Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 223 Ikut Aku Dulu


__ADS_3

Aldo Flashback On


"Aku harus mengikuti kemana Richard akan membawa Ivona.., sepertinya gadis itu sudah melupakan apa yang pernah terjadi denganku pada kehidupan sebelumnya. Alex.., kamu harus lebih bersabar untuk membawa gadis itu kembali padamu." Aldo berbicara pada dirinya sendiri, laki-laki muda ini menempatkan dirinya sebagai Alex.


Melihat mobil yang dikendarai Richard dan Ivona terus melaju, Aldo tetap mengikutinya di belakang. Dia ingin melihat kemana Richard akan membawa Ivona pergi. Ketika mobil Richard berhenti di toko buku *ramedia, Aldo teringat kebiasaan Ivona yang dulu pernah memintanya untuk mengantarkan untuk bertemu di depan toko buku. Dengan sabar meskipun emosi menguasainya, saat itu dia sebagai Alex menunggu Ivona di depan toko sampai urusan gadis itu selesai.


"Richard sudah pergi.., berarti Ivona hanya sendiri di toko buku tersebut. Aku akan menunggu sampai urusan gadis itu kelar, dan aku akan mengantarkannya pulang." pikir Aldo. Tiba-tiba dia teringat bagaimana kedekatan antara Richard dengan Ivona.., dari penyelidikan yang dilakukan anak buahnya, sepertinya mereka bukan pasangan kekasih, bahkan di kehidupan mereka di masa lalu. Kedekatan Ivona dan Richard seperti alami terlihat di mata Aldo, tetapi laki-laki muda itu belum bisa mendeskripsikannya.


"Tok.., tok.., tok.." kaca mobil Aldo diketuk dari luar. Aldo melihat anak buahnya datang menemuinya.


"Ada apa?" tanya Aldo singkat, dengan matanya yang tajam.


"Maaf Tuan Muda.., kita hanya mau menanyakan. Apa yang harus kita lakukan saat ini, kembali ke tempat kami berada atau..?" salah satu dari pengawal Aldo menanyakan kelanjutan tugasnya saat itu.


"Banyak bertanya..., ikuti Nona Muda itu masuk ke dalam. Amati dengan siapa gadis muda itu berada disana.., dan jangan lupa sampai gadis itu keluar, serta bisa aku antar ke rumahnya." dengan nada kesal, Aldo menjawab pertanyaan dari para pengawalnya itu.

__ADS_1


"Siap Tuan Muda..." empat orang pengawal itu dengan cepat meninggalkan Aldo sendiri, mereka segera masuk ke dalam toko buku untuk mengamati Ivona.


Aldo tetap berada di dalam mobil dengan mesin yang masih menyala. Tatapan matanya memindai ke sekeliling lokasi, dan dahinya berkerut ketika melihat ada dua orang yang terlihat mencurigakan seperti sedang mengawasi seseorang di depan pintu toko bagian dalam. Toko buku itu memang memiliki dua lantai, dimana di lantai atas, selain untuk etalase buku, juga sebagian digunakan untuk food court. Dari lantai bawah, kita bisa melihat ke dalam pinggiran food court.


"Jangan-jangan dua laki-laki itu sedang mengintai Ivona. Aku harus memastikan keselamatan gadis itu." melihat tatapan dua laki-laki yang mencurigakan tadi ke atas


Aldo segera mematikan mesin dan kemudian membuka pintu mobil. Laki-laki muda itu berjalan, dan untungnya masih ada kursi tunggu kosong yang ada di dekat dua orang laki-laki itu berdiri.


Aldo Flash back Off


***************


"Kita berpisah disini saja Ester.., aku akan langsung pulang ke rusun." Ivona mengakhiri pertemuan mereka. Gadis muda itu langsung berdiri.., dan berjalan meninggalkan Ester.


"Baik Nona Muda.., jangan lupa untuk menghubungi Dokter Marcus. Berkali-kali laki-laki itu menghubungi saya, Dokter menanyakan keberadaan Nona Ivona.." ucap Ester.., Ivona berhenti sebentar kemudian mengangkat tangannya ke atas, dan melanjutkan langkahnya menuju escalator.

__ADS_1


Dari atas escalator yang membawanya turun dari lantai dua, tatapan Ivona melirik pada dua orang laki-laki yang menunggunya di dekat pintu masuk toko. Selain itu, instingnya sebagai gadis yang banyak menghabiskan hidup di jalanan, merasakan ada beberapa orang yang mengikuti dan mengawasinya dari tadi.


"Kita lihat saja.., di keramaian seperti ini, apa yang akan mereka lakukan padaku." dengan tersenyum smirk, Ivona berpikir sendiri dan tetap melanjutkan langkah menuju pintu keluar. Tangan kanannya merogoh saku kanan, dan saat menemukan benda kecil yang selalu dia persiapkan di dalam saku, gadis itu merasa tenang. Sebagai seorang gadis muda yang hidup tanpa ada sandaran laki-laki, Ivona memang harus selalu kreatif untuk self safety. Keahliannya dalam meracik obat-obatan kimia, membuatnya menciptakan sebuah senjata yang mematikan. Tetapi obat itu hanya dia gunakan untuk dirinya sendiri, dia tidak pernah terakhir untuk menjadikannya sebagai sesuatu untuk mendapatkan uang.


Benar seperti yang dipikirkan Ivona.., sudut matanya menangkap kedua laki-laki itu memisahkan dirinya. Yang satu di sebelah kiri, dan satunya berada di sebelah kanan pintu keluar. Keduanya sudah berada dalam mode untuk menangkapnya dari samping kanan dan kiri. Ivona tetap bertindak cuek, mengabaikan apa yang dilihatnya. Dan...,


"Buk..., krek.... aaaawwww...." Ivona kaget, saat gadis muda itu sudah mengambil posisi berkelit, dua orang yang terlihat akan menangkapnya, tiba-tiba menjerit kesakitan. Empat orang sudah menangkap dua orang tersebut.., dan tiba-tiba Ivona sudah dipeluk dan dibawa oleh seseorang. Ketika Ivona menoleh, kembali dia dibawa oleh laki-laki muda yang pernah menolong dan membawanya dari dalam hotel bintang lima itu.


"Lepaskan kami .., bastard..." dua orang yang ditangkap itu berteriak, mereka tidak berdaya ditangkap dan dihajar oleh empat orang pengawal laki-laki muda itu.


"Duaakk..., diam!! Menurut pada kami..." kembali tendangan pengawal Aldo menghantam laki-laki itu, kemudian menyeret kedua laki-laki itu keluar dari dalam toko. Keributan seketika terjadi di pintu keluar toko buku tersebut. Beberapa pengunjung mendekati dan menonton, serta beberapa security berlari mendatangi tempat keributan itu.


Untungnya Aldo dengan cepat merangkul dan membawa Ivona langsung menuju mobilnya. Laki-laki itu langsung membuka pintu mobil, dan meminta gadis itu untuk segera masuk ke dalam. Tanpa banyak bicara.., Aldo langsung menjalankan mobilnya.


"Ikut aku dulu..., sepertinya rusun sudah tidak aman lagi untukmu!" tanpa meminta ijin terlebih dulu, Aldo langsung mengajak Ivona untuk mengikutinya. Dengan tatapan bingung, Ivona menatap laki-laki itu. Sikap dan perilaku protective yang diberikan laki-laki itu, mengingatkan Ivona pada sikap dan perilaku Aldo. Tanpa meminta ijin, langsung memaksa dan membawanya pergi. Tetapi yang menjadi keheranannya, Ivona tidak sedikitpun menolak perlakuan itu.

__ADS_1


*****************


__ADS_2