Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 229 Informasi Nyonya Carminda


__ADS_3

Akhirnya Ivona mengajak Marcus untuk makan siang bersama, dan Aldo dengan terpaksa menyetujui dan akan mengikuti kedua sahabat itu. Setelah memastikan dan melihat jika orang-orang dari rusun Cempaka mendapatkan tempat yang layak, meskipun hanya untuk kurun waktu satu tahun, Ivona terlihat puas. Saat ini dia hanya berpikir untuk mencari tempat tinggal untuk dirinya sendiri, dan yang pasti dia tidak akan mau tinggal di apartemen Maestro. Gadis muda ini memiliki rencana sendiri untuk masa depannya.


"Nana.., kamu ingin makan apa siang ini?" seperti biasanya, Dokter Marcus akan bertanya lebih dulu pada gadis itu. Laki-laki muda itu akan mengikuti keinginan Ivona. Melihat keakraban dua anak manusia itu, seketika ekspresi Aldo terlihat tidak enak., tetapi dia juga tidak memiliki hak untuk melarang keduanya. Dalam kehidupan ini, dia masih harus memulai dari awal untuk mendekati gadis muda itu.


"Pingin Niku Udon.., sama sea weed crispy, sepertinya enak deh." ucap Ivona. Mendengar ucapan gadis itu, Aldo langsung memotongnya.


"Bukannya itu menu fast food.., tidak adakah menu lain yang lebih healthy??" Aldo langsung menyanggah menu pilihan Ivona. Dokter Marcus dan Ivona saling berpandangan, kemudian Ivona memberi kode pada Marcus untuk diam.


"Hadeh kak Al.., sekali-sekali ga pa pa deh. Lagian Ivona juga bisa tumbuh besar, lagian fresh kok mie yang digunakan. Atau kalau kak Al.. tidak menyukainya, Ivona dan Dokter Marcus saja yang makan siang." Ivona memberanikan diri menjawab keberatan Aldo.


"Bagaimana Tuan Muda Aldo.., apakah Tuan Muda setuju dengan usul Ivona..?" mendengar perkataan Dokter Marcus, Aldo tidak menjawab. Laki-laki muda itu langsung meraih pergelangan tangan Ivona.., kemudian membawa gadis itu berjalan di sampingnya dan menuju mobil. Ivona menoleh pada Marcus.., setelah mereka saling bertatapan, Ivona mengangkat kedua bahunya ke atas. Marcus tersenyum, dan laki-laki itu  segera masuk ke mobilnya sendiri. Dua mobil mewah itu langsung melesat ke jalanan.


************


Berbagai menu yang ada di Maru**me Udon tersaji dengan lengkap di atas meja. Ivona menengadahkan wajahnya ke atas, mencoba bertanya perlakuan yang dilakukan Aldo. Tetapi laki-laki muda itu hanya diam tidak menjawabnya. Marcus melihati mereka dari kursi di depan mereka.


"Kak Al.., makanan sebanyak ini kenapa dipesan semua?? Siapa yang akan makan, kakak sendiri tidak menyukainya, karena fast food." Ivona dengan tampang bingung berbicara pada Aldo. Laki-laki itu mengambil minuman, kemudian meneguknya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu makanan mana yang kamu suka, jika mau bisa dihabiskan. Jika tidak.., ditinggal saja. Toh.., para karyawannya juga bisa menghabiskan makanan ini." tanpa rasa bersalah, Aldo menjawab pertanyaan Ivona seenak hatinya saja.


"Huh..., wasting money... Kita juga tidak tahu.., ada kode etik tidak untuk para karyawan. Apakah mereka boleh makan makanan sisa dari customer. Jujur kak.., Ivona tidak suka membuang-buang makanan, selain mubadzir juga boros." Ivona memprotes kelakuan laki-laki muda itu. Gadis muda itu kemudian mengambil satu mangkok Niku Udon, kemudian melihat pada Marcus.


"Marc.., kamu ambil yang mana?? Sisanya mau aku pack saja untuk take away.., yah.. nanti bisa kita bagikan sama anak-anak jalanan di pinggir jalan." Ivona bertanya pada Marcus.., dan laki-laki itu mengambil satu mangkok yang kuah kari.


Ivona dan Marcus mulai menikmati mie yang ada di depan mereka. Aldo melihat mereka berdua dengan tatapan heran, karena mereka tidak menawarkan padanya sama sekali.


"Kak Al mau..?? Mau coba..?" melihat tatapan kurang senang di mata Aldo, Ivona menawarkan mienya pada Aldo.


"Lagi.." Ivona batal menyuapkan mie ke mulutnya sendiri, karena Aldo meminta gadis itu untuk menyuapkan kembali mie ke mulutnya. Ivona menghela nafas, tanpa bicara gadis itu menyuapkan beberapa kali mie ke mulut Aldo. Bahkan gadis itu tidak jadi menikmati makanannya.


"Sudah.., sekarang ganti kakak yang akan menyuapi kamu." setelah kenyang, Aldo mengambil mangkok mie yang masih utuh, kemudian gantian Aldo menyuapi Ivona dengan sabar.


"Drtt.., drttt.., drttt.." tiba-tiba ponsel Ivona bergetar. Gadis muda itu menghentikan tangan Aldo yang masih akan menyuapinya. Melihat Ester yang melakukan panggilan padanya, dengan cepat Ivona meminta ijin pada Aldo dan Marcus untuk mengangkat panggilan. Ivona mencubit pundak Marcus sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Ya Ester.., ada apa?" Ivona langsung memberi sapaan pada Ester.

__ADS_1


"Nona..., saya sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Nyonya Carminda. Menurut informasi, Nyonya Carminda berada di laboratorium negara Hong Kong. Banyak prosedur yang harus dilewati untuk dapat masuk kesana." Ester melaporkan hasil pencarian informasinya.


"Terus.. apa yang harus aku lakukan untuk dapat bertemu dengan mama?" Ivona kembali bertanya.


"Nona tidak perlu khawatir. Saya sudah minta tolong pada Dokter Marcus.., Nona bisa datang ke laboratorium itu sebagai seorang peneliti. Nanti akan dikolaborasikan dengan Nyonya Carminda oleh orang dalam yang ada di laboratorium tersebut." Ester segera memberi tahu langkah-langkah lanjutan yang harus Ivona lakukan.


"Untuk tiket keberangkatan Nona Ivona.., sudah saya siapkan. Paspor, visa dan perlengkapan lain nanti saya berikan di airport saja. Nona akan terbang dalam penerbangan malam.., nanti jam 20.00 nona harus sudah melakukan boarding." Ester melanjutkan informasi dan memebri arahan pada gadis itu.


"Okay Ester.., terima kasih untuk kerja cepatmu. Aku akan segera bersiap, kebetulan aku sedang makan siang dengan Dokter Marcus juga." Ivona segera mengakhiri panggilan telpon. Setelah menyimpan ponselnya, Ivona kembali ke meja makan. Dan saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.15 menit, Ivona berpikir jika dia harus segera bersiap.


"Kak Al.., Marcus.. apakah sudah selesai kalian makannya?? Jika sudah., aku akan panggil pelayan untuk pack makanan yang masih utuh ini. Biar nanti dibagikan untuk cleaning service di mall ini saja." Ivona bertanya pada Aldo dan Marcus. Kedua laki-laki itu menganggukkan kepala. Dengan cepat, Ivona memanggil pelayan untuk datang ke mejanya.


"Iya Kak.., apa yang  bisa kami bantu?" pelayan langsung menghampiri Ivona dan bertanya pada gadis muda itu.


"Bungkus makanan yang masih utuh di meja kami ya!! Kemudian berikan pada cleaning service yang bertugas disini." Ivona langsung meminta pelayan untuk membungkus semua makanan yang belum disentuh mereka. Setelah pelayan menyanggupi, Ivona kembali ke meja tempatnya duduk tadi.


***************

__ADS_1


__ADS_2