Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 247 Memilih Laki-laki Pengecut


__ADS_3

Ivona membawa hasil print out laporan analisis data penelitian, dan konsep yang sudah dilakukan uji coba ke unit lanjutan. Merasa sebagai anggota tim yang paling junior, Ivona merasa menjadi yang paling bertanggung jawab dari anggota tim lainnya. Rafi tersenyum melihat kerajinan gadis itu yang dengan mudah membantu tim yang lain dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tetapi laki-laki paruh baya itu, melihat jika gadis itu memiliki sesuatu yang harus segera dituntaskan.


"Apakah data sudah diterima oleh divisi lanjutan Miss Ivona?" Rafi bertanya pada gadis itu, ketika melihat Ivona kembali dalam keadaan tangan kosong.


"Sudah Dokter Rafi, bahkan tadi saya berjumpa dengan Madam Theodora ketika manajer divisi itu itu melakukan peninjauan ke unit tersebut." Ivona langsung duduk di kursi, kebetulan jam sudah menunjukkan waktu istirahat siang.


"Ke tempat makan bareng aku.. mau Miss?" Dokter Rafi menawarkan pada Ivona, untuk bersama-sama menuju ruang makan. Mengingat dirinya belum pernah sekalipun pergi ke ruang makan bersama-sama dengan anggota tim yang lain, Ivona berniat menerima ajakan Dokter Rafi.


"Baiklah Dokter.., kapan kita akan menuju ruang makan? Kebetulan cacing di perut Ivona sudah menari-nari minta diisi." ucap Ivona mengajak Dokter Rafi bercanda. Mendengar gurauan gadis itu, Dokter Rafi tersenyum. Sebenarnya Dokter itu sangat menyayangkan tindakan Ivona yang menurutnya sangat gegabah. Untuk gadis seusianya, belum saatnya dia harus mengabdikan hidupnya di main laboratory. Tetapi berdasarkan penuturan Madan Theodora, Ivona memiliki kemauan yang teguh untuk ditempatkan di dalam, Dokter itu tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal jika dilihat dari portfolio Ivona, gadis itu memiliki potensi untuk mengembangkan diri dalam dunia kedokteran. Dengan mudah dia akan mendapatkan uang melalui keahliannya.


"Sekarang saja yuk.., mumpung masih sepi. Teman-teman anggota timmu sepertinya masih repot di dalam, kita berangkat dulu saja." setelah melepaskan baju kebesarannya jika sedang berada di dalam laboratorium, Dokter Rafi berjalan menghampiri Ivona. Kedua orang itu berjalan beriringan menuju ruang makan, yang terletak kurang lebih seratus meter dari laboratorium tempat mereka bertugas.


"Mau naik bicycle atau mau jalan kaki?" Dokter Rafi bertanya pada Ivona ketika melihat beberapa sepeda yang belum ada yang menggunakannya.


"Ivona jalan kaki saja Dokter.., sekalian mau meregangkan otot-otot. Tapi jika Dokter menghendaki naik sepeda, Ivona ditinggal tidak masalah." Ivona menanggapi perkataan Dokter Rafi. Tetapi Dokter itu malah tersenyum, dan tetap berjalan menjejeri langkahnya.


"Benar katamu Ivona.., daripada naik sepeda sendiri, pasti dong aku memilih menemani gadis muda dan cantik berjalan." goda Dokter Rafi. Ivon tersenyum menanggapi gurauan itu. Mereka melanjutkan jalan kaki mereka, dan di persimpangan jalan mereka berjumpa dengan Madam Theodora.

__ADS_1


"Tumben sekali kalian berdua jam segini sudah menuju ruang makan?" Madam Theodora berbasa basi bertanya pada Dokter Rafi dan Ivona.


"Sekali-sekali boleh dong Dora.. Mumpung ada gadis cantik yang sedang jalan sendiri, tidak ada salahnya kan, aku yang sudah tua ini berkesempatan menemaninya berjalan kaki." tanpa diduga, ternyata Dokter Rafi bisa juga bercanda. Ivona hanya tersenyum kecut mendengar gurauan itu.


"Hati-hati kamu Miss. Ivona.., jangan sampai jatuh di pelukan laki-laki yang sudah menjelang senja ini." Madam Theodora menggoda Dokter Rafi.


"Jangan termakan omongan perempuan itu Miss Nana.. Dia tidak tahu saja, casing boleh terlihat tua. Tetapi dia tidak tahu bagaimana kondisi mesin-mesin yang ada di dalamnya, masih tokcer." laki-laki paruh baya itu menanggapi perkataan Theodora.


**********


Tidak mau merasa kenyang, Ivona memilih steak salmon untuk makan siangnya. Baru  saja dia akan berjalan mengambil air minum, Dokter Rafi sudah berjalan menuju ke mejanya dengan membawa dua gelas es lemon cucumber di tangannya. Laki-laki itu mengulurkan tangannya, dengan sigap Ivona menerima gelas itu dan meletakkan di atas meja.


"Lagi malas makan karbohidrat saja Dokter. Sepertinya berhari-hari ditempatkan di main laboratory, bisa menaikkan berat badanku," Ivona menusuk potongan salmon menggunakan garpu, kemudian perlahan memasukkan potongan itu ke mulut kecilnya. Dokter itu tersenyum melihat cara makan dengan hati-hati yang dilakukan Ivona. Tidak lama kemudian, Dokter Rafi mengikuti Ivona mulai menikmati makanannya.


"Miss.., apakah aku boleh bertanya?" Dokter Rafi tiba-tiba mengajukan pertanyaan pada Ivona. Mendengar pertanyaan itu, tidak ada pilihan lain bagi gadis itu kecuali menganggukkan kepala. Apalagi kesenjangan usia di antara mereka, layak jika Ivona menganggap Dokter Rafi sebagai ayahandanya.


"Silakan Dokter.., jika Ivona bisa menjawab, maka akan aku jawab." jawab Ivona sambil melihat ke mata Dokter Rafi.

__ADS_1


"Melihatmu berhari-hari.., aku seperti melihat kegalauan dan keinginan di matamu Miss. Bisakah kamu menceritakannya padaku.., siapa tahu aku bisa membantumu. Menurut penilaianku, seorang gadis secantik dan semuda usiamu.., tidak mungkin kamu bersedia masuk ke sarang orang-orang tua seperti kami. Kecuali kamu memiliki tujuan tersendiri dengan bersedianya kamu bergabung kesini." dengan hati-hati, Dokter Rafi menyampaikan hasil analisisnya terhadap gadis itu.


Ivona meletakkan garpu dan pisau di piringnya. Perlahan tangan kanannya mengambil gelas, kemudian meminumnya beberapa teguk dan meletakkan kembali gelas di atas meja.


"Benar seperti yang Dokter Rafi katakan, dan saya tidak bisa berbohong pada Dokter. Jujur Dokt..., Ivona ingin bertemu dengan mama saya." gadis itu menghela nafas.


"Tetapi sekian lama, saya berada disini, belum pernah sekalipun aku bisa menemukan mama." lanjut Ivona terlihat lesu. Harapannya pelan-pelan memudar, melihat dirinya sulit menemukan orang yang dicarinya di dalam main laboratory itu.


"Apakah kamu mencari Carminda Miss..?" Ivona terperangah, dia kaget dengan pertanyaan Dokter Rafi itu.


"Bagaimana Dokter Rafi bisa tahu jika orang yang kucari bernama itu?" dengan penuh antusiasme, Ivona mengejar Dokter Rafi dengan pertanyaan.


"Aku bisa membantumu Miss Nana. Aku mengenal Carmind dengan baik, bahkan sangat baik. Tetapi Carmind telah memilih orang yang salah, yang akhirnya mereka tidak pernah bersama sampai sekarang." Dokter Rafi juga mengakhiri makan siangnya, wajahnya juga terlihat lesu ketika menceritakan tentang mama Ivona.


"Maksud Dokter?" merasa bingung dengan perkataan laki-laki itu, Ivona mempertegas pertanyaannya.


"Carminda telah memilih Frans laki-laki pengecut putra komandan militer di negara China. Tetapi apa yang didapatkan oleh Carminda.., karena laki-laki yang dicintainya sampai mati itu sudah memiliki keluarga." mendengar Dokter Rafi menyebut nama Frans, jantung Ivona serasa mau meloncat. Jangan-jangan...,

__ADS_1


"Akhirnya aku kembali kaget, setelah melihat Carminda kembali masuk ke main laboratory ini. Hanya saja semua sudah menjadi beda, tidak sama lagi seperti dulu," ucap Dokter Rafi lirih.


***********


__ADS_2