
Merasa malu dengan kelakuannya sendiri, Ester langsung mengambil penerbangan jurusan Lombok. Dia ingin menenangkan dirinya untuk sementara waktu. Agar tidak membuat Naura khawatir, dan dia juga tidak bisa mengunjungi gadis itu di rumah Tuan Frans, Ester memilih untuk mengajukan cuti di luar tanggungan. Satu lembar surat untuk memberi tahu atasannya, dititipkan gadis itu melalui seorang kurir.
"Apa yang kamu baca Ivona...?" Richard bertanya dengan lembut pada adiknya. Laki-laki itu merasa sangat bahagia, karena akhirnya dia merasa tidak lagi hidup sendiri. Dia ternyata menemukan seorang adik, dan bahkan bisa membawanya untuk tinggal di mansionnya.
"Surat dari Ester kak... Gadis itu masih muda, memang saatnya dia menikmati masa mudanya itu. Ester mengajukan cuti untuk sementara waktu, katanya dia akan meninggalkan kota ini. Aku sudah mengecek jadwal penerbangan dari negara ini, sepertinya Ester masih berada di negara ini. Gadis itu tidak meninggalkan Indonesia." Ivona menanggapi pertanyaan yang diberikan kakaknya.
Richard tersenyum, kemudian duduk menyelonjorkan kakinya di samping Ivona, Meskipun dia sudah datang dari Guam semalam, tapi dia belum ingin meninggalkan mansion hari ini. Laki-laki itu masih ingin menghabiskan waktunya bersama dengan adiknya Ivona.
"Apa rencana kita hari ini kak..? Ivona ingin mengunjungi dan menyapa tetangga Ivona dulu di rusun Cempaka. Mereka saat ini tinggal dan berada di Maestro Apartement milik kak Aldo." Ivona balik bertanya pada Richard.
"Ingin ke apartemennya.., atau ingin bertemu yang punya apartemen?" sambil tertawa kecil, Aldo menggoda Ivona.
"Kok kakak bertanya seperti itu..? Jangan-jangan kakak mencurigai aku dan kak Aldo. Kakak berpikir jika kami memiliki hubungan..., begitukah?" merasa malu, Ivona menoleh ke wajah kakaknya. Pipi bersemburat pink terlihat mewarnai pipi gadis itu.
Richard tertawa, laki-laki itu mengusap lembut rambut gadis itu.
"Ha..., ha..., ha... Aldo tipe laki-laki yang bisa kamu andalkan Ivona. Kakak akan menyetujui hubungan kalian, jika kamu juga menyukainya. Perhatian yang laki-laki itu berikan padamu, kakak bisa melihatnya." dengan serius, Richard berkomentar tentang Aldo. Wajah Naura semakin memerah malu, dan gadis itu langsung berdiri kemudian berjalan meninggalkan Richard.
__ADS_1
"Nana..., jam sepuluh kakak mengundang dokter keluarga untuk datang kesini. Agar kamu merasa yakin, kakak akan melakukan pengujian DNA antara kamu dan papa. Apapun hasilnya, kakak akan tetap menganggapmu sebagai adikku Na.." tiba-tiba kalimat yang diucapkan Richard, menghentikan Naura dari jalannya. Gadis itu menoleh ke belakang dan melihat wajah Richard dengan penuh pertanyaan.
"Kak Richard..., kenapa kakak berlaku seperti itu padaku..? Bukannya mama yang merampas mama kak Richard dari papa?" berpikir tentang mamanya berselingkuh dengan Tuan Frans, menjadikan rasa bersalah yang besar pada Ivona terhadap Richard.
"Tidak seperti itu ceritanya Na.. Duduklah disini dulu.., kakak akan menceritakan cerita yang sebenarnya." ucap Richard pelan. Karena rasa penasaran yang besar, Ivona kembaliĀ menghampiri kakaknya, gadis itu duduk di samping laki-laki itu.
Beberapa saat Richard menceritakan jika buka Nyonya Carminda yang merebut Tuan Frans dari mamanya Anita, tetapi berlaku sebaliknya. Sebelum menikah dengan Anita, ternyata Frans sudah menikah dengan Carminda tanpa persetujuan dari keluarga besar Felix kakek mereka berdua. Sudah lama menikah dan tidak kunjung hamil, Felix menyuruh Johnny untuk menculik Frans dan membawanya ke sebuah mansion di pulau terpencil, dan memaksa laki-laki itu menikah dengan Anita. Keberuntungan membersamai mereka, begitu mereka menikah, di tahun pertama pernikahan mereka, hadirlah Richard menguatkan hubungan mereka.
Ketika Frans kembali ke China untuk menemui Carminda untuk menceritakan pernikahannya, ternyata satu hari kebersamaan mereka, Carminda pergi meninggalkan Frans. Sampai akhirnya surat keputusan cerai mereka dikirimkan kepada Frans.
"Mama..., papa..." ucap Ivona lirih dengan mata berkaca-kaca. Richard melihat gadis itu dengan perasaan terenyuh.
**********
Aldo dengan gagah memasuki mansion Richard tanpa mempedulikan larangan dari penjaga rumah. Seperti di rumah sendiri, laki-laki itu merangsek masuk dengan membawa satu buket bunga berwarna merah di tangannya. Penjaga rumah berlari-lari di belakangnya untuk melarang laki-laki itu, tetapi tatapan mata kemarahan membuat nyali penjaga itu menjadi ciut.
Melihat Richard dan Ivona berpelukan di depan matanya, darah laki-laki Aldo terasa mendidih. Laki-laki itu berjalan cepat menghampiri keduanya, dan tangan kanannya meletakkan buket bunga di atas meja. Tanpa berbicara apa-apa, Aldo menarik Richard menjaud dari pelukan Ivona. Matanya menyala menatap tajam pada Richard.
__ADS_1
"Wait..., wait..., are you crazy .. Aldo..?" Richard berteriak dengan nada keras membentak Aldo. Matanya balik menatap tajam mata laki-laki itu. Ivona hanya diam saja, gadis itu memijit pelipis dengan menggunakan jari-jarinya sendiri.
"Untuk apa kamu main peluk wanitaku.. Hanya aku yang dapat memiliki dan memeluk Ivona, tidak ada laki-laki yang lain." dengan sikap posesif, Aldo berbicara dengan suara yang cukup keras pada Richard.
Melihat keributan terjadi di depan matanya, Ivona kemudian berdiri dan segera berjalan meninggalkan tempat itu. Gadis itu merasa muak dengan kelakuan barbar tak berdasar di depan matanya.
"Pokk..." hantaman dari kepalan tangan Richard mendarat dengan mulus di rahang Aldo.
"Buka matamu..., kamu menakuti adikku. Dasar laki-laki posesif, yang berpikir hanya menggunakan dengkul, tidak menggunakan otak." Richard marah-marah mengomeli Aldo. Matanya melihat Ivona yang pergi meninggalkan mereka berdua. Melihat kepergian gadis itu, tanpa mempedulikan Richard, Aldo menyambar buket bunga di atas meja kemudian berlari mengejar gadis itu.
Melihat Ivona termenung sendiri di pinggir kolam, laki-laki itu tersenyum di belakang. Aldo tidak mempedulikan rasa biru lebam bekas tamparan yang diberikan Richard, laki-laki itu hanya mempedulikan Ivona. Aldo berjalan mendekat ke Ivona, kemudian memeluk gadis itu dari belakang, tangan kanannya mengangkat buket bunga di depan dada Ivona.
"Nana sayang..., aku datang menjemputmu sayang." bisik lembut Aldo langsung ke telinga gadis itu. Mendengar bisikan itu, Naura tergagap.., kembali ingatannya berlari pada perilaku mesra yang selalu ditunjukkan Alexander padanya. Tetapi.., tersentak Ivona mengingat jika laki-laki di belakangnya bukan Alexander, melainkan Aldo.
"Singkirkan tanganmu dari pundakku Tuan Muda Aldo. Aku wanita yang sudah bersuami, jangan lecehkan aku!" dengan suara tegas, Ivona berbicara pada laki-laki itu.
Aldo tersenyum, laki-laki itu tidak menjawab dengan suara. Kedua tangan Aldo langsung terulur dan mengangkat tubuh Ivona dengan bridal style dan langsung membawanya keluar menuju mobil. Gadis itu meronta-ronta meminta untuk dilepaskan, tetapi kedua tangan itu terlalu kokoh untuk dilepaskan. Dari ruang tengah, Richard hanya tersenyum melihat kenekadan laki-laki itu, tetapi dalam hati dia mendukung penuh perilaku posesif Aldo.
__ADS_1
************