
"Tok.., tok.., tok..," terdengar ketukan tiga kali di pintu kamar Ivona. Gadis itu baru saja selesai mandi dan sudah berganti dengan piyama.
"Masuk.., pintu tidak dikunci." Ivona meminta masuk orang yang sedang mengetuk pintu kamarnya. Dia sedang mencari tas sekolahnya, karena berniat untuk mengerjakan PR nya.
Pintu didorong dari luar, dan masuklah Bi Mina sambil membawa nampan berisi satu cangkir berisi teh panas, dan satu potong sandwich tuna di atas piring kecil. Pelayan rumah itu meletakkan nampan di atas meja kecil, dan dia tersenyum melihat Ivona.
"Non.., ini bibi bawakan teh panas dan satu potong sandwich tuna. Non Ivona belum sempat makan malam kan tadi? Atau bibi siapkan makan malam untuk non Ivona ya di meja makan?" tanya Bi Mina.
"Terima kasih Bi, Ivona kebetulan masih kenyang. Tadi sebelum pulang ke rumah, kebetulan sudah makan bersama dengan kak Alex dan kak Tommy. Nanti saja jika Ivona lapar, minta untuk disiapkan Bi Mina." jawab Ivona tanpa memandang Bibi Mina. Dia masih bingung mencari dimana tas sekolahnya, kemudian Ivona berjalan ke ranjang dan mengangkat selimut, tetapi dia belum menemukan barang yang dicarinya.
"Non Ivona sedang mencari apa, biar Bi Mina bantu?" Bi Mina menawarkan untuk membantu Ivona.
"Kak Alex dimana Bi..., ada yang mau Ivona tanyakan padanya?" tidak menjawab pertanyaan Bi Mina, tetapi gadis itu malah menanyakan keberadaan Alexander.
"Ada di ruang kerja sepertinya Non. Sejak pulang dari kantor bersama Non tadi, Tuan Alex langsung masuk ke dalam kamar, dan tadi pukul 18.30 pindah ke ruang kerja. Non Ivona bisa ke ruang kerja, jika mau menemui Tuan Alex." Bi Mina memberi tahu keberadaan Alexander.
Ivona tidak menanggapi perkataan Bi Mina, dia meneguk teh dari cangkir yang dibawakan Bi Mina, kemudian menggunakan tissue dia mengambil sandwich dan langsung menggigitnya sambil berjalan.
"Duduk dulu Non kalau makan, nanti tersedak lho." pesan Bi Mina dengan nada khawatir.
"Tenang Bi.., aku sudah terbiasa." sahut Ivona sambil berjalan meninggalkan Bi Mina sendiri di dalam kamar.
Bi Mina hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Dia merasa senang melihat Ivona dengan segala kekonyolannya, dan kehadiran gadis itu di villa ini yang membawa suasana villa menjadi lebih hidup. Alexander yang biasanya pulang larut malam, bahkan terkadang menjelang pagi karena kumpul-kumpul dengan teman-temannya di bar, saat ini selalu berada di dalam rumah. Akhirnya melihat Ivona sudah tidak ada di kamar, wanita paruh baya itu mengikutinya dengan keluar dari dalam kamar.
*************
__ADS_1
Di depan ruang kerja, Ivona mengetuk pintu tiga kali. Menunggu beberapa saat, dia tidak mendengar jawaban dari dalam kamar. Ivona mendorong pintu sedikit, dan mengintip ke dalam ruangan kerja. Gadis itu tersenyum, dia melihat Alexander tampak memejamkan mata di depan layar laptop yang masih terbuka di depannya. Ivona segera masuk ke dalam.
"Kak Alex.., kak.." dengan suara pelan, Ivona memegang pundak Alexander dan mencoba membangunkan laki-laki muda itu.
Mata Alexander mengerjap sebentar, dia kemudian membuka matanya. Melihat tatapan Ivona di atasnya, kedua sudut mulut laki-laki itu terangkat naik ke atas. Dia kemudian meluruskan punggungnya, dan masih menatap mata Ivona..,
"Ada apa Nana?" dengan suara serak khas bangun tidur, Alexander bertanya pada Ivona. Gadis itu bingung sejenak, karena suara serak itu terdengar seksi di telinganya.
"Ivona ganggu tidur kak Alex ya? Soalnya Ivona ada PR, besok harus dikumpul. Tetapi dari tadi sejak bangun tidur, Ivona mencari tas sekolah tidak ketemu. Apakah kak Alex melihatnya?" tanya Ivona.
Alexander berpikir sebentar, kemudian dia tersenyum. Tidak lama laki-laki muda itu berdiri...,
"Ayo ikut kakak!" Alexander langsung menarik tangan Ivona, kemudian membawanya ke lantai bawah.
Di ruang tengah, laki-laki muda itu mengambil kunci mobil kemudian keluar rumah menuju garasi.
"Kita akan kemana Kak Alex..? Ivona mau mengerjakan PR." Ivona bingung, dia menanyakan tasnya malah diajak keluar rumah dan menuju mobil.
"Bukalah pintu belakang, sepertinya tas sekolahmu tertinggal disitu. Tadi kan kamu tertidur Na, jadi kakak mengangkatmu, dan tidak mungkin kan, kakak menggendongmu sambil membawa tas sekolahmu." Alexander mengusap pucuk kepala Ivona, dan meminta gadis itu mengambil tasnya di dalam mobil.
Ivona kemudian menuju ke pintu bagian belakang, tetapi Alexander lebih dulu sampai dan membuka pintu mobil untuknya. Ivona merasa senang, melihat tas sekolahnya ada di atas kursi mobil belakang. Dia segera mengambilnya.
"Makasih ya kak Alex.., sudah mau mengangkat Ivona." gadis itu mengucapkan terima kasih pada teman kakaknya itu. Dia sudah melupakan, jika tadi sepulang sekolah dia sedang marah dengan Tommy dan Alexander.
"Sudahlah ayo segera masuk rumah lagi! Kakak bantu kamu untuk mengerjakan PR-PR mu!" Alexander segera mengajak Ivona kembali ke dalam rumah. Ivona menurut, dia mengikuti langkah kaki pria muda itu.
"Di ruang kerja saja ya ngerjakan PR nya? Atau mau di kamar?" tanya Alexander.
"Ruang kerja saja kak.., bisa-bisa Ivona malah ketiduran lagi melihat ranjang yang menanti untuk ditiduri." jawab Ivona kocak.
__ADS_1
"Kamu bisa melucu juga ya..," kata ALexander sambil tersenyum, dia merasa senang karena Ivona tidak lagi terlihat marah.
***********
Di dalam ruang kerja, Alexander duduk di samping Ivona yang sedang membuka buku Kimia. Dia hanya melihati gadis itu mengerjakan PR nya, dan melakukan koreksi jika menemukan kesalahan pada jawabannya.
"Kak Alex tahu tidak tentang kulit elektron dalam teori Atom?" Ivona tiba-tiba mengajak diskusi Alexander.
"Kulit elektron itu kan merupakan lintasan peredaran elektron yang terbagi dalam beberapa kulit. Kulit pertama yang terdekat dengan inti atom disebut kulit K, kemudian kulit kedua disebut kulit L, kulit ketiga disebut kulit M, dan seterusnya berurut berdasarkan alfabet sebagaimana kulit menjauhi inti atom." dengan jelas Alexander menjawab pertanyaan Ivona.
Gadis itu kaget ternyata Alexander tidak hanya menguasai pelajaran matematika, bahkan mata pelajaran Kimia juga masih terlihat hafal mengingatnya.
"Tapi jumlah maksimum elektron yang dapat terisi pada kulit elektron ke-n adalah 2n2. Namun, jumlah maksimum elektron pada kulit terluar dari suatu atom adalah 8. Benarkan kak pendapat Ivona?" tanya Ivona menanggapi diskusi Alexander.
"Yupz.., benar sekali. Kakak tidak menyangka lho Na.., katanya kamu dulu berasal dari sekolah yang tidak diperhitungkan di kota ini, tetapi jawabanmu sangat mengejutkan kakak. Tidak semua murid setingkat denganmu berminat dan bisa menghafal materi Kimia sejelas dirimu." Alexander heran dengan kemampuan Ivona.
"He.., he.., he.., itu karena Ivona belum mau saja mengeluarkan jurus jitu. Kata orang harus merendah untuk meninggikan mutu." jawab Ivona sambil bercanda.
"Kamu bisa saja..."
*********************
__ADS_1