari dengan santainya memeluk Nehemia sangat erat dan sambil mengelus kepala bagian belakangnya Nehemia, Batari berkata, "Selamat ya. Kakak sangat bangga sama kamu. Tidak sia-sia Kakak mengajarimu Matematika selama ini"
Namun, di saat Nehemia nekat ingin menyatakan perasaannya ke Batari, Batari berangkat ke Amerika untuk mencari Noah. Nehemia hanya bisa menertawakan kebodohannya sendiri kala itu.
Adik laki-lakinya Noah yang tumbuh sangat tampan dan semakin percaya diri itu, berubah menjadi sosok yang ceria untuk menutupi perasaan cintanya ke Batari. Dan dia memutuskan untuk menjadi seorang Playboy untuk membunuh cinta tak berbalasnya, namun sialnya cinta di hatinya semakin hari semakin besar ia rasakan.
Nehemia sontak melepas lamunannya dan sambil menyahut, "Masuk!" Ia mengembalikan fotonya Batari ke dalam laci meja kerjanya kembali.
Adam Baron melangkah masuk dan berkata, "Kenapa kamu tampak lesu? Ada masalah apa di perusahaan?"
Nehemia meraup wajah tampannya sambil berkata, "Nggak ada masalah apapun, Pa. Aku hanya capek beberapa hari ini ikut menyiapkan acara resepsi pernikahannya Kan Noah dan Kak Tari"
__ADS_1
"Iya. Papa juga capek banget, tapi Papa sangat bahagia dan lega, Akhirnya Kakak kamu menikah dengan wanita yang sangat dicintainya" Sahut Adam Baron.
Nehemia mengulas senyum lebar di depan papanya walaupun hatinya berdesir perih mengingat bahwa wanita pujaan hatinya telah menjadi istri orang lain.
Noah memeluk Batari di dalam private jet dan sambil mengelus bahunya Batari, ia berkata, "Jangan kau biasakan memeluk Hemi. Dia udah jejaka sekarang ini"
Batari bertanya sembari memainkan jari jemarinya di atas dada atletis suami tampannya, "Kenapa? Aku nggak punya adik. Jadi aku udah anggap Hemi adikku sendiri. Apa salahnya kala aku memeluknya?"
Noah menghela napas panjang lalu berkata, "Tetap aja beda, Sayang. Kamu wanita dan dia pria"
"Masak kamu cemburu sama adik kamu sendiri?" Batari tekekeh geli.
"Bukan gitu. Kalau pas kamu meluk Hemi dan cewek Hemi lihat gimana?"
"Ah, iya benar. Aku nggak pernah berpikir sejauh itu Oke. Aku nggak akan meluk-meluk Hemi lagi kalau gitu" Sahut Batari dengan masih memainkan jari jemarinya di dada bidang suami tampannya.
Noah menatap Dito yang tidur di atas kursi yang ada di depan dia dan Batari, lalu Noah berkata, "Dito sangat lucu dan pinter, ya"
"Hmm" Sahut Batari. "Aku sangat menyayangi Dito"
Noah lalu mengelus perutnya Batari yang masih rata dan ramping, "Apa kamu belum merasakan yang aneh-aneh di dalam sini?"
Batari menggelengkan kepalanya dan dengan terkekeh geli ia berucap, "Kita sepetinya harus lebih giat lagi olahraganya"
Noah langsung mencium bibirnya Batari dan berucap di sana, "Aku akan mengajakmu berolahraga terus tiada henti setiap hari, Sayang. Aku ingin cepat punya anak"
Batari tersenyum di bawah pagutan bibir suaminya dan berkata, "Aku siap kau ajak olahraga terus setiap hari"
Noah langsung memperdalam ciumannya dengan tangan yang mulai tidak terkendali..............
__ADS_1