
Ivona tidak percaya memandang ruang kerja Richard ternyata memiliki sebuah kamar yang sangat mewah. Kamar itu persis menyerupai sebuah kamar hotel, dilengkapi dengan sofa dan kamar mandi. Bahkan ada ruangan khusus yang didesain dengan amat bagus sebagai pantry, dan terdapat pula kulkas dengan beragam makanan siap makan maupun makanan yang siap dioleh secara praktis. Dengan tanpa merasa bersalah, Richard kembali menutup connecting door dan fokus memeriksa berkas-berkas yang ada diatas mejanya.
"Helen.., apakah hari ini aku ada jadwal ketemu dengan orang?" sambil melakukan review ulang berkas yang akan dia tanda tangani, Richard bertanya pada sekretarisnya.
"After lunch Tuan Muda.., Tuan Frederick sepertinya akan menemui Tuan Muda. Laki-laki dari Central Capital itu, ingin meneruskan investasi dengan perusahaan kita. Sudah berkali-kali saya menolaknya, tetapi laki-laki muda itu bersikeras ingin bertemu dengan Tuan Muda sendiri." Helen sekretaris Richard melaporkan jadwal Richard hari ini.
Richard terdiam, Frederick adalah teman kuliahnya sewaktu mengambil jenjang sarjana di Harvard University. Tidak hanya semata-mata untuk meneruskan hubungan bisnis dengan perusahaannya, tetapi laki-laki itu berupaya untuk menjodohkan Richard dengan adik perempuannya. Akhir-akhir ini Richard selalu berusaha untuk menghindari pertemuan dengan teman lamanya itu, tetapi berbagai upaya ditempuh Frederick untuk dapat bertemu dengannya.
"Untung aku membawa Nana kesini bersamaku, aku akan minta tolong padanya untuk berpura-pura menjadi pendampingku." secercah senyum licik muncul di bibir Richard tanpa disadari. Helen merasa terbang di awang-awang, karena baru pagi ini, gadis muda itu mendapat anugrah melihat senyum manis dari bibir Tuannya.
"Berkas yang ini sepertinya sudah beres Tuan Muda. Akan segera kami disposisikan ke bagian surat menyurat untuk didistribusikan. Jika begitu, saya kembali ke tempat duduk saya dulu." Helen mengambil setumpuk berkas yang sudah mendapat tanda tangan di CEO Globally Group.
"Helen.., masuk ke ruang kerjaku sekarang!! Tanyai gadis muda yang ada di dalam, saat ini dia menginginkan makanan apa, pesan dan antarkan untuknya. Juga.., bilang padanya kalau aku sedang memimpin rapat sebentar!" Richard berdiri, dan menyampaikan pesan pada Helen. Tanpa mendengarkan jawaban dari helen, laki-laki muda itu sudah berdiri dan langsung berjalan keluar dari ruang kerjanya.
"Baik Tuan.." ucap Helen lirih, gadis itu hanya geleng-geleng kepala. Melayani dan mendamping Tuan Muda Richard di kantor, sudah membuatnya mengenal kebiasaan dan sikap dingin Tuan Mudanya itu.
__ADS_1
"Gadis muda.., siapa dia??? Barusan kenapa aku melupakan gadis muda itu, padahal tadi saat Tuan Muda datang, aku melihatnya sendiri. Gadis itu sangat cantik, dan terlihat masih polos. Apakah gadis itu pacar Tuan Muda ya??? Jika iya.., hiks.., hari patah hati sedunia akan terjadi." sambil menggumam, Helen segera melangkah menuju connecting door di belakang meja kerja Tuan Muda Richard.
"Tok.., tok.., tok..." tiga kali Helen mengetuk connecting room.
"Masuk.." jawaban singkat suara gadis muda menanggapi ketukan pintu itu. Helen mendorong kamar itu perlahan, dan matanya langsung melihat seorang gadis muda yang sedang sibuk di depan iPad sedang duduk santai di atas sofa. Mengetahui dirinya masuk ke dalam, gadis muda itu sama sekali tidak menoleh padanya. Pandangannya tetap fokus di depan iPad.
"Nona Muda..., saya Helen sekretaris Tuan Muda Richard. Kedatangan saya kesini atas perintah dari Tuan Muda untuk bertemu dengan Nona Muda." Helen memberanikan diri menyapa Ivona, kecuekan dan kedinginan gadis muda itu terasa sebelas dua belas dengan sikap Tuan Muda Richard.
Perlahan Ivona menghentikan aktivitasnya, kemudian menoleh pada Helen. Senyuman manis terbit di bibir gadis muda itu.
"Untuk apa kak Richard mengutusmu kemari, ada dimana dia sekarang?" melihat Helen yang terlihat tenggelam dalam lamunannya, kembali Ivona bertanya padanya.
"Maaf Nona Ivona.., Tuan Muda Richard mendadak harus memimpin rapat di meeting room. Kedatangan saya kesini, untuk menanyakan pada Nona.., apakah ada sesuatu yang ingin Non Ivona makan atau bagaimana." dengan sedikit gugup, Helen menjawab pertanyaan gadis muda itu.
"Pesankan black pepper beef dengan cheesy bites Large.., tambahkan salad buah!" jengkel dengan keegoisan Richard yang terkesan menahannya untuk pulang, Ivona memesan sebuah pizza besar untuknya. Setelah berbicara, kembali gadis muda itu kembali fokus dengan iPadnya.
__ADS_1
***********
Mendengar laporan dari Donny, Aldo langsung melarikan mobilnya menuju kantor perusahaan Globally Group. Merasa tidak bisa menembus tempat tinggal Richard dan keluarganya, memilih keputusan untuk mendatangi kantor laki-laki yang terakhir kali bersama dengan Ivona dalam satu mobil. Laki-laki muda itu memberhentikan mobilnya di tempat pemberhentian depan lobby, dan langsung melempar kunci mobil pada petugas valley.
"Tuan akan bertemu dengan siapa, silakan tunggu dulu?" petugas receptionis menghentikan Aldo dengan hati-hati. Tatapan kemarahan terlihat jelas di wajahnya, sehingga petugas itu berbicara dengan suara perlahan khawatir jika menyinggung perasaannya. Melihat mobil mewah yang dibawanya, membuktikan jika laki-laki muda di hadapannya itu memiliki kekayaan setara dengan Tuan Muda Richard.
"Tunjukkan padaku, dimana ruang kerja Tuan Richard!" tanpa menjawab pertanyaan petugas receptionis, Aldo langsung menanyakan keberadaan ruang kerja Richard. Gadis petugas receptionis merasa takut melihat tatapan Aldo padanya.
"Tidak jauh dari sini Tuan.., ada di lantai tujuh belas. Tetapi.., tidak sembarang orang bisa menemui Tuan Muda tanpa ada janjian terlebih dahulu." dengan wajah penuh kekhawatiran, petugas lobby menjelaskan pada Aldo. Belum selesai petugas itu menjawab pertanyaannya, Aldo sudah berlalu meninggalkan petugas receptionis itu.
"Pak..., ikuti Tuan muda itu!! Aku tidak mau terkena semprot dari Tuan Muda Richard.." petugas receptionis berlari meminta security untuk mengejar Aldo ke lantai tujuh belas.
"Waduh.., aku tidak berani. Tapi tadi pagi Tuan Muda sudah berpesan dengan Helen, jika hari ini ada orang yang ingin bertemu dengannya, langsung diminta membawanya ke meeting room. Mungkin laki-laki muda tadi yang ingin bertemu dengan Tuan muda Richard. Lagian.., percaya padaku kalau hari ini suasana hati Tuan Richard baru bagus banget. Lihat tidak tadi.., siapa yang dia bawa ke kantor?" bisik petugas security yang menolak untuk mengejar Aldo ke atas.
"Iya juga ya..., yah.. aku harus banyak bedoa saja. Semoga laki-laki muda itu tidak menjadi penyebab kita kena marah hari ini dari tuan muda Richard. Aamiin." gadis petugas receptionis menengadahkan kedua tangannya keatas, kemudian mengusapkan ke wajahnya sendiri. Security geleng-geleng kepala melihat kekonyolan gadis itu.
__ADS_1
************