Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 282 Nona Muda


__ADS_3

Sampai tengah malam, akhirnya pesta kebun itu berakhir. Richard dan Donny tidak jadi turun dan pulang ke rumah mereka, keduanya memutuskan untuk menginap di tempat Ivona dan Aldo.Untungnya, Aldo sudah merancang kamar yang banyak di villa itu, sehingga orang yang datang malam ini  bisa mendapatkan kamar masing-masing. Ivona yang merasa kelelahan sudah masuk ke dalam kamar lebih dulu, dan saat Aldo masuk ke dalam kamar, laki-laki itu melihat istrinya sedang tertidur lelap. Dengan hati-hati Aldo menarik selimut menutup istrinya kemudian mencium lembut kening Ivona.


"Aku pikir bisa melanjutkan aktivitas kita tadi siang.., ternyata gagal gara-gara banyak tamu di villa ini," Aldo berbicara sendiri. Tidak pernah jenuh, Aldo mengamati Ivona yang tidur terlelap. Beban yang ada di pikiran Ivona, sedikit demi sedikit sudah mulai terkikis.


"Aku tidak akan membiarkan ada orang yang menyakitimu lagi honey.., kamu adalah tanggung jawabku. Sampai kapanpun.., bahkan sampai ajal menghampiri kita.., kamu adalah tanggung jawabku." bisik Aldo tanpa beranjak, tetap mengamati Ivona tanpa bosan.


Perlahan setelah melihat jam dinding menunjukkan pukul 13.00, Aldo segera menaiki ranjang. Laki-laki itu memeluk erat Ivona, dan tidak lama kemudian laki-laki itu terlelap.


************


Untungnya sebelaum berangkat tidur, Donny sudah menelpon pelayan untuk datang pagi-pagi ke villa. Aldo memang membangun sebuah rumah agak di bawah bukit, sebagai tempat istirahat para pelayan dan penjaga villa, jika sewaktu-waktu Aldo menginginkan waktu untuk sendiri. Sebelum matahari terbit, para pelayan sudah kembali ke villa. Bersama dengan para penjaga, mereka segera membereskan bekas-bekas kekacauan acara tadi malam.


Carminda yang sudah terbangun, sedikit kaget melihat beberapa pelayan yang sudah bersih-bersih, dan sebagian berada di dapur untuk memasak.


"Selamat pagi Nyonya..., jam segini Nyonya sudah bangun?" melihat kehadiran Carminda, para pelayan yang berpapasan dengannya menyapa Carminda dengan penuh hormat.

__ADS_1


"Iya mumpung masih pagi.. Aku akan melemaskan otot-ototku.., aku akan  berenang dulu." Carminda membalas sapaan dari para pelayan. Kemudian perempuan paruh baya itu, segera menuju ke pinggir kolam renang. Setelah melepaskan bathrobe yang menutup tubuhnya, dengan mengenakan pakaian renang, Carminda langsung terjun ke dalam kolam renang. Lebih dari lima kali, Carminda masih berenang bolak-balik mengelilingi kolam renang. Meskipun usianya sudah menjelang ke setengah abad, tetapi Carminda masih memiliki stamina yang kuat. Sebagai basic ilmu bidang medis yang perempuan itu kuasai, Carminda memang sangat mengatur pola makannya.


Dari arah pintu samping, terlihat Rafi melihat istrinya yang sedang berenang sambil tersenyum. Laki-laki yang masih sangat gagah dengan tubuh kekar itu, perlahan mendekati kolam renang.


"Sudah bangun sayang..?" tanya Carminda ketika melihat suaminya sudah berdiri di pinggir kolam.


"Sudah.., tadi rencana mau nge-gym di ruang gym di belakang. Tapi melihatmu sedang mengenakan pakaian renang, aku tidak bisa berpaling dari aura seksimu Carmind." tanpa bermaksud menggoda, tanpa sadar Rafi memuji Carminda. Perempuan paruh baya itu malu mendengar perkataan suaminya, menggunakan kedua tangannya, Carminda mengambil air dan mencipratkannya pada laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.


"Hentikan Carmind... lihatlah, kamu membuatku basah sayang." Rafi berteriak mencegah istrinya melakukan lagi. Tanpa mengikuti perkataan Rafi, Carminda terus bermain air dengan mencipratkan air ke tubuh suaminya itu.


"Byuuurr..." tiba-tiba karena sudah kepalang basah, Rafi melemparkan atasan yang dia kenakan. Laki-laki itu langsung mencebur masuk ke dalam kolam dan mulai berenang mengejar istrinya. Beberapa pelayan terlihat tersenyum dan berhenti melihat tingkah laku mereka.


"Hentikan Rafi... ugh..." tanpa sadar terlepas le**nguhan dari mulut Carminda. Ketika sambil memeluk, Rafi memberi remasan lembut pada kedua buah bukit kembar yang ada di dadanya. Meskipun usia sudah di ambang menjelang senja, tapi tubuh Carminda masih terlihat kencang. Tidak ada lemak yang menggelambir di sepanjang tubuh perempuan itu.


"Aku horny.. Carmind. Ayo kita lakukan..." bisik Rafi di telinga Carminda, dan membuat hati Carminda menjadi melambung.

__ADS_1


"Banyak orang disini.." sambil tersengal nafasnya menahan gelora di hatinya, Carminda menjawab perkataan Rafi. Seperti tidak mendengar perkataan Carminda, Rafi langsung mendorong tubuh Carminda dan membawanya ke pinggir kolam renang. Tiba-tiba saja, laki-laki itu merasakan keinginan untuk membuat penyatuan dengan istrinya. Tanpa menunggu jawaban dari Carminda.., Rafi langsung mengangkat tubuh Carminda dengan bridal style.


*********


Ivona keluar dari kamar tidurnya, dan dahinya langsung berkerenyit ketika melihat pelayan rumah sedang mengepel air yang banyak membasahi lantai dan mengarah ke kamar yang ditempati mama dan papa Rafi beristirahat.


"Siti.., ada apa ini? Kok air bisa basah dimana-mana..?" dengan penuh tanda tanya, Ivona menanyakan pada Siti pelayan rumah yang masih berusia belasan tahun itu.


"Maaf Nona Muda.., ini tadi karena Tuan dan Nyonya.. Mereka tadi berenang ke kolam renang, tetapi tiba-tiba yang laki-laki datang dan mengangkat Nyonya serta membawanya langsung ke dalam kamar. Tanpa mengenakan handuk untuk mengeringkan air dulu.., rupanya mereka akan membilas dan mandi di dalam kamarnya Nona Muda." Ivona tersenyum malu mendengar jawaban dari pelayan itu. Dia memahami apa yang akan dilakukan oleh mama dan papanya. Karena bagaimanapun, mereka juga menikah belum lama. Jadi kebutuhan seksual sudah merupakan keharusan bagi mereka.


"Sudah lupakan saja apa yang kamu lihat ya..! Lanjutkan pekerjaanmu.., aku akan ke dapur dulu untuk melihat masakan apa yang sudah disiapkan." setelah menasehati pelayan itu, Ivona segera melangkahkan kakinya menuju dapur. Terlihat pelayan rumah sedang menggoreng ayam di atas kompor.


"Apa yang sedang kamu siapkan untuk sarapan Bi..?" meskipun Ivona baru dua hari menjadi Nona di rumah ini, gadis itu langsung bisa menyiapkan diri. Dan sepertinya Aldo dan Donny juga sudah memberi tahu siapa Ivona di rumah ini, sehingga semua pelayan langsung menganggapnya sebagai Nona Rumah.


"Kami baru menyiapkan menu urap, tempe goreng dan ayam goreng Nona Muda. Ada juga nasi goreng dengan lauk telur dadar dan sosis yang sudah tersaji di atas meja. Atau mungkin Nona Muda ingin menggunakan lauk apa, biar segera Bibi siapkan." dengan cepat, Bibi menjawab pertanyaan Ivona. Tanpa berhenti, perempuan paruh baya itu membolak balik ayam yang masih di penggorengan.

__ADS_1


"Saya rasa sudah cukup Bibi.. Jika mereka ada yang tidak cocok, biar nanti mereka menyiapkan sendiri makanannya. Bibi tidak perlu dibuat pusing oelh orang banyak." ucap Ivona. Setelah melakukan pengecekan di meja makan, Ivona berjalan meninggalkan dapur.


***********


__ADS_2