Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 62 CEO Kavindra Group


__ADS_3

Kedatangan dua pria muda itu, terutama pria yang saat ini berdiri di samping Jack seperti menimbulkan medan magnet tersendiri. Semua mata langsung tertarik untuk memandang ke arah teman Jack. Kakek dan Tuan Iswara sudah lama mengenal Jack, tetapi belum kenal dengan pria muda yang saat ini ada di sampingnya. Dari beberapa orang yang duduk di ruang tengah itu, hanya Ivona yang tidak memiliki ketertarikan dan masih terlihat cuek tidak ikut melihatnya, dia masih menundukkan kepalanya.


"Hai Jack... ayolah duduk disini di dekatku!! Aku senang, ternyata kamu tidak melupakan keluarga ini. Kamu hari ini membawa seorang teman kemari rupanya." dengan ramah kakek mempersilakan kedua tamunya duduk, sambil mengulurkan tangannya pada Jack.


Jack langsung menjabat tangan kakek dan Tuan Iswara, dan saling menempelkan kedua pipi kiri dan kanan mereka. Kemudian dia langsung mulai duduk di kursi, tetapi pria muda temannya masih berdiri dan menatap Ivona yang masih cuek tidak memperhatikannya. Merasa ada orang yang mengawasinya, perlahan Ivona mengangkat wajahnya. Gadis itu langsung merasa terkejut melihat pria muda itu, dan saat tatapan matanya beradu pandang dengannya.


"Alexander.., untuk apa dia disini?" dengan tak percaya, dia berbisik sangat pelan. Alexander mengangkat sudut mulutnya sedikit ke atas, saat menatap wajah Ivona.


Tanpa berkedip Ivona menatap Alexander yang terkesan dingin. Penampilannya saat ini sangat memukau gadis itu. Karena baru pertama kalinya, Ivona melihat Alexander mengenakan pakaian seformal ini. Mengenakan sepatu pantofel, celana kain dengan kemeja berdasi dan dilengkapi dengan jas. Sudut mata Alexander disipitkan sedikit saat tatapannya bertemu dengan Ivona, seperti tatapan menggoda. Merasa jengah sendiri, Ivona kembali menundukkan pandangannya. Semua interaksi itu tidak lepas dari pandangan Vaya dan Nyonya Iswara. Keduanya semakin jengkel dengan sikap Ivona, yang seperti jual mahal terhadap tamu yang baru datang.


"Siapa ini Jack.., pria muda tampan ini yang kamu bawa kemari?" tanya Tuan Iswara berbasa-basi sambil tersenyum.


"Kenalkan ini Alexander kek.., Tuan Iswara. Panggil dia dengan sebutan Alex. Dia ini CEO baru dari Kavindra Group!" Jack mulai mengenalkan Alexander pada kakek dan Tuan Iswara.


"Benarkah apa yang kamu katakan Jack... Rumah ini seperti kejatuhan durian runtuh.. bertul-betul aku tidak bisa mempercayai pandanganku saat ini. Aku bisa bertemu dan dikunjungi CEO dari Kavindra Group." kata kakek sambil mengulurkan tangan mengajak Alexander berjabat tangan. Tanpa sungkan, Alexander menerima jabat tangan dari kakek. Kemudian dia duduk di samping Ivona.

__ADS_1


"Hadeh.., kenapa orang ini bisa sampai kesini?" Ivona berbicara pada dirinya sendiri. Gadis itu melirik dengan jengkel pada Alexander, karena seperti disengaja kaki pria itu disentuhkan pada telapak kakinya. Tetapi Alexander pura-pura tidak memperhatikan reaksi gadis yang saat ini duduk di sampingnya.


Melihat sikap Alexander dari sudut matanya, Thomas terdiam dengan penuh tanda tanya. Dia merasa pernah bertemu dengan laki-laki itu, dan mencoba untuk mengingat-ingat Alexander. Dia merasa tidak asing dengan wajahnya, tetapi dia belum ingat siapa dia dan dimana dia mengetahuinya.


"Apakah sudah lama nak Alex memimpin Kavindra Group?" tanya kakek sambil tersenyum.


"Sudah lumayan lama Kek. Sejak papa memutuskan untuk undur diri dari perusahaan, dan memutuskan untuk menikmati hari tuanya, Alex sudah berada di perusahaan itu." Alex menjawab pertanyaan kakek dengan nada sopan.


"He..he..he.., hebat benar berarti nak Alex ini. Sangat lama sudah ternyata aku sudah meninggalkan berita perusahaan, sampai ada berita sebesar ini aku baru mendengarnya. Dan sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri, kakek yang tua ini dapat mendengarnya langsung darimu nak Alex." kakek tertawa kecil.


"Aduh kakek terlalu tinggi menilai Alex. Tidak seperti yang kakek pikirkan tentang Alex kek." Alexander berusaha merendahkan diri di hadapan kakek. Dari tadi dia mencari kesempatan untuk berbicara dengan Ivona, tapi kakek terlalu mendominasi pembicaraan. Sedangkan gadis yang duduk di sampingnya itu selalu mengacuhkannya, dan berlagak jika mereka tidak saling mengenal.


*************


Setelah mengamati sikap dan kegugupan Ivona dalam menatap Alexander, dan juga melihat berkali-kali kaki Alexander mencoba menyentuhkan dengan kaki adiknya, akhirnya Thomas jadi mengingat siapa Alexander.

__ADS_1


"Dia itu kan laki-laki yang membawa Ivona pergi waktu itu. Saat aku mencari Ivona di MUSE Bar." Thomas berpikir sendiri.


"Untuk apa dia tiba-tiba datang kesini? Sengaja mencari Ivona, ataukah memang dia memiliki keperluan dengan papa?? Tapi biarlah.., aku akan diam saja. Aku tidak mau Ivona mendapatkan masalah lagi. Aku akan diam saja." Thomas akhirnya memutuskan untuk berdiam diri, karena dia khawatir akan merendahkan Ivona jika dia mencoba menyampaikan hal itu.


"Oh ternyata pria tampan ini CEO Kavindra Group ya? Saya jadi punya pemikiran ini, kira-kira apakah Tuan Alexander ini sudah memiliki pasangan hidup?" tiba-tiba sambil tersenyum Nyonya Iswara langsung mengajukan pertanyaan.


Alexander tidak mendengarkan pertanyaan Nyonya Iswara, dan bahkan tidak menanggapi pertanyaan itu. Dia malah antusias mengarahkan pandangannya pada Ivona. Sedangkan Ivona sama sekali tidak menanggapi godaan yang dilakukan Alexander, dia tetap pura-pura tidak melihatnya.


"Ya pasti belum Nyonya Iswara. Teman satuku yang ini, dia terlalu acuh dan dingin pada setiap perempuan. Tadi jujur, saya juga kaget kenapa tiba-tiba dia mau menemani saya untuk berkunjung ke rumah ini." Jack menjelaskan sedikit tentang status Alexander.


"Oh baguslah kalau begitu. Saya kok tiba-tiba muncul gagasan ya, Sepertinya kita perlu menjalin hubungan erat nih dengan keluarga Kavindra group. Bagaimana jika kita melangsungkan penikahan Aliansi, ini saya juga punya anak gadis. Bagaimana kalau kita menjodohkan Vaya dengan nak Alexander pa.., papa juga setuju kan?" Nyonya Iswara memiliki ide untuk menjodohkan Vaya dengan pria muda Boss dari Kavindra Group ini.


"Apa yang menurut mama baik untuk anak-anak kita, papa pasti akan setuju. Perusahaan kita akan berkembang dan maju bersama, jika pernikahan Aliansi akan kita laksanakan." Tuan Iswara memperkuat ide dari istrinya itu.


Mendengar perkataan Tuan dan Nyonya Iswara, mata Vaya langsung berbinar dan dia tampak bahagia. Dia baru pertama kalinya melihat pada laki-laki itu, dan tanpa disangka Vaya langsung menyukai Alexander.Vaya langsung berusaha mempermanis sikapnya, tetapi sedikitpun Alexander tidak melihat pada dirinya. Tatapan laki-laki itu selalu diarahkan untuk Ivona. Sedangkan Thomas langsung merasa muak dengan sikap kedua orang tuanya, karena sama sekali mereka tidak mengutamakan Ivona, tetapi selalu Vaya yang menjadi objek utamanya.

__ADS_1


"Hey..., apakah kamu tidak tahu siapa aku?? Jangan pura-pura tidak mengenaliku. Aku tahu siapa kamu, Nana itu nama kecilmu kan?" Alexander mengabaikan perkataan Nyonya Iswara. Dia tersenyum manis, dan malah menggoda Ivona sambil kakinya kembali menyenggol kaki Ivona.


*************


__ADS_2