Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 132 Perjalanan


__ADS_3

Suara announcer bandara Soekarno Hatta terdengar menyampaikan Airport announcement, yang memberi tahu tentang panggilan boarding kepada para penumpang. Ivona langsung memasang head set untuk menutup kedua telinganya, dan memasukkan iPad ke dalam tas selempangnya. Sebuah kaca mata hitam bertengger di hidungnya yang mancung, tampak serasi dengan kulit wajahnya yang bersih  dan putih. Hari ini Ivona mengenakan celana berkargo untuk memudahkannya menaruh barang-barang kecil, dan sebuah hoodie untuk melindunginya dari penyamaran.


"Good evening. Boarding for Garuda Indonesia Airlines flight number 56K76 to Hongkong will commence immediately. Would all passengers please to proceed to gate C2 and have your boarding pass and ID ready. Thank you. (Selamat malam. Boarding untuk Maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 56K76 tujuan Hongkong akan segera dimulai. Para penumpang dimohon untuk menuju gerbang C2 dan persiapkan boarding pass dan identifikasi Anda. Terima kasih)."


Memiliki tempat duduk first class yang dipesan Marcus untuknya, menjadikan Ivona memiliki waktu untuk bersantai. Dia tidak harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya, karena pramugari memberi pintu akses khusus untuk penumpang Kelas Bisnis ke atas. Saat penumpang lain sudah berdiri menanti antrian, gadis itu masih asyik mendengarkan musik hasil gubahannya yang dinyanyikan Caroline.


"Na..., na..., na.., na... Oh.." mulut Ivona ikut bersenandung mengikuti suara Caroline. Tanpa sadar mata Ivona melihat ke akses masuk ke Gate C2, dia seperti melihat bayangan kakak-kakaknya yang tampak sedang mencarinya. Gadis itu langsung menarik hodie untuk menutup kepalanya, dan tanpa melepaskan kaca mata hitam, Ivona langsung menyelinap masuk pada kerumunan para penumpang.


"Kenapa mereka bisa ada di bandara ini? Apakah mereka sedang menunggu tamu atau.. mereka sudah tahu jika aku akan pergi ke Hongkong. Atau... ah sialan.., kenapa aku tadi keceplosan bicara pada guru piket." Ivona berjalan cepat memasuki pesawat.


"Selamat sore.., ada yang bisa kami bantu?" dengan ramah pramugari menyapa Ivona untuk memberikan bantuan. Ivona menunjukkan boarding pass nya, dan pramugari itu dengan sigap menunjukkan tempat duduknya. Selama berada di dalam tubuh Ivona asli, kali ini baru pertama kalinya dia naik pesawat. Tetapi saat berada di tubuhnya yang lama, sudah tidak terhitung berapa kali dia pergi menggunakan pesawat.


"Saya akan ke toilet dulu.., tolong simpankan tas saya di kabin." Ivona minta ijin untuk pergi ke toilet, kemudian dia menyerahkan back pack pada pramugari.


"Baik." jawab pramugari tersebut. Dengan cepat, Ivona masuk ke toilet. Dia merasa tempat persembunyian teraman untuknya saat ini adalah di tempat itu. Karena dengan arogansi kekuasaannya, Alexander akan dapat dengan cepat menemukannya di pesawat itu.


"Attention, please. This is the final boarding call for passengers Garuda Indonesia  Airlines Flight 56K76 to Hongkong, boarding at gate C2. The final checks are to be finished and the doors of the aircraft are to close in approximately five minutes time. Thank you. (Mohon perhatian. Ini adalah panggilan boarding terakhir untuk para penumpang Maskapai garuda Indonesia penerbangan 56K76  tujuan Hongkong, boarding di gerbang C2. Pemeriksaan terakhir akan selesai dan pintu pesawat akan ditutup dalam waktu sekitar lima menit. Terima kasih)" kembali terdengar announcement yang mengumumkan tentang panggilan boarding terakhir.

__ADS_1


Setelah lima menit berlalu, Ivona baru keluar dari toilet, dan langsung menuju kursi yang sudah ditempatkan untuknya. Sebuah kursi yang terbuat dari material kulit untuk mobil Porsche dengan desain melengkung, dan terlihat sangat luas ada di hadapan Ivona. Tampak seorang laki-laki dengan mata biru penampilan orang-orang Eropa tersenyum saat Ivona  akan duduk di kursinya. Ivona menganggukkan kepala memberi balasan padanya, kemudian dia segera duduk.


***********


#Alexander Flash back On


Sesampainya di bandara Soekarno Hatta.., Alexander langsung berlari ke bagian informasi. Dengan menunjukkan ID Card khusus premium, petugas bandara dengan mudah membiarkan laki-laki muda itu memasuki area penumpang dengan bebas.


"Rico.., pastikan pada petugas boarding untuk tujuan Hongkong, apakah ada penumpang dengan nama Ivona Carminda!" untuk mempersingkat waktu, Alexander memberi perintah pada Rico untuk melakukan pengecekan di petugas bandara.


Tiba-tiba matanya melihat Tommy, Thomas dan Rio sedang mencari seseorang di lounge untuk duduk penumpang. Alexander langsung mendatangi mereka, dan tanpa berkata apa-apa, laki-laki muda itu langsung mengangkat genggaman tangannya dan memukulkan di rahang Tommy.


"Dimana Nana..??? Kenapa kamu tidak bicara langsung padaku, kamu tidak memberi tahu dimana Ivona saat ini." mata Alexander memerah, dia tampak emosi dan aura dingin tampak melingkupi tempat itu.


"Tenang Lex.., kita akan cari Ivona bersama-sama. Apa kamu pikir, kami tahu jika Ivona akan pergi dari sini. Harusnya kamu yang diberi kepercayaan kakek untuk tinggal bersama adikku, kamu tahu akan kemana Ivona. Ternyata semua sama saja." Thomas berusaha menetralisir suasana.


"Tolong jangan buat keributan di tempat umum, atau kami akan membawa kalian ke ruang interograsi." terlihat dua orang security datang mendatangi mereka, Alexander mengarahkan tatapan dengan aura membunuh pada petugas itu.

__ADS_1


Rio memegangi Tommy yang dengan tatapan marah menatap Alexander. Tiba-tiba asisten pribadi Alexander datang dengan tergesa-gesa..


"Tuan Muda.., sudah saya pastikan pada petugas boarding. Atas nama Ivona Carminda terdaftar sebagai daftar penumpang First Class dengan tujuan Hongkong Tuan Muda." Rico langsung memberikan informasi.


"S***hit.." teriak Alexander langsung berlari maju menerobos antrian penumpang. Matanya dia arahkan pada barisan penumpang, tetapi dia tidak dapat menemukan Ivona.


"Rico.., hentikan pesawat itu!" Alexander memerintah Rico untuk alasan yang tidak masuk akal.


"Tuan Muda.., tenanglah dulu! Saya sudah mencoba negosiasi dengan petugas bandara, tetapi last call sudah dilakukan Tuan Muda. Pesawat juga sudah ditutup, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi." Rico berusaha menenangkan Alexander.


"Pokk.." sebuah pukulan keras menghantam pelipis Rico. Seketika Rico terhuyung mundur ke belakang, untung ada Thomas yang berdiri disitu. Dengan sigap putra ketiga Keluarga Iswara itu memegangi tubuh Rico, dan dengan sengit menatap Alexander.


"Jangan gila kamu.., apa kamu pikir hanya kamu saja yang kehilangan Ivona?? Kami bertiga ini kakaknya, dalam hal ini kamu seharusnya menjadi orang yang patut kami salahkan atas perginya adikku." teriak Rio yang sudah habis kesabaran melihat kegilaan Alexander.


Security kembali berlari mendatangi mereka, dan tanpa konfirmasi lagi mereka langsung memegangi kelima laki-laki muda itu dan membawanya ke ruang keamanan. Seperti orang-orang yang kehilangan arah, mereka tanpa memberikan perlawanan sedikitpun mengikuti security membawanya.


#Flashback Off

__ADS_1


**************


__ADS_2