Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 195 Ada Dimana Aku??


__ADS_3

Setelah hampir 2.5 jam dihabiskan untuk melihat film di dalam studio room, Alexander menunggu semua pengunjung keluar dari ruangan tersebut. Dia tidak mau, jika istrinya ikut berdesak-desakan dengan para pengunjung yang lain. Tommy dan Caroline sudah keluar lebih dulu, karena Caroline akan pergi ke rest room terlebih dahulu.


"Kami duluan Alex.., Nana.. Kami tunggu kedatangan kalian ke rumah keluarga Iswara." Thomas berpamitan untuk keluar lebih dulu dengan Rio. Kedua laki-laki itu menuruni tangga pendek di dalam studio room.


"Okay.., kalian duluan saja. Kami akan menunggu sampai semua orang sudah keluar dari sini." Alexander menanggapi ucapan Thomas. Ivona melambaikan tangan, dan kedua kakak Ivona itu akhirnya berjalan lebih dulu meninggalkan mereka. Setelah semua pengunjung keluar dari dalam studio, Alexander merangkul pundak Ivona kemudian mengajaknya berjalan keluar.


"Apakah ada yang akan kamu cari di tempat ini Nana..? Jika tidak ada.., aku akan langsung mengajakmu pulang. Tidak baik, terlalu lama kita berada di tempat ini. Semakin malam.., semakin banyak orang-orang yang akan datang ke tempat ini." Alexander bertanya pada Ivona, sambil menggandeng tangan gadis itu. Matanya mengamati sekeliling, untuk memastikan keamanan untuk mereka.


"Tidak ada kak.., langsung pulang saja ya! Tiba-tiba Ivona ingin menikmati mie rebus pakai sawi dan telur bebek, makannya selagi panas." ucap Ivona sambil matanya mengerjap manja. Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Alexander.


"Tidak boleh terlalu sering makan mie instan sayang.. Kakak tidak mau, nanti istriku akan mengandung bayi yang berambut keriting, sama seperti keritingnya mie instan." jawab Alexander sambil mengacak-acak rambut Ivona. Interaksi kedekatan mereka, tanpa mereka sadari sedang diamati oleh beberapa orang yang tampak bersembunyi. Mereka terlihat mengikuti kemana Alexander dan Ivona berjalan.


"Ya Allah kak.., tidak mesti sebulan sekali Ivona makan mie instan. Ini baru ide kak Alex.., pokoknya malam ini Ivona mau makan itu, tidak mau yang lain. Jika kakak larang.., Ivona ga akan makan." Ivona memprotes perkataan Alexander. Laki-laki itu memberi kecupan di kening Ivona.. sambil terus merangkulnya  dan membawanya turun langsung ke basement. Mereka langsung menuju ke pintu lift.


Ketika mereka masuk ke lift, ada dua orang laki-laki yang mengenakan topi sudah berada di dalamnya. Sebenarnya Alexander tidak mau bersama dengan mereka, tetapi karena Ivona sudah masuk duluan ke dalam lift akhirnya Alexander mengikuti istrinya itu. Sikap protective ditunjukkan laki-laki itu, begitu sudah masuk ke dalam, Alexander langsung menempatkan Ivona di depannya dan mengungkung tubuh gadis itu  dengan pelukan dari belakang. Segera Alexander menekan tombol basement tempat dia memarkir mobil.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, lift sudah berhenti di basement, dan ternyata dua orang di belakang mereka juga turun di tempat yang sama. Alexander langsung menekan remote mobile, dan baru saja laki-laki itu akan membukakan pintu mobil untuk Ivona tiba-tiba dia memutar tubuh istrinya seakan memberinya perlindungan.


"Dor.., dor.." dua suara tembakan terdengar dari belakang, dan tanpa diduga Alexander langsung mendorong tubuh Ivona masuk ke dalam mobil.


"Kakaakkkkk..." jeritan Ivona terdengar keras, gadis itu mendorong pintu mobil. Dia tidak menghiraukan bagaimana Alexander berusaha untuk menyelamatkannya, dia merangsek keluar. Darah mengalir dari punggung dan pinggang Alexander, gadis itu menangis dan berteriak.. sekilas Ivona melihat kemunculan Vaya di belakang sebuah mobil. Secara reflek, Ivona membuka dashboard dan mengambil pisau tajam dari dalamnya,


Melihat sekelilingnya tidak ada orang selain lima orang yang tampak menatapnya dengan sinis, Ivona mendorong tubuh Alexander ke dalam mobil. Dia nekad ingin membawa Alexander pergi dari tempat itu sendiri. Tetapi baru saja, dia akan membuka pintu mobilnya untuknya sendiri.., tiba-tiba..


"Kamu harus mati Ivona..., kamu sudah menghancurkan semua mimpiku. Dor.., dor.." dua tembakan dan suara Vaya terdengar di telinga Ivona. Sesaat sebelum gadis itu kehilangan kesadaran.., tangannya melemparkan pisau dan langsung menembus ke jantung Vaya. Tiba-tiba.., hanya gelap yang menyelubungi pandangan Ivona.


**************


"Air.., air.." suara serak dan lemah berhasil dia keluarkan. Dia mendengar ada suara langkah kaki mendatanginya, dan tampak terkejut melihat matanya yang terbuka.


"Dokter..., dokter... Nona Ivona sudah sadarr...." seorang perempuan berteriak dengan suara yang kencang. Saat perempuan itu akan berlari keluar, tangan Ivona menahannya dengan memegang pergelangan tangannya. Perempuan itu terkejut dan melihat Ivona dengan pandangan heran.

__ADS_1


"Air.., aku haus.." dengan suara lirih, Ivona meminta minum.


"Tunggu sebentar Nona.., akan aku ambilkan dulu." perempuan itu segera meninggalkannya, tetapi tidak lama dia sudah datang membawa botol air mineral.


"Minumlah dulu Nona.., sedikit saja dulu. Dokter sedang menuju kemari," perempuan itu dengan telaten memasang straw ke botol air mineral, kemudian perlahan membantu Ivona minum. Rasa segar terasa di kerongkongan Ivona.., saat air itu mengalir di tenggorokannya. Ivona merasa seperti dia sudah lama tidak mencicipi rasa kesegaran itu. Setelah beberapa saat, Ivona masih merasa lemas. Dia kembali memejamkan matanya, dia mencerna apa yang baru saja dia alami. Tiba-tiba dia teringat kejadian terakhir yang menimpanya dan Alexander.., gadis itu kembali membuka matanya.


"Kakakkk..., kak Alex..., ada dimana kakak?" dengan panik, Ivona memanggil nama Alexander. Beberapa orang terdengar memasuki ruangan dimana dia berada saat ini.


"Ada apa Ester.., kamu memanggil dokter jaga. Untung aku baru saja selesai kontrol pasien. Apakah ada perkembangan baru dengan Ivona Carminda?" terdengar seorang laki-laki yang tampak cemas bertanya pada perempuan yang bernama Ester.


"Nona.. Dok.. Nona Ivona akhirnya tersadar. Barusan Nona minta minum, dan Ester sudah memberikannya sedikit." dengan terbata-bata, Ester memberi tahu Dokter. Dengan cepat dokter itu segera menuju ke tempat Ivona berbaring.


"Nana.., kamu sudah sadar..??" dengan raut wajah bahagia, seorang laki-laki dengan muka yang bersih bertanya pada Ivona. Gadis itu tersentak melihat wajah orang yang sedang bertanya padanya.


"Marcus.., kenapa kamu ada disini? Dan ada dimana aku sekarang?" melihat Marcus yang mengenakan pakaian dokter, Ivona mengerutkan dahinya.

__ADS_1


Laki-laki yang dipanggil Ivona dengan sebutan Marcus.. itu tiba-tiba terdiam. Dia merasa tidak percaya, dan dengan mata berlinang laki-laki itu menatap ke mata Ivona. Tetapi tiba-tiba Ivona merasa pusing, dan matanya kembali terpejam.


***************


__ADS_2