Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 181 Ivona akan Minta Maaf


__ADS_3

Ivona didampingi perias terkenal negeri ini dengan konsep MUA, mendatangi tempat untuk menyiapkan Alexander. Mendengar keluhan dari Ester.., Ivona merasa harus dirinya yang membantu calon suaminya itu berdandan. Sesampainya di ruangan, laki-laki yang sudah memutuskan untuk menikah pagi ini, ternyata masih duduk sambil memegang iPad di tangannya. Dengan geram, Ivona bergegas mendatangi laki-laki yang selalu maunya sendiri itu.


"Selamat pagi Tuan Muda Alexander.., apakah ada yang masih lebih penting dari pagi ini? Jika ada.., biarkan aku pergi menjemput calon pengantinku sendiri." suara merdu milik Ivona.., seperti cambuk bagi laki-laki itu. Alexander langsung melemparkan iPad nya ke sembarang tempat, dan menoleh ke arah sumber suara.


"Nana.., is that you.. girl?" dengan tercekat.., Alexander tidak bisa melepaskan matanya dari wajah  Ivona. Tambahan lipstik warna natural.., dan make up menambahkan kesan keanggunan dan tampilan lebih dewasa di wajah Ivona. Bibir mengulum senyum.., dengan tatapan mata ke wajah gadis itu.. tidak dilewatkan oleh tim fotographer.


"Kenapa belum mengenakan pakaian.., atau acaranya dibatalkan? Tidak ada yang rugi kok.., meskipun acara batal." dengan nada sarkasme.., Ivona berbicara pada calon suaminya.


"Tidak ada calon pengantin lain untukmu Nana. Aku sudah menunggumu .., hanya kamu yang kakak ijinkan untuk membantu mengenakan pakaianku." sambil tersenyum smirk.., Alexander mengambil jas yang ada di tangan Ivona. Dengan bantuan calon istrinya.., Alexander akhirnya bersiap.


"Tok.., tok.., tok.." anak buah Alexander mengetuk pintu.


"Ya." sahut Alexander cepat, tangannya memberi isyarat agar anak buahnya itu segera masuk.


"Tuan Muda mau melaporkan.., penghulu sudah hadir di lokasi. Saat ini.., penghulu sudah kami tempatkan pada posisi tempat berlangsungnya akad nikah." anak buah Alexander melaporkan situasi di luar.


"Yupz.., apakah Rico sudah sampai kesini?" Alexander bertanya.


"Belum Tuan Muda.., tapi tadi sudah mengabarkan, jika sudah sampai di tengah perbukitan. Tuan Rico juga sudah membawa Tuan Besar dan Tuan Muda dari keluarga Iswara." mendengar laporan anak buah itu, Ivona menatap ke arah Alexander.

__ADS_1


"Kakek ada disini kak..?" dengan suara lirih, Ivona bertanya pada Alexander. Gadis itu seperti tidak percaya akan pendengarannya. Setelah memberi kode anak buahnya untuk segera pergi dari situ, tatapan Alexander kembali ke arah Ivona.


"Pasti sayang.., kakek akan datang untuk menjadi wali nikah. Kakek yang akan melepas dan menikahkan cucunya untukku." ucap Alexander lembut. Rasa keharuan muncul di hati Ivona.., dia seakan tidak percaya, jika hanya dalam waktu satu malam.., ternyata Alexander bisa mewujudkan semuanya. Meskipun Ivona menyadari.., jika dirinya di masa lalu tidak memiliki hubungan darah dengan laki-laki tua itu, tetapi saat dirinya berada di tubuh atau raga Ivona sekarang. Jadi kakek juga bisa menjadi pihak dari pengantin perempuan untuk menikahkan cucunya.


"Terima kasih kak.. Sampai kapanpun, di dunia manapun... Ivona akan selalu mengingat kak Alex." dengan setengah berbisik, Ivona berbicara pada Alexander.


"Seperti janjiku Nana..., di manapun, kakak akan selalu mengikutimu." Alexander memberi kecupan di kening gadis itu, kemudian merangkul bahunya dan mengajaknya keluar.


"Kita ke tempat diadakannya acara. Sebentar lagi., Rico dan kakek akan segera sampai di tempat ini." kata Alexander.., dengan hati-hati laki-laki itu membetulkan gaun yang dikenakan Ivona. Melihat pemandangan itu.., perias segera menghampiri mereka.., dari belakang dua orang ditugaskan untuk memegangi gaun Ivona dari belakang, agar tidak terseret di tanah.


*************


"Nak Rico.., ada apa di tempat ini?? Kenapa Tuan Muda Alex mengundangku untuk datang ke tempat ini.., apakah keluarganya ada yang menikah?" melihat dekorasi dan tata letak hiasan.., kakek bertanya pada Rico.


"Tuan Besar dan mas Thomas sebaiknya langsung masuk saja ke dalam. Tidak pas, jika saya yang akan memberikan penjelasan. Setelah di dalam.., kakek dan mas Thomas akan tahu sendiri apa sebenarnya yang akan diadakan disini." Rico menolak untuk memberikan penjelasan. Asisten Alexander itu malah langsung memimpin mereka untuk masuk ke samping rumah.


Tulisan besar ucapan selamat pernikahan Nana dan Alex banyak terpajang di sekitar kolam renang. Sebuah stage kecil tempat duduk kedua calon pengantin juga sudah siap untuk diduduki. Mata kakek berkaca-kaca.., laki-laki tua itu terharu karena masih diberikan kesempatan untuk menikahkan cucunya.


"Kakek kuat?" melihat reaksi kakek.., Thomas langsung memegang tangan kakek.

__ADS_1


"Jika memang hari ini adalah saat antara Nana cucuku menikah dengan Tuan Muda Alexander.., tidak ada yang perlu disedihkan Thomas. Kakek sudah rela untuk meninggalkan dunia ini.., karena sudah bisa menyaksikan pernikahan cucu-cucuku." dengan mantap, kakek menjawab pertanyaan Thomas. Laki-laki muda putra ketiga keluarga Iswara itu menghela napas, meskipun mereka belum cukup untuk mengakrabkan hubungan kakak adik diantara mereka, tetapi Thomas bahagia mengetahui suami Ivona.


"Kakek duduk di depan saja ya.., kebetulan penghulunya juga sudah datang. Jadi kakek dan penghulu bisa saling berbincang-bincang terlebih dahulu." Rico meminta kakek untuk duduk menemani penghulu. Kakek dengan dituntun Thomas segera menempati tempat yang ditunjukkan kakek.


"Kek.., bagaimana jika Thomas tinggal sebentar? Jangan khawatir.., Thomas hanya ingin menemui Nana terlbih dahulu. Di hari bahagianya ini.., Thomas harus memastikan jika tidak ada yang kurang dari persiapan ini." Thomas minta ijin untuk menemui Ivona.


Setelah mendapatkan ijin dari kakek.., Thomas segera membalikkan badan. Laki-laki itu masuk ke ruang tengah melalui pintu samping. Sesampainya di pintu.., Thomas terkejut melihat penampakan bidadari yang mengenakan gaun putih digandeng oleh Alexander.


"Nana.." merasa tidak percaya dengan penglihatannya, Thomas memanggil lirih nama adiknya itu.


"Kak Thomas..., dimana kakek?" Ivona langsung menanyakan keberadaan kakeknya pada Thomas. Putra ketiga keluarga Iswara itu berjalan mendekati pasangan calon pengantin itu.


"Kakek sudah di tempat acara Na.. kenapa kamu tidak menceritakan hari ini pada kakak Na..? Apakah kamu tidak memikirkan kesehatan kakek.., jika kakek kaget dengan semua ini?" tanpa bisa dicegah.., Thomas langsung memberondong Ivona dengan pertanyaan. Mendengar pertanyaan itu yang terkesan menyalahkan calon istrinya, Alexander menarik Ivona agar mundur sedikit.


"Thomas.., semua acara ini aku sendiri yang konsep. Hari ini adalah hari bahagia calon pengantinku.., tolong jangan kamu rusak suasana hatinya." dengan nada sedikit tinggi, Alexander memberi peringatan pada Thomas.


"Sudah kak Alex.., kak Thomas.. Ivona akan menemui kakek dan meminta maaf padanya. Ivona tidak ingin ada keributan disini." suara Ivona mengingatkan Alexander dan Thomas. Mendengar ucapan Ivona, Thomas tersentak. Laki-laki menghela nafas, akhirnya terdiam.


***************

__ADS_1


__ADS_2