Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 82 Permintaan Maaf


__ADS_3

"Baik Tuan Marcus..., kami akan segera mengakhiri keributan ini. Saya akan segera mengirimkan orang-orang kami, untuk me-release dan menemui Ivona untuk menyampaikan permintaan maaf. Dan saya harap, Tuan Marcus tidak menganggap kejadian ini sebagai masalah antara kami dengan Institut Komputer Internasional." Wakil Direktur menyanggupi untuk membuat permintaan maaf secara resmi pada Ivona.


"Okay, ingat janjimu padaku! Aku harap secepatnya, aku mendapatkan kabar baik ini. Aku juga akan menanyakan langsung pada gadis itu, apakah yang kamu janjikan padaku itu benar adanya, tidak hanya untuk menyenangkan hatiku. Gadis itu dan aku memiliki kedekatan emosional, jadi jangan coba-coba kamu berani berbohong padaku." Marcus kembali menekankan pada Wakil Direktur.


"Tuan Marcus tidak perlu khawatir, kita kan sudah menjadi mitra sudah sejak lama. Kami pasti tidak akan menyia-nyiakan hubungan baik yang sudah terjalin antara kita. Kemudian, saya juga akan berjanji atas nama institusi. Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan baik, jika perlu saya sendiri yang akan menemui gadis itu untuk meminta maaf padanya secara langsung." ucap Wakil Direktur dengan nada tegas.


"Okay.., pegang ucapanmu! Dan aku pesan padamu, jaga kerahasiaan pembicaraan kita. Aku tidak mau identitas Ivona tersebar ke seluruh wilayah negaramu, negara yang kurang menghargai orang-orang yang memiliki talent." Marcus kembali meremehkan.


"Siap Tuan Marcus, saya akan mengatasi sendiri masalah ini."


Marcus mengakhiri video call pada Wakil Direktur, setelah dia puas mendengar janji yang diucapkan oleh Wakil Direktur itu.


 


***************


 


Begitu video call selesai, Wakil direktur segera berjalan kembali ke ruangannya. Dia mengambil nafas menenangkan pikirannya. Dia berpikir betul-betul menegangkan melakukan pembicaraan apalagi menggunakan media video call dengan Marcus. Setelah dia merasa lega, dia kemudian mengambil gagang telpon di ruangannya dan meminta sekretaris untuk masuk ke ruang kerjanya.


"Ada apa Tuan, apakah ada yang perlu saya bantu?" tanya sekretaris setelah menerima panggilan Wakil Direktur.


"Ke ruang kerjaku sekarang!" ucap Wakil Direktur sambil mengakhiri panggilan.


Tidak menunggu lama, terdengar ketukan di pintu. "Tok.., tok.., tok.."


"Masuk!" tanpa melihat Wakil Direktur mempersilakan masuk, dan pintu segera didorong dari luar. Sekretaris masuk dan berdiri di depan meja kerja Wakil Direktur, di tangannya dia membawa Ipad..


"Duduklah.., ada yang ingin aku bicarakan padamu!"


"Baik Tuan." sekretaris segera menggeser kursi, kemudian duduk di depan meja kerja.


"Kamu buatlah pengumuman untuk mengatasi masalah hacker kemarin. Buatlah pengumuman, jika kesalahan kemarin itu disebabkan karena adanya BUG, atau masalah yang terjadi pada code pemrograman atau komputer itu sendiri! Karena kesalahan itu, menyebabkan munculnya sebuah masalah teknis dalam aplikasi, sehingga mengganggu para pengguna serta developer aplikasi itu sendiri." Wakil Direktur mengatakan isi pengumuman yang harus segera dipublikasikan oleh sekretaris.


"Baik Tuan, segera pengumuman sudah saya buatkan draft tentang konsepnya. Nanti sebelum saya launch.., akan saya mintakan pertimbangan dulu dari Tuan."

__ADS_1


"Kemudian untuk ke depannya kita harus lebih hati-hati. Kita tidak boleh dan harus lebih teliti dalam menyortir setiap berita yang masuk. Ke depan, kita tidak boleh memuat informasi atau topik apapun yang berhubungan dengan gadis itu atau Ivona."


Tanpa banyak bertanya, sekretaris segera merangkum semua instruksi dan perkataan Wakil Direktur.


"Apakah sudah cukup keberadaan saya disini Tuan, jika sudah cukup, saya akan segera menyiapkan apa yang sudah Tuan instruksikan pada saya." tanya sekretaris dengan hati-hati.


"Cukup.., kamu boleh pergi. Dan segera draft konsep pengumuman aku tunggu secepatnya."


"Baik tuan.., saya ijin kembali ke tempat kerja saya." sekretaris itu segera berdiri, tapi baru dua langkah dia berjalan, tiba-tiba...


"Panggilkan Robert kemari!" ucap Wakil Direktur meminta sekretaris untuk memanggilkan salah satu bawahannya.


"Baik Tuan." sekretaris segera keluar dari ruang kerja Wakil Direktur.


 


 


**************


 


"Masuk!" tanpa melihat, Wakil Direktur mempersilakan masuk,


Robert langsung masuk ke dalam ruangan dan berdiri di depan Wakil Direktur.


"Bapak memanggil saya?" tanya Robert to the point. Laki-laki itu sudah paham dengan karakter Boss-nya, harus langsung ke pokok persoalan tidak perlu bertele-tele.


"Ya, aku perintahkan kamu untuk mencari nama, alamat serta nomor ponsel dari seorang gadis yang bernama Ivona!" Wakil Direktur langsung memberi perintah pada Robert.


"Ivona..? Siapakah dia Tuan, apakah Ivona gadis yang dibully di media sosial itu, yang akhirnya mengakibatkan kekacauan di dunia internet kemarin?" tanya Robert merasa bingung.


"Iya benar, kita harus segera meminta maaf secara resmi pada gadis itu. Cepat laksanakan perintahku!"


"Tapi.., ada apakah sebenarnya Tuan? Kenapa tiba-tiba kita harus meminta maaf padanya? Harusnya gadis itu yang mengajukan permintaan maaf pada kita, karena gara-gara dia, dunin internet menjadi kacau." Robert berusaha untuk berargumentasi.

__ADS_1


"Sudah, laksanakan saja perintahku! Kamu tidak perlu banyak bertanya." seru Wakil DIrektur dengan nada tinggi.


"Baik Tuan, segera akan saya cari informasi tentang gadis itu. Sekalian saya permisi dulu." dengan penuh tanda tanya, Robert meninggalkan ruang kerja Wakil Direktur.


 


*************


"Kring..kring...kring..." tiba-tiba telpon di ruang kerja Wakil Direktur berbunyi.


"Siapa lagi ini, kenapa tidak kirim chat saja, apa-apa langsung telpon." Wakil Direktur menggerutu, kemudian dengan perasaan malas, dia mengangkat gagang telpon.


"Pusat Komputer Nasional, dengan Wakil DIrektur disini."


"Bagus, kamu langsung menerima panggilanku. Aku Giandra. ada yang perlu aku bicarakan padamu."


Wakil Direktur kaget, dalam hari yang sama dia mendapatkan panggilan dari para peneliti di bidang komputer. Yang pertama dari Marcus seorang peneliti dari Institut Komputer Internasional, dan sekarang Giandra seorang peneliti senior.


"Baik Tuan Giandra, jika saya mampu, kita akan berdiskusi bersama." jawab Wakil DIrektur langsung.


"Aku tidak akan berputar-putar. Aku mau kamu memberikan konfirmasi padaku, tentang kejadian kemarin. Siapa pelaku yang berada di balik semua kejadian kemarian?" to the point, Giandra langsung menanyakan tentang permasalahan di dunia internet.


Wakil Direktur terdiam, dia bingung untuk berbicara. Dia tadi sudah berjanji pada Marcus untuk merahasiakan perbincangan mereka, tetapi saat ini peneliti senior nasional juga mendesaknya.


"Kenapa kamu diam, apakah kamu akan menutup semua ini dariku? Ceritakan semuanya, jangan ada yang kamu tutupi dariku!" dengan nada tinggi, Giandra mendesak Wakil Direktur.


"Baik Tuan Giandra, saya akan bicara jujur pada anda." akhirnya Wakil Direktur menyampaikan hasil pembicaraannya dengan  Marcus pada Giandra, tidak ada yang dia tutupi dari peneliti senior yang berada dalam satu wilayah negara dengannya.


"Kurang ajar.., berani sekali anak muda itu. Dia sudah berani merebut orang-orang berbakat di wilayah kita." dengan nada marah, Giandra berbicara dengan Wakil DIrektur.


 


 


******************

__ADS_1


 


 


__ADS_2