Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 160 Debut Artis


__ADS_3

Sesampainya di halaman rumah, Alexander memarkirkan mobil di depan teras rumah. Tommy juga mengikuti apa yang dilakukan oleh laki-laki itu, dia memarkirkan mobilnya sejajar dengan mobil Alexander. Setelah membukakan pintu mobil untuk Ivona.., Alexander segera menutup kembali pintu tersebut. Bi Mina yang sudah turun ke halaman, segera mengambil tas Ivona untuk dibawakannya ke dalam.


"Sudah pulang Tuan Muda.. Nyonya Besar baru saja pergi dari villa ini Tuan muda. Padahal tadi Nyonya Besar ingin sekali berkenalan dengan Nona Muda Ivona." Bi Mina melaporkan jika Nyonya Besar Kavindra baru saja pergi.


"Begitukah?" tanya Alexander cepat. Sudut mulut laki-laki muda itu sedikit naik ke atas, dia memang sengaja jika tidak memberi tahu mamanya, jika Ivona yang sudah pernah diajak ke rumah besar sudah berkenalan dengan mamanya. Tetapi untuk mencegah kehebohan terjadi di villa ini, yang nantinya malah akan mengganggu konsentrasi Ivona dalam mempersiapkan Ujian Kelulusan, Alexander masih mencoba untuk menahan diri untuk tidak memberi tahu Bi Mina.


"Iya Tuan Muda.., bahkan Nyonya Besar tadi juga bilang, tidak peduli mau masih sekolah, sudah kerja. Asalkan Tuan muda menyukainya, maka Nyonya Besar tidak akan keberatan." lanjut Bi Mina. Tommy yang berdiri di belakang Alexander mengerenyitkan dahinya, mencoba mencerna apa yang dibicarakan Alexander dan pelayan rumahnya. Untungnya Ivona mengenakan head set dan sedang mendengarkan musik, sehingga tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Gadis itu langsung masuk ke dalam rumah, meninggalkan mereka berdua.


"Ada apa Lex.., siapa yang mau berkenalan dengan Ivona? Kamu harus mengingatnya Lex.., adikku masih usia sekolah. Dia belum cukup umur, jangan ganggu dia untuk  saat ini." merasa jika yang dibicarakan Alexander dengan pelayannya adalah Ivona, Tommy akhirnya berbicara.


"Sudah.. ayo kita segera masuk. Tidak perlu didengarkan obrolanku dengan Bi Mina." Alexander segera menghentikan sikap posesif Tommy. Akhirnya kedua laki-laki muda itu segera mengikuti langkah Ivona, mereka langsung masuk ke dalam rumah.


"Kita bicara di ruang kerjaku saja, di lantai dua!" kata Alexander sambil menunjuk ruang kerjanya.


"Bi Mina.., bawakan dua kopi panas ke ruang kerja! Jangan lupa, ingatkan Nona Muda Ivona untuk makan siang sebelum istirahat. Nanti jika Nona Muda sudah di meja makan, panggil aku dan Tommy." sebelum masuk ruang kerja, Alexander memberi perintah pada Bi Mina.


"Baik Tuan Muda.., segera Bi Mina siapkan!" pelayan rumah itu segera menyiapkan apa yang diperintahkan oleh majikannya.


***********

__ADS_1


Di  dalam ruang kerja


Tommy memberikan profil Caroline pada Alexander, dan CEO Kavindra Group itu langsung melihatnya sekilas. Setelah melihatnya, kembali berkas yang berisi profil itu diletakkan di atas meja.


"Bagaimana Lex.., apakah kamu ada ketertarikan untuk menarik penyanyi yang sedang naik daun itu pada manajemenmu?" tanya Tommy pada Alexander. Terlihat laki-laki itu malah menyalakan sebatang rokok, kemudian menghisapnya perlahan.


"Aku tidak melihat penyanyi itu memiliki keistimewaan atau khas unik yang tidak dimiliki oleh penyanyi yang lain. Sepertinya sama saja." sahut Alexander sambil menghembuskan asap rokok dari bibirnya. Bagi laki-laki muda itu, hanya Ivona gadis yang bisa menjadi obsesi untuk mengungkung dan memilikinya sendiri. Sehingga siapapun gadis yang akan disodorkan padanya, tidak akan dapat menggoyahkan hatinya.


"Ingat Lex.., aku tidak menawarkan seorang gadis muda untuk kamu jadikan sebagai pasanganmu. Tapi aku menawarkan untuk kamu orbitkan, sehingga pundi-pundi uang akan mengalir ke rekening kita." ucap Tommy berusaha menyadarkan Alexander.


Alexander memandang pada Tommy...., dia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Tommy.


"Jangan mencurigaiku Alex..., tidak bisakah aku kembali meminta tolong padamu? Untuk urusan pencipta lagu yang dibawakan Caroline.., semua akan mudah jika Caroline yang menjadi debut sebagai pemeran utama dalam film yang akan dibawakannya. Aku yakin Carol sendiri yang akan membawanya pada kita. " terlihat Tommy mengalihkan pandangan, dia seperti menghindar jika pikirannya ditebak oleh Alexander.


"Ha.., ha.., ha..., Tommy.., Tommy. Lamcar kali lidahmu menyebut nama panggilan penyanyi itu. I know you so well... guys.." tiba-tiba Alexander tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kamu malah mentertawakanku Lex.., jangan berpikiran yang tidak-tidak padaku!" seru Tommy dengan nada tinggi.


Alexander menepuk bahu  Tommy tiga kali..,

__ADS_1


"Kamu tidak mau ya mencampur adukkan antara bisnis dengan urusan hati. Kamu ingin melemparkan gadis itu padaku, dan kamu bisa menjalin hubungan atau mendekati gadis itu kan? Ha.., ha.., ha.. tidak mudah kamu untuk membohongiku guys..." kembali Alexander yang jarang tertawa, bisa mendapat hiburan dengan melihat orang yang sedang jatuh cinta.


Merasa akal bulusnya ketahuan.., Tommy cengar-cengir. Laki-laki itu melempar bantal kursi ke muka Alexander.


"Bisa tidak kamu pura-pura mengiyakan perkataanku, jangan buat aku malu?" Tommy memprotes sikap Alexander.


"Ha.., ha..., ha..., okay.. okay Tomm. Kalau urusan agar kamu tidak merasa bingung untuk mendekati gadis itu, aku akan membantumu. Tapi kamu harus menjamin, jika kamu bisa mempertemukan aku dengan penulis lagu yang dibawakan oleh Caroline." akhirnya untuk menyenangkan hati temannya, Alexander menyetujui usul yang disampaikan Tommy.


"Itu baru namanya kamu benar-benar temanku Lex.. Sekarang aku mau tanya.., jawab pertanyaanku dengan jujur!" setelah keinginannya terpenuhi, giliran Tommy bertanya pada Alexander.


Alexander tidak menjawab, laki-laki muda itu hanya mengangkat kedua bahunya ke atas.


"Bagaimana hubunganmu dengan adikku Nana..? Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dariku." Tommy kembali menginterogasi Alexander.


"Kenapa kamu malah bertanya hal yang aneh padaku Tomm... Sekarang aku akan balik bertanya padamu. Apa tujuan awalmu, kenapa saat kamu ada bisnis di luar negeri selama dua minggu, kamu menitipkan Nana padaku? Bisakah kamu menjawabnya.., dan apakah aku adalah tipe laki-laki yang mudah tergoda dengan sembarang perempuan? Pikirkan itu!" tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Tommy, Alexander malah ganti mengejar Tommy dengan pertanyaan.


Tommy kembali teringat saat dia sengaja menitipkan Ivona pada laki-laki itu. Mengenalnya sebagai seorang laki-laki yang baik, dan seperti tidak memiliki ketertarikan dengan perempuan menjadikannya ingin mendekatkan adiknya dengan Alexander. Saat ini.., kelakuannya itu malah menjadi bumerang bagi dia dan keluarganya. Alexander saat ini terlalu campur tangan dan memonopoli Ivona, dan celakanya kakek juga mengijinkan.


"Kenapa kamu malah melamun Tommy. Aku hanya mau berpesan padamu teman.., jangan pernah berpikir untuk mengambil Nana dariku." ucapan Alexander seperti mengintimidasi Tommy.

__ADS_1


****************


__ADS_2