Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 250 Kamu Benar-benar Ada


__ADS_3

Ivona tertegun di depan pintu bagian dalam, ketika melihat punggung seorang perempuan yang sangat dirindukannya. Hanya saja, dari penglihatannya, punggung perempuan itu terlihat lebih kecil. Dokter Rafi tersenyum melihat keterkejutan gadis itu ketika melihat perempuan itu dari belakang.


"Carmind..., ada yang ingin bertemu denganmu." dengan suara pelan, Dokter Rafi mengajak bicara perempuan yang duduk membelakanginya itu.


Perlahan perempuan itu tersenyum dan menoleh, dan ketika melihat seorang gadis muda yang berdiri serta menatapnya tanpa berkedip, perempuan paruh baya itu seperti berhenti bernapas. Perempuan itu mengusap matanya, berusaha tidak mempercayai apa yang dia lihat. Prediksi ilmu kedokteran, dan juga penelitian yang sudah melakukan banyak uji coba, menyimpulkan hasil analisis, jika kondisi yang akan dialami putrinya akan berakhir dengan kematian, tetapi ternyata hal itu tidak terbukti dengan pemandangan yang ada di depannya saat ini.


"Nana..., is that you.. girl?" bisik Carminda dengan suara lirih, matanya tidak berkedip menatap gadis yang berdiri di depannya saat ini.


"Mom..., Nana miss you mom..." tanpa diduga, Ivona langsung berlari menubruk Carminda. Air mata kebahagiaan langsung tumpah dari kedua mata perempuan itu. Sebuah pertemuan yang tidak pernah disangka akan terjadi pada mereka berdua. Kedua perempuan itu berpelukan erat, dan Dokter Rafi melihat keduanya dengan terharu. Tanpa sadar air mata juga menggenang di pelupuk mata laki-laki itu.


"Putriku..., maafkan mama. Tidak tega dan tidak mau melihat hasil yang buruk, mama terpaksa meninggalkanmu sendiri terbaring di ruang isolasi rumah sakit sayang." isak tangis terdengar bersama dengan kata-kata yang keluar dari bibir Carminda.


"Lupakan mom.., lupakan semua. Ivona betul-betul sangat bahagia.., kali ini masih bisa berbincang kembali dengan mama. Ivona sangat-sangat merindukan mama." Ivona semakin mempererat pelukannya pada perempuan yang sudah melahirkannya itu. Dengan perjuangan yang luar biasa, Carminda selalu mengajak Ivona berpindah-pindah tempat tinggal, dan berakhir di apartemen Cempaka.


"Bagaimana kamu bisa sampai disini Na..? Apakah kamu tahu jika sebelumnya mama memutuskan untuk menghabiskan umur mama di laboratorium ini?" setelah berhasil menguasai emosinya, Carminda melepaskan pelukan dan bertanya pada putrinya.


"Marcus mam.. yang memberi informasi pada Nana. Itupun harus dipaksa, baru Marcus memberi tahu Ivona. Bahkan saat ini Ivona bisa masuk di main laboratory ini juga atas upaya yang dilakukan Dokter Marcus, dia yang meminta Marshall untuk membuat pengaturan padaku." Ivona menceritakan bagaimana bisa mengetahui jika mamanya berada di tempat ini.

__ADS_1


Carminda tersenyum kecut, perempuan paruh baya itu membayangkan bagaimana kondisi Marcus ketika mengetahui putrinya masuk dalam kondisi vegetatif. Hanya pada laki-laki muda itu, setiap hari Carminda berkeluh kesah dan mencurahkan semua kegetiran melihat kondisi putrinya pada laki-laki itu. Bahkan ketika dia memutuskan untuk meninggalkan putrinya di rumah sakit, Carminda sudah berpesan dimana Ivona nanti akan dikuburkan. Dia juga berpesan untuk tidak diberi informasi jika sampai putrinya itu meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.


"Kalian duduklah dulu.., jangan berbicara sambil berdiri disini!" tiba-tiba mereka dikagetkan oleh suara Dokter Rafi. Carminda menghapus air matanya, dan tersenyum malu pada laki-laki itu.


Carminda kemudian memegang tangan putrinya, kemudian mereka duduk di kursi yang banyak tersedia di ruangan itu. Dengan penuh perhatian, Dokter Rafi mengambilkan dua gelas minuman kemudian memberikan pada mereka berdua.


"Minumlah dulu.., makan siang baru lanjut berbincang-bincang. Aku akan memberi kalian berdua waktu untuk berbicara, dan akan meminta ijin pada Madam Theodora." kembali Dokter Rafi membantu mereka.


**********


Di hotel berbintang


"Aldo.., bagaimana tiba-tiba aku bisa berada kembali di hotel ini? Bukannya aku terakhir kali berada di cafe bersama dengan Tuan Johny anak buah kakekku di markas komando militer." tiba-tiba suara Richard membangunkan laki-laki itu dari lamunannya.


Dengan geram dan muka kesal, Aldo menatap langsung ke mata Richard. Ingin rasanya dia menonjok laki-laki yang sudah membuatnya susah dan kerepotan itu.


"Silakan hubungi banquet hotel untuk mengirimkan hasil rekaman kamera CCTV hotel ini. Siapa tahu ada vampire yang membawamu kesini." jawab Aldo dengan judes. Mendengar jawaban yang tidak mengenakkan itu, Richard hanya tersenyum kecut.

__ADS_1


"Okaylah jika kamu tidak mau memberi tahuku. Mungkin Tuan Muda Aldo yang membawaku kembali pulang ke hotel. Karena tidak mungkin jika Uncle Johny yang membawaku kesini, karena Uncle bukan merupakan orang yang dengan mudah tampil di muka umum." Richard membuat kesimpulan sendiri. Merasa kembali lapar, Richard melakukan panggilan ke divisi restaurant untuk mengantarkan makan ke penthouse.


"Bisa tidak kamu tidak menyusahkan orang yang sudah menolongmu?? Kamu menghambat waktuku untuk melakukan pencarian pada gadisku." Aldo kembali berkata, dan perkataanya seperti menjustifikasi kesalahan yang dilakukan Richard. Mendengar perkataan itu, Richard tersenyum smirk.


"Apakah kamu berpikir.., jika kepergianku hanya untuk main-main, kemudian bermabuk-mabukan sehingga menyusahkanmu untuk membawaku kembali?" dengan nada sarkasme, Richard bertanya pada Aldo.


"Maksud perkataanmu?" tanya Aldo kembali sambil menatap Richard.


"Ha.., ha.., ha... Tuan Muda Aldo. Kakekku adalah Komandan Markas militer di negara China. Dan militer memegang kekuasaan yang tinggi di negara ini. Aku meminta eks anak buah kakek, yang saat ini bekerja di negara ini sebagai pimpinan pada lembaga setingkat dengan Badan Intelejen Nasional. Aku meminta bantuannya untuk menembus keamanan di main laboratory pada Integrated Laboratory." ucap Richard sambil tertawa terbahak-bahak.


"Really..?" mendengar perkataan itu, Aldo terlihat kembali bersemangat dan dengan antusias, laki-laki itu menatap Richard dengan tatapan ingin tahu yang besar.


"Tenanglah.., kita akan menunggu kabar, kapan Uncle Johny bisa mempertemukan kita dengan Ivona." ucap Richard. Laki-laki itu segera beranjak dari tempat duduk ketika mendengar bel pintu berdering.


Setelah membuka pintu, Richard membawa nampan masuk ke dalam ruangan kamar. Di depan Aldo, laki-laki itu langsung menyantap makanannya tanpa menawari Aldo yang dengan tatapan sinis melihatnya. Pertanyaan di mulut Aldo, dia tarik kembali ketika melihat Richard dengan bernafsu menyantap makanannya. Aldo kemudian mencari kesibukan sendiri, dengan mengambil iPad dan mulai masuk ke dalam dunia virtual.


Aldo tertegun ketika melihat running text di akunnya, kalimat yang dikirimkan sebagai balasan atas pertanyaan yang dia tujukan pada istrinya terlihat jelas di depan matanya. Dengan tidak percaya, laki-laki itu kembali membacanya untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Ivona.., kamu benar-benar ada di dunia ini istriku.." gumam lirih Aldo sambil matanya tidak berkedip menatap running text pada iPad yang ada di tangannya.


**************


__ADS_2