
Samar-samar Ivona merasa mendengar orang bertengkar di ruang tengah. Perlahan gadis itu mencoba beranjak dari tempat tidur, tetapi dia kembali membaringkan tubuhnya. Dia merasa tidak memiliki tenaga untuk segera bangun dan beranjak dari tempat tidur. Pergulatannya dengan Alexander sejak berakhirnya acara, menghasilkan rasa lelah dan rasa malas untuk bangun dari tidurnya. Ivona tersenyum melirik Alexander yang masih terpejam di sampingnya.
Tetapi kembali Ivona mendengar nada bicara tinggi Bi Mina di luar kamar. Mendengar suara tinggi Bi Mina.. yang tidak biasanya, Ivona membangunkan Alexander yang masih memejamkan mata di sampingnya.
"Kak.., kak Alex.. bangun dong sebentar!" Ivona membisikkan kata-kata di telinga Alexander. Laki-laki itu menggerakkan badannya, kemudian menatap istrinya.
"Ehmm.., ada apa Na..? Mau lagi..?" dengan mata setengah terbuka dan suara serak, Alexander menggoda istrinya.
"Ah kak Alex PIKTOR..., pikirannya kotor. Bangun dong, tengokin diluar sebentar. Ivona mendengar ada yang ribut-ribut." semburat pink merona di pipi Ivona mendengar perkataan suaminya. Hal itu dianggap lucu oleh Alexander, dan perlahan Alexander meraih tangan Ivona.., kemudian memberi kecupan di punggung tangannya.
"Kakak keluar bentar gih..! Barusan Ivona mendengar ada ribut-ribut suara Bi Mina dengan suara perempuan di luar. Ivona lagi malas ganti baju." Ivona kembali meminta Alexander untuk melihat ke ruang tengah. Melihat sorot mata Ivona, Alexander menjadi tidak tega dengan permintaan istrinya. Akhirnya dengan malas Alexander segera beranjak dari tempat tidur, dan mengambil boxer dari dalam lemari. Setelah mengenakan boxer.., Alexander kembali mendatangi tempat tidur dan memberi kecupan di kening Ivona.
"Kakak akan menuruti perintah dari ratuku. Tapi aku menunggu hadiah dari Nana.., karena sudah berhasil membangunkan dan memerintahku." bisik Alexander dengan senyum nakal.
Ivona tersenyum malu. Gadis muda itu tidak menjawab, tetapi malah melempar bantal ke punggung Alexander.
************
Alexander langsung bertanya pada pelayan baru, saat melihat Siti sedang membersihkan sofa.
"Ada apa Siti.., sepertinya barusan ada keributan disini?" berbeda dengan ekspresinya saat sedang bersama Ivona.., Alexander bertanya dengan nada datar pada Siti. Pelayan baru yang sedang menata bantal kursi di sofa ruang tengah itu terkejut.
__ADS_1
"Maafkan keteledoran kami Tuan Muda! Ada seorang gadis muda yang memaksa masuk untuk bertemu dengan tuan Muda. Kami mencegahnya, dan memintanya untuk segera pulang dari villa ini. Tetapi gadis muda itu malah menghina Bi Mina." dengan penuh rasa takut, Siti mengadukan kelakuan Clara pada Alexander. Kaki Siti sampai terlihat gemetar karena saking takutnya dengan laki-laki itu.
"Gadis...? Siapa nama gadis itu?? Aku tegaskan sekali lagi, jika ada yang mengganggu waktu bulan maduku dengan Ivona.., maka tidak akan segan-segan aku untuk memotong gajimu." kembali nada ancaman keluar dari mulut Alexander.
"Nona Clara namanya Tuan Muda. Tapi untuk saat ini.., Nona Clara sudah diantar keluar oleh Bi Mina dengan ditemani oleh security." kembali Siti menjelaskan. Tidak langsung mempercayai apa yang dibicarakan Siti, Alexander berjalan ke arah pintu depan. Dari pintu, laki-laki itu bisa melihat sebuah mobil keluar dari pintu gerbang, dan security langsung menutup rapat gerbang untuk memasuki villa.
"Ada Tuan Muda disini ternyata. Apa yang dibutuhkan Tuan Muda.., biar Bi Mina yang akan membantu untuk menyediakannya?" melihat kemunculan Alexander di pintu depan, Bi Mina bergegas menyambutnya.
"Mobil siapa tadi Bi Mina?" tidak menanggapi perkataan Bi Mina, Alexander malah menanyakan hal lain.
Bi Mina tersenyum, merasa jika tindakan yang dilakukannya barusan untuk melindungi waktu istirahat Tuan dan Nona Muda, Bi Mina sedikitpun tidak memiliki rasa takut.
"Baik.., untuk kejadian hari ini saya maafkan. Sekali lagi aku tegaskan.., aku tidak mau ada pihak manapun, siapapun yang bisa menggangguku dan istriku dalam berbulan madu." tahu jika Bi Mina berbohong, Alexander kembali mengulang pesannya. Laki-laki muda itu kemudian berjalan meninggalkan Bi Mina sendiri.
"Ya Tuan Muda.., kami akan mengingatnya."
*************
Beberapa bulan setelah pernikahan
Tommy membuat jadwal untuk mengadakan pers conference tentang launching film yang diadaptasi dari syair lagu yang ditulis oleh Ivona. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan Ivona.., Alexander dan Tommy melakukan sweeping yang ketat. Media yang dibolehkan hadir hanya media yang betul-betul memiliki kredibilitas positif, dan belum pernah terkena kasus terkait wartawan abal-abal. Image Keluarga Iswara di kota ini, perlahan mulai kembali diperhatikan masyarakat, berbagai prestasi dihasilkan Ivona dengan membawa nama keluarga Iswara.
__ADS_1
"Kamu lelah Na.., jika kondisimu tidak memungkinkan.. lebih baik kamu istirahat saja. Caroline dan artis pemeran utama bisa menggantikan posisimu untuk melakukan interview dengan pelaku media." Alexander sangat memperhatikan kondisi Ivona. Begitu tahu jika sore ini istrinya akan mengadakan pers conference, laki-laki itu segera meninggalkan semua aktivitasnya.
Ivona tersenyum mendengar pertanyaan suaminya, hatinya terasa tenang dan damai.
"Tidak kak.., Ivona akan tetap berada disini. Caroline yang akan mendampingiku untuk berhadapan dengan pihak media. Ivona janji.., hanya akan menjawab pertanyaan yang memang dilontarkan untuk Ivona." gadis itu mencoba untuk menyenangkan suaminya, dan tidak membuatnya khawatir.
"Baiklah jika itu menjadi maumu. Kakak akan berada disini untuk menemanimu.., aku akan memastikan jika kamu aman berada di tengah-tengah orang banyak." ucap Alexander.
Tiba-tiba..
"Kalian ini bisa tidak sih.., berhenti memanasi orang-orang jomblo seperti kami?" terdengar suara Tommy yang muncul di belakang mereka. Kedua tangan Tommy berusaha memisahkan pelukan tangan Alexander di pinggang Ivona.
"Hey.. iri itu bilang Tomm.. Aku dan Nana sudah menjadi pasangan suami istri.., sah-sah saja ya mau ngapain saja. Bahkan di depan kalian.., biar segera muncul keinginan untuk menikah." Alexander malah mengolok-olok Tommy sambil memainkan sudut matanya, memberi kode pada Tommy untuk menggoda Caroline.
Tommy hanya cengar-cengir kemudian duduk berdampingan dengan Caroline. Setelah minum seteguk minuman beralkohol..
"Kamu sudah siap Na.., Carol.. Jika sudah, kita harus segera menuju ruang di sebelah. Hanya media yang tidak pernah membuat hoax yang aku ijinkan." Tommy segera mengajak Ivona dan Caroline untuk bertemu dengan pihak media.
"Yap.., ayo Carol. Kita akan segera pulang.., jika acara kita cepat selesai." ucap Ivona yang langsung berdiri. Akhirnya dengan didampingi Alexander dan Tommy, Ivona dan Caroline segera pindah ke ruangan yang sudah disiapkan untuk menemui pihak media. Terlihat beberapa orang pengawal, sudah berjaga-jaga di setiap sudut ruangan.
************
__ADS_1