Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 163 Hari untuk Ivona


__ADS_3

Alexander membawa Ivona jalan-jalan ke mall, dia tahu jika hari ini adalah hari terakhir gadis muda itu mengikuti Ujian Kelulusan. Saat mesin mobil berhenti, Alexander membangunkan Ivona yang masih tertidur. Laki-laki muda itu tersenyum melihat Ivona yang sangat jauh berbeda, dengan gadis menyedihkan yang dia temukan dua tahun yang lalu di depan rumah sakit jiwa. Saat ini, pipi Ivona terlihat lebih chubby, dengan kulit yang lebih berisi karena lebih terawat. Melihatnya dalam kondisi tenang tertidur, kebahagiaan mengalir di sudut hati CEO Kavindra Group itu.


"Na.., Nana.., bangunlah! Kita sudah sampai." dengan suara pelan, Alexander memegang pipi halus Ivona untuk membuat gadis itu bangun.


Bulu mata Ivona tampak mengerjap, dan mata jernih itu bertatapan dengan mata Alexander yang berada diatas wajahnya. Degup kencang terasa di dada Ivona.., tetapi dia tidak mampu melepaskan diri dari tatapan laki-laki muda itu. Tiba-tiba wajah Alexander semakin mendekat, dan..


"Cup.." sebuah ciuman basah diberikan Alexander di keningnya. Rona merah menghiasi pipi Ivona, dan dengan menggunakan kedua tangannya, gadis itu mendorong dada Alexander agar menjauh darinya.


"He.., he.., he.., pipimu kenapa memerah Na..? Naksir ya pada kakak?" tanya Alexander dengan tidak memiliki rasa malu. Laki-laki itu terlihat puas bisa menggoda gadis yang ada di sampingnya itu. Ivona mengalihkan pandangannya keluar mobil.


"Ada dimana kita kak..? Kenapa kakak membawa Ivona kesini?" bingung merasa di depan sebuah lobby mall, Ivona bertanya pada Alexander. Laki-laki muda itu menganggukkan kepala sambil mengulum senyum. Dia merasa tidak bosan melihat gadis yang duduk di sampingnya itu.


"Hari ini Ujian Kelulusanmu sudah selesai. Sudah berhari-hari kakak mengurungmu di rumah. Sekarang kakak akan menemanimu jalan-jalan.., silakan beli apa saja yang kamu inginkan." Alexander berbicara pada Ivona, dan gadis itu sampai membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Laki-laki yang selalu berpakaian formal, tidak pernah tersenyum pada orang lain, hari ini tiba-tiba ingin menyenangkan hatinya.


Tanpa memperhatikan reaksi Ivona, Alexander langsung keluar dari dalam mobil, kemudian memberikan kunci mobil pada petugas valley. Laki-laki itu kemudian memutar ke depan dan membukakan pintu mobil untuk Ivona. Setelah memegangi Ivona turun.., Alexander merangkul dan menaiki tiga tangga dan masuk ke dalam mall. Alexander membawa Ivona masuk ke dalam butik, dan begitu melihat siapa yang datang, pelayan butik langsung menghampiri mereka berdua.


"Tuan Muda Alex.., selamat siang. Sudah sekian lama.., Tuan Muda tidak pernah datang lagi ke butik ini." seorang perempuan muda yang sangat cantik datang menyambut kedatangan mereka.


"Tidak perlu basa-basi.., layani gadis ini. Pilihkan pakaian yang pas untuknya, aku akan menunggunya disini." tanpa menjawab ucapan perempuan muda itu, Alexander langsung memintanya untuk mencarikan baju untuk Ivona.

__ADS_1


"Siap Tuan muda.. Nona.., ayo ikut ke dalam dengan saya!" perempuan muda yang ternyata designer butik ini, mengajak Ivona masuk.


"Kak.., untuk acara apa pakaian ini?' Ivona yang tampak bingung, bertanya pada Alexander.


"Tidak mungkin kan Na.., aku membawamu jalan-jalan dengan mengenakan seragam SMA Dharma Nusa. Bisa-bisa orang berpikir, aku membawa sugar baby ke mall." sahut Alexander sambil mengacak-acak rambut Ivona.


Setelah mengambil nafas, Ivona akhirnya mengikuti apa yang diperintahkan laki-laki muda itu. Dia segera mengikuti designer memilihkan baju yang pas untuknya. Alexander mengambil iPad.., dan tidak lama laki-laki muda itu sudah berselancar ke dalam.


***********


Setelah beberapa saat mencermati surat elektronik yang masuk ke emailnya, Alexander segera memberi tahu asistennya Rico, jika hari ini dia ingin memiliki waktu untuk sendiri. Dia tidak mengijinkan, hal apapun akan mengacaukan harinya dengan Ivona.., jika anak muda sekarang akan menyebutnya sebagai Me Time.


"Nana.., benarkah ini kamu?" tanya Alexander dengan mata berbinar. Senyuman yang keluar dari bibirnya, tampak membuat wajahnya yang tampan lebih bersinar. Perempuan muda pemilik butik dan sekaligus designer itu, tampak takjub memandangnya.


"Iya kakkk.., kenapa sih Ivona harus berpakaian seperti ini? Tidak bolehkan pakai T-Shirt atau kemeja simple dipadu dengan celana jeans?" tanya Ivona yang tampak memprotes penampilannya sendiri.


"Maaf Tuan Muda.., saya hanya ingin memadukan penampilan Nona ini dengan penampilan Tuan Muda saat ini. Jika pakaian yang disebutkan Nona barusan, tidak akan in line dengan pakaian formal yang Tuan Muda kenakan saat ini. Tapi jangan khawatir Non.., seperti yang tadi saya sampaikan. Meskipun Nona mengenakan pakaian dengan model Midi dan bawahan selutut, tapi pas di badan Nona. Lagipula menambah inner beauty dan keanggunan Nona." designer memberikan komentar atas protes yang diberikan Ivona untuknya.


"Abaikan saja.., aku menyukai penampilannya." ucap Alexander tanpa memandang perempuan pemilik butik itu. Sejak tadi, pandangannya terasa melekat di wajah Ivona.

__ADS_1


"Baik Tuan.., kebanggaan bagi kami, jika Tuan Muda merasa sangat puas dengan pelayanan kami. Untuk bill dari butik ini, langsung akan kami kirimkan pada Tuan Rico." designer melanjutkan. Perempuan itu masih berdiri di depan Alexander dan Ivona.


Alexander hanya mengangkat telapak tangannya keatas, sebagai tanda jika dia menyetujui apa yang disampaikan oleh designer itu. Laki-laki itu dengan protective.., langsung membawa Ivona dengan sangat hati-hati. Dengan pandangan iri akan keberhasilan Ivona yang bisa mengalihkan dunia CEO Kavindra Group, designer dengan tersenyum masam segera kembali masuk ke dalam.


**********


Setelah berjalan keluar dari butik.., Alexander mengajak Ivona untuk masuk ke restaurant. Mereka memilih menu makanan Oriental..


"Habis makan.., apa yang akan kita lakukan lagi Na..?" tanya Alexander sambil tangannya tidak henti membersihkan duri ikan, dan mengambil dagingnya. Kemudian daging yang sudaj bersih, akan dia letakkan di piring Ivona.


"Banyak.., pingin main di Time Zone.., lihat cinema.., berenang. Pokoknya semuanya yang bisa menyenangkan hati.." sahut Ivona sambil mengunyah makanannya.


"Untuk Time Zone.. No! Pakaian kita tidak sesuai.., untuk cinema okay, Aku akan mengaturnya." Alexander langsung menanggapi perkataan Ivona. Padahal tadi Ivona hanya asal bicara.., karena dari tadi malam Caroline sudah menghubunginya. Gadis itu mengajaknya untuk ketemu. Tetapi dengan adanya Alexander di sampingnya, mustahil dia bisa melepaskan diri dari samping laki-laki itu.


"Film genre apa yang ingin kamu lihat Na..? Hari ini karena aku persiapkan untukmu.., kakak ikut dengan seleramu saja." Alexander menanyakan genre pada Ivona.


"Vin Diesel.., film-film yang memiliki genre dengan yang diperankan oleh artis pria itu." jawaban yang meluncur dari bibir Ivona, mengejutkan Alexander. Dia berpikir, gadis seusia Ivona akan memiliki genre romantis anak SMA, ataiu film persahabatan. Ternyata gadis itu malah memiliki film laga..


"Okay.., aku akan memesannya dari sini." sahut Alexander.

__ADS_1


***************


__ADS_2